
Ksatria bayangan yang ditugaskan membuntuti perdana menteri dan bawahnya datang melapor kepada raja Leon .
" Yang mulia . " Bungkuk memberi hormat pada raja
" Katakan ada apa . "
" Bawahan perdana menteri menuju toko obat yang menjual ramuan penghilang kutukan . Ramuan itu dibuat oleh nona Lila teman nona Stefanie yang mulia . Satu Minggu lagi ramuan itu akan dilelang di toko obat itu . "
" Wanita itu penuh kejutan . Bisa-bisanya membuat bawahan perdana menteri bingung . " Raja tertawa senang . Sang ksatria jadi bingung harus senang atau sedih
" Kau boleh pergi terus ikuti mereka."
" Baik yang mulia ." Ksatria itu menghilang
" Aku akan mengunjungimu nanti malam wanitaku . " Leon bergumam dalam hati sambil tersenyum
" Yang mulia . " Josh mengetuk pintu
" Ada apa Josh . "
" Bawahan selir agung menunggu seseorang di pelabuhan yang mulia." Josh berbisik lirih
" Apa mereka menunggu penyihir benua merah itu datang kesini . " Raja tersenyum lebar
" Kemungkinan benar yang mulia . Mereka sedang bingung tidak bisa mencapai tujuannya . "
" Kau awasi terus orang itu . Ini semakin menarik . "
" Tapi yang mulia. , Penyihir dari benua merah selalu membuat masalah . Dia punya kutukan sihir terlarang dan berbagai macam racun mematikan di seluruh benua . " Josh khawatir dan cemas akan yang mulia yang terlihat tenang
" Jangan khawatir Josh aku akan meminta bantuan Stefanie jika dia macam-macam . " Leon tersenyum
"Baik yang mulia hamba mengerti . " Josh mengikuti raja Leon dibelakang dan bertemu dengan ibu suri
" Keponakanku yang tampan . Kenapa kau baru muncul sekarang . Sepertinya kau terlalu sibuk akhir-akhir ini . " Ibu suri menghentikan langkah Leon
" Hahaha … tidak bibi saya hanya sibuk sedikit . " Leon mencium tangan bibinya yang diangkat menjadi ibu suri
" Aku rasa kau harus makan malam bersama para istri dan selirmu malam nanti . " Ibu suri menyuruh Leon menemui istri dan selirnya
" Anu bibi aku pergi dulu . Aku sibuk." Leon pergi begitu saja tanpa menyanggupi permintaan bibinya
" Dasar anak ini . Apa dia tidak tahu kalau haremny akan menjadi kebun binatang . " Ibu suri menghela nafas
" Mungkin yang mulia raja memang sibuk . Ibu suri harap maklum . " Kepala pelayan memapah ibu suri kembali ke ruangannya .
" Aku hanya ingin melihat cucu . apa salahnya memilih satu istri saja untuk melahirkan . " Ibu suri heran dengan tingkah keponakannya yang dianggap anak sendiri
Stefanie membantu Lila meracik ramuan penghilang kutukan . Mereka bertiga membuat ramuan hingga malam hari . Karena cuaca panas , Stefanie hanya memakai baju tidur yang sangat tipis .
" Apa kau ingin menggodaku jika kau menggunakan baju seperti itu . " Leon sudah duduk di ranjang tanpa mengenakan pakaian .
" Leon … kau kemana saja . " Stefanie langsung memeluk Leon yang ada diranjang
" Maaf … aku sangat sibuk akhir-akhir ini . " Memeluk Stefanie lalu mencium keningnya
" Kita sudah satu bulan tidak bertemu . Apa kau berkencan dengan wanita lain . " Stefanie cemberut
" Pfft … apa wanitaku mulai cemburu." Leon tertawa melihat tingkah Stefanie
" Tentu saja . Lalu itu kertas apa . " Stefanie membaca sebuah kertas yang dibawa Leon
" Aku dapat dari pasar . Apa kau yang membuat ramuan itu . " Leon mendekatkan kepalanya ke kepala Stefanie
" Bukan . Lila yang membuat ramuan itu . Bahan ramuan itu dari tempat rahasia . "
" Kau harus segera meningkatkan sihirmu jika tidak , kau pasti akan jadi incaran mereka . "
" Mereka siapa maksudmu Leon . "
" Iya aku akan berusaha . " Stefanie merasa tersanjung dan senang Leon mengkhawatirkan dirinya .
" Bawa kemari cincin dan kalung ruangmu . Aku akan memperbesar areanya . " Leon menyalurkan kekuatan sihir tingkat kaisar untuk memperbesar cincin dan kalung ruang milik Stefanie . Dia juga memberi aneka emas , batu sihir , mutiara sihir , mutiara merah darah , kristal merah dan mutiara emas .
" Benda apa itu yang berwarna emas mirip sekali dengan mutiara . " Stefanie masuk ke dalam kalung ruang
" Itu mutiara emas . Tidak semua orang bisa membuatnya atau membelinya . Jadi hati-hati menggunakan itu . "
" Apa kegunaan mutiara itu . "
" Meningkatkan aura pedang dengan cepat . Ingat jangan beritahu siapapun . Cukup teman atau orang yang kau percaya saja . "
" Baik kesatriaku yang tampan . " Stefanie tersenyum
" Di Dalam cincin ruang , aku menggunakan sihir ilusi yang dapat membuat tanaman atau hewan dapat hidup di dalam sana dengan tenang ."
" Benarkah . Jadi aku bisa menanam tanaman obat di dalam sana ." Stefanie melompat kegirangan . Lalu mencium pipi Leon
" Aku mau lebih dari ini . " Leon mencium bibir Stefanie dengan lembut
Keesokan paginya Stefanie mengajak Lila dan Lisa menanam tanaman obat yang didapat dari
Benua peri di cincin ruang miliknya . Mereka bertiga kaget , ternyata Riri sudah tumbuh besar dan mempunyai sayap yang menawan
" Riri kau seperti dewa harimau . " Stefanie memeluk Riri karena sudah lama tidak bertemu . Baru saja beberapa jam ditanam , tanaman itu langsung tumbuh sekitar satu centimeter .
" Disini penuh dengan aura sihir makanya tanaman cepat tumbuh dan baik untuk kita meningkatkan sihir ." Lila terpana melihat semua yang ada di dalam cincin ruang
" Aku dikasih sebuah mutiara emas dari Leon . Apa kalian ingin mencobanya . " Stefanie tersenyum
" Apa kau serius punya mutiara emas . Mutiara itu sangat mahal dan langka . Karena jarang ada orang yang berhasil membuatnya ." Lisa penasaran
" Aku serius . Ini barangnya . Aku punya 20 buah . " Stefanie menunjukkan tumpukan mutiara
" Apa … "Lila dan Lisa tercengang melihat tumpukan batu , Mutiara milik Stefanie.
" Aku dikasih , apa aku harus menolak pemberian Leon . Dia adalah pacarku sekarang . " Stefanie berpikir
Seketika , ruangan Langsung terdiam canggung .
" O… jadi kau sudah jadian dengan ksatria tampan itu . Bukankah Ini berita bagus ."
" Kau ini , cepat serap saja mutiara emas itu . " Stefanie malu saat lila meledeknya .
Mereka bertiga menyerap mutiara emas dan mutiara sihir bersamaan . Lila dan Lisa berhasil menguasai aura pedang tingkat dasar . Sedangkan Stefanie menguasai aura pedang tingkat menengah .
" Aku iri padamu . Kau selalu satu tingkat di atas kami . " Lisa menghela nafas
" Mungkin karena beruntung saja. Dan sering berlatih . " Stefanie tersenyum
" Nanti kita ke pasar membeli peralatan untuk masuk ke akademi sihir . " Lisa mengajak kedua temannya .
" Boleh juga , aku juga ingin menghadiri lelang dan menyerahkan ramuan ini ke toko obat . " Lila keluar dari cincin ruang bersamaan
Mereka bergegas menuju pasar . Segerombolan orang tak dikenal mulai mengikuti mereka .
" Tetap tenang . Kalau mereka tidak macam-macam , tidak usah bergerak. " Stefanie berbicara menggunakan telepati
" Ehm … " mereka berdua mengangguk seolah tidak tahu apa-apa . Mereka masuk ke toko obat . Disitu orang sudah mulai berdatangan dan duduk di aula toko yang tidak begitu besar .
Lila masuk ke ruang VIP dan bertemu dengan tuan Luis .
" Selamat pagi nona cantik . Apa saja yang kalian bawa . " Paman Luis tersenyum menyambut Lila dan temannya
Lila mengeluarkan ramuan penghilang kutukan sedangkan Stefanie mengeluarkan batu sihir tingkat atas dan mutiara merah darah yang telah dimurnikan sendiri .