
Lila mengeringkan daging ular itu lalu memasukkannya dalam cincin ruang Stefanie untuk makanan Riri . Mereka beristirahat di dalam gua karena kelelahan . Stefanie yang bermimpi tentang kalleid pun tidak bisa tidur . Dia mencoba memurnikan kristal merah yang dia miliki untuk menghilangkan rasa rindunya pada kalleid .
Kristal merah itu makin terang makin berkilau dan memiliki aura yang sangat kuat . Mereka bertiga bangun tidur bersiap keluar dari gua menjelajahi hutan . Di tengah jalan mereka bertemu seorang laki-laki paruh baya yang sedang terluka terkena racun raja kalajengking . Lila menghampirinya lalu menolongnya.
" Ambil cincin ruangku saja . Tolong jangan bunuh aku . " Pria paruh baya itu memohon sambil terengah-engah kesakitan
" Apa tampang kami tampang pembunuh tuan . Kami hanya ingin menolong anda . " Lila menatap pria itu
" Mohon bantuannya nona . " Pria itu menghela nafas . Stefanie menggunakan sihir penyerap racun Lisa menggunakannya sihir penyembuhan sedangkan Lila Menyiapkan ramuan obat .
" Tolong tahanlah jika sakit tuan . Ini hanya sebentar . " Lila mulai mengoleskan ramuan obat di tubuh pria paruh baya yang terkena gigitan raja kalajengking .
" Baik . " Pria itu menahan rasa sakit yang luar biasa saat ramuan itu di oleskan
Beberapa saat kemudian , keadaan pria itu makin baik . Lukanya juga sudah mulai menutup . Stefanie memberikan 3 buah mutiara sihir untuk pria itu .
" Aku melihat aura sihirmu hancur saat bertarung . Ini makanlah . " Stefanie memberikan mutiara sihir pada pria paruh baya
" Terima kasih nona . Ini terlalu berharga nona untuk saya . " Pria itu ragu untuk memakannya
" Makan saja tuan jika anda bertemu monster lagi dijalan , akan gawat karena anda tidak punya sihir . " Lila mengingatkan pria paruh baya
"Sekali lagi terima kasih nona . " Pria itu memakan Mutiara langit dan berhasil mengembalikan aura sihirnya yang hancur .
" Kami pergi dulu tuan . Semoga anda lekas sembuh . " Lila hendak berpamitan meneruskan perjalanan
" Tunggu nona . Ini token saya . Nama saya Joshua guru pembimbing di akademi benua hitam . Mohon hubungi saya jika ada kesulitan . " Tuan Joshua menyerahkan token miliknya
" Baiklah terima kasih tuan Joshua . " Lila langsung mengambil token itu lalu pergi menyusuri hutan .
" Kau ini , pasti langsung mengambil apa yang mereka kasih . " Stefanie menghela nafas
" Ini namanya setimpal dengan pekerjaan kita kakakku yang cantik . Tanaman obat itu kita membeli dan mencarinya di hutan tidak gratis . " Lila menyangkal omongan Stefanie
" Pfft … kau benar Lila kita harus lebih matre sedikit . " Lisa tersenyum melihat tingkah Lila
Tiba-tiba mereka bertiga dikepung segerombolan perampok dari belakang .
" Kalian harus mati hari ini . Kau telah membunuh adikku . Serang mereka . " Pemimpin perampok itu menyerbu mereka . Mereka bertiga kesulitan menghadapinya karena para perampok memiliki sihir tingkat atas dan 3 pemimpin mereka berada di sihir tingkat dewa . Stefanie merasa kewalahan . Lila mengeluarkan senjata andalannya yaitu jarum halusinasi dan penghenti jantung . Tapi para perampok berhasil meminum penawarnya dengan cepat . Stefanie juga mengeluarkan jurus pedang seribu bayangan dan formasi sihir tingkat atas tapi tidak ada yang mempan untuk membunuhnya .
Stefanie dan kawannya mulai kewalahan dan gemetaran ketakutan. Pasukan berseragam merah muncul dan menebas leher mereka satu persatu .
" Leon … " Stefanie melihat Leon yang sedang menebas leher perampok itu . Setelah semua terbunuh Leon menghampiri Stefanie yang kelelahan .
" kau tidak apa-apa kan . " Leon duduk bersandar di bawah pohon di samping Stefanie
" Aku tidak apa-apa . Terima kasih telah menolongku . " Stefanie tersenyum memandang Leon yang begitu tampan dan gagah mengenakan seragam pasukan merah
" Sudah kewajiban seorang ksatria menolong seseorang yang sedang kesusahan . " Leon memandang bibir Stefanie yang mulai gemetaran
" Sebaiknya kau istirahat di tenda kami yang tak jauh dari sini . Aku lihat kau sangat ketakutan . " Leon khawatir akan keadaan Stefanie
" Tidak usah . Kami bisa istirahat disini saja . " Stefanie menolak ajakan Leon karena takut bertemu yang mulia raja benua hitam
" Tidak apa-apa . Yang mulia raja tidak ikut serta . " Leon memegang tangan Stefanie yang duduk di bawah pohon
" Ba … baiklah kita istirahat di tenda milikmu. " Stefanie terbata-bata karena panik tangannya dipegang oleh Leon . Stefanie melihat panah api yang mengarah pada Leon . Stefanie langsung menghalanginya dan panah api itu tembus ke jantung Stefanie . Dia langsung tergeletak di pelukan Leon .
" Stefanie sadarlah . Bunuh orang itu. " Leon panik dan menyerukan anak buahnya untuk mengejar dan membunuh orang yang memanah Stefanie
Stefanie dibawa ke tenda milik ksatria merah oleh Leon . Dokter memeriksa lukanya dan berkata dia selamat dan akan sembuh dengan sendirinya .
" Tenang saja dia memiliki sihir penyerap khas benua iblis . Dia pasti akan sembuh . " Dokter berkata pada Leon Lila dan Lisa
" Lalu kenapa dia tidak sadarkan diri." Lila dan Lisa terlihat panik
" Sihir penyerap miliknya mengalami ledakan karena kelelahan . Satu-satunya obat hanya cairan sihir." Dokter memandang Leon karena takut salah . Leon dikenal suka membunuh tanpa pandang bulu.
" Lalu kenapa kau tidak membuatkan cairan sihir itu sekarang . " Leon mengeluarkan aura sihirnya
" A...anu tuan ksatria Mutiara merah darah hanya ada di benua merah . Kami tim medis tidak memilikinya kami juga belum bisa memurnikannya . " Dokter itu ketakutan setengah mati melihat mata Leon
" Ini aku punya . Cepat sembuhkan dia dan temukan orang yang bisa memurnikannya . " Leon melototi dokter itu
" Aku bisa biar saya saja . Anda siapkan saja ramuan untuk memulihkan tenaganya . " Lila mengambil mutiara merah darah
" Terima kasih nona muda . Ayo saya antar ke dapur untuk membuat obat ." Dokter , Lila dan Lisa menuju ke dapur dekat tenda untuk membuat cairan sihir dan ramuan memulihkan tenaga
" Cepat bangun sayangku . " Leon mencium kening Stefanie dan memegang erat tangannya
" Masuklah . "
" Saya sudah menginterogasi perampok itu dan membunuhnya . " Josh memberikan laporan tentang perampok itu
" Apa hasilnya . " Leon penasaran
" Mereka bukan perampok sembarangan . Mereka dibayar oleh kerajaan iblis es untuk mencari dua wanita dan membawa pulang jantungnya . " Josh memberikan penjelasan kepada Leon
" Kurang ajar . Beraninya mereka membuat masalah di kerajaanku . Perketat keamanan gerbang keluar masuk benua hitam . " Leon memerintahkan Josh untuk berhati-hati
" Josh … kirim kepala pemimpin perampok itu ke benua iblis . Aku ingin lihat reaksi mereka . " Leon marah dan emosi
" Baik yang mulia hamba laksanakan." Josh pergi ke luar tenda
Lila dan Lisa yang ada di dapur jadi pusat perhatian para ksatria merah . Para ksatria itu juga heboh saat Leon menggendong seorang wanita kembali ke tenda dan gosip yang menyebutkan bahwa yang mulia raja tidak impoten sudah terpatahkan . Raja benua hitam terkenal hanya sekali meniduri istri dan para selirnya saat Malam pertama . Di mata Leon sendiri , istri dan para selirnya hanya sebuah alat bagi keluarga mereka untuk menaik martabat dan menjadikan raja sebuah boneka . Leon sangat membenci hal itu makanya Leon tidak mau mempunyai keturunan dari kalangan bangsawan .
Dokter istana terus memperhatikan cara Lila membuat ramuan dan para ksatria yang lain memperhatikan Lisa memurnikan batu kristal merah , mutiara merah darah dan Mutiara sihir . Karena Lisa memiliki kekuatan sihir tingkat menengah jadi sihir pemurnian Lisa hanya sampai tingkat menengah saja . Mereka selesai lalu membawa cairan sihir itu ke tenda yang mulia raja .
" Anda bisa istirahat tuan ksatria . kami saja yang menjaga Stefanie . " Lila berusaha memasukkan obat ke dalam mulut Stefanie tapi Stefanie tidak bisa menelannya .
" Tidak usah . Biar aku saja yang meminumkan cairan sihirnya . " Leon meneguk cairan sihir itu lalu mencium bibir Stefanie sambil memasukkan cairan sihir . Lisa dan Lila langsung malu dan terbelalak kaget melihat cara Leon . Lila Lisa Josh dan dokter pergi keluar tenda meninggalkan mereka .
" Apa ini tidak terlalu cepat . " Lisa berbisik pada Lila
" Jangan tanya aku . Aku juga tidak tahu . " Muka Lila masih merah melihat Stefanie dan Leon berciuman.
" Apa ksatria itu tidak menganggap kehadiran kita . " Lisa menggelengkan kepalanya dan heran atas tindakan Leon pada Stefanie
Stefanie batuk kemudian memuntahkan cairan hitam yang berbau busuk . Leon memanggil dokter untuk masuk .
" Dia sudah pulih dan bisa menggunakan racun , kutukan, dan penyakit yang selama ini dia serap sebagai senjata rahasianya Tuan ksatria . Tinggal menunggu staminanya pulih saja . " Dokter tersenyum senang karena dia tidak dibunuh oleh yang mulia raja Leon
" Baiklah kau boleh pergi . Josh siapkan satu tenda lagi untuk nona-nona ini beristirahat . " Leon memandang Josh seolah membuat kode cepat keluar dari tenda
" Baik tuan . Mari saya antar nona . " Josh mengantar Lisa dan Lila ke tenda yang agak besar
" Terima kasih tuan ksatria atas kebaikan anda . " Lila curiga dengan identitas asli Leon . Lila sudah merasa ada yang Leon sembunyikan dari Stefanie
Keesokkan harinya Stefanie bangun dengan segar dan badannya terasa ringan . Dia terkejut karena Leon tidur dengan posisi duduk di samping Stefanie sambil memegang tangannya .
" Jadi aku ditolong oleh Leon dan di menjagaku semalaman . Apa jangan-jangan mimpi aku dan Leon berciuman itu nyata . " Stefanie berbicara dalam hati . Dia terkejut dan juga terharu . Tapi dia juga malu saat Leon memegang erat tangannya dan mimpi berciuman
" Hoam … kau sudah bangun . Bagaimana tubuhmu . " Leon menguap lalu mengucek matanya
" Su … sudah . Terima kasih atas pertolonganmu . " Stefanie tidak berani menatap Leon karena malu
" Aku akan menyuruh orang untuk menyiapkan sarapan . " Leon berdiri dari duduknya dapur . Ternyata Lila dan Lisa sudah menyiapkan bubur untuk Stefanie .
" Aku saja tuan ksatria yang memberi sarapan . Anda istirahat saja . " Lila dan Lisa menuju tenda Stefanie
" Halo kakakku tercinta . Bagaimana keadaanmu . Apa kau mimpi mesum tadi malam . " Lila menyindir Stefanie
" Aku sudah baikan . Katakan padaku apa saja yang terjadi saat aku pingsan . " Stefanie penasaran. Lalu Lisa menceritakan semua kejadiannya kemarin . Dia tambah malu tidak karuan .
" Bagaimana nanti kalau aku bertemu dia . Kenapa kalian tidak mencegahnya . " Muka Stefanie merah . Dia membayangkan adegan ciuman dengan Leon
" Sudahlah kita juga tidak punya solusi lain . Apa sudah lebih baik . " Lila ingin mengajak Stefanie ke puncak gunung untuk mengambil tanaman obat .
" Aku membaik dan sudah bisa berjalan lagi . Lebih baik sore nanti kita melanjutkan perjalanan . "
" Beberapa hari Riri tidak keluar dari cincinmu . Apa dia baik-baik saja . " Lisa baru ingat tentang Riri . Riri muncul dengan badan yang besar dan sayap yang gagah .
" bagus Riri , apa makanannya sudah habis di dalam situ sampai kau mau keluar . " Lila menatap tajam Riri dengan emosi . Riri mengangguk tanpa rasa bersalah
" Pfft … sepertinya kita tidak perlu jalan kaki . Kita bisa menaiki Riri menuju puncak gunung . " Lisa tersenyum dan memeluk Riri . Setah memeluk Riri Lisa bersin sampai hidungnya merah . Stefanie tertawa riang melihat Lisa yang lupa kalau dia alergi bulu binatang .
" Sepertinya kamu sudah pulih . Dan siapa makhluk besar ini . " Leon masuk ke tenda dan mengeluarkan aura yang menakutkan . Riri langsung mendekap Stefanie yang sedang berbaring
"Tenang saja Leon ini peliharaanku . Namanya Riri . Aku akan bepergian menunggangi Riri saja . " Stefanie tertawa melihat Riri yang ketakutan merasakan aura milik Leon
" Kapan kalian akan berangkat . " Leon bertanya dengan rasa cemas dan khawatir
"Mungkin nanti sore . Terima kasih sudah menampung dan membantu kami . Terima kasih juga atas mutiara merah darahnya . " muka Stefanie memerah mengingat ciuman semalam
" Tidak usah sungkan kau juga sudah menolongku . Istirahatlah lagi aku juga akan bersiap-siap menuju istana . " Leon meninggalkan Stefanie Lila dan Lisa
Leon melepas kepergian Stefanie dengan kesedihan . Dia mengutus ksatria bayangan untuk mengikuti dan melindungi Stefanie dan kawannya dari jauh .