THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 13



Kalleid jenderal dan Roy berhasil memperbaiki sihir perlindungan di lembah harrum . Mereka memutuskan untuk segera kembali ke Tempat masing-masing menggunakan teleportasi . Saat kalleid dan Roy bersiap memasuki teleportasi , terlihat segerombolan burung api dari hutan terlarang terbang menuju akademi dan pusat kota .


" Sialan ... Kenapa bisa burung api menuju akademi . Bukannya ini musim kawin mereka . " Kalleid bingung dengan apa yang terjadi


" Sebaiknya kita kembali langsung kembali yang mulia . " Roy dan kalleid memasuki teleportasi menuju akademi


Saat di akademi burung api itu hinggap kesana kemari hingga menimbulkan kebakaran . Bila di tangkap menggunakan sihir , burung api malah menyemburkan apinya . Para siswa di bangunan utama panik . Sebagian ada yang lari ke asrama sebagian berusaha membunuh dengan sihir pertarungan .


Didalam kelas Stefanie . Burung itu masuk melalui jendela hinggap ke meja dan kursi . Membuat seisi kelas berhamburan keluar . Stefanie dan Lila berusaha mengusir burung itu . Karena tak kunjung pergi , Stefanie menyerap seluruh api milik burung api . Seketika suasana kelas yang riuh pun diam dan tercengang . Mereka heran dan takjub dari mana Stefanie memiliki sihir penyerap yang notabene hanya milik keluarga kerajaan . Rumor pun langsung berhembus kalau Stefanie budak keturunan kerajaan .


" Lila kamu urus yang ada di dalam gedung utama . Aku membantu di luar gedung . " Stefanie keluar dari kelas menuju keluar gedung


" Baiklah jangan khawatir . " Lila membereskan mayat-mayat burung api dan mengumpulkannya di dalam gedung utama


" Temanmu Stefanie sungguh hebat ya . Apa dia keturunan kerajaan juga . " Seorang siswa menghampiri Lila yang sedang mengumpulkan mayat dan bertanya


" Aku tidak tahu . Jika aku ingin berteman aku tidak akan bertanya apa latar belakangnya . " Lila menjawab dengan sinis


" Cih sombong . " Siswa itu meninggalkan Lila sendiri .


Setelah selesai membereskan mayat burung . Lila menuju ke lantai atas menyingkirkan burung api yang tersisa


Kalleid pun tiba di akademi . Dia menemukan burung api tergeletak mati dimana-mana . Kalleid melihat para siswa akademi terengah-engah kelelahan . Dia melihat orang yang dia cintai duduk di tanah sambil mengatur nafas . Kepala sekolah muncul memerintahkan para siswa untuk beristirahat di asrama .


" Ayo istirahat . Kita kembali ke asrama . Cukup sampai disini kau sudah lelah . " Kalleid mendekati Stefanie yang duduk di tanah


" Baiklah tapi tunggu sebentar . " Stefanie mengambil beberapa tetes darah burung api yang sudah mati .


" Untuk apa kau mengambilnya . " Kalleid memandang Stefanie dengan senyum


" Hehehe ... Rahasia . Nanti kamu juga tahu . " Stefanie menggandeng tangan kalleid menuju asrama . Para guru dan staf akademi membersihkan bangkai burung api .


Keesokkan harinya . Stefanie bak artis di akademi . Kekuatan sihir latar belakang keluarga mulai di pertanyakan oleh para siswa . Saat sampai di kelas ada pengumuman tentang jurusan . Stefanie dan Lila di terima di 2 jurusan sekaligus . Yaitu pharmasi dan sihir penyembuhan .


Setelah pulang sekolah . Stefanie bergegas menuju laboratorium untuk menguji sampel darah burung api .


" selamat pagi kak . Aku ingin menguji sampel darah ini . " Stefanie datang menyapa petugas jaga laboratorium .


" Kau yang menyerap sihir milik burung api kemarin ya . " Petugas jaga terkejut melihat Stefanie yang datang


" Iya kak . Tapi cuma sedikit saja yang bisa aku serap . " Stefanie malu dengan kejadian kemarin


" Tapi kau sangat hebat . Isi dulu ini . Tulis namamu dan keterangan sampelnya . " Petugas jaga memberikan selembar kertas


" Iya . Terima kasih kak . " Stefanie menulis biodata dan keterangan sampel darah lalu menyerahkan kembali ke petugas jaga .


" Kau bisa mengambilnya besok sore ." Petugas jaga membaca ulang tulisan Stefanie


" Terima kasih kak . Saya pamit dulu . " Stefanie keluar dari laboratorium


Pagi hari Stefanie bangun kesiangan . Dia buru-buru kesekolah tanpa sempat sarapan .


" Dari mana saja kau jam segini baru datang . " Lila menyapa Stefanie yang terlihat habis berlari


" Aku baru bangun . " Stefanie tersenyum kecil


" Aku dengar kau pergi ke laboratorium kemarin . Memangnya ada apa . " Lila penasaran dengan apa yang dilakukan Stefanie kemarin


" Menguji sampel darah burung api . " Stefanie duduk di sebelah Lila


" Memangnya ada apa . "


" Aku curiga . Burung itu di beri racun bunga merah agar si burung lebih agresif dan buas . Terlebih lagi burung api tidak mungkin berkeliaran saat musim kawin seperti ini . " Stefanie menjelaskan secara singkat


" Iya itu aneh . Bisa jadi ada orang yang ingin membuat keributan di negara ini . Tapi dari mana kau tahu itu bunga merah . " Lila terkejut mendengar kata bunga merah


" Dari buku yang diberikan kakek Alex padaku . " Stefanie memandang Lila


" Apa aku boleh ikut waktu mengambil hasil laboratorium nanti . " Lila memohon pada Stefanie


" Tentu saja boleh . " Stefanie mengangguk


Bel pulang sekolah berbunyi . Saat hendak keluar kelas . Stefanie melihat Justin melewati kelasnya . Stefanie langsung mengejar keluar kelas


" Kak Justin tunggu . Stefanie berlari menuju Justin


" Ada apa Stefanie . " Justin menengok ke belakang


" Ada hal penting yang ingin ku tanyakan . Apa kakak punya waktu . " Stefanie berharap Justin mau berbicara dengannya


" Iya aku punya . Tunggulah di cafe biasanya . Aku masih ada urusan sebentar . " Justin tersenyum kecil


" Terima kasih kak . Aku tunggu ya . " Stefanie meninggalkan Justin


" Semoga dia benar-benar datang . " Stefanie berdiri disamping lila berjalan menuju laboratorium .


" Aku rasa pasti datang . Dia bukan tipe orang pembual . " Lila yakin akan Justin


" Semoga saja itu benar . " Stefanie bergumam lirih


" Selamat sore kak . Apa sudah selesai kak . Stefanie menanyakan bagaimana hasil sampel darah kemarin


" Sudah ini hasilnya . " petugas jaga memberikan hasil laporan sampel darah


" Sebenarnya pihak guru pembimbing sudah meneliti sampel darah itu sebelum kamu . Tapi hasilnya juga sama tidak bisa dideteksi oleh alat medis dan sihir apapun . " Petugas jaga memandang Stefanie yang sedang kebingungan


" Kenapa bisa begini sih . Aku jelas-jelas mencium bau bunga merah saat melawan burung api itu . " Stefanie menghela nafas .


" Mungkin bunga merahnya sudah ditambahkan zat atau apa supaya tidak bisa dideteksi . Tapi efek dari bunga merah dan zat itu sangat efektif membuat burung api lebih buas dari biasanya . " Petugas jaga menjelaskan


" Sungguh sangat di sayangkan . " Stefanie Murung


" Apa kau anak pharmasi . Aku baru pertama kali melihatmu . " Petugas jaga memandang wajah Stefanie mengamati wajahnya


" Baru calon kak . Tapi aku sudah diterima di jurusan farmasi dan sihir penyembuhan . " Stefanie tersenyum kecil


" Selamat bergabung di jurusan farmasi . Namaku Josh . Salam kenal ." Josh menyodorkan tangannya


" Namaku Stefanie . Senang berkenalan dengan kakak . " Stefanie bersalaman dengan Josh langsung berpamitan pergi


Lila dan Stefanie berpisah di jalan lalu Stefanie menuju cafe . Saat Stefanie tiba di cafe . Justin telah menunggu di sana ditemani oleh kalleid . Stefanie tahu maksud kalleid apa sampai mau menemani Justin di cafe . Stefanie hanya tersenyum melihat tingkah kalleid


" Apa kalian sudah lama di sini . " Stefanie duduk disebelah kalleid


" Sudah dari tadi . Kemana saja kau . " Kalleid menggerutu


" Maaf ... Maaf . Aku baru dari laboratorium menguji sampel darah burung api . " Stefanie menunuduk malu


" Tidak apa-apa . Jangan dengarkan bedebah ini . " Justin memukul kepala kalleid


" Kau yang bedebah . " Kalleid menyingkirkan tangan Justin


" Tadi di sekolah . Apa yang mau kau tanyakan . " Justin menatap Stefanie


" Tentang selir Viona . Aku ingin tahu kisah dan bagaimana dia meninggal . " Stefanie berbicara dengan nada sedih


" Dari mana kau tahu tentang itu . Apa kau mendengar pertengkaran ku dengan Rasyan . " Justin mengambil nafas


" iya kak . Tanpa sengaja aku mendengar kakak bertengkar di taman saat aku sedang mencari udara segar . " Stefanie memandang Justin


" Seperti yang kau dengar . Keluarga dan ayah kandung mu jauh dari kata baik . Sebaiknya kau berhati-hati dengan mereka . " Justin menyerahkan catatan sihir kuno pada Stefanie


" Itu sihir kuno yang aku tahu . Bisa melepas segel sihir yang ada di tubuhmu . Aku permisi dulu . Sudah tidak ada yang ingin ku katakan lagi . " Justin beranjak dari kursinya


" Tunggu kak . Kakak belum menjawab pertanyaanku tadi . " Stefanie memegang tangan Justin yang hendak pergi


" Aku masih kecil waktu itu . Tidak begitu ingat . Yang aku tau kau dibuang oleh pelayanmu ke gerbang manusia supaya kau bisa hidup tenang . Selir Viona di bunuh oleh ibuku dengan racun tanpa bau dan berwarna bening . Racun itu tidak bisa terdeteksi oleh apapun . " Justin menjelaskan detail kejadian sewaktu ibu Stefanie meninggal lalu Justin langsung keluar dari cafe itu sambil meneteskan air mata


" Maaf kan aku yang tidak bisa menjaga dan melindungimu . " Justin bergumam lirih


Stefanie mengambil nafas dan menahan air matanya . " Padahal Aku ingin bertanya macam - macam pada kak Justin . "


" Sepertinya dia belum bisa menceritakan tentang kejadian itu . Beri dia sedikit waktu . Mungkin lain kali kau bisa bertanya lebih detail padanya . " Kalleid berusaha menangkan Stefanie


" Iya aku tahu . Terlihat dari raut wajahnya yang langsung berubah ketika mendengar nama ibuku . Tapi aku juga ingin tau tentang ibuku . " Stefanie menghela nafas


" Ayo kembali ke asrama . Bukankah besok kau ada ujian di aula pertarungan . " Kalleid membelai rambut stefanie


" Iya . " Stefanie menjawab dengan singkat dan seketika tatapannya tatapannya menjadi kosong .


Malam tiba . Stefanie sibuk membaca buku catatan milik Justin . Di dalam tulisannya Justin menulis tentang sihir kuno . Ada beberapa macam sihir kuno yaitu



Sihir perlindungan \= sihir untuk melindungi tempat wilayah atau tubuh dari sihir jahat


Sihir pembatasan \= sihir Untuk membatasi orang luar masuk kewilayahan nya.


Sihir penyerap \= sihir untuk menyerap penyakit , racun , sihir jahat serta kutukan


Sihir merah \= sihir untuk membuka segel sihir dan membuat segel sihir


Sihir hitam \= sihir yang memperkuat sihir dasar dan sihir pertarungan . Hanya dimiliki kerajaan iblis hitam



Di catatan Justin juga ada siapa saja yang memiliki sihir kuno .



Pangeran Hary memiliki sihir merah tingkat atas Dan sihir perlindungan


Pangeran Justin memiliki sihir pembatas


Pangeran Arthur memiliki sihir merah


Pangeran kalleid memiliki sihir hitam serta kutukan sihir hitam yang mengerikan . Memiliki sihir penyerap setelah diobati Stefanie .


Stefanie memiliki sihir kuno lengkap ada beberapa yang tersegel dalam tubuhnya serta sihir hitam setelah menyerap kutukan milik kalleid



" Dari mana kak Justin tau kalau kau punya sihir kuno lengkap . " Padahal Stefanie baru tahu setelah membaca buku milik Justin


Stefanie mulai mempelajari sihir merah untuk melepaskan segel sihir ditubuhnya . Ada 3 segel saat ini yang belum terbuka . Saat membuka segel sihir pertama dan kedua tubuh Stefanie baik-baik saja . Tapi saat membuka segel yang ketiga tubuh Stefanie mulai gemetaran lemas dan keringat dingin lalu muntah darah . Stefanie mulai mengatur nafas dan berbaring di ranjang dengan baju penuh darah . Dia tersenyum senang dan bangga saat semua segel sihir di tubuhnya terlepas .