THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 11



Martina bertemu Lidya di luar akademi . Sebenarnya Lidya malas menemuinya karena sikap dan perkataan Martina yang menyebalkan .


" Selamat datang yang mulia putri . " Martina membungkukkan badan


" Terima kasih putri Martina . Maaf karena datang terlambat . " Lidya duduk sambil tersenyum manis .


Martina seketika kaget karena Lidya masih memanggilnya putri . Sementara status Martina adalah permaisuri . " Tidak apa-apa yang mulia . " Martina terlihat kesal


" Sebenarnya aku bingung memanggilmu seperti apa . Statusmu yang permaisuri hanya diakui oleh raja iblis hitam , itu pun karena desakan para bangsawan . Sementara kalleid dan rakyat benua iblis tidak mau mengakui mu . " Lidya menyeruput teh sambil senyum


Martina menggenggam tangan mendengar ucapan Lidya . Martina mencoba menahan emosi dan sikapnya . " Terima kasih atas perhatian anda putri . Bukannya posisi kita sama . Anda juga anak seorang selir yang dilupakan keberadaan . Jika anak dari selir Viona tidak mati . Apakah anda masih berada di istana . " Martina memandang Lidya sembari memilih kue di meja


" Cara bicara anda terlalu sopan putri Martina . " Lidya tersenyum sinis


" Saya memang seperti ini yang mulia . "


" Apa yang harus saya bantu putri Martina . Sampai anda rela memanggil saya kemari . " Lidya Menatap Martina


" Putri sungguh sangat perhatian . Saya jadi senang . " Martina tersenyum kecil


" Apa ini tentang kalleid . Rumor yang menyebar di akademi bahwa dia menyukai makhluk setengah manusia . " Lidya menyeringai


" Iya yang mulia . Saya ingin anda membantu saya menyingkirkan anak itu . "


" Pfft … hahaha . Apa aku tidak salah dengar . " Lidya tertawa mendengar perkataan Martina


Martina kesal lalu bicara dengan suara lantang dan mengerutkan dahi . " Tidak ada yang lucu yang mulia . "


" Maaf … maaf aku tidak mengejekmu . Aku tidak menyangka kau mengambil langkah ini . Bukannya merayu dan membuat kalleid jatuh cinta padamu itu lebih mudah . " Lidya merasa heran dengan langkah yang diambil Martina


" Saya sudah mencoba berkali-kali yang mulia . Dia tetap menghindari saya karena saya anak seorang perdana menteri yang menguasai bangsawan . " Martina menunduk sedih


" Jadi ini langkah terakhirmu . " Lidya menatap Martina sejenak tapi Martina diam


" Lalu apa imbalanku . Aku tidak ingin kerja secara gratis . " Lidya memberikan penawaran


" Tidak masalah yang mulia . Saya menyiapkan sebuah villa di dekat perbatasan kerjaan api dan kerajaan iblis hitam . " Martina senang seolah bebannya hilang .


" Menarik . Aku akan menghubungimu lagi nanti . " Lidya beranjak dari tempat duduk meninggalkan Martina sendirian .


" Semoga wanita ****** itu cepat menyingkir dari sisi kalleid . Kalleid hanya milikku seorang . " Martina bergumam sendirian sambil membayangkan wajah kalleid .


Lidya bergegas kembali ke akademi . Saat tiba di kamarnya . Dia terkejut karena kakak Martina sudah menunggu di kamar .


" Kau sudah menungguku dari tadi . " Lidya duduk disebelah Jenifer kakak Martina .


" Tidak kok baru saja . Apa kau menemui kakakku tadi . " Jenifer duduk di sofa


" Dari mana kau tahu . " Lidya sedikit terkejut mendengar perkataan Jenifer


" Bau aura sihirnya sangat tajam . Makanya aku tau . Apa dia mencari masalah lagi . " Jenifer penasaran Lidya dan kakaknya membicarakan apa


" Tidak kok . Dia hanya minta tolong . Tapi imbalan yang diberikan padaku mungkin terlalu besar . " Lidya duduk di samping Jenifer


" Imbalan apa dan kau harus melakukan apa . " Jenifer makin penasaran


" Aku harus menyingkirkan wanita yang disukai kalleid . Imbalannya villa mewah di perbatasan . Bukannya itu berlebihan . " Lidya bertanya pada Jenifer


" Dia memang idiot dan bodoh . Dia memberikan villa mewah begitu saja . " Jenifer menghela nafas


" Tenang saja aku belum menyanggupinya . Tapi boleh juga bermain sedikit dengan gadis itu . " Lidya menatap Jenifer sambil tersenyum


" Terima kasih . Tapi ayahku tidak akan setuju kalau itu tentang barang mewah . " Jenifer melamun sebentar


" Iya aku tahu makanya aku tidak menjanjikan apa-apa padanya . Tapi kenapa kakakmu tidak merayu kalleid saja . Apa susahnya . " Lidya sedikit heran .


" Sebenarnya tidak susah merayu kalleid tapi kakakku anak perdana menteri yang mengontrol para bangsawan . Kalleid sangat membencinya . " Jenifer menjelaskan secara singkat .


" Bahkan para bangsawan belum tentu di terima jadi selirnya dong . " Lidya penasaran dengan perkataan Jenifer


" Iya selagi kau berhubungan dengan keluarga perdana menteri . Kau tidak akan bisa menjadi orang kepercayaan atau selirnya . " Jenifer menggelengkan kepala


" Laki-laki itu memang susah di taklukkan . " Lidya bersandar di sofa


" Sepertinya bagus kalau saat ujian kenaikan kelas kita menyingkirkan wanita itu . " Jenifer membuat sihir teleportasi keluar dari kamar Lidya .


" Baiklah aku setuju . " Lidya menyeringai .


" Aku kembali dulu . " Jenifer berpamitan menuju asrama emas


" Iya hati-hati . " Lidya menuju ranjang dan rebahan tanpa mandi dan ganti baju


" Aku bersedia membantu permaisuri bodoh itu demi temanku Jenifer . Kalau sudah jatuh cinta apa kita terlihat bodoh dan idiot seperti dia ya . " Lidya bergumam sendirian di ranjang


" stefanie juga adik kita kenapa kakak hanya menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan kerajaan lain . Apa kakak sudah gila . " Justin berteriak di mata Rasyan


Stefanie yang mendengar perkataan Justin langsung terduduk lesu dan terkejut . " Adik katanya . Apa aku adiknya . " Stefanie bergumam dalam hati


" Memangnya aku yang buat keputusan . Ayahanda yang membuatnya . Beliau juga yang menyuruh putra mahkota untuk menghisap kekuatan sihir kuno milik Stefanie . " Rasyan menanggapi dengan santai amarah Justin


" Apa . Ayahanda yang membuat keputusan ini . Bukankah ayahanda sama seperti membunuh anaknya sendiri kalau sihir kuno nya dihisap . " Justin terkejut dan tak habis pikir tentang ayahnya sendiri .


" Mungkin itu demi kebaikan kerajaan . Beliau masih punya putri yang lain kan. " Rasyan berdiri dari tempat duduk yang berada di tengah taman dan memandangi langit malam yang indah


" Apa kakak bodoh . Itu hanya nafsu ayahanda untuk menguasai benua iblis ini tidak ada hubungannya dengan kebaikan kerajaan . Ayahanda juga diam saja waktu selir Pricilia membunuh selir Viona . "


" Hahaha … tentu saja ayahanda diam . Itu memang ulah ayahanda dan ibu ratu . Ibu Stefanie adalah seorang budak . Terlalu menjijikkan bila terus dipelihara. " Rasyan menceritakan masa lalu


Stefanie meneteskan air mata saat dengar sang ibu direndahkan dan dibunuh dengan kejam . Apalagi saat tahu kalau sang ayah diam saja waktu ibunda di bunuh . Perasaan Stefanie seakan mau meledak dan hancur .


" Kalian semua konyol . Aku tidak akan ikut campur atas penghisapan kekuatan sihir Stefanie . " Justin pergi meninggalkan Rasyan sendirian


" Terserah kau . Tapi hati-hati ayahanda bisa marah saat mendengar keputusanmu . " Rasyan tersenyum tipis lalu kembali ke dalam kamar


" bukan urusan kak . " Justin berlalu begitu saja


Tangis Stefanie makin tersedu-sedu saat tahu sang ayah juga ingin menghisap sihir kuno yang dia miliki . Dia berjalan kembali ke kamar sambil berlinang air mata . Tanpa disangka Stefanie sudah ada di depan kamar kalleid . Sebenarnya dia ingin masuk ke dalam kamar kalleid . Tapi Stefanie merasa malu dan tak berdaya untuk menceritakan hal ini . Stefanie memilih untuk tidur dan melupakan semua yang dia dengar hari ini walaupun hatinya hancur .


" Dasar bodoh . Kenapa kau memendam nya sendiri rasa sakit yang luar biasa ini . Aku janji akan melindungimu . " Kalleid mencium kening Stefanie


Ternyata kalleid juga mendengar percakapan Justin dan Rasyan di taman . Kalleid begitu emosi ingin membunuh mereka berdua tapi dia menahannya karena ada Stefanie di dekat mereka .


" Roy … " kalleid memanggil ksatria pribadinya


" Hamba yang mulia . " Roy membungkukkan badan


" Cari tahu tentang selir raja iblis es yang merupakan manusia murni . bagaimana dia mati dan siapa yang membuang anaknya . "


" Baik yang mulia akan saya laksanakan . " Roy kembali menghilang di kegelapan malam


Pikiran Kalleid tidak karuan mendengar orang yang sangat dicintai akan di bunuh oleh ayahnya sendiri . Kalleid memutuskan untuk melihat rencana raja iblis es .


Hari ujian tiba . Mata Stefanie terlihat bengkak mukanya agak pucat karena tidak bisa tidur . Walaupun demikian Stefanie tetap semangat dan senang saat ujian .


" Ada apa dengan matamu . Apa kau habis begadang dengan kalleid . " Lila melakukan teleportasi suara dengan Stefanie .


" Tidak . Apa terlihat jelas kalau menghitam . " Stefanie tersenyum kecil


" Tentu saja . Lihat sendiri di cermin . Apa kau bertengkar dengan kalleid . " Lila merasa penasaran


" Tidak ada hubungannya dengan kalleid . " Stefanie menghela nafas . "


" Baiklah kalau kau tidak mau cerita . Kalau sudah selesai mengerjakan ujian lebih baik kita keluar . " Lila memandang Stefanie dari jauh .


Stefanie dan Lila mengerjakan soal ujian dalam waktu 20 menit saja . Mereka berdua keluar ruangan menuju kantin akademi . Seisi akademi dibuat heran dan terkejut karena mereka menyelesaikan ujian dalam waktu singkat . Ada juga yang mencibir dan tidak suka dengan kepandaian mereka .


Lidya melihat Lila dan Stefanie dari dalam kelas . " Apa kau pikir akan mendapat nilai tinggi di akademi ini . Kasihan sekali kau berharap terlalu tinggi . " Lidya bergumam lirih


Setelah dari kantin akademi . Mereka berdua menuju aula pertarungan melihat para senior bertarung . Stefanie dan Lila duduk paling depan sambil menunggu waktu ujian berikutnya .


" Aku harap kalleid bisa lulus dengan nilai ujian yang bagus . " Stefanie duduk sambil menyeruput minuman


" Menurutku itu sudah pasti . Mengingat Kekuatan sihir dan aura yang ia miliki sangat ganas dan kemampuan berpedangnya sangat hebat . " Lila berusaha meyakinkan Stefanie


Guru pembimbing mengumumkan kalau peserta tidak boleh menggunakan sihir hitam dalam aula pertarungan . Lila dan Stefanie yang mendengar hal ini langsung langsung menatap kalleid dengan khawatir di barisan para siswa . Siswa yang ada di sekitar dan di belakang Kalleid seakan tertawa dan berharap dia mati di atas ring . Kalleid hanya bisa diam dan menunduk . Dia menggenggam tangannya seakan amarah kalleid memuncak mendengar hal itu .


" Apa kalleid bisa kalah dan mati di aula pertarungan . " Stefanie merasa cemas dan sedih


" Aku rasa itu tidak mungkin . Walau tidak menggunakan sihir . Kalleid bisa menggunakan pedang . Dia sudah maju ke Medan perang saat usia 14 tahun . Dia juga dijuluki iblis pedang . " Lila menjelaskan secara singkat


" Semoga saja seperti itu . " Jantung Stefanie menghela nafas


Kalleid terus berusaha keras di aula pertarungan . Sudah sebanyak 50x pertarungan dimenangkan dengan waktu yang singkat . Stefanie sedikit lega kalleid masuk babak final . Bel berbunyi . Tanda ujian kenaikan kelas akan dimulai lagi .


" Ayo masuk kelas . Kita cuma butuh waktu 20 menit untuk menyelesaikannya kan . " Lila memaksa Stefanie berdiri dari bangku penonton


" Tapi babak selanjutnya dia akan bertanding dengan pangeran Rasyan yang dikenal memiliki sihir es yang dahsyat . " Stefanie mulai mengkhawatirkan kalleid


" Percayalah padanya walau dia kalah dia masuk babak final . Itu sudah bagus tanpa sihir hitam . " Lila berusaha menasehati Stefanie


" Baiklah ayo kembali . " Stefanie berdiri dari bangku penonton sambil melihat kalleid dari kejauhan


Lidya dan Jenifer melihat Stefanie khawatir lalu menertawakannya . " Lihat ****** itu . Dia mengkhawatirkan suaminya . " Lidya Berbicara lirih di telinga Jenifer


" Kalau kakakku melihat itu pasti dia akan meledak karena cemburu . Bukan suaminya tapi calon suami . Itu pun kalau para bangsawan setuju . " Jenifer tersenyum kecil