
Martina bertemu Lidya di luar akademi . Sebenarnya Lidya malas menemuinya karena sikap dan perkataan Martina yang menyebalkan .
" Selamat datang yang mulia putri . " Martina membungkukkan badan
" Terima kasih putri Martina . Maaf karena datang terlambat . " Lidya duduk sambil tersenyum manis .
Martina seketika kaget karena Lidya masih memanggilnya putri . Sementara status Martina adalah permaisuri . " Tidak apa-apa yang mulia . " Martina terlihat kesal
" Sebenarnya aku bingung memanggilmu seperti apa . Statusmu yang permaisuri hanya diakui oleh raja iblis hitam , itu pun karena desakan para bangsawan . Sementara kalleid dan rakyat benua iblis tidak mau mengakui mu . " Lidya menyeruput teh sambil senyum
Martina menggenggam tangan mendengar ucapan Lidya . Martina mencoba menahan emosi dan sikapnya . " Terima kasih atas perhatian anda putri . Bukannya posisi kita sama . Anda juga anak seorang selir yang dilupakan keberadaan . Jika anak dari selir Viona tidak mati . Apakah anda masih berada di istana . " Martina memandang Lidya sembari memilih kue di meja
" Cara bicara anda terlalu sopan putri Martina . " Lidya tersenyum sinis
" Saya memang seperti ini yang mulia . "
" Apa yang harus saya bantu putri Martina . Sampai anda rela memanggil saya kemari . " Lidya Menatap Martina
" Putri sungguh sangat perhatian . Saya jadi senang . " Martina tersenyum kecil
" Apa ini tentang kalleid . Rumor yang menyebar di akademi bahwa dia menyukai makhluk setengah manusia . " Lidya menyeringai
" Iya yang mulia . Saya ingin anda membantu saya menyingkirkan anak itu . "
" Pfft … hahaha . Apa aku tidak salah dengar . " Lidya tertawa mendengar perkataan Martina
Martina kesal lalu bicara dengan suara lantang dan mengerutkan dahi . " Tidak ada yang lucu yang mulia . "
" Maaf … maaf aku tidak mengejekmu . Aku tidak menyangka kau mengambil langkah ini . Bukannya merayu dan membuat kalleid jatuh cinta padamu itu lebih mudah . " Lidya merasa heran dengan langkah yang diambil Martina
" Saya sudah mencoba berkali-kali yang mulia . Dia tetap menghindari saya karena saya anak seorang perdana menteri yang menguasai bangsawan . " Martina menunduk sedih
" Jadi ini langkah terakhirmu . " Lidya menatap Martina sejenak tapi Martina diam
" Lalu apa imbalanku . Aku tidak ingin kerja secara gratis . " Lidya memberikan penawaran
" Tidak masalah yang mulia . Saya menyiapkan sebuah villa di dekat perbatasan kerjaan api dan kerajaan iblis hitam . " Martina senang seolah bebannya hilang .
" Menarik . Aku akan menghubungimu lagi nanti . " Lidya beranjak dari tempat duduk meninggalkan Martina sendirian .
" Semoga wanita ****** itu cepat menyingkir dari sisi kalleid . Kalleid hanya milikku seorang . " Martina bergumam sendirian sambil membayangkan wajah kalleid .
Lidya bergegas kembali ke akademi . Saat tiba di kamarnya . Dia terkejut karena kakak Martina sudah menunggu di kamar .
" Kau sudah menungguku dari tadi . " Lidya duduk disebelah Jenifer kakak Martina .
" Tidak kok baru saja . Apa kau menemui kakakku tadi . " Jenifer duduk di sofa
" Dari mana kau tahu . " Lidya sedikit terkejut mendengar perkataan Jenifer
" Bau aura sihirnya sangat tajam . Makanya aku tau . Apa dia mencari masalah lagi . " Jenifer penasaran Lidya dan kakaknya membicarakan apa
" Tidak kok . Dia hanya minta tolong . Tapi imbalan yang diberikan padaku mungkin terlalu besar . " Lidya duduk di samping Jenifer
" Imbalan apa dan kau harus melakukan apa . " Jenifer makin penasaran
" Aku harus menyingkirkan wanita yang disukai kalleid . Imbalannya villa mewah di perbatasan . Bukannya itu berlebihan . " Lidya bertanya pada Jenifer
" Dia memang idiot dan bodoh . Dia memberikan villa mewah begitu saja . " Jenifer menghela nafas
" Tenang saja aku belum menyanggupinya . Tapi boleh juga bermain sedikit dengan gadis itu . " Lidya menatap Jenifer sambil tersenyum
" Terima kasih . Tapi ayahku tidak akan setuju kalau itu tentang barang mewah . " Jenifer melamun sebentar
" Iya aku tahu makanya aku tidak menjanjikan apa-apa padanya . Tapi kenapa kakakmu tidak merayu kalleid saja . Apa susahnya . " Lidya sedikit heran .
" Sebenarnya tidak susah merayu kalleid tapi kakakku anak perdana menteri yang mengontrol para bangsawan . Kalleid sangat membencinya . " Jenifer menjelaskan secara singkat .
" Bahkan para bangsawan belum tentu di terima jadi selirnya dong . " Lidya penasaran dengan perkataan Jenifer
" Iya selagi kau berhubungan dengan keluarga perdana menteri . Kau tidak akan bisa menjadi orang kepercayaan atau selirnya . " Jenifer menggelengkan kepala
" Laki-laki itu memang susah di taklukkan . " Lidya bersandar di sofa
" Sepertinya bagus kalau saat ujian kenaikan kelas kita menyingkirkan wanita itu . " Jenifer membuat sihir teleportasi keluar dari kamar Lidya .
" Baiklah aku setuju . " Lidya menyeringai .
" Aku kembali dulu . " Jenifer berpamitan menuju asrama emas
" Iya hati-hati . " Lidya menuju ranjang dan rebahan tanpa mandi dan ganti baju
" Aku bersedia membantu permaisuri bodoh itu demi temanku Jenifer . Kalau sudah jatuh cinta apa kita terlihat bodoh dan idiot seperti dia ya . " Lidya bergumam sendirian di ranjang
" stefanie juga adik kita kenapa kakak hanya menggunakan kekuatannya untuk mengalahkan kerajaan lain . Apa kakak sudah gila . " Justin berteriak di mata Rasyan
Stefanie yang mendengar perkataan Justin langsung terduduk lesu dan terkejut . " Adik katanya . Apa aku adiknya . " Stefanie bergumam dalam hati
" Memangnya aku yang buat keputusan . Ayahanda yang membuatnya . Beliau juga yang menyuruh putra mahkota untuk menghisap kekuatan sihir kuno milik Stefanie . " Rasyan menanggapi dengan santai amarah Justin
" Apa . Ayahanda yang membuat keputusan ini . Bukankah ayahanda sama seperti membunuh anaknya sendiri kalau sihir kuno nya dihisap . " Justin terkejut dan tak habis pikir tentang ayahnya sendiri .
" Mungkin itu demi kebaikan kerajaan . Beliau masih punya putri yang lain kan. " Rasyan berdiri dari tempat duduk yang berada di tengah taman dan memandangi langit malam yang indah
" Apa kakak bodoh . Itu hanya nafsu ayahanda untuk menguasai benua iblis ini tidak ada hubungannya dengan kebaikan kerajaan . Ayahanda juga diam saja waktu selir Pricilia membunuh selir Viona . "
" Hahaha … tentu saja ayahanda diam . Itu memang ulah ayahanda dan ibu ratu . Ibu Stefanie adalah seorang budak . Terlalu menjijikkan bila terus dipelihara. " Rasyan menceritakan masa lalu
Stefanie meneteskan air mata saat dengar sang ibu direndahkan dan dibunuh dengan kejam . Apalagi saat tahu kalau sang ayah diam saja waktu ibunda di bunuh . Perasaan Stefanie seakan mau meledak dan hancur .
" Kalian semua konyol . Aku tidak akan ikut campur atas penghisapan kekuatan sihir Stefanie . " Justin pergi meninggalkan Rasyan sendirian
" Terserah kau . Tapi hati-hati ayahanda bisa marah saat mendengar keputusanmu . " Rasyan tersenyum tipis lalu kembali ke dalam kamar
" bukan urusan kak . " Justin berlalu begitu saja
Tangis Stefanie makin tersedu-sedu saat tahu sang ayah juga ingin menghisap sihir kuno yang dia miliki . Dia berjalan kembali ke kamar sambil berlinang air mata . Tanpa disangka Stefanie sudah ada di depan kamar kalleid . Sebenarnya dia ingin masuk ke dalam kamar kalleid . Tapi Stefanie merasa malu dan tak berdaya untuk menceritakan hal ini . Stefanie memilih untuk tidur dan melupakan semua yang dia dengar hari ini walaupun hatinya hancur .
" Dasar bodoh . Kenapa kau memendam nya sendiri rasa sakit yang luar biasa ini . Aku janji akan melindungimu . " Kalleid mencium kening Stefanie
Ternyata kalleid juga mendengar percakapan Justin dan Rasyan di taman . Kalleid begitu emosi ingin membunuh mereka berdua tapi dia menahannya karena ada Stefanie di dekat mereka .
" Roy … " kalleid memanggil ksatria pribadinya
" Hamba yang mulia . " Roy membungkukkan badan
" Cari tahu tentang selir raja iblis es yang merupakan manusia murni . bagaimana dia mati dan siapa yang membuang anaknya . "
" Baik yang mulia akan saya laksanakan . " Roy kembali menghilang di kegelapan malam
Pikiran Kalleid tidak karuan mendengar orang yang sangat dicintai akan di bunuh oleh ayahnya sendiri . Kalleid memutuskan untuk melihat rencana raja iblis es .
Hari ujian tiba . Mata Stefanie terlihat bengkak mukanya agak pucat karena tidak bisa tidur . Walaupun demikian Stefanie tetap semangat dan senang saat ujian .
" Ada apa dengan matamu . Apa kau habis begadang dengan kalleid . " Lila melakukan teleportasi suara dengan Stefanie .
" Tidak . Apa terlihat jelas kalau menghitam . " Stefanie tersenyum kecil
" Tentu saja . Lihat sendiri di cermin . Apa kau bertengkar dengan kalleid . " Lila merasa penasaran
" Tidak ada hubungannya dengan kalleid . " Stefanie menghela nafas . "
" Baiklah kalau kau tidak mau cerita . Kalau sudah selesai mengerjakan ujian lebih baik kita keluar . " Lila memandang Stefanie dari jauh .
Stefanie dan Lila mengerjakan soal ujian dalam waktu 20 menit saja . Mereka berdua keluar ruangan menuju kantin akademi . Seisi akademi dibuat heran dan terkejut karena mereka menyelesaikan ujian dalam waktu singkat . Ada juga yang mencibir dan tidak suka dengan kepandaian mereka .
Lidya melihat Lila dan Stefanie dari dalam kelas . " Apa kau pikir akan mendapat nilai tinggi di akademi ini . Kasihan sekali kau berharap terlalu tinggi . " Lidya bergumam lirih
Setelah dari kantin akademi . Mereka berdua menuju aula pertarungan melihat para senior bertarung . Stefanie dan Lila duduk paling depan sambil menunggu waktu ujian berikutnya .
" Aku harap kalleid bisa lulus dengan nilai ujian yang bagus . " Stefanie duduk sambil menyeruput minuman
" Menurutku itu sudah pasti . Mengingat Kekuatan sihir dan aura yang ia miliki sangat ganas dan kemampuan berpedangnya sangat hebat . " Lila berusaha meyakinkan Stefanie
Guru pembimbing mengumumkan kalau peserta tidak boleh menggunakan sihir hitam dalam aula pertarungan . Lila dan Stefanie yang mendengar hal ini langsung langsung menatap kalleid dengan khawatir di barisan para siswa . Siswa yang ada di sekitar dan di belakang Kalleid seakan tertawa dan berharap dia mati di atas ring . Kalleid hanya bisa diam dan menunduk . Dia menggenggam tangannya seakan amarah kalleid memuncak mendengar hal itu .
" Apa kalleid bisa kalah dan mati di aula pertarungan . " Stefanie merasa cemas dan sedih
" Aku rasa itu tidak mungkin . Walau tidak menggunakan sihir . Kalleid bisa menggunakan pedang . Dia sudah maju ke Medan perang saat usia 14 tahun . Dia juga dijuluki iblis pedang . " Lila menjelaskan secara singkat
" Semoga saja seperti itu . " Jantung Stefanie menghela nafas
Kalleid terus berusaha keras di aula pertarungan . Sudah sebanyak 50x pertarungan dimenangkan dengan waktu yang singkat . Stefanie sedikit lega kalleid masuk babak final . Bel berbunyi . Tanda ujian kenaikan kelas akan dimulai lagi .
" Ayo masuk kelas . Kita cuma butuh waktu 20 menit untuk menyelesaikannya kan . " Lila memaksa Stefanie berdiri dari bangku penonton
" Tapi babak selanjutnya dia akan bertanding dengan pangeran Rasyan yang dikenal memiliki sihir es yang dahsyat . " Stefanie mulai mengkhawatirkan kalleid
" Percayalah padanya walau dia kalah dia masuk babak final . Itu sudah bagus tanpa sihir hitam . " Lila berusaha menasehati Stefanie
" Baiklah ayo kembali . " Stefanie berdiri dari bangku penonton sambil melihat kalleid dari kejauhan
Lidya dan Jenifer melihat Stefanie khawatir lalu menertawakannya . " Lihat ****** itu . Dia mengkhawatirkan suaminya . " Lidya Berbicara lirih di telinga Jenifer
" Kalau kakakku melihat itu pasti dia akan meledak karena cemburu . Bukan suaminya tapi calon suami . Itu pun kalau para bangsawan setuju . " Jenifer tersenyum kecil