THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 10



Fanie menuju kamarnya sambil memikirkan tentang sihir kuno yang dia miliki .


" Kemana auramu . Kenapa auramu tersegel . " Kalleid duduk di kamar Fanie memandang Fanie tajam


Kaget kalleid sudah ada di kamar . " Eh … eh . Aku dihukum oleh guru pembimbing . Sihirku disegel selama 3 hari . " Fanie duduk dekat kalleid dan tersenyum


" Kenapa kau diam saja dan mau saja sihirmu disegel . Bisa saja dalam 3 hari kau terkena masalah . " Kalleid marah dan memeluk Fanie dengan erat .


" Tenang saja kalleid aku bisa berhati-hati . Memang aku yang salah karena berniat membunuh siswa itu . " Fanie menenangkan kalleid dan tersipu malu saat kalleid memeluknya .


" Aku dengar kau mengeluarkan aura hitam . " Kalleid menggenggam erat tangan Fanie


" Iya . Aku kan pernah menyedot racun dan auramu . Mungkin itu sebabnya aku mengeluarkan aura hitam . " Jantung Fanie berdegup kencang saat kalleid menggenggam tangannya .


Kalleid mengeluarkan kalung batu Ruby merah yang sangat cantik . Kalleid memakaikan kalung itu ke leher Fanie .


" Apa ini . " Fanie terkejut kalleid memakaikan kalung


" Ini kalung berisi sihir ku . Untuk sementara Kau bisa mengeluarkannya . Kau panggil namaku 3× dan memegang kalung itu dalam keadaan darurat . " Kalleid memakaikan kalung dan menatap mata Fanie dengan mesra .


" Aku hampir gila bila menatap bibirmu dan wajah cantikmu . " Kalleid mengusap bibir Fanie dan memandangnya terus . Kalleid mencium bibir Fanie dengan mesra .


Fanie membalas ciuman itu dengan senang hati .


" Ini sudah malam . Beristirahatlah . " Kalleid meninggalkan Fanie sendiri di kamar . Fanie senang dan salah tingkah saat membayangkan ciuman kalleid .


" Ciuman pertamaku dengan pangeran tampan . " Fanie berguling-guling dikasur sambil memeluk guling


Hari berikutnya . Pangeran kalleid dan Fanie berangkat ke kelas bersama . Semua mata tertuju pada Fanie . Mereka bertanya tentang gosip yang beredar di akademi . Pangeran kalleid memiliki kekasih seorang budak .


" Tumben kamu ke kelas agak siang Fanie . " Pangeran Justin menyapa Fanie dari jauh .


" Hahaha . Aku bangun kesiangan tadi kak Justin . " Fanie Menghampiri Justin


" Sejak kapan kau memanggilnya kakak . " Kalleid menarik tangan Fanie dan menjauhkan Fanie dari Justin . Fanie terkejut melihat reaksi kalleid yang seperti ingin membunuh Justin .


" Apa urusanmu . Dia belum jadi istrimu . Jadi jangan sok tahu . " Justin memandang kalleid dengan tatapan tajam


" Ckckck berisik . Sekarang sudah jadi urusanku . Sebaiknya kau menyingkir dari hadapanku . " Kalleid membawa Fanie pergi dan menjauh dari Justin . Fanie hanya memandang kalleid dan tersenyum kecil melihat tingkah kalleid yang cemburu .


" Dasar otak udang . Dikiranya aku suka sama adikku sendiri . " Justin bergumam lirih dan menggelengkan kepala


Guru pembimbing mengumumkan bulan depan adalah ujian kenaikan kelas dan ujian kelulusan . Ujian kelulusan yang di pertandingan adalah


Sihir penyembuhan


Sihir pertarungan


Pharmacist


Stefanie dan Lila masih level dasar . Mereka berdua hanya mengikuti ujian kenaikan kelas tingkat selanjutnya dan harus memutuskan mengambil jurusan apa .


Jurusan sihir penyembuhan , sihir pertarungan atau pharmacist.


" Kenapa dia sudah ada disini . Kelasnya kan belum selesai . " Lila berbicara lirih pada fanie sambil menatap kalleid yang menunggu Stefanie di depan pintu kelas


" aku tidak tau . aku jalan duluan ya . " Fanie berbicara lirih lalu menghampiri kalleid


" Tumben kau keluar duluan . "


" Iya . Aku bosan belajar di kelas . Ayo kembali ke asrama . " Kalleid menggandeng tangan Stefanie menuju asrama . Seluruh sekolah heboh dan tidak percaya bahwa pangeran kalleid yang terkenal kejam dan dingin bisa jatuh cinta dengan seorang budak .


" Dasar anak ini . Apa kalian tidak tau . Kalau kalian menyakiti perasaan orang jomblo . " Lila bergumam sendirian dan meratapi nasib yang tidak punya pasangan .


Saat malam tiba . Stefanie melakukan teleportasi ke asrama Lila.


" Siapa itu . " Lila bergumam karena cahaya biru muncul di kamarnya


" Apa kau sudah tidur . " Stefanie duduk di ranjang Lila


" Belum . Ternyata kakak sudah pandai menggunakan sihir dasar ya . " Lila yang sedang duduk dan membaca buku tersenyum senang melihat Stefanie menggunakan teleportasi


" Aku baru mencobanya kali ini . " Stefanie tersenyum


" Tumben kakak kemari malam-malam . "


" Apa kau sudah menentukan jurusan yang kau pilih . Aku masih ragu akan masuk jurusan apa . " Stefanie menghela nafas


" Aku akan masuk ke jurusan penyembuhan . Seperti kakekku . "


" Bukannya kakekmu seorang panglima perang . " Stefanie terkejut


" Kakek mengambil dua jurusan sekaligus . Sihir penyembuhan dan sihir pertarungan . Akan ada test khusus jika kakak mengambil dua jurusan sekaligus . " Lila berbicara sambil membaca buku


" Ternyata boleh seperti itu . Kenapa kau tidak mengambil dua jurusan saja . Seperti kakekmu . "


" Jurusan sihir penyembuhan itu sedikit rumit . Kita harus mentransfer sihir ke pasien dan melakukan penyerapan penyakit pasien . Jika tubuh kita lemah sihir kita bisa meledak . " Lila menjelaskan secara detail lalu menutup bukunya . Stefanie mengangguk dan mulai berpikir


" Lalu jurusan apa yang kakak pilih . " Lila mulai rebahan di tempat tidur


" antara dua . Sihir pertarungan dan pharmacist . Kalau aku memasuki keduanya apa aku mampu . " Stefanie ikut rebahan di samping Lila


" Jangan sihir pertarungan . Pertaruhan itu berat dan butuh banyak sihir . Sebaiknya kakak mengambil sihir penyembuhan dan pharmacist . Nilai kakak kan bagus di dua jurusan itu . " Lila menatap langit asrama


" Itu juga bagus . Temani aku daftar test jurusan ya besok . "


" Baiklah . Apa kakak pacaran dengan kalleid . " Lila menatap Stefanie


" Memangnya kenapa kau tanya begitu . "


" Aku penasaran saja . Kakakkan tau kalau kalleid punya selir dan dia seorang putra mahkota yang kelak akan jadi raja . Raja tidak mungkin punya satu istri kan . "


" Pertanyaanmu terlalu dalam . Aku belajar sihir untuk bisa kembali ke dunia asalku . " Stefanie tersenyum


" Aku bertanya serius kak . " Lila mengerutkan dahi


" Aku serius . Aku sendiri bingung dengan perasaanku . Aku sangat mencintai kalleid walaupun aku tahu dia tidak mungkin punya satu istri . Tapi rasa untuk kembali ke dunia manusia lebih kuat . Aku takut dia terluka waktu aku pergi . "


" Kenapa kakak begitu kuat ingin kembali . Bukannya kakak bilang lebih nyaman di dunia iblis . "


" Iya . Aku merindukan ayah angkatku . Dia manusia yang paling baik . Walau pun setiap bulan purnama aku berubah menjadi iblis mengerikan . Dia tetap merawatku . Sejak aku datang ke dunia iblis . Aku tidak pernah berubah jadi sosok mengerikan lagi . " Stefanie bangun dari tidurnya


" Tentu saja . Karena Kakak tidak memakai sihir disana . Darah iblis kakak akan memuncak setiap bulan purnama karena penumpukan sihir di dalam tubuh . " Lila menatap Stefanie yang membuat teleportasi


" Baiklah selamat malam . Aku kembali dulu . " Stefanie menghilang bersama cahaya . Lila hanya mengangguk karena sudah mengantuk .


" Aku harap kak Stefanie bisa menetap di dunia iblis dari pada didunia manusia . " Lila mematikan lampu dan menutup mata


Stefanie menuju ranjang bersiap untuk tidur . Ternyata kalleid sudah ada di tempat tidur Stefanie sambil membaca buku .


" Darimana kamu malam-malam begini . " Kalleid memandang Fanie yang menggunakan teleportasi .


" Dari asrama Lila . Aku hanya tanya sedikit soal jurusan yang ingin aku ambil . " Stefanie Rebahan disamping kalleid


" Kenapa tidak tanya padaku saja . Apa kau tidak percaya padaku . " Kalleid memandang Stefanie dengan tatapan penuh emosi .


" Tidak bukan begitu . Aku hanya tidak ingin mengganggumu . Aku pikir kau sedang sibuk belajar . " Stefanie berusaha menenangkan kalleid


" Jurusan apa yang kau ambil . " Kalleid menutup buku meletakkannya di meja


" aku ingin mengambil dua jurusan sihir penyembuhan dan pharmacist . " Stefanie menatap mata kalleid yang merah


" Aku antar besok test jurusan . " Kalleid memeluk erat Stefanie


" Apa kau jijik bila berjalan bersamaku . " Kalleid mulai marah


" Bukan begitu . Kenapa kau salah paham . Aku hanya malu jadi pusat perhatian karena jalan bersamamu . " Stefanie menunduk malu


" Pfft … dasar bodoh . Artinya laki-laki yang ada di sampingmu ini adalah laki-laki yang paling hebat dan paling tampan . " Kalleid tersenyum


" Kau terlalu percaya diri . " Stefanie mulai mengusap bibir kalleid dengan tangan . Tangan Stefanie pun mulai dihisap oleh kalleid .


" Kau yang menggodaku . " Kalleid mencium bibir Stefanie dengan lembut dan memeluknya dengan erat


" Selamat pagi cantik . Apa tidurmu nyenyak . " Kalleid menyapa Stefanie yang baru membuka mata


" Nyenyak . Apa kau tidur disini semalam . " Stefanie mengerutkan dahi


" Pfft … apa kau lupa kejadian semalam .kau yang menggenggam tanganku lalu ketiduran . " Kalleid berusaha menggoda Stefanie


" Be...benarkah . " Stefanie memeriksa baju dan badannya


" Kenapa kau meraba badanmu sendiri . Apa kau berharap aku melakukan sesuatu pada dadamu . " Kalleid menggoda Stefanie


" Bukan begitu . Dasar mesum . " stefanie Mendorong kalleid jauh darinya lalu menuju kamar mandi


Sementara itu kalleid menyiapkan sarapan di meja makan


" Ayo sarapan dulu . " Kalleid berbicara dengan Stefanie yang baru keluar dari kamar mandi


" Wah … apa kau yang menyiapkannya . Ehm … ini sangat enak . " Stefanie menikmati sarapan dengan lahap


" Tentu saja . Aku kan suami idaman para wanita . " Kalleid menatap mata Stefanie sambil mengedipkan mata


" Sombong . " Stefanie memalingkan muka karena malu


" Apa kau tau benua hitam . " Kalleid menikmati secangkir teh bersama Stefanie


" Tidak tau . Kenapa . " Stefanie penasaran


" Setelah lulus akademi aku ingin menaklukan benua hitam . Kita tidak akan bertemu dalam waktu yang lama . " Kalleid mencemaskan Stefanie


" Pasti akan sangat merindukanmu . " Stefanie memegang tangan kalleid dengan lembut


" Baiklah berhenti khawatir . Waktunya masuk ke kelas . " Kalleid masih memegang tangan Stefanie .


" Aku mencintaimu . " Stefanie mencium kalleid dengan penuh gairah .


" Aku juga mencintaimu sayangku . " Kalleid membalas ciuman Stefanie .


Mereka selesai sarapan lalu berangkat masuk ke kelas berdua .


" Ckckck . Pasangan terfavorit baru datang . " Lila menatap tajam kalleid dan Stefanie


" Ayo masuk kelas . " Stefanie Menggandeng tangan Lila


" sampai nanti . " Kalleid melambaikan tangan


" Oh … so sweet . Si iblis monster sudah mulai jatuh cinta ya . " Putra mahkota kerajaan iblis api tersenyum sinis


" Ada perlu apa kau kemari . " Kalleid mengernyit


" Jangan lupa bung ini kerajaan ku . Dan kau masih berada di daerah kekuasaan ku . " Pangeran Arthur mengejek pangeran kalleid


" Aku tidak bodoh . Akademi ini dibangun oleh kaisar benua iblis pertama . Sebelum benua iblis pecah menjadi 3 kerajaan . Jadi siapapun berhak sekolah disini . " kalleid mulai terpancing emosi


" Aku penasaran budak mana yang bisa menaklukkan hati seorang monster sepertimu . " Arthur Tersenyum sinis


" Jaga ucapanmu . " Kalleid mencekik leher putra mahkota kerajaan iblis api dan mengeluarkan aura iblis hitam .


" Uhuk … uhuk . Lepaskan aku dasar monster . " Arthur Berusaha melepas tangan kalleid


" Cih … dasar . Kalau ini tidak di akademi aku sudah membunuhmu . " Kalleid melepas tangannya dan melempar badan putra mahkota kerajaan iblis api ke tanah .


" Sialan . Awas kau . " Arthur Bergumam lirih .


Kalleid berlalu menuju kelas . Saat didalam kelas . Para siswa lain sedikit terkejut dan heran . Kalleid tidak biasanya tiap hari masuk kelas.


" Apa kau sedang senang akhir-akhir ini . Tiap hari kau masuk kelas terus . " Justin tersenyum meledek kalleid yang duduk di bangku belakang


" Berisik urus dirimu sendiri . " Kalleid menatap tajam Justin


" Mungkin dia sedang jatuh cinta . " Rasyan tersenyum sinis


" Tapi wanita mana yang mau kelakuannya seperti monster dan sangat menakutkan . " Teman di sebelah Rasyan bergumam lirih


Kalleid menatap tajam Rasyan dan temannya yang bergosip tentang dirinya . Justin kepikiran akhir-akhir ini kalleid dekat dengan Stefanie dan hampir tiap hari kalleid datang ke kamarnya . Justin pun mulai curiga .


Pulang sekolah Justin mengajak Lila makan di kantin akademi .


" Jurusan apa yang akan kau ambil . " Justin menyantap desert


" jurusan sihir penyembuhan dan pharmacist . Aku tadi sudah daftar untuk test dua jurusan . " Stefanie tersenyum sambil menikmati desert


" Semoga kau lulus . "


" Terima kasih kak Justin . "


" Apa kalleid datang ke kamarmu setiap malam . "


" Uhuk … uhuk . Mana mungkin kak . Mungkin kakak hanya dengar rumor saja . " Stefanie berusaha menutupi kepanikannya


" Oh … begitu . " Justin menatap Stefanie dengan curiga . Aura milik kalleid tercium kuat di tubuh Stefanie


" Lalu kenapa aura milik kalleid bisa ada di tubuhmu begitu kuat . " Justin masih curiga


" Aura kalleid . Mungkin aku sempat menghisap sihir hitam milik kalleid saat sihir hitam kalleid meluap dan hampir meledak . " Stefanie menjelaskan secara detail kepada Justin


" Kapan itu terjadi . "


" Saat kalleid pulang dari lembah harrum badannya terluka parah . Setelah itu tubuhnya mulai menghitam karena sihir yang meluap. "


" Hati - hati dengan kekuatanmu . Jangan sampai dikendalikan orang lain . " Justin mengkhawatirkan Stefanie


" Iya kak . " Stefanie tersenyum . Mereka berdua mengobrol sampai sore hari . Stefanie diantar pulang ke asrama sampai ke depan pintu kamar .


" Selamat malam . " Justin meninggalkan Stefanie di depan kamar


" Selamat malam kak . " Stefanie membuka pintu langsung kaget karena kalleid sudah duduk di kamar Stefanie .


" Aku menunggumu dua jam disini . " Kalleid mengernyit kesal melihat Stefanie jalan bersama Justin


" Aku hanya makan desert di kantin dan ngobrol tentang banyak hal . Aku tidak tau kalau kau menunggu disini . Maafkan aku . " Stefanie duduk di sebelah kalleid


" Apa kau serius . " Kalleid terlihat kesal


" Aku serius pangeran ku yang tampan . " Stefanie tersenyum kecil melihat tingkah kalleid yang cemburu


" Siapa yang menyuruhmu tersenyum . " kalleid cemberut


" Pfft … hahaha . Kau seperti anak umur 5 Tahun yang mainannya direbut orang . " Stefanie tertawa lepas


" Tentu saja Aku marah kalau cintaku direbut . " Kalleid cemburu lalu mencium bibir Stefanie