
Roy datang menghampiri kami . Dan membereskan mayat para penjahat itu .
" Maaf terlambat datang nona . "
" Tidak apa-apa . Dari mana kau tahu aku berada disini . "
" Saya ditugaskan mengawasi nona saat berada di luar akademi . "
" Oh … terima kasih . " Stefanie malu mendengar perkataan Roy . Dia teringat Leon yang begitu romantis .
Kami turun dari atap dan berbincang dengan tuan Reynaldi .
" Sebenarnya siapa yang ingin membunuh kita . Aku tidak habis pikir." Tuan Renaldi menggelengkan kepalanya .
" Untunglah ada nona Stefanie . Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih . " Nyonya Reynaldi tersenyum senang .
" Bukan apa-apa nyonya . Anda harus hati-hati kedepannya . Mungkin ini ada sangkut pautnya dengan ramuan penghilang kutukan dan racun . Kami juga ikut bersalah dalam hal ini . " Stefanie merasa sedih .
" Tidak juga nona . Musuh bisnisku memang sangat banyak . Aku yang malah menyeret nona . " Tuan Reynaldi menggenggam tangannya merasa kesal dengan musuh bisnisnya yang berani menyerang keluarganya .
" Kami mohon pamit dulu . Terima kasih telah mengobati luka teman saya . " Stefanie kembali ke asrama dengan teleportasi .
Kami istirahat di asrama masing-masing . Stefanie menyerap mutiara emas , mutiara sihir dan batu sihir tingkat dewa . Dia berhasil meningkatkan aura pedang tingkat dewa . Dia sangat senang dan mencoba belajar jurus yang ada di buku .
Dia membaca ulang jurus sihir pengendali iblis . Jika lawan bukan bangsa iblis murni , jurus itu tidak akan berguna .
Stefanie mencoba mempraktekkan jurus tapak suci naga yang belum sempurna . Berkali-kali dia mencoba tapi hasilnya sama . Kekuatan sihir yang hilang begitu saja . Dia melihat lagi apa ada yang salah . Stefanie melihat bekas gesekan di lantai . Dia mencoba mengulangi gesekan itu dengan sangat cepat dan memberikan kekuatan sihir penuh . Hasilnya jurus tapak suci naga Stefanie sangat hebat dan bisa membuat lawan terpental .
Stefanie istirahat sejenak sambil baca buku tentang jurus pedang darah .
" Sepertinya jurus ini cocok dengan pedang darah . " Stefanie fokus membaca buku .
Tok … tok
Stefanie membukakan pintu .
" Anda siapa ya . "
" Saya pelayan nona Rasta . Beliau ingin bertarung dengan anda . " Pelayan itu memberikan sebuah surat tantangan bertarung .
" Hah … lagi-lagi dari jurusan farmasi. Sebenarnya ada apa dengan mereka . " Stefanie bingung banyak anak farmasi yang menantangnya .
" Baiklah jika tuanmu kalah , tuanmu akan menjadi budakku . " Stefanie menutup pintu dan kembali ke asrama .
" Guru itu sengaja memprovokasi muridnya untuk membunuhku . Dasar sialan . Awas saja kau ." Stefanie berbaring di ranjang sambil mengumpat .
" Kenapa Leon tidak kesini ya . Apa dia sangat sibuk . Aku ingin mengunjungi Riri dan Gaga . " Stefanie bergumam lirih .
Karena kelelahan Stefanie bangun kesiangan .
Tok … tok ….
" Kak … kenapa kau belum bangun . Banyak orang yang menunggumu . " Lila masuk ke kamar Stefanie lalu membuka selimut Stefanie .
" Suruh mereka pergi . Aku mau tidur . " Stefanie berbicara dengan mata masih terpejam .
" Ayo cepat . " Lila menyeret stefanie keluar dari kamar . Mereka berdua menuju aula pertarungan . Stefanie masuk ke ring .
" Aku kira kau takut padaku . " Rasta tersenyum .
" Hoam … " Stefanie menguap .
" Apa kau berbicara padaku . " Stefanie mulai membuka matanya lebar .
" Anak sialan . Kamu dari tadi mengabaikanku . " Rasta emosi
" Oh kau calon budakku ya . Aku baru ingat . " Stefanie tersenyum .
" Terima seranganku . " Rasta mengeluarkan gas beracun dari bunga merah . Dia tertawa senang seakan Stefanie mau mati .
" Apa kau yakin ingin meracuniku ." Stefanie sudah berada di belakang Rasta .
" Kau … bagaimana bisa kau tak terkena gas beracun . " Rasta terkejut melihat Stefanie yang selamat .
" Tanya saja pada malaikat Malik . " Stefanie mengeluarkan tapak suci naga . Rasta langsung tersungkur ke area luar pertarungan .
Semua penonton langsung terdiam dan terpukau melihat aksi Stefanie . Dekan yang melihat juga ikut terkesan dengan jurus yang Stefanie tunjukkan .
" kau tak perlu jadi budakku . Cukup jangan mencari masalah denganku di lain hari . " Stefanie meninggalkan aula pertarungan menuju perpustakaan .
" Awas kau ****** . " Rasta bergumam lirih sambil melihat Stefanie dari kejauhan .
Token stefanie kembali bercahaya . Dia naik peringkat menjadi peringkat ke 70 daftar siswa berprestasi .
" Bukankah ini terlalu cepat . " Stefanie bergumam dalam hati sambil melihat token miliknya .
" Master buku jurus tapak suci naga tingkat selanjutnya apa tidak ada . Dari tadi aku mencari tapi tidak ketemu . " Stefanie berbicara pada penjaga perpustakaan .
" Bukankah kau sudah diberi tahu kalau itu jurus penggabungan dengan jurus lain jadi tidak ada tingkat selanjutnya . " Petugas itu memberikan penjelasan pada Stefanie .
Stefanie kecewa mendengar perkataan petugas perpustakaan .
" Padahal itu jurus yang hebat dan kuat . Kenapa tidak ditulis untuk tingkat selanjutnya . " Stefanie bergumam .
Stefanie menuju ke lantai lima perpustakaan membaca buku tentang sihir terlarang .
" Kenapa kau baca buku itu . Apa gunanya . " Lisa duduk disamping Stefanie .
" Hanya ingin tahu saja . Aku juga ingin mencocokkan dengan catatan milik kaisar pertama benua iblis . " Stefanie fokus membaca .
" Apa ada yang tidak beres dengan kutukan itu . "
" Hanya sedikit yang tidak beres . Saat kita memeriksa tubuh seseorang yang terkena kutukan sihir terlarang , pasti tidak merasakan bau amis . Tapi saat kutukan itu keluar , bau amis menyeruak keluar dari tubuh yang terkena kutukan . " Stefanie menjelaskan .
" Benarkah . Kukira kutukan memang seperti itu." Lila terkejut mendengar penjelasan stefanie .
" Aku juga baru tahu . "
" Apa kalian sudah tahu berapa banyak lawan kalian saat audisi pasukan khusus . Stefanie bertanya sambil membaca buku .
" Tentu saja sangat banyak . Hampir separuh lebih siswa berprestasi berada di tingkat atas . Sedangkan murid biasa hanya sedikit . "
" semoga kita semua bisa lolos audisi . " Lisa penuh harap .
" Aku juga ingin bekerja di samping Leon . " Stefanie bergumam dalam hati sambil tersenyum .
" Ayo kita kembali ke asrama . Sepertinya matahari sudah mulai terbenam . " Stefanie mengajak temannya keluar dari perpustakaan .
" Itu gudang apa . Kenapa ramai sekali . " Stefanie bertanya
" Itu gudang senjata . Mereka ingin memurnikan senjata mereka sebelum audisi . " Lila memberitahu .
" Bagaimana kalau kita menawarkan pada mereka memurnikan senjata . " Lisa memberi saran .
" Idemu bagus juga tapi diperbolehkan atau tidak oleh akademi . " Stefanie bertanya .
" Boleh . Senior kita juga ada yang menjual ramuan di akademi . " Lila menjelaskan .
" Kau tawarkan saja pada mereka . aku kembali ke asrama . " Stefanie berjalan meninggalkan mereka berdua .
Saat berjalan menuju asrama Stefanie bertemu Wijaya dan senior yang lain .
" Nona stefanie . Anda dari mana . "
" Dari perpustakaan tuan muda . Apa anda akan ke gudang senjata . "
" Iya . Apa disana sangat ramai . " Salah seorang senior teman Wijaya bertanya .
" Sangat ramai . Aku bisa membantu senior memurnikan senjata . " Stefanie menawarkan bantuan .
" Benarkah . Kalau begitu kau bisa coba punyaku . " Kami menuju asrama Stefanie . Mereka memurnikan senjata di depan asrama. Semua orang yang melihat merasa heran dan kagum . Senjata itu menjadi lebih bercahaya dan auranya sangat tajam .
" Kau hebat nona . "
" Apa kau yang mengalahkan Rey si pecundang itu . " Senior berbisik .
" Benar senior . Tapi saya masih harus banyak belajar . " Stefanie berusaha merendah .
" Kau seharusnya membunuh bajingan itu . Dia akan melakukannya hal licik di belakangmu . " Senior mengingatkan Stefanie .
" Terima kasih senior . " Stefanie selesai memurnikan senjata . Kabar kalau stefanie bisa memurnikan senjata meluas dengan cepat . Mereka harus antri saat memurnikan senjata dan menaikkan level senjata mereka .