
Lila dan Lisa mengalihkan perhatian ular besar itu . Stefanie mulai menyerap racun yang ada di dalam tubuhnya . Lisa memanah mata dan tubuhnya Lila merobek perut ular itu . Ular berontak mengibas kan ekornya. Stefanie yang sudah selesai menyerap racun lalu menebas ular itu jadi 2 dan mengambil mutiara merah darah dan kristal merah yang ada di tubuh ular .
" Serahkan mutiara dan kristal itu gadis kecil . Kami akan melepaskanmu hidup-hidup . "
" Apa kau yakin akan membunuh kami . " Lisa meledek orang yang menghadang dirinya .
" Bukankah kau kalah dari ular itu tadi . Bagaimana caramu membunuh kami . " Lila tertawa terpingkal-pingkal .
" Kau sombong sekali bocah . " Mereka bergerombol menyerang Stefanie Lila dan Lisa . Lila dan Lisa melemparkan jarum penghenti jantung sedangkan Stefanie mengeluarkan jurus jari harimau.
Orang-orang itu tumbang dan tergeletak di tanah . Guru pembimbing yang melihat langsung bertepuk tangan karena heran kehebatan Stefanie .
" Ayo pergi . " Lila mengajak temannya meninggalkan tempat itu .
Saat waktu tinggal dua jam lagi . Mereka bertemu kawanan singa api yang menghadang . Akhirnya Stefanie mengeluarkan Riri untuk membantu bertarung melawan singa api .
Tak disangka kami kalah dan mulai kelelahan .
" Perbedaan kita terlalu besar , dia sudah berada di tingkat dewa . Sementara kita berada di tingkat menengah dan atas . " Lisa mengatur nafas
" Aku masih ada satu jurus tapi aku tidak tahu berhasil atau tidak . " Stefanie berdiri lalu mendekati singa api . Dia mengeluarkan jurus pengendali jiwa dan pikiran .
Para singa api itu tunduk dan patuh pada arahan Stefanie . Stefanie memasukkan kawanan itu ke dalam cincin ruang miliknya .
" Kau harus berbagi tempat dengan mereka ya . " Stefanie mengelus kepala Riri yang terlihat marah dan kesal pada singa api itu
" Apa kau tidak mau kucing besar . " Lila tertawa . Riri tidak mau masuk ke cincin ruang milik Stefanie dia masuk ke kalung Ruby merah yang berisi banyak Mutiara dan batu .
" Hewan berbulu memang menyusahkan . " Lisa tersenyum melihat ekspresi Riri .
Mereka berhasil keluar dari hutan dengan selamat . Mereka keluar paling akhir dari test itu . Stefanie mendapatkan kristal merah dan mutiara terbanyak .
Stefanie menjadi yang terbaik dalam test masuk tahap pertama . Setelah itu akan diadakan test selanjutnya dengan bertarung melawan antar calon akademi .
Stefanie mulai mencuri perhatian para siswa senior . Ada yang mengagumi ada pula yang mencibir.
" Halo nak . Saya guru pembimbing dari jurusan farmasi semoga kau besok bisa lulus . " Guru itu menyapa Stefanie yang sedang duduk
" Terima kasih Bu . "
Test berikutnya dimulai . Siswa dibagi menjadi 30 kelompok. Siswa yang ada di kelompok itu harus bertarung dengan sesama anggota kelompok sampai menyisakan satu orang . Setelah satu jam berlalu , Stefanie bertarung dengan semangat dan bisa mengalahkan mereka semua . Stefanie masuk ke dalam 30 besar .
30 orang itu yang diterima di akademi sihir benua hitam . Mereka harus bertarung lagi , yang masuk ke lima besar akan masuk ke daftar siswa berprestasi. Saat ini siswa berprestasi ada 145 orang . Ditambah 5 murid baru total ada 150 orang .
Kebetulan stefanie mendapatkan lawan yang sombong .
" Darah budak sebaiknya kau menyerah saja . Aku akan mengampunimu . " Dia tersenyum menghina stefanie . Stefanie tak membalas perkataannya dan langsung mengeluarkan tinju harimau miliknya . Orang itu terpental keluar ring .
" Tunggu dulu gadis cantik , aku menantangmu , kalau kau kalah kau harus jadi penghangat ranjangku . "
Laki-laki itu tertawa diikuti oleh tawa para penonton . Stefanie menahan emosinya dan mengeluarkan tendangan naga . Laki-laki itu terpental sampai ke dinding .
Penonton mulai diam tanpa berani berkata-kata . Stefanie merapikan bajunya yang terkena angin .
" Ijinkan saya untuk melihat keahlian anda nona . " Seorang wanita yang lebih tua dari Stefanie naik ke ring dan mengajak Stefanie bertarung .
" Aku mohon bimbingannya kakak . " Stefanie membungkuk memberi salam .
Mereka berdua bertarung dengan sangat sengit .
" Tapi aku yakin kak fanie pasti menang . " Lila menatap langkah lawan Stefanie.
Mereka berdua mulai kelelahan . Stefanie fokus mencari titik kelemahan lawan . Stefanie langsung menyerang dada lawan . Lawan Stefanie terjatuh dan mengeluarkan sedikit darah .
Stefanie dinyatakan sebagai siswa baru terbaik sekaligus masuk ke dalam daftar siswa berprestasi ke 146 tahun ini .
" Selamat . " Lila datang memeluk Stefanie
" Kalian bagaimana . "
" Aku siswa berprestasi nomer 150. " Lila tertawa senang
" Aku nomer 149 . Tapi token ini untuk apa . " Lisa bingung .
" Aku juga tidak tahu . Kalau sudah masuk kelas pasti diberitahukan . " Stefanie dan temannya hendak meninggalkan akademi .
" Tunggu nak . Kau belum memilih jurusan . Jurusan apa yang kau pilih." Seorang guru pembimbing bertanya pada stefanie .
" Mungkin sihir pertarungan dan sihir penyembuhan guru ." Stefanie berkata dengan sopan .
" Hahaha aku menang . Dia akan menjadi muridku . Nak aku guru pembimbing di sihir pertarungan selamat bergabung . " Seorang guru tertawa menghampiri stefanie
Lila memilih jurusan sihir pertarungan dan jurusan sihir penyembuhan sedangkan Lisa jurusan sihir pertarungan saja .
Mereka bertiga datang ke bagian administrasi untuk daftar ulang dan mengambil kunci asrama .
" Anak ingusan mana lagi yang masuk ke akademi ini . Lama-lama akademi ini akan dimasuki sampah tidak berguna . " Seorang petugas administrasi terlihat malas dan mengumpat sendiri .
" Apa …" petugas itu terkejut ketiga anak yang mereka remehkan bisa masuk ke daftar siswa berprestasi .
" Ini kunci asrama kalian . Kalian harus hati-hati di area asrama siswa berprestasi . Mereka sangat sombong dan arogan . " Petugas itu berbisik lirih
" Terima kasih master atas sarannya." Mereka bertiga menuju asrama yang kebetulan berada di dekat danau .
" Ada banyak orang yang ada di pohon . Entah apa yang mereka incar . " Stefanie mengirimkan pesan telepati ke Lila dan Lisa
" Dasar sampah . Tahan dulu saja selama mereka tidak bergerak . " Lisa memberikan saran .
" Iya . Kalau mereka macam-macam, jangan salahkan aku . " Lila mengerutkan dahi .
Mereka bertiga mendapatkan kamar terpisah tapi masih satu kompleks . Mereka mulai membersihkan asrama dan menata barang mereka .
" Hey … kalian keluar sekarang . " Terdengar suara seorang laki-laki berteriak dari luar asrama .
" Siapa kalian . Kenapa berteriak di depan asramaku. " Stefanie terlihat kesal dengan kedatangan mereka
" Lancang kau , cepat berlutut dia adalah tuan muda Rey yang ada di urutan 50 siswa berprestasi . " anak buah orang yang berteriak memaki Stefanie
" Lalu apa urusannya dengan ku . Cepat pergi. " Stefanie mengusir mereka pergi .
" Lancang . Cepat berlutut . " Anak buah Rey berusaha menyerang Stefanie yang mengabaikan mereka . Stefanie langsung melayangkan Tinju harimaunya . Mereka terpental jauh dan menabrak batang pohon yang besar .
" Hebat juga kau ternyata . Aku akan lihat seberapa hebat kau . " Rey mulai menyerang stefanie . Stefanie terus menghindar karena tidak mau mencari masalah .
" Aku bilang pergilah . Apa kau tuli . Aku tidak suka diganggu . " Stefanie membalas semua serangan Rey dengan tendangan naga . Tendangan itu sempat melukai Rey tapi dia masih berdiri kokoh .