
Lila dan Stefanie berangkat ke tempat latihan usai kelas usai . Sepanjang jalan , fanie selalu jadi pusat perhatian dan ada juga yang memandangnya sinis . Fanie tentu tidak memikirkannya dan fokus berlatih bersama Lila . Mereka berdua berlatih sampai sore hari .
" Kakak memang hebat . Serangan sihir kakak lebih tajam dariku . Aku jadi iri . " Lila menghela nafas
" Aku yakin kau akan bisa sepertiku atau kakakmu Jenni . Jika kau berusaha lagi . " Fanie mengelus rambut Lila
" Oke kak aku akan berusaha lagi . " Lila tersenyum senang
Mereka berdua kembali ke asrama masing-masing . Di Tengah jalan mereka bertemu kalleid .
" Salam yang mulia . " Fanie dan Lila membungkukkan badan
" Apa kau selesai latihan . " Kalleid memandang Stefanie
" Iya pangeran baru saja . " Fanie memandang wajah kalleid yang begitu tampan
" Sejak kapan kakak akrab dengan berandal ini . " Lila berbisik di telinga fanie
" Aku bukan berandalan makhluk kerdil . " Menatap Lila tajam
" Lalu apa kalau bukan berandalan. Kenapa merayu wanita lain jika kau sudah punya selir yang cantik . " Lila menarik tangan fanie lalu mengajaknya pergi dari hadapan kalleid
" Dasar bocah kau tahu apa . " Kalleid pergi kembali ke rumah emas berlian
Mendengar kalau kalleid sudah punya selir hati fanie kecewa dan kesal .
" Tapi kenapa aku kesal kalau dia sudah punya selir ya . " Fanie Memukul bantal dan berguling-guling di kasur
" Karena kau suka padaku . " Kalleid muncul tiba-tiba dan duduk di depan fanie
" Bagaimana anda bisa masuk kesini . " Fanie kaget dan bangun dari tidurnya
" Apa kau lupa siapa aku . " Duduk di sofa dan memperhatikan fanie
" Anda sombong sekali . Tidak baik seorang pangeran masuk ke kamar wanita tanpa ijin . " Fanie sedikit kesal dan tidak mau menatap wajah kalleid
" iya aku minta maaf . Tapi aku ingin menjelaskan sesuatu . Duduklah dulu . "
" Menjelaskan tentang apa . Saya harap cuma sebentar saya perlu istirahat . " Fanie tetap tidak mau menatap wajah kalleid
" Aku memang sudah punya selir tapi hatiku belum ada yang punya . " Kalleid menatap wajah fanie
" Anda jago merayu rupanya . Tapi tidak mempan pada saya . "
" Aku kan seorang putra mahkota jadi wajar punya istri lebih dari satu kan . Dan ini pernikahan politik bukan keinginanku . " Kalleid memegang tangan fanie
" Kenapa anda menjelaskan pada saya . Itu urusan anda saya tidak ingin ikut campur . Anda punya istri 100 saya juga tidak peduli . " Fanie berdiri dari tempat duduknya
" Tapi aku sangat peduli padamu . " Kalleid menghampiri fanie
" Sebaiknya anda keluar ini sudah malam . " Fanie melepaskan tangan kalleid
" Baiklah . Tapi tolong terima maaf ku . " Kalleid keluar dari kamar dengan menggunakan sihir hitam
Fanie terlihat kesal dan marah pada sikap kalleid
" Bisa-bisanya dia bilang wajar punya istri lebih dari satu . " Fanie langsung tidur dan mematikan lampu
" Kau terlihat tambah cantik waktu kau marah . Aku janji akan hanya ada kamu di hatiku . Selamat malam ratuku . " Kalleid mencium bibir manis fanie lalu keluar kamar
Waktu bangun tidur fanie merasa mimpi berciuman dengan kalleid seperti nyata . Saat bertemu kalleid muka fanie langsung merah teringat mimpi itu . Kalleid bingung dengan sikap fanie yang selalu menghindar dan tidak mau menatap wajahnya saat berbicara . Kalleid mengira fanie masih marah tentang dia sudah punya selir .
" Tok … tok . " Suara seseorang mengetuk pintu
" Maaf mengganggu malam-malam nona . " Kepala pelayan masuk kamar fanie sambil membawa beberapa buku
" Ada apa . "
" Ini ada beberapa buku dari pangeran kalleid . Mungkin saja berguna untuk pembasmian monster di lembah harrum . " Kepala pelayan meletakkan bukunya dimeja
" Baik . Sampaikan terima kasihku pada yang mulia . " Fanie mulai melihat bukunya satu persatu .
Di tumpukan buku itu ada buku yang berjudul setengah iblis . Fanie penasaran lalu membaca buku itu .
Buku itu bercerita tentang asal usul setengah iblis dan nasibnya selama ini . Anak Setengah iblis biasa didapatkan dari iblis yang menikah dengan manusia atau Peri . Mereka cenderung tidak memiliki sihir atau punya sihir tapi lemah .
Anak setengah iblis hanya dijadikan budak atau ksatria pelindung saja . Para bangsawan rata-rata enggan memberikan hak waris kepada anak setengah iblis . Para anak perempuan setengah iblis . Biasanya dijual di pelelangan budak .
Nasib anak setengah iblis menjadi rawan karena mereka tidak punya sihir yang kuat seperti iblis murni . Mereka gampang ditindas dan tidak berdaya . cenderung dikucilkan dan di remehkan .
Terkadang , anak setengah iblis juga menutupi identitasnya dengan pergi ke benua peri atau yang paling ekstrim , mereka bunuh diri di hutan terlarang .
Fanie yang membaca buku itu mengeluarkan air mata . Dia tidak tahu selama ini anak setengah iblis tidak beruntung . Tapi kenapa bisa ada manusia yang datang ke dunia iblis . Bagaimana dia keluar dan masuk ke dunia iblis . Itu menjadi ganjalan di hati fanie .
" Lalu bagaimana bisa aku juga setengah iblis . Siapa orang tuaku . Dan kenapa aku bisa ditangan ayah ." Fanie bingung lalu menutup buku dan berbaring di kasur .
Fanie yang tidak bisa tidur memikirkan siapa orang tuanya akhirnya bangun dan mengambil air di meja . Fanie mendengar suara raungan keras seperti iblis yang sedang marah . Karena penasaran fanie keluar kamar .
Dia terkejut . Kepala pelayan dan para pelayan bersimbah darah di luar kamar kalleid . Fanie ingin segera mengetahui keadaan kalleid .
" Kumohon nona jangan masuk dulu nona berbahaya . " Kepala pelayan menghadang ku masuk dalam kamar.
" Tapi kenapa mungkin aku bisa menenangkannya . " Fanie berusaha melepas tangan kepala pelayan
Terdengar suara sangat keras yang meraung-raung seperti iblis sedang marah . Fanie langsung menerobos masuk . Kepala pelayan menggelengkan kepala dan menunggu diluar .
" Pangeran ini aku fanie . " Fanie terkejut melihat sosok kalleid yang begitu hitam legam , kuku yang panjang dan runcing , bulu yang sangat tebal , kulit seperti wajah seperti mau mengelupas .
Fanie memberanikan diri dan mendekati pangeran kalleid . Pangeran kalleid yang marah mulai tenang melihat sosok fanie .
Fanie memegang tangan kalleid dengan lembut . " Tidak apa-apa pangeran . Pangeran tetap yang terbaik dan terhebat . " Fanie berusaha senyum walau dalam hati fanie takut akan sosoknya kalleid yang menyeramkan .
Kalleid mulai tenang dan tidur di pangkuan fanie . Fanie mencoba menyerap kekuatan sihir gelap yang ada di diri kalleid . Kekuatan sihir gelap itu berhasil terserap dengan mudah oleh fanie . Sosok kalleid yang tampan dan gagah kembali seperti semula . Pangeran kalleid bangun dan terkejut .
" Aku sudah berubah hanya beberapa jam saja . " Kalleid melihat seluruh tubuhnya .
" Syukurlah pangeran baik-baik saja . aku jadi tenang . " Fanie terlihat sangat pucat dan tidak bertenaga .
" Ada apa denganmu . Kenapa kau seperti ini . Apa kau yang menyerap sihir gelap itu . " Kalleid menggoyangkan tubuh fanie yang mulai lemah . Fanie hanya bisa tersenyum lalu pingsan .
Pangeran menidurkan fanie di ranjangnya . Dan memanggil dokter kerajaan . Kalleid setia menunggu fanie hingga bangun .