THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 8



Hoam … " fanie bangun dari tidur lalu melihat sekeliling .


" Ini dimana . Kenapa perutku terasa berat sekali . " Fanie melihat perutnya . Dia terkejut ternyata tangan Kalleid ada di pinggangnya . Dan dia tidur di sebelah kalleid yang bertelanjang dada .


" Kenapa kau ada disini . " kaki fanie menendang kalleid keluar dari ranjang


" Aduh … " kalleid terbangun karena terjatuh dari ranjang


" Kau kasar sekali . Inikan kamarku ." Kalleid bangun kembali menuju tempat tidur


" Hei kenapa kamu berbaring lagi . Cepat pakai bajumu . " Fanie malu menutupi mukanya dengan selimut


" Bukannya kita sudah tidur bersama 3 hari 3 malam . Kenapa ekspresimu seperti itu . " Kalleid memandang Fanie yang malu


" Apa ... 3 hari 3 malam . Jadi aku tidur di kamarmu selama itu . " Fanie terkejut dan kesal


" Iya . Aku juga yang merawatmu 3 hari 3 malam . " Kalleid memanggil kepala pelayan untuk menyiapkan sarapan


" Terima kasih . " Fanie Berusaha turun dari ranjang tapi kepalanya masih pusing


" Berbaringlah saja . Kau masih belum pulih . " Kalleid membaringkan fanie di ranjang


"Kau tidak boleh melakukannya lagi . Itu sangat berbahaya . " Kalleid duduk disamping fanie


" Kenapa ." Fanie menikmati Sarapan


" Kau belum bisa mengontrol kekuatan sihir mu dengan benar . Tubuhmu juga tidak bisa menerima sihir itu . " Kalleid khawatir tentang keadaan Stefanie


" Baik yang mulia saya akan mendengarkan Anda . " Fanie tersenyum


" Sudah ku bilang jangan panggil yang mulia kalau kita sedang berdua . " Kalleid menarik telinga fanie


" Aduh … sakit kalleid . Selirmu akan cemburu kalau aku hanya memanggil namamu . " fanie terlihat kesal


" Aku sudah bilang hanya pernikahan politik . Hatiku belum ada yang punya . Aku juga tidak pernah menyentuhnya . " Kalleid mencium rambut fanie


" Aku tidak peduli . Bukan urusanku ." Fanie menutupi mukanya dengan selimut


" kalau tidak peduli , kenapa kau marah saat tau aku sudah punya selir . " Kalleid membuka selimut melihat wajah fanie yang merah dan memalingkan muka .


" Apa kau tau . Wajahmu seperti tomat busuk jika kau marah . " kalleid berbicara di telinga fanie . Seketika jantung fanie berdegup kencang dan perasaan fanie tidak karuan . Lalu Kalleid berdiri dan memakai baju


" Enyah kau . " Fanie melemparkan bantal ke badan kalleid . Kalleid tersenyum senang lalu keluar kamar


" Baiklah aku tidak akan menggodamu lagi . Istirahat saja disini . Aku ke ruang latihan sebentar . " kalleid berdiri di pintu lalu menuju ruang latihan . di jalan bertemu pangeran Rasyan .


" Aku harap kau tidak menjadikannya budak *** mu . " Pangeran Rasyan menatap tajam kalleid


" Apa di otakmu hanya itu yang kau pikirkan . " Kalleid pergi begitu saja meninggalkan Rasyan


Pangeran Rasyan langsung menuju ke kamar kalleid menjenguk Stefanie.


" Bagaimana keadaanmu . Apa yang terjadi sampai kau pingsan selama 3 hari . " Pangeran Rasyan sangat mencemaskan adik beda ibunya itu .


" Tidak apa-apa pangeran . Hamba baik-baik saja . Hamba hanya terlalu serius berlatih . " Fanie tersenyum kecil


" Baiklah . Jaga kesehatanmu . Aku membawakan camilan kesukaan mu . Semoga kau suka . " Rasyan menyuapi fanie camilan


" Enak yang mulia . Hamba suka makan makanan yang manis . " Mulut fanie penuh dengan makanan


" Pffft … makanlah dulu baru berbicara . " Rasyan tersenyum lebar


" Terima kasih pangeran . " fanie Menunduk malu


" Istirahatlah lagi aku akan ke perpustakaan dulu . Jaga kesehatanmu . " Rasyan kembali menyelimuti fanie . Pangeran Hary yang menunggu di luar juga sangat cemas .


" Bagaimana keadaan fanie apa dia baik-baik saja . " Pangeran Hary berdiri di depan pintu


" Iya dia sudah mulai segar tapi masih butuh waktu untuk mengembalikannya ke kondisi semula . Aku memeriksa sihirnya tadi . " pangeran Rasyan memberi penjelasan


" Sepertinya dia telah menyerap sihir aneh yang membuat tidak bisa mengontrol sihir miliknya sendiri . " Rasyan mengakhiri percakapan lalu kembali ke perpustakaan


Pangeran Hary tau itu pasti ulah Kalleid . Kalleid akan berubah menjadi monster yang menakutkan saat bulan purnama tiba . Hanya kalangan tertentu saja yang tahu akan hal ini .


Di Lain tempat , Lila mulai kebingungan mendengar berita fanie pingsan . Sementara kak Jenni dan pangeran Hary sudah kembali ke istana . Tidak ada yang bisa membantu Lila masuk ke rumah emas berlian .


" Tok … tok . "


" Sebentar . " Lila membukakan pintu. Lila kaget karena pangeran kalleid yang datang ke kamarnya


" Hai makhluk kerdil . Fanie sudah bangun . Kau harus merawatnya . Nanti malam aku berangkat ke lembah harrum . " Pangeran kalleid langsung meninggal kamar Lila begitu saja dan memberikan kunci kamarnya .


" Terima kasih yang mulia . " Lila berteriak dari kejauhan .


Saat Keluar dari asrama emas . Banyak mata yang memuji dan mencibir kalleid . Banyak juga yang tergila-gila pada ketampanannya . Kalleid seolah tidak peduli pada pandangan mereka . Dia tetap berjalan dengan gagah dan tampan .


Kalleid melihat fanie yang merasa gerah saat tidur . Dia menggunakan sihir untuk mendinginkan ruangan lalu mengusap keringat fanie yang ada di wajahnya . Kalleid lalu mencium keningnya dan berbaring di samping fanie sambil melihat wajah fanie yang cantik .


Stefanie yang bangun di pagi terkejut karena kalleid tidak ada di kamarnya. Saat memanggil pelayan justru Lila yang datang


" Kakak kau sudah bangun . Aku sedih katanya kau pingsan selama 3 hari . " Lila memeluk Stefanie dengan erat


" Tidak apa-apa aku hanya perlu istirahat . Apa kau tau dimana kalleid . " Fanie menatap Lila


" Sejak kapan kakak memanggil pangeran dengan namanya saja . " Lila curiga


" Itu hanya panggilan akrab saja . Diluar aku tetap memanggilnya pangeran . " Fanie berusaha menutupi perasaannya .


" Apa kakak menyukainya . " Lila bertanya dengan serius


" Ti...tidak . Jangan salah paham begitu . Tapi dia ada dimana . " Fanie mulai khawatir


" Dia ada di lembah harrum . Berangkat malam hari . " Lila menyiapkan sarapan untuk stefanie


" Jadi pembasmian monster sudah dimulai ya . Kenapa aku tidak diberi tahu . " Stefanie marah dan terkejut


" Kau ingin berangkat kesana dengan kondisi lemah begini . Yang ada kakak akan jadi beban saja . " Lila Menatap fanie tajam


" Maaf . Tapi tetap saja aku ingin kesana . Aku ingin membasmi monster juga kan . " Fanie menghela nafas .


" Sarapan dulu nanti kita bicara lagi ." Lila menyuruh fanie duduk untuk makan


Beberapa hari kemudian . Ada yang pulang ke akademi dengan luka dan ada yang pulang dengan tubuh cacat . Fanie yang menunggu kedatangan kalleid sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada kalleid .


" Tenanglah kak . Aku yakin berandalan itu selamat . Dia dikenal sebagai pangeran haus darah di Medan perang . " Lila menenangkan fanie sambil membaca buku .


" Iya semoga saja seperti itu . " Fanie menghela nafas


Keesokan harinya . Semua siswa akademi sihir yang ikut pembasmian monster telah kembali . Termasuk seluruh anggota keluarga kerajaan . Tapi kalleid tak juga muncul . Fanie memberanikan diri untuk bertanya ke pangeran Justin .


" Salam hormat yang mulia . Syukurlah anda kembali dengan selamat . " Fanie memberi salam pada pangeran Justin .


" Iya Terima kasih . Apa kau ingin menyampaikan sesuatu . " justin tersenyum


" I … iya . Hamba ingin menanyakannya keadaan pangeran kalleid . " Fanie menunduk malu


" Dia masih ada di dalam lembah harrum . Dia sedang bertarung dengan Ahool . " Justin menjelaskan kepada Fanie


" Apa … dia bertarung dengan ahool . Makhluk ganas itu . Apakah ada yang membantunya . " Fanie jadi makin cemas .


" Tenang saja pangeran Hary dan pangeran Arthur ada bersamanya . " Justin mengusap rambut fanie .


" Baiklah . Terimakasih pangeran . " Membungkukkan badan


" Panggil aku kakak . " Pangeran Justin berbisik pada fanie dan meninggalkan fanie sendiri


" Terima kasih kakak . " Fanie tersenyum lalu kembali ke kamarnya.