
Stefanie memasuki perpustakaan dengan hati senang . Dia seolah-olah melihat gunungan koin emas yang sangat bernilai . Stefanie mulai membaca buku satu persatu ada beberapa jurus dan ilmu pedang yang menarik hati Stefanie .
Dia berkali-kali membaca dan mempraktekkan jurus jari Dahlia yang mematikan . Satu hentikan jari saja sudah membuat orang tersentak jauh dan jantung nya terluka .
Stefanie juga mempelajari jurus pedang duri mawar yang sangat khas dan simpel . Hanya beberapa gerakan saja bisa membuat lawan terkecoh dan berhalusinasi
Dia mencoba mempraktekkan jurus bunga kematian yang sulit dan harus mengeluarkan aura sihir yang besar . Dalam 2 jam Stefanie mampu menguasai jurus bunga kematian dengan baik .
" Kamu benar-benar hebat . Baru beberapa jam sudah menguasai jurus-jurus itu . " Lila menggelengkan kepala merasa heran dengan temannya
" Aku yang dari tadi serius hanya bisa menguasai jurus jari Dahlia . " Lisa menghela nafas
" Ini cuma kebetulan kok . " Stefanie tersenyum . Dia keluar perpustakaan untuk mempraktekkan jurus yang sudah dikuasai .
Stefanie latihan jurus selama beberapa jam . Setelah selesai dia hendak kembali ke kamarnya .
" Anda hebat sekali nona . Saya kagum pada jurus yang anda kuas dengan sempurna . " Seorang laki-laki menghampiri Stefanie
" Tidak juga tuan . Ini berkat buku catatan yang mulia ratu . " Stefanie berusaha merendah
" Panggil saja Nalan . Saya anak dari perdana menteri . Pasti bagus dan lengkap buku catatan milik yang mulia ratu . " Dia menyombongkan diri
" Iya Nalan . Yang mulia ratu sangat berbakat . " Stefanie dan Nalan jalan beriringan
" Kapan anda kembali . Apa boleh saya menghubungi anda jika ada perlu . " Nalan berusaha menarik perhatian Stefanie
" Tentu saja Nalan kenapa tidak . Tapi setelah dari sini mungkin aku akan sibuk di akademi . " Stefanie mencari alasan agar Nalan cepat pergi
" Semoga anda sukses di akademi nanti . " Nalan mengantar Stefanie sampai ke depan kamar
" Terima kasih Nalan . " Stefanie hendak memasuki kamar terdengar suara dari kejauhan
" Hey ****** berhenti . " Suara seorang perempuan memanggil Stefanie seenaknya
" ****** … kalau begitu kau pelacur. Apa maumu . " Stefanie kesal dengan perkataan perempuan itu
" Kau … beraninya merayu tuan Nalan . Dasar tidak tahu diri . " Perempuan itu terus mencaci Stefanie
" Nalan yang menghampiriku . Aku tidak tertarik dengan dia. " Stefanie menyikapi dengan dingin
" Aku tidak percaya . Iblis setengah manusia pasti biadab tanpa pembohong . Mereka pantas dijadikan budak . " Perempuan itu semakin menjadi jadi . Stefanie menampar mukanya dengan kencang .
" Sebelum kau menjadikan ku budak aku akan membunuhmu . " Stefanie melempar perempuan itu ke tanah dan stefanie kembali ke kamarnya
" Aku ingin menolongmu tadi . Tapi aku tidak berani karena dia anak dari adik raja peri . " Lisa memandang Stefanie yang terlihat kesal
" Aku tidak peduli . Aku sekarang bisa meracuni mereka sesuka hati jika mereka macam-macam . " Stefanie berbaring ditempat tidur
" Cepat tidur mungkin saja perempuan itu hilang akal karena cemburu . " Lila menegur Stefanie yang kelelahan
" Aku akan membuat dia tidak punya akal kalau masih macam-macam denganku . " Stefanie terlelap . Lila dan Lisa tertawa mendengar ucapan Stefanie
Di aula kekaisaran peri . Raja perdana menteri dan jenderal masih bingung dan tidak habis pikir bagaimana bisa sihir perlindungan bisa diterobos dengan mudah walaupun dengan pedang kaisar iblis pertama .
" Apa mungkin anak itu punya kekuatan sihir yang sama hebatnya dengan kaisar iblis pertama . " Jenderal bertanya-tanya
" Mungkin saja Tapi Kekuatannya masih di tahap atas terlalu dini mengatakan dia sama seperti kaisar iblis pertama . " Raja menghela nafas
" Jangan konyol perdana menteri , pedang itu memang milik kaisar pertama aku yakin sekali . Tapi kalau menyimpan kekuatan sihir kaisar pertama , aku tidak tahu . " Raja melotot ke arah perdana menteri
" Aku tidak boleh gegabah mengambil keputusan . Bisa saja sihir perlindungan itu longgar karena ada pengkhianat di benua ini . " Raja peri bergumam dalam hati
Raja menyuruh ksatria bayangan miliknya untuk memeriksa sihir perlindungan di gua . Dan mengikuti gerak-gerik perdana menteri serta jenderal
Ksatria itu melihat ke gua perbatasan benua hitam dan benua peri . Ada yang aneh dari bentuk sihir perlindungan itu . Sihir perlindungan yang dipasang di perbatasan hanya tingkat dewa . Sementara dulu tingkat kaisar. Saat hendak melapor ke yang mulia raja peri , ksatria bayangan itu mati dibunuh oleh seseorang yang menggunakan topeng dan sihir pengubah suara .
Yang mulia raja peri mulai panik dan gelisah . Stefanie menawarkan diri untuk membantu menangkap pengkhianat benua peri . Mereka Memasang perangkap di gua . Ternyata benar jenderal perang benua peri berkhianat membocorkan keberadaan benua peri di gua dan korupsi hasil pertambangan di benua peri .
Dia membantu kerajaan iblis es menyuplai senjata saat perang dan dia juga menjual hasil pertambangan milik kerajaan peri tanpa ijin dan pemberitahuan . Dia ditangkap , jabatannya dicopot dan diasingkan ke jurang kematian . Harta kekayaannya disita pihak kerajaan dan keluarganya diasingkan ke wilayah pegunungan .
Seluruh penduduk hampir tidak percaya atas insiden ini . Keluarga jenderal malu bukan kepalang . Salah satu putranya memohon agar tidak mengasingkan ke jurang kematian
" Hamba mohon Baginda . Mungkin ayah saya tergoda oleh harta yang diberikan kerajaan iblis es yang mulia . " Putra jenderal memohon dengan sangat
" Aku tidak membunuhnya. Itu sudah menjadi belas kasihanku padamu . Pergilah . " Raja peri menyuruh putra jenderal pergi .
" Jurang kematian sangat menakutkan dan hampir tidak ada peri yang bisa bertahan hidup di sana yang mulia . Tolong ingat jasa ayah saya . " Putra jenderal kembali menunduk
" Hah … kau kembalilah dulu aku akan memikirkannya . " Raja kembali ke ruangannya
Raja sedih dan bimbang atas keputusannya . Dia amat menyayangkan perbuatan jenderal yang membocorkan keberadaan benua peri .
Disisi lain putri Sofia anak raja peri curiga masih ada pelaku lain yang membantu jenderal
" Selamat pagi nona Stefanie . " Putri Sofia menyapa Stefanie yang sedang berlatih di belakang istana.
" Selamat pagi putri . Keadaan anda semakin membaik . " Stefanie senang melihat Sofia sudah bisa beraktivitas dengan normal
" Ini berkat anda nona . Jika anda tidak menyalurkan aura anda mungkin saya masih di atas ranjang walau sudah membuka mata . " Sofia tersenyum
" Hanya kebetulan saya bisa putri . " Stefanie merendah
" Nona saya ingin mengajak anda ke perayaan ulang tahun kerajaan peri Minggu depan . Saya harap anda bisa hadir . " Sofia mengundang Stefanie
"Baiklah putri kami bertiga akan datang dengan senang hati . " Stefanie senang diundang ke perayaan ulang tahun kerajaan
" Kenapa kau mengundang orang luar keponakanku . " Adik raja peri datang dari arah depan memotong pembicaraan kami
" Mereka tamu raja dan ratu paman . Tentu saja harus diundang . " Sofia kaget paman berbicara seperti itu
" Orang luar tetaplah orang luar tidak pantas ada di perayaan . Mereka hanya tahanan sementara sampai kasus sihir perlindungan selesai . " Paman menghina dan berusaha menjatuhkan Stefanie
" Anda mungkin salah tuan . Saya disini bukan tahanan sementara . Melainkan saya akan membantu menyelidiki kasus sihir perlindungan itu . " Stefanie kesal dan atas perkataan paman
" Tidak tahu diri . " Paman berjalan meninggalkan mereka
" Bisa kacau rencana ku kalau mereka masih disini . Mereka punya sihir yang lumayan hebat . " Paman bergumam dalam hati
" Maafkan perkataan paman saya nona . Beliau hanya takut akan keberadaan peri yang terancam ." Sofia meminta maaf
" Tenang saja putri saya mengerti kekhawatiran beliau . " Stefanie menenangkan hati Sofia yang merasa bersalah