
" Apa kau tidak tidur semalaman . " Lila menguap disamping Stefanie
" Hahaha tidak . Kau coba lihat batu sihir ini bagus kan . " Stefanie menunjukkan batu sihir tingkat atas .
" Hey … itu mahal harganya dari mana kau dapat . " Lisa terbelalak melihat batu sihir tingkat atas stefanie yang berwarna cerah
" Aku belajar memurnikannya . " Stefanie tersenyum
" Kita kaya . " Lila dan Lisa kompak
" Kalian berisik sana cepat masak aku lapar . " Stefanie menyuruh Lila masak
" Ini kan mutiara sihir kau dapat dari mana . " Lisa terharu melihat mutiara sihir yang harganya sangat mahal
" Aku juga membuatnya dari batu sihir dan ramuan rahasia dari buku kaisar pertama . " Stefanie menjelaskan sedikit
" Kau hebat Stefanie . Kita bisa belajar lagi di akademi . Aku ingin segera balas dendam . " Lisa menggenggam tangannya
" Hahaha aku juga . Sekarang keluarkan aura sihir kalian lalu salurkan ke mutiara sihir ini . " Stefanie memberikan mutiara kepada temannya
" Baik . " Lisa dan Lila konsentrasi pada batu itu . Tak lama mereka berdua juga mengalami peningkatan. Dari aura sihir dasar dan Kekuatan sihir dasar ke menengah . Mereka melompat kegirangan .
" Jangan cepat puas kalian . Kita juga harus terus berlatih . Latihan paling menarik adalah dihutan sambil memburu para monster . Kita juga akan menawarkan kerjasama pada toko obat yang waktu itu . " Stefanie menasehati kedua temannya
" Oke . " Lila dan Lisa memeluk Stefanie dengan erat
Mereka bertiga menuju ke pasar untuk bahan obat lagi dan menawarkan kerja sama dengan paman pemilik toko .
" Halo paman . Paman masih ingat dengan kami . " Lila tersenyum
" Tentu saja . Ingatanku masih bagus gadis muda . " Paman itu tersenyum
" Kami ingin menjual mutiara sihir dan batu sihir tingkat atas . " Lila mengeluarkan bungkusan
" Ini … mutiara langit yang sangat berharga . Kau punya sebanyak ini ." Paman itu terkejut
" Kami masih punya banyak paman itu hanya penawaran awal kami saja." Lila menatap paman
" Baiklah . setidaknya ini bisa dilelang dengan harga 10.000 koin emas tiap butir mutiara . Sedangkan batu sihir tingkat atas hanya dihargai 10 koin emas apa kalian mau . " Paman itu Bertanya
" Setuju paman . " Mereka bertiga mengangguk
" Ini uang muka untuk kalian dan ini kartu pelanggan khusus untuk kalian. Datanglah 3 hari lagi Untuk pelunasannya . Hari itu lelang akan dibuka . " Paman itu menjelaskan
" Iya paman kami sangat berterima kasih . " Mereka bertiga tersenyum senang
" Panggil aku Luis . " Paman Luis memperkenalkan diri
" Terima kasih paman Luis kami permisi . " Mereka bertiga Keluar dari toko obat itu dengan hati gembira . Tidak lupa mereka juga melihat-lihat toko obat yang ramai dikunjungi warga . Mereka membeli beberapa bahan tanaman obat dan cincin ruang . Mereka juga membeli baju perabot rumah tangga dan bahan makanan .
" Kenapa kau membeli 3 cincin ruang. " Lisa bertanya pada Stefanie dengan gugup
" Aku tidak bermaksud apa-apa . Jika kalian bisa menghasilkan uang sendiri , kalian bisa menyimpannya disitu . Belum tentu saat di akademi kita selalu bersama kan . " Stefanie tersenyum
" Terima kasih atas apa yang kau berikan padaku . Apa kau tidak membenciku . " Lisa bertanya sambil jalan menuju ke rumah
" Tentu saja tidak . Kakakmu dan keluargamu hanya berniat untuk mengambil harta milik kalleid tapi justru keluarga kandungkulah yang melakukan perbuatan kejam . Justru aku yang malu pada kalian . " Stefanie menghela nafas
" Tidak . Kau tidak perlu malu . Mereka bukan keluargamu lagi . Kitalah keluargamu yang sekarang ." Lila tersenyum memandang Stefanie
" Terima kasih Lila . " Stefanie menjadi bersemangat
3 hari kemudian mereka bertiga menuju tempat pelelangan toko obat. Ternyata tuan Renaldi juga datang .
" Kalian datang kesini juga ternyata ." Tuan Renaldi tersenyum
" Iya kami penasaran bagaimana proses lelang di benua ini . " Stefanie berjalan menuju tempat duduk
" Bagus … bagus . Tapi biasanya yang melelang dengan harga paling tinggi adalah dari keluarga selir agung . Mereka benar-benar sangat kaya . Aku juga mau mutiara sihir ini untuk anakku yang ada di akademi ." Tuan Renaldi khawatir jika dia tidak dapat memenangkan lelang
" Aku yakin pasti bisa tuan . " Stefanie menenangkan tuan Renaldi
Benar saja . Keluarga selir agung mendominasi pelelangan . Mereka terlihat angkuh dan sombong . Setiap ada seseorang menawar barang , pihak keluarga selir agung selalu menaikkan harga dua kali lipat . Membuat seluruh orang yang hadir di pelelangan merasa kecewa .
Mutiara sihir keluar . Warga antusias dan heboh melihat warna mutiara sihir yang begitu terang .
" Sebenarnya bagaimana kamu bisa memurnikan mutiara yang seterang itu . " Lisa berbisik lirih
" Aku juga tidak paham . Aku cuma melihat instruksi di dalam buku . " Stefanie tersenyum
" Kau ini . " Lisa heran
Lelang berakhir dengan penuh kekecewaan . Stefanie menghadiahkan 4 mutiara sihir kepada tuan Renaldi .
" Tuan tunggu . Ini bukalah waktu dirumah dan jangan beritahu siapapun kalau aku yang memberikannya. Kalau kau memberikan pada anakmu lebih baik hati-hati mungkin ada orang yang mengincarmu." Stefanie memberikan kotak kecil pada tuan Renaldi
" ba...baiklah . " Tuan Renaldi terbata-bata heran dan penasaran apa isinya
Mereka bertiga menerima sisa uang lelang mutiara sihir .
" Tuan Luis apa anda bisa mencari bahan ini dalam jumlah banyak . " Stefanie menyodorkan kertas yang berisi tentang bahan tanaman obat dan batu sihir
" Aku bisa menyediakannya dalam jumlah banyak . Tapi hanya sedikit orang yang bisa memurnikan dan meracik ramuannya . " Paman Luis menyanggupi permintaan Stefanie
" Ini resep dari mutiara sihir . Aku yang akan memurnikan dan membuat ramuan . Paman tinggal menyediakan tanaman obat dan batu sihir semakin tinggi tingkatnya semakin bagus . Tapi nanti hasil penjualannya harus dibagi dua . " Stefanie menjelaskan secara detail
" Hahaha … baiklah aku setuju . Aku tidak menyangka kau bisa memurnikan dengan begitu baik . Jadi kita bisa jual secara massal tanpa dipengaruhi keluarga selir agung . " Paman Luis merasa lega
Mereka bertiga keluar dari toko obat . Tanpa sengaja Stefanie Bertemu Leon dan Josh di pasar .
" Leon . Kau disini . " Stefanie memanggil Leon yang sedang membeli sesuatu
" Stefanie kita pulang duluan ya . " Lila menggandeng tangan Lisa untuk pergi dari tempat itu
" Sebenarnya dia siapa sih kenapa aku tidak bisa melihat auranya . " Lisa berbisik pada Lila
" Dia pengawal raja benua hitam . Tentu saja kekuatan sihirnya sangat hebat . Lebih baik kita jangan ganggu mereka . " Lila berbicara dengan lirih
" Memangnya kenapa . " Lisa bertanya karena tidak tahu
" Kau putri yang bodoh . Apa kau tidak melihat sorot mata ksatria itu sangat senang melihat Stefanie . " Lila jengkel
" Dia lumayan tampan lebih tampan kalleid tentunya . " Lisa membandingkan dua pria teman Stefanie
" pelankan suaramu . Dia sudah tidak ada . Ayo kembali . " Lila berjalan menuju rumah
" Apa kau sudah selesai berbelanja ." Leon bertanya dengan nada yang lembut
" Sebenarnya sudah . Tapi aku ingin melihat toko senjata di ujung jalan . " Stefanie jadi salah tingkah di depan Leon
" Apa boleh aku temani . " Leon menawarkan diri
" Baiklah . Aku rasa kau juga bisa membantuku memilih senjata yang cocok . " Stefanie jalan berdua menuju toko senjata . Sampai di dalam toko , Stefanie kagum dan keheranan melihat toko senjata begitu lengkap dan berkualitas tinggi.
" Anda mencari apa tuan . Senjata untuk istri anda ya . " Penjaga toko tersenyum mengira kami suami istri
" Bu … bukan kami hanya teman . " Stefanie menjawab dengan gugup
" Hahaha hari ini hanya teman . Kalian kan tidak tahu tahun depan akan jadi teman atau teman diranjang . " Penjaga toko meledek stefanie dan Leon
" Ehem … kami butuh senjata yang ringan tapi berkualitas tinggi . " Muka Leon langsung merah malu mendengar perkataan penjaga toko
" Ada tuan . Belati merah dan jarum pelumpuh otot . " penjaga toko memperlihatkan barangnya
" Wah ini hebat sekali Leon . Dan juga sangat ringan . Aku suka . " Stefanie melihat kedua barang yang ditunjukkan
" Beli saja keduanya kau bisa menyimpan saat ada bahaya . " Leon mengeluarkan koin emas untuk membayar senjata
" Tidak Leon aku bisa membayarnya sendiri . " Stefanie menolak pemberian Leon
" Simpan saja uangmu . Kau bisa menggunakan saat kau di akademi nanti . Di akademi kau butuh biaya yang tidak sedikit . " Leon berusaha mengingatkan
" sekali lagi Terima Kasih atas pemberianmu . " Stefanie merasa malu . Mereka berdua keluar dari toko senjata lalu istirahat di cafe .
" Pesanlah sesukamu . Kalau perlu bungkus juga untuk teman-temanmu." Leon menyodorkan menu makanan
" Tidak … tidak . Kau memberiku terlalu banyak . " Stefanie mencoba menolak Leon
" Pfft … ini sebanding dengan nyawaku yang kau selamatkan . Kalau tidak mana mungkin aku masih disini . " Leon tersenyum manis
" Baru beberapa hari yang lalu aku menangisi kepergian kalleid . Tapi hari ini kenapa jantungku berdetak kencang sekali di hadapan Leon . " Stefanie bergumam dalam hati
" Tapi tetap saja ini terlalu banyak . " Stefanie tetap ngotot menolak
" Tidak . Gajiku sebulan cukup untuk membayar biaya akademi sampai lulus ." Leon tersenyum
" Benarkah . Gajinya sangat besar . Stefanie terbelalak mendengar gaji yang didapat ksatria
" kau juga bisa masuk ke dalam ksatria benua hitam . Tapi kau harus berjuang keras minimal kekuatan sihir tingkat atas baru diterima . " Leon menjelaskan
" Lalu apa bedanya seragam merah dan hitam . Kau mengenakan merah , kemarin aku melihat ada seorang ksatria hitam di jalan . " Stefanie penasaran
" Ksatria merah berada di tingkat pertama langsung dibawah komando Baginda raja , ksatria hitam tingkat kedua di bawah komando jenderal , ksatria biru tingkat ketiga dibawah komando jenderal .
Yang membedakan mereka hanya aura sihir kekuatan sihir serta aura pedang . Semakin tinggi semakin kamu bisa masuk ke ksatria tertinggi." Leon menjelaskan dengan gamblang
" Baiklah aku akan berusaha sekuat mungkin walau aku belum mengaktifkan aura pedang . " Stefanie makin semangat mendengar cerita Leon
" Semangat . " Leon tersenyum melihat tingkah lucu Stefanie
" Kau menemaniku Sampai malam begini . Apa Baginda raja tidak mencarimu . " Stefanie berjalan menuju rumah diantar Leon
" Tidak . Kami bergantian menjaga beliau . " Leon merasa bingung mau menjawab apa . Baginda raja yang stefanie maksud adalah dia sendiri
" Oh begitu . Terima kasih sudah menemaniku hari ini . " Stefanie Sampai di depan rumah
" Kalau kau ada masalah kau bisa mencari ku di asrama ksatria merah . Cari saja ksatria Josh dan tunjukkan lencananya . Dia akan menyampaikan pesanmu . " Leon memakaikan jepit rambut yang dibelinya di pasar ke rambut Stefanie
" Terima kasih . " Stefanie tersipu malu
" Ini tidak mahal dan terkesan murahan . Tapi lain kali aku akan memberimu yang lebih mahal dan berharga . " Leon memandang bibir Stefanie yang merah
" Tidak perlu Leon ini juga bagus . " Stefanie memalingkan muka . Dia tidak berani menatap Leon
" Aku pergi dulu . Hati-hati dirumah ." Leon pergi meninggalkan Stefanie
" Bagaimana keadaan jantungmu malam ini . Apa akan meledak . " Lila dan Lisa muncul dari belakang
" Ka...kalian bikin kaget saja . Aku masuk dulu . " Stefanie malu diledek Lila dan Lisa
" Yang mulia , bukankah itu wanita Yang bertanding di akademi . Dia ada disini . " Josh heran Stefanie bisa sampai kemari
" Iya kelihatannya dia pergi ke benua hitam sebelum kalleid mati . " Leon memandang rumah Lila dari jauh
" Aku memberikan lencana emas mu pada dia . Kau tau maksudku kan . " Leon tersenyum
" Baik yang mulia . " Josh berjalan di belakang Leon
" Tumben yang mulia Leon sangat royal pada wanita . Ini pertama kalinya . Biasanya dia tidak peduli sama sekali . Para istri dan selirnya saja hanya disentuh saat malam pertama mereka . Selebihnya hanya sebagai pajangan di Harem . " Josh bergumam dalam hati . Mereka berdua kembali ke istana menggunakan sayap