THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 19



" Apa kau tidak tidur semalaman . " Lila menguap disamping Stefanie


" Hahaha tidak . Kau coba lihat batu sihir ini bagus kan . " Stefanie menunjukkan batu sihir tingkat atas .


" Hey … itu mahal harganya dari mana kau dapat . " Lisa terbelalak melihat batu sihir tingkat atas stefanie yang berwarna cerah


" Aku belajar memurnikannya . " Stefanie tersenyum


" Kita kaya . " Lila dan Lisa kompak


" Kalian berisik sana cepat masak aku lapar . " Stefanie menyuruh Lila masak


" Ini kan mutiara sihir kau dapat dari mana . " Lisa terharu melihat mutiara sihir yang harganya sangat mahal


" Aku juga membuatnya dari batu sihir dan ramuan rahasia dari buku kaisar pertama . " Stefanie menjelaskan sedikit


" Kau hebat Stefanie . Kita bisa belajar lagi di akademi . Aku ingin segera balas dendam . " Lisa menggenggam tangannya


" Hahaha aku juga . Sekarang keluarkan aura sihir kalian lalu salurkan ke mutiara sihir ini . " Stefanie memberikan mutiara kepada temannya


" Baik . " Lisa dan Lila konsentrasi pada batu itu . Tak lama mereka berdua juga mengalami peningkatan. Dari aura sihir dasar dan Kekuatan sihir dasar ke menengah . Mereka melompat kegirangan .


" Jangan cepat puas kalian . Kita juga harus terus berlatih . Latihan paling menarik adalah dihutan sambil memburu para monster . Kita juga akan menawarkan kerjasama pada toko obat yang waktu itu . " Stefanie menasehati kedua temannya


" Oke . " Lila dan Lisa memeluk Stefanie dengan erat


Mereka bertiga menuju ke pasar untuk bahan obat lagi dan menawarkan kerja sama dengan paman pemilik toko .


" Halo paman . Paman masih ingat dengan kami . " Lila tersenyum


" Tentu saja . Ingatanku masih bagus gadis muda . " Paman itu tersenyum


" Kami ingin menjual mutiara sihir dan batu sihir tingkat atas . " Lila mengeluarkan bungkusan


" Ini … mutiara langit yang sangat berharga . Kau punya sebanyak ini ." Paman itu terkejut


" Kami masih punya banyak paman itu hanya penawaran awal kami saja." Lila menatap paman


" Baiklah . setidaknya ini bisa dilelang dengan harga 10.000 koin emas tiap butir mutiara . Sedangkan batu sihir tingkat atas hanya dihargai 10 koin emas apa kalian mau . " Paman itu Bertanya


" Setuju paman . " Mereka bertiga mengangguk


" Ini uang muka untuk kalian dan ini kartu pelanggan khusus untuk kalian. Datanglah 3 hari lagi Untuk pelunasannya . Hari itu lelang akan dibuka . " Paman itu menjelaskan


" Iya paman kami sangat berterima kasih . " Mereka bertiga tersenyum senang


" Panggil aku Luis . " Paman Luis memperkenalkan diri


" Terima kasih paman Luis kami permisi . " Mereka bertiga Keluar dari toko obat itu dengan hati gembira . Tidak lupa mereka juga melihat-lihat toko obat yang ramai dikunjungi warga . Mereka membeli beberapa bahan tanaman obat dan cincin ruang . Mereka juga membeli baju perabot rumah tangga dan bahan makanan .


" Kenapa kau membeli 3 cincin ruang. " Lisa bertanya pada Stefanie dengan gugup


" Aku tidak bermaksud apa-apa . Jika kalian bisa menghasilkan uang sendiri , kalian bisa menyimpannya disitu . Belum tentu saat di akademi kita selalu bersama kan . " Stefanie tersenyum


" Terima kasih atas apa yang kau berikan padaku . Apa kau tidak membenciku . " Lisa bertanya sambil jalan menuju ke rumah


" Tentu saja tidak . Kakakmu dan keluargamu hanya berniat untuk mengambil harta milik kalleid tapi justru keluarga kandungkulah yang melakukan perbuatan kejam . Justru aku yang malu pada kalian . " Stefanie menghela nafas


" Tidak . Kau tidak perlu malu . Mereka bukan keluargamu lagi . Kitalah keluargamu yang sekarang ." Lila tersenyum memandang Stefanie


" Terima kasih Lila . " Stefanie menjadi bersemangat


3 hari kemudian mereka bertiga menuju tempat pelelangan toko obat. Ternyata tuan Renaldi juga datang .


" Kalian datang kesini juga ternyata ." Tuan Renaldi tersenyum


" Iya kami penasaran bagaimana proses lelang di benua ini . " Stefanie berjalan menuju tempat duduk


" Bagus … bagus . Tapi biasanya yang melelang dengan harga paling tinggi adalah dari keluarga selir agung . Mereka benar-benar sangat kaya . Aku juga mau mutiara sihir ini untuk anakku yang ada di akademi ." Tuan Renaldi khawatir jika dia tidak dapat memenangkan lelang


" Aku yakin pasti bisa tuan . " Stefanie menenangkan tuan Renaldi


Benar saja . Keluarga selir agung mendominasi pelelangan . Mereka terlihat angkuh dan sombong . Setiap ada seseorang menawar barang , pihak keluarga selir agung selalu menaikkan harga dua kali lipat . Membuat seluruh orang yang hadir di pelelangan merasa kecewa .


Mutiara sihir keluar . Warga antusias dan heboh melihat warna mutiara sihir yang begitu terang .


" Sebenarnya bagaimana kamu bisa memurnikan mutiara yang seterang itu . " Lisa berbisik lirih


" Aku juga tidak paham . Aku cuma melihat instruksi di dalam buku . " Stefanie tersenyum


" Kau ini . " Lisa heran


Lelang berakhir dengan penuh kekecewaan . Stefanie menghadiahkan 4 mutiara sihir kepada tuan Renaldi .


" Tuan tunggu . Ini bukalah waktu dirumah dan jangan beritahu siapapun kalau aku yang memberikannya. Kalau kau memberikan pada anakmu lebih baik hati-hati mungkin ada orang yang mengincarmu." Stefanie memberikan kotak kecil pada tuan Renaldi


" ba...baiklah . " Tuan Renaldi terbata-bata heran dan penasaran apa isinya


Mereka bertiga menerima sisa uang lelang mutiara sihir .


" Tuan Luis apa anda bisa mencari bahan ini dalam jumlah banyak . " Stefanie menyodorkan kertas yang berisi tentang bahan tanaman obat dan batu sihir


" Aku bisa menyediakannya dalam jumlah banyak . Tapi hanya sedikit orang yang bisa memurnikan dan meracik ramuannya . " Paman Luis menyanggupi permintaan Stefanie


" Ini resep dari mutiara sihir . Aku yang akan memurnikan dan membuat ramuan . Paman tinggal menyediakan tanaman obat dan batu sihir semakin tinggi tingkatnya semakin bagus . Tapi nanti hasil penjualannya harus dibagi dua . " Stefanie menjelaskan secara detail


" Hahaha … baiklah aku setuju . Aku tidak menyangka kau bisa memurnikan dengan begitu baik . Jadi kita bisa jual secara massal tanpa dipengaruhi keluarga selir agung . " Paman Luis merasa lega


Mereka bertiga keluar dari toko obat . Tanpa sengaja Stefanie Bertemu Leon dan Josh di pasar .


" Leon . Kau disini . " Stefanie memanggil Leon yang sedang membeli sesuatu


" Stefanie kita pulang duluan ya . " Lila menggandeng tangan Lisa untuk pergi dari tempat itu


" Sebenarnya dia siapa sih kenapa aku tidak bisa melihat auranya . " Lisa berbisik pada Lila


" Dia pengawal raja benua hitam . Tentu saja kekuatan sihirnya sangat hebat . Lebih baik kita jangan ganggu mereka . " Lila berbicara dengan lirih


" Memangnya kenapa . " Lisa bertanya karena tidak tahu


" Kau putri yang bodoh . Apa kau tidak melihat sorot mata ksatria itu sangat senang melihat Stefanie . " Lila jengkel


" Dia lumayan tampan lebih tampan kalleid tentunya . " Lisa membandingkan dua pria teman Stefanie


" pelankan suaramu . Dia sudah tidak ada . Ayo kembali . " Lila berjalan menuju rumah


" Apa kau sudah selesai berbelanja ." Leon bertanya dengan nada yang lembut


" Sebenarnya sudah . Tapi aku ingin melihat toko senjata di ujung jalan . " Stefanie jadi salah tingkah di depan Leon


" Apa boleh aku temani . " Leon menawarkan diri


" Baiklah . Aku rasa kau juga bisa membantuku memilih senjata yang cocok . " Stefanie jalan berdua menuju toko senjata . Sampai di dalam toko , Stefanie kagum dan keheranan melihat toko senjata begitu lengkap dan berkualitas tinggi.


" Anda mencari apa tuan . Senjata untuk istri anda ya . " Penjaga toko tersenyum mengira kami suami istri


" Bu … bukan kami hanya teman . " Stefanie menjawab dengan gugup


" Hahaha hari ini hanya teman . Kalian kan tidak tahu tahun depan akan jadi teman atau teman diranjang . " Penjaga toko meledek stefanie dan Leon


" Ehem … kami butuh senjata yang ringan tapi berkualitas tinggi . " Muka Leon langsung merah malu mendengar perkataan penjaga toko


" Ada tuan . Belati merah dan jarum pelumpuh otot . " penjaga toko memperlihatkan barangnya


" Wah ini hebat sekali Leon . Dan juga sangat ringan . Aku suka . " Stefanie melihat kedua barang yang ditunjukkan


" Beli saja keduanya kau bisa menyimpan saat ada bahaya . " Leon mengeluarkan koin emas untuk membayar senjata


" Tidak Leon aku bisa membayarnya sendiri . " Stefanie menolak pemberian Leon


" Simpan saja uangmu . Kau bisa menggunakan saat kau di akademi nanti . Di akademi kau butuh biaya yang tidak sedikit . " Leon berusaha mengingatkan


" sekali lagi Terima Kasih atas pemberianmu . " Stefanie merasa malu . Mereka berdua keluar dari toko senjata lalu istirahat di cafe .


" Pesanlah sesukamu . Kalau perlu bungkus juga untuk teman-temanmu." Leon menyodorkan menu makanan


" Tidak … tidak . Kau memberiku terlalu banyak . " Stefanie mencoba menolak Leon


" Pfft … ini sebanding dengan nyawaku yang kau selamatkan . Kalau tidak mana mungkin aku masih disini . " Leon tersenyum manis


" Baru beberapa hari yang lalu aku menangisi kepergian kalleid . Tapi hari ini kenapa jantungku berdetak kencang sekali di hadapan Leon . " Stefanie bergumam dalam hati


" Tapi tetap saja ini terlalu banyak . " Stefanie tetap ngotot menolak


" Tidak . Gajiku sebulan cukup untuk membayar biaya akademi sampai lulus ." Leon tersenyum


" Benarkah . Gajinya sangat besar . Stefanie terbelalak mendengar gaji yang didapat ksatria


" kau juga bisa masuk ke dalam ksatria benua hitam . Tapi kau harus berjuang keras minimal kekuatan sihir tingkat atas baru diterima . " Leon menjelaskan


" Lalu apa bedanya seragam merah dan hitam . Kau mengenakan merah , kemarin aku melihat ada seorang ksatria hitam di jalan . " Stefanie penasaran


" Ksatria merah berada di tingkat pertama langsung dibawah komando Baginda raja , ksatria hitam tingkat kedua di bawah komando jenderal , ksatria biru tingkat ketiga dibawah komando jenderal .


Yang membedakan mereka hanya aura sihir kekuatan sihir serta aura pedang . Semakin tinggi semakin kamu bisa masuk ke ksatria tertinggi." Leon menjelaskan dengan gamblang


" Baiklah aku akan berusaha sekuat mungkin walau aku belum mengaktifkan aura pedang . " Stefanie makin semangat mendengar cerita Leon


" Semangat . " Leon tersenyum melihat tingkah lucu Stefanie


" Kau menemaniku Sampai malam begini . Apa Baginda raja tidak mencarimu . " Stefanie berjalan menuju rumah diantar Leon


" Tidak . Kami bergantian menjaga beliau . " Leon merasa bingung mau menjawab apa . Baginda raja yang stefanie maksud adalah dia sendiri


" Oh begitu . Terima kasih sudah menemaniku hari ini . " Stefanie Sampai di depan rumah


" Kalau kau ada masalah kau bisa mencari ku di asrama ksatria merah . Cari saja ksatria Josh dan tunjukkan lencananya . Dia akan menyampaikan pesanmu . " Leon memakaikan jepit rambut yang dibelinya di pasar ke rambut Stefanie


" Terima kasih . " Stefanie tersipu malu


" Ini tidak mahal dan terkesan murahan . Tapi lain kali aku akan memberimu yang lebih mahal dan berharga . " Leon memandang bibir Stefanie yang merah


" Tidak perlu Leon ini juga bagus . " Stefanie memalingkan muka . Dia tidak berani menatap Leon


" Aku pergi dulu . Hati-hati dirumah ." Leon pergi meninggalkan Stefanie


" Bagaimana keadaan jantungmu malam ini . Apa akan meledak . " Lila dan Lisa muncul dari belakang


" Ka...kalian bikin kaget saja . Aku masuk dulu . " Stefanie malu diledek Lila dan Lisa


" Yang mulia , bukankah itu wanita Yang bertanding di akademi . Dia ada disini . " Josh heran Stefanie bisa sampai kemari


" Iya kelihatannya dia pergi ke benua hitam sebelum kalleid mati . " Leon memandang rumah Lila dari jauh


" Aku memberikan lencana emas mu pada dia . Kau tau maksudku kan . " Leon tersenyum


" Baik yang mulia . " Josh berjalan di belakang Leon


" Tumben yang mulia Leon sangat royal pada wanita . Ini pertama kalinya . Biasanya dia tidak peduli sama sekali . Para istri dan selirnya saja hanya disentuh saat malam pertama mereka . Selebihnya hanya sebagai pajangan di Harem . " Josh bergumam dalam hati . Mereka berdua kembali ke istana menggunakan sayap