
Stefanie sudah sampai ruang guru. Dia terkejut banyak sekali pekerjaan yang cocok untuk dia . Mulai jadi pelayan toko , asisten rumah tangga , berburu monster , berburu hewan sihir dan sebagainya .
" Kau mau ambil pekerjaan yang mana nak . " Seorang wanita paruh baya menyapa Stefanie .
" Mungkin yang ini master . " Stefanie menunjukkan pekerjaan berburu monster dan berburu hewan sihir .
" Pekerjaan ini terlalu beresiko untuk perempuan cantik sepertimu." Wanita itu memperingatkan stefanie .
" Tidak apa-apa master . Saya tahu. " Stefanie tersenyum .
" Baiklah . Tanda tangan disini lalu isi namamu disini . 2 Pekerjaan ini hanya mencari kristal merah , kristal hitam dan mutiara emas yang ada di tubuh hewan atau monster . Jadi untuk tubuhnya bisa kau jual di luar akademi . " Wanita itu menjelaskan dengan rinci .
" Baik master saya mengerti . "
" Waktunya hanya satu bulan . " Master menambahkan
" Iya master . Saya permisi . " Stefanie pulang ke rumah dengan senang .
" Dapat pekerjaan . " Lila duduk di depan asrama sambil berlatih .
" Dapat ada dua . Apa kalian mau ikut . Waktunya satu bulan . "
" Boleh aku juga mau . " Lisa mengangguk .
" Maaf aku tidak bisa . Aku harus membuat ramuan obat untuk paman Luis . " Lila sedih tidak bisa ikut mereka pergi .
" Tenang saja kami akan bawakan kau tanaman obat yang banyak . " Lisa tersenyum
" Hahaha … kau pintar juga . " Lila menepuk pundak Lisa .
" Singkirkan tanganmu . " Lisa emosi Lila menepuk pundaknya dengan keras .
" Aku istirahat dulu . Aku lelah . " Stefanie masuk ke kamar dan membuka buku tentang sihir jurus pedang pengendali iblis . Dia mulai mempraktekkan sihir tersebut .
" Wah … hebat . Jurus ini sungguh luar biasa . Hanya 12 gerakan yang saling berlawanan arah dan memutari lawan dengan langkah cepat . Bisa membuat lawan bingung dan pecah konsentrasinya." Stefanie tersenyum.
Pagi hari mereka berangkat menuju kelas bersama . Di depan kelas , mereka sudah dihadang oleh para senior .
" Apa gadis kecil ini yang bisa mengalahkan si pecundang Rey . " Seorang anak laki-laki mendekati Stefanie dan mencium rambutnya .
" Siapa kau . Kenapa menghalangi jalan kami . " Stefanie menyingkirkan tangan laki-laki itu dari rambutnya .
" Aku hanya ingin memandang wajahmu yang indah . " Laki-laki itu memberikan bunga pada stefanie . Stefanie justru tidak suka dengan sikapnya .
" Maaf aku tidak suka bunga . Sebaiknya kau menyingkir dari jalanku . " Stefanie mulai kesal .
" Bagaimana kalau aku tidak mau."
" Terserah . " Stefanie memutar arah lalu mencari jalan lain .
" Gadis galak . Aku suka . " Laki-laki itu tersenyum manis .
" Kau mulai tertarik dengan gadis baru itu . Aku dengar dia bisa menghisap racun . Dia juga yang membuatku turun tingkat ke 60 ." Rey mengumpat kesal .
" Mungkin . Tapi aku harus usaha keras . Dia seperti kucing liar yang susah ditaklukan . " Laki-laki itu pergi bersama Rey .
Selesai kelas mereka ke ruang guru pembimbing untuk mengambil surat ijin bekerja sampingan .
" Lila aku harap kau bisa pulang ke rumah mengurus pembelian rumah baru . Sebentar lagi kan pelelangan rumah koruptor . Harganya jauh lebih murah . " Stefanie berpesan pada Lila .
" Jangan khawatir . Aku pasti memenangkan lelang itu . " Lila tersenyum . Stefanie memberikan sejumlah koin emas kepada Lila untuk dibelikan rumah dan kebutuhan . Mereka bertiga berpisah dengan Lila di luar akademi .
Lisa dan Stefanie menuju ke hutan menunggangi Riri .
" Aku juga tidak tahu kenapa . Mungkin saja sudah terbiasa . " Lisa tertawa .
Baru saja tiba di hutan , para monster penghisap darah sudah menunggu di depan kami . Riri yang takut langsung masuk ke cincin ruang .
" Aku kira akan bisa istirahat dengan nyenyak malam ini . Ternyata tidak ." Stefanie menghela nafas .
" Pedang seribu bayangan . " Monster penghisap darah mati dengan satu serangan . Stefanie juga mengeluarkan jurus sihir pedang pengendali iblis . Kawanan mereka sudah separuh mati .
Stefanie menggunakan jari Dahlia membunuh makhluk itu satu persatu . Lisa berhasil membunuh sebagian dengan panahnya . Stefanie mulai mengorek tubuh monster itu lalu mengambil kristal hitam dalam tubuhnya . Tubuh monster itu sudah ditunggu oleh singa api .
" Apa mereka kelaparan . " Lisa menggelengkan kepala melihat tingkah singa api dan Riri berebut makanan .
" Riri kau harus membagi makananmu . " Stefanie berteriak pada Riri yang berkelahi di dalam cincin ruang .
" Grow …" terdengar suara raungan Riri yang seperti kesal .
Stefanie dan Lisa melanjutkan perjalanan . Mereka berdua menemukan serigala merah saling bertarung berebut wilayah .
" Aku pakai jarum pelumpuh jantung lalu kau panah di bagian mata mereka .
" Ehm . " Lisa hanya mengangguk.
Stefanie mulai melemparkan jarumnya ke kawanan serigala merah . Mereka semua tidak bisa bergerak lalu Lisa menghujamnya dengan anak panah . Kawanan serigala merah tergeletak di tanah .
Stefanie mengambil kristal merah dan Lisa melemparkan tubuh serigala ke cincin ruang . Mereka istirahat sejenak di bawah pohon .
Stefanie yang kelelahan tidur di bawah pohon . Sedangkan Lisa berada di atas pohon . Terdengar suara langkah kaki seseorang . Stefanie menyadarinya tapi pura-pura tidur .
Orang itu mengendap dan membunuh seseorang di balik pohon yang mengincar stefanie dan Lisa .
" Hah… siapa itu . " Stefanie terkejut dengan suara seseorang yang kesakitan .
" Maaf sudah mengganggu nona . Saya hanya diutus untuk Mengawal nona saat berada di luar akademi . " Ksatria itu menunjukkan tokennya .
" Oh iya . Terima kasih sudah menyelamatkanku . "
" Silahkan anda melanjutkan istirahat . Saya akan membereskan mayat itu . " Ksatria itu pergi .
" Hoam … ada apa . " Lisa terbangun .
" Tidak ada apa-apa . Tidurlah lagi." Mereka berdua kembali tidur sampai pagi .
Keesokan paginya stefanie melintasi desa yang sudah porak poranda dan berantakan . Disana sini juga ada banyak sekali tulang manusia .
" Sebenarnya ada apa dengan desa ini ." Stefanie bertanya-tanya .
" Mungkin dihabisi binatang buas atau monster . Bisa juga para perampok . " Lisa melihat sekeliling dan mengamati dengan jelas .
Stefanie menemukan salah satu warga yang masih bernafas .
" Ada apa di desa ini nyonya ." Stefanie mengangkat kepala wanita itu .
" Ritual …" wanita berkata dengan terbata-bata dan akhirnya meregang nyawa .
" Ritual apa maksudnya . " Stefanie sedih lalu menguburkan mayat wanita itu . Stefanie dan Lisa melanjutkan menyusuri desa itu .
Mereka melihat seseorang menyiksa warga dan suara kesakitan para warga yang ditahan dan tangannya diikat .
" Mereka sedang apa . Kenapa ada banyak sekali darah . " Lisa langsung mual dan muntah melihatnya . Dia tidak berani mendekat lalu bersembunyi di cincin ruang milik Stefanie .
" Apa ini yang disebut ritual sihir . Ayahku juga mengincarku juga ingin melakukan ritual sihir . " Stefanie melihat seorang wanita tua renta membunuh gadis belia yang sangat cantik dan mengambil jantungnya . Dia menyerap aura milik gadis itu lewat jantung yang dia ambil . Seketika tubuh wanita itu jadi muda dan kekuatan sihir yang dia miliki meningkatkan dua kali lipat . Stefanie terkejut dan heran melihat perubahan yang dialami oleh wanita tua renta itu . Terlihat para warga merinding ketakutan dan tidak berani menatap wajahnya .