THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 35



Stefanie sudah sampai ruang guru. Dia terkejut banyak sekali pekerjaan yang cocok untuk dia . Mulai jadi pelayan toko , asisten rumah tangga , berburu monster , berburu hewan sihir dan sebagainya .


" Kau mau ambil pekerjaan yang mana nak . " Seorang wanita paruh baya menyapa Stefanie .


" Mungkin yang ini master . " Stefanie menunjukkan pekerjaan berburu monster dan berburu hewan sihir .


" Pekerjaan ini terlalu beresiko untuk perempuan cantik sepertimu." Wanita itu memperingatkan stefanie .


" Tidak apa-apa master . Saya tahu. " Stefanie tersenyum .


" Baiklah . Tanda tangan disini lalu isi namamu disini . 2 Pekerjaan ini hanya mencari kristal merah , kristal hitam dan mutiara emas yang ada di tubuh hewan atau monster . Jadi untuk tubuhnya bisa kau jual di luar akademi . " Wanita itu menjelaskan dengan rinci .


" Baik master saya mengerti . "


" Waktunya hanya satu bulan . " Master menambahkan


" Iya master . Saya permisi . " Stefanie pulang ke rumah dengan senang .


" Dapat pekerjaan . " Lila duduk di depan asrama sambil berlatih .


" Dapat ada dua . Apa kalian mau ikut . Waktunya satu bulan . "


" Boleh aku juga mau . " Lisa mengangguk .


" Maaf aku tidak bisa . Aku harus membuat ramuan obat untuk paman Luis . " Lila sedih tidak bisa ikut mereka pergi .


" Tenang saja kami akan bawakan kau tanaman obat yang banyak . " Lisa tersenyum


" Hahaha … kau pintar juga . " Lila menepuk pundak Lisa .


" Singkirkan tanganmu . " Lisa emosi Lila menepuk pundaknya dengan keras .


" Aku istirahat dulu . Aku lelah . " Stefanie masuk ke kamar dan membuka buku tentang sihir jurus pedang pengendali iblis . Dia mulai mempraktekkan sihir tersebut .


" Wah … hebat . Jurus ini sungguh luar biasa . Hanya 12 gerakan yang saling berlawanan arah dan memutari lawan dengan langkah cepat . Bisa membuat lawan bingung dan pecah konsentrasinya." Stefanie tersenyum.


Pagi hari mereka berangkat menuju kelas bersama . Di depan kelas , mereka sudah dihadang oleh para senior .


" Apa gadis kecil ini yang bisa mengalahkan si pecundang Rey . " Seorang anak laki-laki mendekati Stefanie dan mencium rambutnya .


" Siapa kau . Kenapa menghalangi jalan kami . " Stefanie menyingkirkan tangan laki-laki itu dari rambutnya .


" Aku hanya ingin memandang wajahmu yang indah . " Laki-laki itu memberikan bunga pada stefanie . Stefanie justru tidak suka dengan sikapnya .


" Maaf aku tidak suka bunga . Sebaiknya kau menyingkir dari jalanku . " Stefanie mulai kesal .


" Bagaimana kalau aku tidak mau."


" Terserah . " Stefanie memutar arah lalu mencari jalan lain .


" Gadis galak . Aku suka . " Laki-laki itu tersenyum manis .


" Kau mulai tertarik dengan gadis baru itu . Aku dengar dia bisa menghisap racun . Dia juga yang membuatku turun tingkat ke 60 ." Rey mengumpat kesal .


" Mungkin . Tapi aku harus usaha keras . Dia seperti kucing liar yang susah ditaklukan . " Laki-laki itu pergi bersama Rey .


Selesai kelas mereka ke ruang guru pembimbing untuk mengambil surat ijin bekerja sampingan .


" Lila aku harap kau bisa pulang ke rumah mengurus pembelian rumah baru . Sebentar lagi kan pelelangan rumah koruptor . Harganya jauh lebih murah . " Stefanie berpesan pada Lila .


" Jangan khawatir . Aku pasti memenangkan lelang itu . " Lila tersenyum . Stefanie memberikan sejumlah koin emas kepada Lila untuk dibelikan rumah dan kebutuhan . Mereka bertiga berpisah dengan Lila di luar akademi .


Lisa dan Stefanie menuju ke hutan menunggangi Riri .


" Aku juga tidak tahu kenapa . Mungkin saja sudah terbiasa . " Lisa tertawa .


Baru saja tiba di hutan , para monster penghisap darah sudah menunggu di depan kami . Riri yang takut langsung masuk ke cincin ruang .


" Aku kira akan bisa istirahat dengan nyenyak malam ini . Ternyata tidak ." Stefanie menghela nafas .


" Pedang seribu bayangan . " Monster penghisap darah mati dengan satu serangan . Stefanie juga mengeluarkan jurus sihir pedang pengendali iblis . Kawanan mereka sudah separuh mati .


Stefanie menggunakan jari Dahlia membunuh makhluk itu satu persatu . Lisa berhasil membunuh sebagian dengan panahnya . Stefanie mulai mengorek tubuh monster itu lalu mengambil kristal hitam dalam tubuhnya . Tubuh monster itu sudah ditunggu oleh singa api .


" Apa mereka kelaparan . " Lisa menggelengkan kepala melihat tingkah singa api dan Riri berebut makanan .


" Riri kau harus membagi makananmu . " Stefanie berteriak pada Riri yang berkelahi di dalam cincin ruang .


" Grow …" terdengar suara raungan Riri yang seperti kesal .


Stefanie dan Lisa melanjutkan perjalanan . Mereka berdua menemukan serigala merah saling bertarung berebut wilayah .


" Aku pakai jarum pelumpuh jantung lalu kau panah di bagian mata mereka .


" Ehm . " Lisa hanya mengangguk.


Stefanie mulai melemparkan jarumnya ke kawanan serigala merah . Mereka semua tidak bisa bergerak lalu Lisa menghujamnya dengan anak panah . Kawanan serigala merah tergeletak di tanah .


Stefanie mengambil kristal merah dan Lisa melemparkan tubuh serigala ke cincin ruang . Mereka istirahat sejenak di bawah pohon .


Stefanie yang kelelahan tidur di bawah pohon . Sedangkan Lisa berada di atas pohon . Terdengar suara langkah kaki seseorang . Stefanie menyadarinya tapi pura-pura tidur .


Orang itu mengendap dan membunuh seseorang di balik pohon yang mengincar stefanie dan Lisa .


" Hah… siapa itu . " Stefanie terkejut dengan suara seseorang yang kesakitan .


" Maaf sudah mengganggu nona . Saya hanya diutus untuk Mengawal nona saat berada di luar akademi . " Ksatria itu menunjukkan tokennya .


" Oh iya . Terima kasih sudah menyelamatkanku . "


" Silahkan anda melanjutkan istirahat . Saya akan membereskan mayat itu . " Ksatria itu pergi .


" Hoam … ada apa . " Lisa terbangun .


" Tidak ada apa-apa . Tidurlah lagi." Mereka berdua kembali tidur sampai pagi .


Keesokan paginya stefanie melintasi desa yang sudah porak poranda dan berantakan . Disana sini juga ada banyak sekali tulang manusia .


" Sebenarnya ada apa dengan desa ini ." Stefanie bertanya-tanya .


" Mungkin dihabisi binatang buas atau monster . Bisa juga para perampok . " Lisa melihat sekeliling dan mengamati dengan jelas .


Stefanie menemukan salah satu warga yang masih bernafas .


" Ada apa di desa ini nyonya ." Stefanie mengangkat kepala wanita itu .


" Ritual …" wanita berkata dengan terbata-bata dan akhirnya meregang nyawa .


" Ritual apa maksudnya . " Stefanie sedih lalu menguburkan mayat wanita itu . Stefanie dan Lisa melanjutkan menyusuri desa itu .


Mereka melihat seseorang menyiksa warga dan suara kesakitan para warga yang ditahan dan tangannya diikat .


" Mereka sedang apa . Kenapa ada banyak sekali darah . " Lisa langsung mual dan muntah melihatnya . Dia tidak berani mendekat lalu bersembunyi di cincin ruang milik Stefanie .


" Apa ini yang disebut ritual sihir . Ayahku juga mengincarku juga ingin melakukan ritual sihir . " Stefanie melihat seorang wanita tua renta membunuh gadis belia yang sangat cantik dan mengambil jantungnya . Dia menyerap aura milik gadis itu lewat jantung yang dia ambil . Seketika tubuh wanita itu jadi muda dan kekuatan sihir yang dia miliki meningkatkan dua kali lipat . Stefanie terkejut dan heran melihat perubahan yang dialami oleh wanita tua renta itu . Terlihat para warga merinding ketakutan dan tidak berani menatap wajahnya .