THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 50



Selir Tasya yang melihat adegan Leon mencumbu Stefanie menjadi sangat marah dan emosi . Dia merasa Stefanie menggoda sang raja untuk menjadi ketua ksatria bayangan .


Selir Tasya berusaha menghasut para ksatria untuk menunjukkan kemampuan Stefanie di khalayak ramai .


Malam hari pesta pengangkatan selir agung dimulai . Raja Leon keluar bersama selir Tasya . Stefanie malah asyik memakan desert buatan koki kerajaan . Leon yang melihat itu justru kesal karena Stefanie tidak melihat dia ataupun cemburu .


" Sepertinya kau kesini hanya untuk makan desert saja ya . " Nalan menghampiri Stefanie . Dia membersihkan sisa makanan yang menempel di mulut Stefanie .


Stefanie tersenyum . " Desert koki kerajaan sangat enak . Kau masih mengenaliku walau aku memakai topeng . " Stefanie menatap Nalan . Semua ksatria bayangan harus mengenakan topeng atau sihir penyamaran saat menghadiri pesta dan berada di khalayak umum .


" Tentu saja . Tidak ada orang sependek dirimu di benua ini . " Nalan tersenyum .


" Walau pendek tapi aku cantik ." Stefanie cemberut .


" Iya … iya . Aku tahu . " Nalan ikut tersenyum . Mereka berdua memakan desert bersama tanpa menghiraukan pesta . Leon yang melihat dari jauh semakin kesal dan jengkel dengan sikap cuek Stefanie .


Leon melambaikan tangan pada Josh . " Suruh ksatria bayangan kembali ke basecamp dan latihan . " Leon berbisik lirih ke telinga Josh . Josh yang mendengar sedikit terkejut dan heran .


" Memangnya ada apa sampai tidak boleh mengikuti pesta . Apa ada yang salah . " Josh melihat sekeliling.


" Ternyata itu masalahnya . " Josh menepuk jidatnya sendiri dan menggelengkan kepala . Dia tersenyum saat tahu raja Leon sedang cemburu melihat stefanie dan Nalan makan bersama .


Seluruh ksatria dan pasukan yang ikut pesta kembali ke basecamp . Saat di basecamp Stefanie dipertanyakan kemampuannya .


" Kau ketua baru kami . Kemampuan apa yang kau punya sampai kau menjadi ketua . Atau kau hanya punya kemampuan di ranjang yang mulia raja . " Seorang ksatria bayangan memegang pundak Stefanie dan menghentikan langkahnya .


Stefanie yang emosi mendengar perkataan ksatria itu langsung mengeluarkan jari dahlia dan membuatnya terpental jauh .


" Sudah tahu sekarang . Aku juga bisa membunuhmu hanya sekali tunjuk ." Stefanie berlalu meninggalkan basecamp dan menuju paviliun . Dia berlatih bersama Riri dan Gaga menggunakan pedang es . Setelah satu jam , dia berhasil menggunakan pedang es dan menghasilkan badai es dan petir es dari pedang . Dia senang dan gembira .


" Prok … prok … prok . " Suara tepuk tangan


Stefanie melihat sekitar dan dia melihat ibu suri dan kepala pelayan menghampiri .


" Hamba menghadap ibu suri kerajaan hitam . Stefanie membungkukkan badan memberi hormat .


" Berdirilah . Kau sangat hebat dalam menggunakan jurus-jurus itu . Ayo kita bicara di paviliunku . " Ibu suri dan stefanie menuju ke paviliun dan bertemu selir Tasya .


" Kenapa kau ada disini . Bukankah pestanya belum berakhir . " Ibu suri bertanya pada selir Tasya yang sedang menunggu di depan paviliun milik ibu suri . Seketika selir Tasya mengerutkan dahi melihat Stefanie dibelakang ibu suri . Dia menggenggam tangannya dengan kuat .


" Hamba hanya ingin menyapa ibu suri saja . Pestanya sudah selesai ibu suri . " Selir Tasya menunduk .


" Baiklah ayo kita semua masuk . Kepala pelayan sediakan teh dan cemilan . " Ibu suri duduk di sofa panjang .


Selir Tasya terus melirik Stefanie dan merasa kesal .


" Kenapa ****** ini ada disini . Kalau tidak ada ibu suri . Aku sudah membunuhmu . " Selir Tasya menggenggam erat tangannya .


" Kenapa istri Leon menatap wajahku terus . Memangnya wajahku ada masalah ya . " Stefanie bingung dengan sikap Tasya . Dia juga melirik Tasya dengan tajam .


" Brak . " ibu suri menggebrak meja di depannya .


" Baik yang mulia ibu suri . " Stefanie dan Tasya kompak .


" Kalian keluarlah . Kepalaku pusing melihat tatapan mata kalian . " Ibu suri memegang kepalanya .


Tasya dan stefanie keluar dari paviliun .


" Kau hebat sekali ya . Baru beberapa jam lalu menggoda yang mulia raja . Sekarang sudah bisa meluluhkan hati ibu suri . " Tasya menyeringai .


" Hah … kenapa kau tadi tidak bertanya saja pada raja Leon tentang diriku . Bukankah kau bersanding bersamanya tadi . " Stefanie tersenyum meledek Tasya .


" Kau memang ****** kecil yang tidak tahu malu . Kau hanya keturunan budak rendahan . Beraninya kau merayu yang mulia raja . " Tasya memegang rambut Stefanie dan menjambaknya . Topeng yang dikenakan Stefanie jatuh ke tanah . Dia menampar pipi stefanie . Stefanie berusaha melepas tangan Tasya .


" Hentikan . Apa-apaan kau ini . Sungguh memalukan . " Leon menghampiri mereka berdua yang sedang ribut .


" Hamba menghadap yang mulia raja kerajaan benua hitam . " Mereka berdua menunduk .


" Yang mulia ****** ini telah menyakiti hamba dan memfitnah hamba. " Tasya menangis di depan Leon . Tanpa berkata-kata Stefanie langsung menampar pipi selir Tasya .


" Tolong didik istri anda yang mulia ." Stefanie berdiri dan meninggalkan mereka dengan perasaan kesal dan marah .


" Kau dihukum selama tiga bulan tidak boleh keluar dari Harem . Jika kau ketahuan melanggar . Aku tidak akan segan membawamu ke penjara bawah tanah . " Leon meninggalkan Tasya dan mengejar stefanie . Tasya tambah geram dan kesal dengan tindakan yang mulia raja .


Stefanie menuju basecamp dan masuk ke kamar . Tak terasa air matanya jatuh berlinang .


" Sebenarnya apa salahku . Aku juga tidak minta untuk dicintai . " Stefanie duduk di bawah pintu . Leon masuk menggunakan teleportasi . Dia mendekati Stefanie yang sedang menangis dan menghapus air matanya .


" Maaf … " . Leon memegang pipi stefanie .


" Pergilah yang mulia . Setiap melihat anda hati saya semakin sakit. " Stefanie berdiri berjalan menuju ranjang . Leon ikut tidur dan memeluknya dari belakang .


" Biarkan seperti ini dulu . Aku tidak akan memaksamu menjadi selirku tapi tetaplah disisiku . " Leon terus memeluk Stefanie . Stefanie sebenarnya ingin berkata tidak . Tapi hatinya sangat berat dan tidak berdaya .


" Hamba tidak tahu yang mulia . " Stefanie mencoba menutup mata dan tidak mempedulikan Leon .


" Ibu suri . " Kepala pelayan berlari menghadap ibu suri yang sedang bersiap untuk tidur. Dengan nafas yang terengah-engah .


" Kenapa kau berlari seperti itu . "


" Selir agung Tasya dihukum oleh yang mulia raja . Tidak boleh meninggalkan Harem selama 3 bulan. "


" Apalagi yang dilakukan wanita itu ." Ibu suri menghela nafas .


" Dia berkelahi dengan nona Stefanie yang mulia . "


" Ada-ada saja . Kapan aku bisa tenang kalau begini . Ini juga salah Leon yang jarang menyentuh istri dan selirnya . " Ibu suri melambaikan tangan menyuruh kepala pelayan pergi .


" Kepalaku rasanya mau pecah . Mungkin tindakan Leon ada benarnya . Dia tidak ingin keturunannya berasal dari keluarga besar dan berkuasa . Jika anak itu lahir , maka keluarganya akan memberontak atau menjadikan Leon raja boneka saja . " Ibu suri berbaring diranjang sambil berpikir .


" Aku harus membuat Stefanie hamil dan melahirkan putra dan putri sebanyak mungkin . Tapi aku tahu , Stefanie mungkin tidak akan mau. Aku harus memikirkan caranya . Agar posisi Leon aman untuk sementara . " Ibu suri bergumam lirih.