
Rey mengeluarkan jurus andalannya. Stefanie sempat kewalahan . Lila dan Lisa mau menolong stefanie . Tapi stefanie tidak memperbolehkan .
"Terima seranganku gadis baik . " Rey tersenyum . Melihat Stefanie terpental dia tertawa senang .
" Saatnya kau jadi penghangat ranjangku . Atau kau bisa memilih mati ditanganku . " Rey merasa bangga
" Huh ...apa kau pikir akan membunuhku dengan cara seperti ini. " Stefanie mengeluarkan formasi sihir tingkat atas . Terlihat Rey mulai kewalahan mengatasi sihir Stefanie .
Terakhir Stefanie mengeluarkan jurus jari Dahlia khas kerajaan peri . Rey langsung muntah darah dan jantungnya terasa nyeri .
" Awas kau ****** . Aku akan membalasnya ." Rey terus batuk dan susah bergerak . Dia dibopong oleh anak buahnya . Token stefanie tiba-tiba mengeluarkan cahaya dan nomor 146 ganti menjadi nomor 100. Sedangkan Rey turun dari 50 ke nomor 60 .
" Apa kalian tahu artinya ini apa . Kenapa tokenku berubah . " Stefanie bingung dengan token miliknya .
" Mungkin karena kau mengalahkan bocah itu . Makanya nomor tokenmu berubah . " Lisa mencoba menebak
" Kalau benar begitu . Kita tinggal mengalahkan mereka yang berada di nomor atas dong . " Lila mulai menghayal untuk masuk sepuluh besar .
" Jangan macam-macam . Tingkat kan dulu kemampuan sihirmu . Baru menantang mereka . " Stefanie memukul kepala Lila .
" Baiklah . Ayo masuk aku obati lukamu . "
Di asrama Rey . Mulai marah dan kesal .
" Sialan ****** itu membuatku turun peringkat ." Rey membanting barang yang ada disekitarnya .
" Tenang saja tuan muda . Pasti akan ada kesempatan lain . " Anak buah Rey berbisik
" Heh … kau benar . Aku harus memanfaatkan pertarungan sihir antar benua . " Rey tersenyum senang .
Sementara itu kabar bahwa Stefanie dan Lisa berada di akademi sihir sudah terdengar oleh kerajaan iblis es .
" Aku memanggil kalian kemari untuk membawa pulang stefanie dan Lisa kembali ke kerajaan iblis es . Aku mau jantung mereka berdua . " Raja iblis es mengumpulkan pangeran dan putrinya .
" Hamba tidak setuju ayahanda . Stefanie masih adikku . Apa ayah tega membunuh anak kandung sendiri . " Justin menolak putusan sang ayah
" Aku tahu apa yang terbaik untukmu." Raja mulai kesal dengan perkataan Justin
" Benarkah . Bukankah ayah ingin memiliki kekuatan itu sendiri untuk kepentingan ayahanda sendiri . Tanpa memikirkan kami bahkan benua iblis ini . " Justin mulai berani mengutarakan pendapatnya .
" Lancang . " Raja iblis es mengeluarkan jurusnya dan membuat Justin terpental jauh ke belakang .
" Uhuk … uhuk . Anda sangat kejam untuk seorang ayah kandung . " Justin tertawa .
" Bawa dia ke penjara bawah tanah . Jangan beri dia makan . " Raja iblis es emosi mendengar perkataan Justin
" Ayah … tolong ampuni kakak . Kakak hanya sedang emosi . " Jimin memohon pada sang ayah
" Diam kau jangan ikut campur . " Raja menatap Jimin tajam .
Saat malam Stefanie Lila dan Lisa masuk ke dalam cincin ruang . Mereka melihat keadaan tanaman yang mereka tanam dan kawanan singa api .
Pimpinan singa api menemui kita Dan terlihat bahagia . Mereka sangat patuh dan sama sekali tidak melawan atau menyerang.
" Kalau mereka bisa berkembang biak dengan baik dan kita bisa menyediakan makanan mereka yang cukup , kita bisa melatih mereka ke tingkat kaisar dan menjadi partner kita . " Lila memberikan ide .
" Kau benar . Kita harus mencobanya dulu. "
" Iya . Kalau begitu beri dia makan mutiara sihir dan mutiara emas ." Stefanie mengeluarkan beberapa mutiara . Stefanie memberikan mutiara itu pada kawanan singa api . Singa api itu langsung mengeluarkan aura pedang tingkat dewa , aura sihir tingkat kaisar dan kekuatan sihir tingkat kaisar .
Mereka senang dan mulai berlatih bersama . Keesokan paginya mereka pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku .
" Nona Stefanie . Anda sudah berada disini . Saya Wijaya putra tuan Reynaldi . " Seorang pria menghampiri stefanie dan memperkenalkan diri .
" Tunjukkan token kalian . " Petugas itu terkejut melihat token stefanie .
" Tunggu . Token ini asli tapi sejak kapan anak baru masuk sepertimu sudah berada di peringkat ke 100 daftar siswa berprestasi . " Mata petugas itu terbelalak heran .
" Kemarin saya bertarung melawan Rey dan anak buahnya master . " Stefanie menjawab dengan sopan .
" Hah … ya sudah masuklah . " Petugas perpustakaan menggelengkan kepala karena tidak percaya Kekuatan Stefanie bisa mengalahkan Rey .
Seisi perpustakaan langsung heboh dengan berita kekalahan Rey .
" Buku yang paling lengkap ada di lantai 4 dan 5 nona . Lantai 1 ,2 dan tiga hanya ada sihir dasar dan menengah . " Wijaya menuntun Stefanie melihat perpustakaan.
" Iya ini sangat lengkap . " Stefanie membaca sampul buku .
" Saya permisi dulu nona . Saya mau mencari buku ke lantai atas ." Wijaya meninggalkan Stefanie
" Iya Terima kasih tuan muda. "
Stefanie tertarik dengan buku yang sudah usang dan tua . Buku itu berjudul jurus sihir pedang pengendali iblis . Dia membaca buku itu sampai akhir halaman . Stefanie turun ke lantai 3 menemui temannya .
" Bagaimana dengan kalian apa sudah menemukan buku yang bagus . " Stefanie menghampiri Lila dan Lisa .
" Sudah tapi buku ini sedikit beresiko . Efek yang ditimbulkannya akan sangat mengganggu aura sihir si pengguna . " Lila menunjukkan buku sihir pada stefanie .
" Coba aku lihat . " Stefanie membaca buku yang diberikan Lila .
" Ini jurus tapak suci naga . Jurus ini simpel tapi setara dengan menguras energi yang begitu besar. " Stefanie terus mengamati dan memahami buku itu .
" Atau mungkin buku ini sudah di modifikasi oleh seorang murid . Jurus tapak suci naga yang sebenarnya sangat sulit . " Stefanie berpikir keras .
" Kenapa kau bisa berpikir begitu . Kau kan baru lihat pertama kali . " Lisa menatap Stefanie karena penasaran .
" Kau bisa lihat gerakan tangan dan kaki yang dipakai di jurus ini sangat bertolak belakang dengan gerakan selanjutnya . Artinya ada gerakan yang tidak dipakai dan ada yang ditambah di jurus ini . " Stefanie menganalisa buku sihir itu dengan baik.
" Iya, kau benar . Seolah-olah ada yang tidak dipakai di gerakan ini ."
" Hahaha … kau memang jenius adik kecil . Kau bisa tahu hal ini dengan membaca saja . Sungguh luar biasa . " Pria itu melihat Stefanie dari jauh yang sedang berdebat lalu menghampirinya . "
" Master … " mereka bertiga memberi salam
" Katakan apa saja yang kau tahu tentang buku itu . " Pria itu duduk di depan Stefanie .
" Hanya itu saja master yang saya tahu . Saya juga baru sebagian membacanya . " Stefanie tersenyum malu .
" Tidak apa . Kau bisa memberitahuku jika kau sudah selesai membaca buku itu dan lakukan jurus itu dengan gerakan cepat ." Pria paruh baya itu berdiri dan berpamitan .
" Terima kasih master atas sarannya . " Stefanie senang Bisa memecahkan masalah pada buku itu .
" Jurus ini memang hanya tingkat dasar , tapi jika dilakukan dengan benar dan tepat akan sangat mematikan . " Lisa juga membaca buku itu . Mereka keluarkan dari perpustakaan saat sore hari .
" Apa kita boleh izin keluar dari akademi untuk pergi ke hutan . " Stefanie bertanya pada Lila dan Lisa .
" Memangnya apa yang kau cari di hutan . " Lisa bertanya
" Makanan untuk para singa api tinggal sedikit aku harus berburu lagi . "
" Kau bisa cari kerja sampingan di ruang guru pembimbing . Disana banyak sekali pekerjaan yang sesuai untuk para akademi kau juga otomatis mendapatkan libur ." Lila menjelaskan pada Stefanie .
" Benarkah . Aku kesana dulu kalau begitu . "
" Ya . Hati-hati . " Lila dan Lisa serentak