
Pagi hari saat bangun badan Stefanie penuh dengan ****** dan pinggang Stefanie rasanya hampir copot
" Leon sangat buas kalau di ranjang . Kalau setiap hari bisa patah pinggangku . " Stefanie mengeluh kesakitan .
" Ayo kita harus ke rumah tuan Renaldi . " Lila mengajak Stefanie untuk menyerap kutukan .
" Baiklah aku sarapan dulu . " Stefanie duduk dengan kaki gemetaran .
Lila hanya menggelengkan kepalanya karena tahu semalam Leon datang ke kamar Stefanie .
Mereka bertiga berangkat ke rumah tuan Reynaldi .
Stefanie sangat senang. Saat tahu kalau nyonya Renaldi sudah kembali beraktifitas seperti biasa . Nyonya terlihat sibuk membersihkan rumah dan menata rumahnya dengan rapi .
" Selamat datang nona Stefanie . Sudah lama tidak bertemu . " Nyonya Reynaldi menyambut Stefanie dengan hangat
" Terima kasih nyonya . Wajah Anda terlihat lebih cerah sekarang . " Stefanie tersenyum
" Anak saya akan lulus bulan depan berkat Mutiara sihir yang anda berikan . "
" Selamat untuk anak nyonya . " Stefanie memeriksa aura sihir milik nyonya Reynaldi .
" Auranya sangat bagus walau masih belum pulih benar . " Stefanie mulai menyerap kutukan yang berada di dalam tubuh nyonya . Lila dan Lisa menyalurkan sihir penyembuhan tingkat atas .
Setelah mereka selesai pengobatan . Tuan Reynaldi menjamu Kita di ruang keluarga .
" Akhir-akhir ini keluarga selir agung terus membuat masalah dengan toko obat Luis . Jika dibandingkan kualitasnya toko obat selir agung jauh dibandingkan toko obat Luis . " Tuan Reynaldi menghela nafas dan khawatir Luis yang terus ditekan oleh selir agung
" Apa tidak ada cara melaporkan pada yang mulia raja atau semacamnya . " Lila
" Kami juga masih mengusahakannya . Orang yang ada di bawah yang mulia raja tidak akan tinggal diam . Mereka pintar memanipulasi keadaan . " Tuan Reynaldi terlihat sangat emosi
" Sudahlah kita makan saja dulu nanti kita bahas lagi masalah itu . " Nyonya Reynaldi mempersilahkan menyantap hidangan
Mereka berpamitan setelah selesai . Stefanie berkunjung ke toko obat Luis .
" Halo paman bagaimana penjualan obatnya . " Lila menyapa paman Luis yang sedang merapikan tanaman
" Hahaha . Kalian sudah datang. sangat sukses . Kapan kalian akan membuat mutiara sihir . " Paman terlihat senang dan lebih segar
" Kami akan segera membuatnya . Apa bahannya sudah siap semua . " Lila duduk di sebelah paman Luis
" Sudah . Aku akan mengambilnya sebentar . " Saat paman Luis mengambil bahan sekumpulan pemuda sedang mengacau di toko milik paman
" Hey … pak tua . Ramuan mu palsu kau menipu kami . " Seorang pemuda berteriak dan menyita perhatian warga sekitar . Warga berkumpul menyaksikan kejadian ini.
" Ada apa ini . Kenapa kau berteriak seperti binatang . " Stefanie keluar menemui sang pemuda
" Ada gadis cantik rupanya . Pak tua itu telah menipu kami . Dia bilang menjual mutiara sihir tingkat atas ternyata mutiara itu tidak berfungsi dan palsu . " Seorang pemuda menjelaskan masalah pada Stefanie
" Apa kau punya bukti kalau toko paman Luis menjual mutiara sihir palsu . " Stefanie menatap pria itu dengan tatapan tajam
" Aku tidak berbohong cantik . Ini dia." Pria itu mendekati Stefanie dan mencium rambutnya
" Ini dari toko Luis . Apa kau bercanda . " Stefanie memeriksa mutiara sihir itu dengan auranya tapi auranya tidak ada sama sekali .
" Ini ku beli dari toko ini . Aku mau ganti rugi 2x lipat . " Seorang pemuda lain ikut protes .
" Baiklah kalau kau mau ganti rugi . Tapi kita harus membandingkan dulu dengan mutiara yang ada di toko obat ini . " Stefanie memanggil paman Luis yang ada di gudang obat
" Ckckck … Kalian selalu buat masalah . Apa mau kalian sekarang." Paman Luis terlihat kesal pada mereka
" Paman aku minta contoh mutiara sihir untuk membandingkan saja . " Luis mengambil kotak berisi 10 biji mutiara sihir
" Ah … bisa saja itu mutiara yang berbeda . Kau pembohong besar . " Pria itu mulai membuat keributan
" Baiklah siapa diantara kalian yang masih berada di tingkat dasar . Tolong maju aku meminta bantuan ." Stefanie menyuruh seseorang yang melihat untuk maju kedepan .
" Aku mau . " Seorang anak mengangkat tangan menuju ke depan
Stefanie menyuruh anak itu untuk menyalurkan aura miliknya ke mutiara sihir . Hasilnya anak itu bisa menaikkan level aura dan kekuatan sihir miliknya .
" Apa kau yakin sekarang mutiara sihir itu berasal dari toko ini . " Stefanie menatap para pria itu
" Kau telah membayar orang untuk menipu kami . Cepat ambil Mutiara itu dari tangan ya . " Para pria itu melayangkan tinjunya ke arah Stefanie . Lila bergegas mengeluarkan jarumnya dan melemparkan ke arah pria itu . Mereka seketika lumpuh dan tidak bisa bergerak .
" Kau … apa yang kau lakukan pada kami . Kau akan menyesal nanti . Seorang pria mengancam Stefanie
" Aku tidak takut . Siapa namamu . " Stefanie menginjak kepala pria itu
" Aku anak sulung dari keluarga Robert . Kau pasti akan mati . " Pria itu sempat tertawa
" Huh … dasar bodoh . Kalau kau ingin ayahmu selamat , jangan buat masalah denganku . Ingat itu . " Stefanie melempar mereka dengan formasi sihir ke kediaman Robert .
" Sihir pertarungan milikmu luar biasa gadis kecil . " Paman Luis memuji
" Biasa saja paman . " Stefanie merasa malu saat dipuji . Paman Luis menyerahkan bahan obat dan batu sihir . Lila menyimpannya di dalam cincin ruang
" Aku juga akan membuat penawar kutukan hitam dan kutukan Sihir terlarang . Besok aku akan memberikannya contoh ramuannya ." Lila memandang paman
" Apa kau bercanda nak . Bahan untuk kutukan itu sudah tidak ada di seluruh benua . Darimana kau mendapatkan bahan obat itu . " Paman terkejut dan heran
" Rahasia . Memang bukan dari benua ini . Dan harganya sangat sangat mahal . Jadi jual saja di pelelangan . " Lila tersenyum
" Bagus kalau itu benar . Aku akan mengadakan pelelangan dalam waktu dekat . " Paman Luis sedikit ragu dan tidak percaya
" Kami pulang dulu paman . Besok kami kesini lagi . " Stefanie dan temannya berpamitan pergi . Dijalan Stefanie dibuntuti seseorang . Saat ditengah jalan mereka bertiga berpencar dan menghilang di tengah kerumunan pasar .
" Siapa tadi yang mengikuti kita . " Lila mengumpat saat tiba dirumah
" Mungkin salah satu delapan keluarga yang pernah kita racuni . " Stefanie berpikir sejenak
" Wah … Sepertinya busur garudaku akan beraksi lagi ni . " Lisa tersenyum menatap Lila
" Jarumku juga . Aku akan minta racun raja Scorpio kemarin . " Lila tertawa terpingkal-pingkal
" Kalian ini . Dikejar orang mau dibunuh malah seneng . " Stefanie menggelengkan kepala merasa heran dengan ulah dua sahabatnya
" Kau buat mutiara sihir saja . Kami akan buat senjata rahasia . Keluarkan racun raja Scorpio yang kemarin . " Lila meminta racun pada Stefanie . Stefanie malah memberi kutukan sihir terlarang , kutukan sihir hitam dan racun Scorpio
" Ini dua kutukan dan racun Scorpio . Sekalian buat senjata rahasia untuk berjaga-jaga . Kita tidak tahu kapan akan diserang . " Stefanie memberikan nasihat
" Baik kakakku tersayang . " Lila mulai merendam jarum dengan dua kutukan dan racun . Lisa juga merendam ujung anak panah itu dengan dua kutukan dan racun .
" Bagus … Kita punya senjata rahasia sekarang . " Lisa tersenyum
Stefanie mulai sibuk Merebus bahan didapur . Dia menyiapkannya batu sihir dan memilah yang berkualitas . Setelah ramuan itu mendidih , dituangkan pada batu sihir batu itu berubah bentuk dan warna menjadi mutiara sihir . Stefanie mengerjakan itu hingga larut malam .
Saat semua sudah selesai dia menuju kamar dan memejamkan mata .
" Kau mau tidur tanpa aku disisimu. " Leon datang menggunakan sihir teleportasi dan duduk di samping Stefanie .
" Aku mengantuk . " Stefanie sangat kelelahan tidak memperdulikan Leon
" Baiklah . Ayo tidur saja . " Leon membuka bajunya dan memeluk Stefanie tidur bersama .