THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 31



Kami pun sampai tujuan . Stefanie tidak menyangka kalau pasar budak ini ramai . Apalagi akan diadakan pertandingan antar budak . Dimana budak yang menang bisa ditawar dengan harga yang sangat mahal .


Leon dan stefanie berkeliling terlebih dahulu sebelum memasuki arena pertandingan . Stefanie miris melihat gadis-gadis yang masih kecil dan remaja sudah dijual dan disiksa seperti ini .


" Aku memang raja yang bodoh . Bisa-bisanya aku baru tahu ini . Aku kira pasar ini sudah hilang . " Leon bergumam lirih


" Apa raja tidak tahu masalah pasar budak yang masih aktif . " Stefanie menatap wajah Leon yang cemas


" Dia tidak tahu . Aku sendiri yang menumpas perbudakan 5 tahun lalu . Pasti ada seorang pengkhianat di dekat raja yang memulainya lagi . " Leon berbisik lirih


" Aku yakin mereka hanya tahu menumpuk uang . "


Stefanie terpaku sejenak , dia melihat seorang anak yang kurus kering pipi kempot badan penuh lebam .


" Apa kau ingin membeli budak itu." Leon melirik Stefanie


" Iya . Apa boleh aku membelinya . "


" Tentu saja . Pakai token milikku . " Leon menyerahkan sebuah token . token itu bertuliskan tentara gelap . Stefanie sedikit bingung dengan token itu .


" Aku mau budak ini . Berapa kau jual . " Stefanie berbicara pada salah satu penjaga toko


" 500 koin emas nona . "


" Apa kau gila . Dia kurus kering begini 500 koin emas . Aku bayar 20 koin emas . " Menyerahkan uang koin .


" Baiklah … segera bawa dia pergi . Sungguh pembeli yang menyebalkan. " Penjaga mengusir Stefanie pergi


Sepanjang jalan anak itu hanya termenung dan diam tidak bicara dan tidak mengeluh . Stefanie dan Leon juga takut dan canggung saat ingin berbicara .


Mereka sampai ke arena pertandingan . Satu persatu masuk ke ring . Tak disangka Stefanie mengenal salah satu petarung .


" Dia dokter sabin . Dokter yang pernah merawatku dulu . " Stefanie gemetaran ketakutan


" Tenang lah . Kita akan melihat dulu . Kalau dia menang kita akan beli dia." Leon berusaha menenangkan Stefanie . Stefanie yang ketakutan hanya mengangguk .


Dokter sabin menang . Banyak orang yang datang hendak mendapatkan dia .


" Budak satu ini seorang dokter . Kemampuannya di sihir pertarungan lumayan . Dibuka dengan harga 250 ribu koin emas . "


Para penonton berebut mendapatkannya . Akhirnya Leon mendapatkan dengan harga satu juta koin emas . Lalu pertandingan terakhir . Orang-orang dengan antusias bersorak Sorai menantikan kehadiran petarung yang wajahnya ditutupi topeng .


Pertandingan dimulai . Stefanie belum mengenali wajahnya karena tertutup topeng . Saat topengnya pecah terkena pedang . Wajah tampannya kelihatan .


" Bukankah dia dari kerajaan iblis hitam . Aku pernah bertarung dengannya . " Leon terkejut orang itu belum mati


" Iya dia Roy . Dia ksatria milik kalleid . " Stefanie semakin ketakutan .


" Kita akan membelinya . Kau tidak usah takut . " Leon menggenggam erat tangan Stefanie


" Langsung saja harga dibuka satu juta koin emas . "


Para penonton kembali heboh . Mereka menawar dengan harga yang gila dan fantastis .


" 10 juta koin emas . " Leon mengangkat papan . Semua orang tercengang dan melirik ke arah Leon. Begitu banyak uang yang dihamburkan hanya untuk membeli budak . Dari jauh terlihat perdana menteri di kursi VIP juga sedang menonton . Perdana menteri tidak tahu kalau itu adalah raja Leon . Mereka saling bertatapan .


Pelelangan selesai kami pulang membawa tiga budak yang kami beli. Mereka masuk ke cincin ruang sedangkan Stefanie dan Leon menaiki kuda terbang .


Sampai dirumah hampir pagi . Kami tiba disambut oleh Steven .


" Selamat pagi nona . Siapa mereka."


" Hoam… mereka ku beli dari pasar . Tolong urus mereka ya . " Stefanie dan Leon masuk ke kamar .


Lila dan Lisa bangun karena mendengar suara gaduh dari luar .


" Kak … sabin . " Lila menghampiri mereka .


" Syukurlah kau selamat rupanya . " Dokter sabin tersenyum


" Apa kakak tahu bagaimana keadaan kakakku dan kakek . "


" Maaf Lila mereka ada di penjara bawah tanah tanpa ada seorang pun yang bisa melewatinya . " Sabin merasa sedih .


" Lebih baik kalian mandi dulu . Aku akan mempersiapkan makanan . " Lila merasa sedih mendengar hal itu. Dia mengkhawatirkan kakek dan kakaknya .


" Ini sebelas juta dua puluh koin emas . " Stefanie menyerahkan cincin ruang miliknya .


" tidak perlu kau ganti . Cukup dengan satu malam saja aku akan sangat puas . " Leon berbisik lirih di telinga Stefanie .


" Kau mesum . " Stefanie memukul dada Leon


" Aku mesum juga gara-gara kamu." Leon mencium bibir Stefanie .


" Leon … karena raja belum bisa membuktikan tentang siapa pemilik pasar budak . Bagaimana kalau raja menaikkan pajak untuk pengusaha dan bangsawan sebesar 2x lipat . Mereka juga diwajibkan melaporkan jumlah dan sumber kekayaan mereka setiap tahun . " stefanie duduk di pangkuan Leon


" Itu ide yang bagus . Apa dunia manusia seperti itu . " Leon mencium leher Stefanie


" Iya . Uang pajak yang mereka bayarkan kita berikan ke rakyat miskin dan membangun fasilitas publik . "


" Idenya benar-benar hebat aku suka. Aku akan memakanmu nanti malam . Sekarang aku harus menghadiri pertemuan di aula istana." Leon mencium kening Stefanie lalu menghidupkan teleportasi .


" Hati-hati dijalan . " Stefanie berbaring di ranjang karena lelah .


Sementara di kerajaan . Selir agung marah besar , lagi-lagi raja Leon menyelinap keluar sampai pagi tanpa ada yang tahu .


Raja Leon yang tiba langsung menuju aula istana . Dia mulai memberikan pendapat tentang pasar budak .


" ampun yang mulia . Pasar budak sudah tidak ada lagi yang mulia . Hamba dan yang mulia sendiri yang menumpasnya . " Perdana menteri membantah ucapan raja .


" Benarkah . Aku lupa tentang itu . " Leon tersenyum melihat ekspresi gugup perdana menteri . Karena terus membantah dan tidak mengakui kalau pasar budak masih ada . Leon mulai marah dan langsung mengeluarkan titah .


" Mulai besok pajak untuk para bangsawan dan pengusaha akan dinaikkan 2x lipat dan setiap tahun para bangsawan dan pengusaha harus melaporkan jumlah kekayaan dan sumber kekayaan mereka . " Raja Leon langsung memberikan stempel pada titahnya itu .


" Baginda tunggu dulu . Kenapa anda tidak membahasnya dulu dengan kami . Anda langsung memberi stempel pada titah anda ." Perdana menteri terlihat gelisah dan mencari alasan


" Oh … apa mungkin kalian setuju dengan ideku . Aku rasa tidak akan pernah . Jika kau tidak setuju kau bisa mundur dari kursi Perdana menteri . " Leon meninggalkan aula rapat dengan senang . Dia langsung menuju istana ibu suri .


" Sial … raja bodoh itu ingin menangkap kita semua . " Perdana menteri di luar aula sangat marah dan emosi .


" Kita harus tenang dan atur strategi." Perdana menteri dan bawahannya pulang dengan rasa takut dan cemas .


" Selamat siang bibiku yang cantik . " Leon masuk keruangan ibu suri .


" Ternyata kau masih ingat aku ya bocah nakal . " Ibu suri memeluk Leon


" Maaf bibi aku sibuk akhir-akhir ini ."


" Aku dengar hari ini kau membuat keributan di aula lagi . "


" Mereka harus tahu bibi . Siapa penguasa yang sebenarnya . "


" Hah … apa kau pikir mudah menyingkirkan orang yang begitu banyak . "


" Walaupun susah harus dicoba bibi."


" Terserah kau saja . " Mereka berbincang berdua hingga petang .


Stefanie bangun dari tidurnya dan menuju meja makan .


" Kalian terlihat segar . Ini minumlah ramuan penyembuh luka . " Stefanie memberi tiga botol ramuan ke mereka .


" Terima kasih nona . " Mereka kompak .


" Steven , sabin dan Roy kalian sudah bebas . Mulai hari ini kalian bisa hidup kemana saja semau kalian . " Stefanie tersenyum .


" Untuk kau gadis kecil . Kau boleh meninggalkan tempat ini juga jika kau telah pulih . " Gadis itu menggelengkan kepala .


" Aku tidak punya tujuan aku bisa jadi pelayan anda . " Gadis kecil itu menjawab lirih


" Baiklah . Bagaimana dengan kalian apa kalian memperbolehkan gadis ini tinggal disini . " Stefanie bertanya kepada kedua temannya .


" Boleh saja . " Lila dan Lisa kompak


" Mulai sekarang namamu adalah Jasmine . " Stefanie memberi gadis itu nama


" Kami juga tidak punya tujuan hidup." Steven sabin dan Roy kompak menjawab .