THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
bab 1



Cuaca cerah burung berkicau matahari bersinar terang . Alam seolah berkata ini waktu yang tepat untuk mendaki gunung . Apalagi kalau di temani satu kampus pasti seru . Stefanie terus memandangi langit dan menghirup udara segar sambil membayangkan mendaki gunung bersama teman kampusnya .


“sayang ayo sarapan kamu nanti telat ke kampus . “


Ayah memanggil fanie dari bawah .


“ Iya yah bentar lagi turun . “


Fanie menuruni tangga lalu duduk di meja makan


  “ yah ...fanie mau ikut mendaki gunung sama teman kampus . “ mengambil roti dan susu


  “ buat apa ikut . Bisa bahaya kalau kamu gak terbiasa . “


ayah menjawab dengan nada sedikit kesal . 


“ Fanie kan malu yah kalau sampai gak ikut . “


tegas fanie 


“ jangan sayang bahaya . “


Ayah berbicara dengan tegas lalu mencium kening fanie 


“ ayah kerja dulu ya , hati-hati dirumah . “


ayah berjalan Keluar rumah .


“ iya yah hati-hati di jalan . “


Fanie berangkat ke kampus dengan wajah kesal dan bingung langsung masuk kelas tanpa menghiraukan teman-teman nya yang memanggilnya .


“ fan...kamu di panggil kenapa gak dengar sih . “


Rina heran dengan sikap fanie dan duduk di sampingnya .


“ emang ada apa sih . “


tanya Rina penasaran . Fanie menghela nafas .


“aku gak di bolehin sama ayah mendaki gunung . “


wajah fanie cemberut 


“ cuman gitu aja , omongin baik-baik . Toh masih 1 bulan lagi ." Ririn datang duduk disebelah fanie .


Kuliah pun selesai . Fanie Ririn dan Rina pergi ke kantin beli makanan sambil membicarakan tugas kampus .


“Udah dapat ijin untuk ikut pendakian belum ? “


Hary datang dari belakang berdiri di samping Fanie yang sedang membaca buku .


" belum dapat ijin “


jawab Fanie singkat tanpa memandang Hary .


“ Kalo udah dapat cepat kabarin ya . Paling lambat 2 Minggu sebelum tanggal berangkat . “


Hary  memandang Fanie


“ ehm .”


Fanie mengangguk . Hary berlalu sambil tersenyum .


“ Pangeran ku di cuekin Fanie .” Rina tersenyum  meledek Fanie .


“ beneran gak peka teman gue satu ini . “


Ririn menggelengkan kepala memandangi Fanie .


  “ Terus kapan kamu punya pacarnya ? .” 


Rina dan Ririn kompak bertanya pada Fanie .


" Kapan-kapan kalau ada jodoh baru mikirin pacar . "


Fanie menutup buku menuju perpustakaan .


" Hey ...keburu gak laku tau . "


Rina berjalan mengikuti fanie dari belakang .


" Kenapa aku di tinggal lagi sih . "


Ririn keluar kantin . Mereka bertiga menuju perpustakaan dan bertemu Raya .


" Kumpulan anak-anak gak jelas datang juga . "


Raya yang sedang membaca buku menghindari kami bertiga .


" Mukamu yang gak jelas . "


Rina melotot dan mengerutkan kening .


" awas ya guys jangan dekat sama anak jadi-jadian yang gak jelas asal usulnya . "


Seisi perpustakaan langsung menoleh ke arah Fanie dan Raya . mereka hanya melirik fanie tanpa berani berkata-kata . Ririn menampar pipi Raya dengan keras karena emosi . Fanie yang malu dan marah pun langsung keluar perpustakaan . Fanie menahan tangisnya dan menghela nafas .


" Jangan dengarkan kata-kata mereka . Dia cuma anak yang iri sama kamu . "


Justin duduk di samping fanie . Dan menenangkan perasaannya .


" Terimakasih . "


Sahut fanie lirih


" Terkadang menangis tidak membuat kita cengeng . Tapi membuat kita lega ."


Memandang Fanie yang sedang gemetaran


" Air mataku sudah kering kayaknya . Gak ada yang perlu di tangisi . "


Fanie melihat ke arah luar . Lalu fanie pulang dengan keadaan sedih .


Fanie menunggu Ayah pulang ke rumah sambil mengerjakan tugas kampus .


“tumben anak ayah belum tidur jam segini . “


membuka pintu lalu mencium kening Fanie  .


“ belum yah . “


jawab Fanie lirih . Fanie menyiapkan makan malam dan mereka makan bersama .


“yah ..tolong ijinkan Fanie mendaki gunung ya . “


pinta Fanie memelas . Ayah pun menghela nafas.


“ Kenapa masih bahas itu lagi sih ."  ayah merasa kesal menatap ke arah Fanie


“ aku mohon Yah .”


pinta Fanie lagi .


“ baiklah . Tapi janji ya sering kasih kabar ke ayah . “


Ayah mengelus rambut Fanie . Fanie kembali ke kamar dengan senang .


Ayah duduk di depan televisi sambil merokok .


“ apa kamu lupa Fanie , waktu ayah menemukanmu di gunung . Keadaanmu hampir sama seperti hewan . Bajumu lusuh rambut berantakan tidak bisa bicara dan yang paling parah setiap bulan purnama matamu berubah merah dan tingkah mu seperti ingin membunuh orang . Mirip seperti anak iblis yang tersesat di dunia manusia.  Ayah takut terjadi hal buruk sama kamu . Ayah gak rela kehilangan kamu , walau ayah bukan ayah kandungmu . “


gumam ayah dalam hati melamun dan menghisap rokok .


Hari pendakian pun tiba . Seluruh mahasiswa berkumpul di depan kampus dan bersiap masuk bus menuju ke pendakian .


“ Hati-hati dijalan ya . Jangan lupa sering kasih kabar . “


ayah memandang Fanie lalu mencium kening nya .


“ jangan macem-macem waktu pendakian . “


sahut nenek memandang sinis fanie.


“ baik nek . “


Fanie masuk ke dalam bus, sang Ayah pun terus memandangi sampai bus sudah tidak terlihat .


“sampai kapan kamu mau disini , dia udah gede Gak usah cemas . “


nenek kesal lalu masuk ke dalam mobil .


“ ayo pulang . “


ayah memasuki mobil .


“ lagian ngapain adopsi anak aneh kayak gitu . Biar sekalian dia kembali ke tempat asalnya . “


memandang ayah dengan tatapan tajam .


“ aku kan pengen punya anak Bu . “ jawab ayah singkat .


“ punya anak ya nikah lah . Kamu masih tampan mapan . Cewek mana yang gak mau sama kamu . “


nenek kesal lalu memalingkan wajahnya ke arah lain .


“ memangnya ada yang mau sama mantan pecandu narkoba dan di nyatakan mandul sama dokter . “ tanya ayah sambil tersenyum


  “belum juga di coba . Udah bilang gak bisa . “


nenek memandang ayah dengan sinis  . Ayah pun tertawa melihat tingkah nenek yang  marah .


Ditengah perjalanan menuju pendakian hujan begitu lebat petir juga menyambar .


“ Ini sudah waktunya kita pulang ke dunia kita kakak ku tercinta . “


Justin berbicara lirih . Justin menggerakkan jarinya lalu bus pun mulai bergerak ke kanan dan ke kiri .  Lalu bus pun melaju dengan kencang dan terjatuh ke jurang yang dalam . Body bus yang tersangkut di pohon terlihat sangat kecil  jika dilihat dari dalam jurang . Setelah Fanie tersadar , dia melihat potongan tubuh yang tercerai berai . Badan dan kepala yang terpisah tangan dan kaki yang jadi berkeping keping .darah yang bercucuran seperti genangan .  Fanie melangkah menjauh dari tumpukan mayat itu . Dia melihat hutan yang lebat dan cahaya matahari susah masuk  di sana .


“ kenapa tidak ada orang atau rumah penduduk sih . Aku benar-benar kehausan , aku lelah berjalan  .”


Fanie bersandar di bawah pohon lalu mengatur nafasnya . Fanie melanjutkan perjalanan nya . Dia pun bertemu dengan anjing kecil yang lucu sedang terluka dan kakinya pincang .


“ kasihan...aku balut lukamu dulu ya . Nanti kita jalan dan cari rumah penduduk sama-sama . “


Fanie mengoleskan obat dan menggendong anjing lucu itu meneruskan perjalanan . sepanjang jalan fanie hanya menemukan pohon tinggi dan rumput yang tinggi . fanie pun benar-benar kelelahan dan kehausan . dia bersandar di bawah pohon dengan kondisi lemas . fanie meletakkan anjing kecil di sampingnya . memejamkan mata sejenak menahan haus dan lapar . dari kejauhan terdengar suara air yang mengalir . fanie langsung berdiri dan membawa anjing itu menuju sumber air .


" akhirnya aku bisa minum juga . "


anjing kecil itu lompat ke sana kemari setelah minum air dan makan buah . fanie pun tersenyum kecil dan mengelus kepala anjing itu .


" kamu bukan dari sini ya . "


seorang kakek datang dari belakang dengan telinga panjang dan kuku yang runcing . fanie pun ketakutan  lalu melangkah mundur dan tenggelam ke dasar sungai .


" eh..."


teriak kakek hampir memegang tangan fanie tapi tidak bisa .


" kakek biar saya saja yang menyelamatkan wanita itu . kakek tunggu di sini . "


cucu kakek yang bernama Lila mencegah kakek untuk masuk ke sungai .


" monster sialan enyah kau . "


Lila mengeluarkan sihir dan menggunakan pedangnya untuk membunuh monster sungai yang ada di dasar sungai .


" monster mati kau . "


Lila menusuk mata monster itu dan menebas kepalanya . dasar sungai pun seketika di penuhi darah . Lila secepat mungkin berenang ke darat sebelum monster lain datang karena bau darah .


" hah...hah berat juga ini cewek . "


meletakkan badan stefanie di dekat batu . lila memberikan nafas buatan pada Fanie . air dalam tubuh fanie pun keluar semua . tapi fanie belum sadarkan diri . kakek menghampiri .


" obati dulu luka di lenganmu itu . lalu kembalilah ke rumah . "


kakek memberikan tanaman obat ke lengan Lila . kakek curiga kenapa ada monster di dasar sungai . kakek juga belum tau monster apa itu .


" baik kek . "


Lila memegang lukanya lalu pulang ke rumah .


kakek memeriksa tubuh fanie dengan sihir . ternyata monster sungai itu memberikan gigitan pada Fanie yang mengakibatkan tubuh fanie mulai membiru . kakek pun panik lalu terbang  menggendong fanie kembali ke rumah .


" kakek ...ini wanita yang dibicarakan Lila tadi . " Jenni membantu kakek menidurkan fanie .


" tubuhnya mulai dingin dan membiru . "


Lila memeriksa tubuh fanie dan menghangatkan tubuh fanie dengan sihir api .


" tidak bisa kek . sihir ku masih lemah . "


Jenni kelelahan karena mengeluarkan sihir terlalu besar .


" baiklah sekarang tolong panggilkan dokter sihir kerajaan . bilang ada pasien kritis di rumah . "


" baik kek . "


Lila dan Jenni kompak menjawab . mereka terbang ke rumah sakit kerajaan iblis api dengan kencang . sementara itu tubuh fanie mulai dingin .


" dokter Sabin ada pasien kritis di rumah kakek . ku mohon tolong . "


wajah Jenni memelas


" tumben sekali dokter pengobatan tradisional meminta bantuan ku . " dokter Sabin melirik Jenni dengan penuh dendam


" ku mohon Sabin . nyawa pasien dalam bahaya . "


Jenni mulai sedih


" baiklah ayo kita ke sana . "


Sabin Jenni dan Lila terbang bersama ke rumah kakek .


" pasiennya ada di dalam dok . "


kakek menyambut di depan pintu . Sabin masuk dengan terkejut .


" ini sihir hitam . dia tadi ada di mana . kenapa bisa terkena sihir hitam yang begitu kuat seperti ini . "


dokter Sabin berusaha mengeluarkan sihir hitam dengan sekuat tenaga


" dia jatuh ke dasar sungai . dan di sana ada monster bilsha . "


Lila menjelaskan dengan terbata bata .


" monster bilsha hanya ada di dongeng saja . kamu jangan bercanda . "


" aku tidak bercanda dok . tapi monster itu lemah jadi aku dapat membunuhnya dengan cepat . "


Lila mulai jengkel karena tidak ada yang percaya


" sekarang bantu aku . gunakan sihir api dan sihir pemusnah . "


" aku juga akan membantu . "


kakek , Lila dan Jenni membantu dokter mengeluarkan sihir hitam dari tubuh fanie . sekitar 1 jam kemudian tubuh fanie , mulai stabil dan muntah darah .


" fyuh akhirnya sihir hitam lenyap . "


Jenni memandang dokter Sabin lalu berbicara di luar .


" bagaimana kabarmu . kenapa kau menghilang begitu saja . " dokter Sabin merapikan rambut Jenni


" aku pergi bersama kakek pergi ke kerajaan iblis es untuk meminta sesuatu pada putra mahkota . "


Jenni memalingkan wajah


" apa kau minta di nikahi oleh putra mahkota kerajaan iblis es . "


" tidak , kenapa kau selalu berpikir seperti itu . bukankah aku sudah bilang . aku hanya ksatria kerajaan iblis es . "


Jenni melepas tangan Sabin lalu meninggalkannya begitu saja dengan penuh amarah .


" apa yang ku katakan tadi . Jenni kan jadi marah . "


Sabin kembali ke kamar fanie dan memeriksa keadaan fanie .


" syukurlah keadaannya stabil . kurang lebih 3-7 hari sudah siuman . "


" terimakasih dok . "


kakek tersenyum kecil


" ini resepnya . saya undur diri dulu . kalau ada apa-apa , anda bisa menggunakan batu sihir untuk menghubungi saya . "


Sabin menyerahkan resep obat lalu meninggalkan kediaman kakek . Jenni yang kecewa , hanya memandang Sabin dari jauh .


" apa kau tadi bicara dengan Sabin sendirian . "


kakek berbicara di telinga Jenni


" ka... kakek bikin kaget aja . hanya menanyakan kabar saja . "


" bagus kalau begitu . jaga wanita itu dulu . kakek akan merebus obat dulu . "


" baik kek . "


Jenni masuk ke dalam kamar melihat keadaan fanie .


" dia wanita yang kuat kak . "


Lila datang membawa air untuk membasuh muka dan badan fanie


" iya kalau manusia biasa mungkin sudah mati karena gigitan bilsha . "


" maksud kakak apa . bukanya dia memang manusia biasa . dia bukan bangsa iblis kan . "


Lila menyuapi obat


" dia setengah manusia setengah iblis . dan dia memiliki darah campuran yang sempurna . "


Jenni memandangi wajah fanie dengan teliti


" bukankah berarti dia iblis cacat yang tidak punya sihir . dia tergolong budak kak .


Lila makin penasaran


" itu kalau darah mereka campuran biasa . wanita ini darah campuran yang sempurna . aku bisa mencium aroma manusia sekaligus iblis yang begitu kuat . "


" dia tadi aku temukan di dekat sungai hutan terlarang sendirian . berarti dia dari dunia manusia kan . "


Lila masih sedikit bingung


" walaupun manusia biasa , kalau dia tidak ada kekuatan iblis yang menyeret nya kemari . tidak akan mungkin sampai ke hutan terlarang dengan mudah . "


" iya juga sih . "


Lila keluar kamar mengambil baju ganti .


3 hari sudah berlalu . tapi fanie belum juga menunjukkan tanda-tanda siuman .


di dalam mimpi stefanie , dia di tinggal pergi ayah dan neneknya . lalu fanie dikejar oleh monster berbahaya dan ada seorang wanita cantik yang ingin membunuh fanie dengan kejam . wanita itu di penuhi oleh api . fanie pun mengigau


" ayah...jangan pergi jangan tinggalkan fanie . "


fanie menangis lalu siuman


" akhirnya kamu bangun juga . "


kakek Lila dan Jenni tersenyum lebar


" aku akan memasak bubur dulu . "


Lila menuju dapur


" a...aku dimana . lalu siapa kalian . kenapa wajah kalian berbeda denganku . "


fanie masih ketakutan melihat wajah mereka


" tenanglah kami tidak akan berbuat jahat . minumlah dulu . lalu perkenalan dirimu . "


kakek menyodorkan minuman


" terima kasih . "


fanie meminum air dengan sekali teguk .


" nama saya stefanie . tapi saya manusia biasa . tidak bisa terbang seperti kalian . "


fanie mengatakan dengan perasaan takut


" pfft ...hahaha . tidak semua disini bisa terbang . ada beberapa jenis iblis yang tidak bisa terbang . "


kakek menjelaskan dengan senyum


" apa ... iblis . jadi ini dunia iblis . "


fanie terkejut dan tambah ketakutan


" tenanglah kak . kami tidak berbahaya . "


Lila datang membawa bubur . Jenni yang menyuapi .


" istirahatlah dulu kak . besok saja kita lanjutkan bicara . "


" sekalian aku ajak kau berkeliling di dunia iblis api . "


Jenni dan Lila keluar dari kamar fanie . di sisi lain kakek bertemu dengan Hary .


" terimakasih telah membantu kakakku . mantan panglima perang iblis api . "


Hary terharu kakaknya bisa cepat siuman


" ini sudah tugas hamba yang mulia . "


kakek menjawab penuh sopan


" aku titip kakakku biarkan dia tinggal di sini sampai perang dengan kerajaan iblis hitam usai ."


pangeran menaruh harapan besar pada kakek


" hamba akan melaksanakan perintah putra mahkota dengan baik . "


" aku akan mengirimkan emas tiap bulan untuk mengganti biaya hidupnya . "


" hamba pikir tidak usah pangeran . hamba takut justru akan mancing kecurigaan orang lain . "


kakek meminum air dengan sekali teguk .


" baiklah terserah kau saja . sampaikan salam ku  dan terimakasih pada pangeran Rasyan .


pangeran Hary mengeluarkan sayap lalu meninggalkan kediaman kakek


" baik yang mulia . semoga selamat sampai tujuan . "


kakek berdiri dari kursi lalu menuju kamar fanie .


" kakek ... apa pangeran sudah kembali . "


Jenni bertanya dengan resah


" sudah dari tadi dia sudah terbang . "


" kenapa pangeran tidak memberi tau dulu . aku kan ksatrianya . "


Jenni kesal dengan tingkah pangeran Hary


" cepat susul dan hati-hati . "


" baik kakek aku berangkat dulu . "


Jenni mengeluarkan sayap lalu pergi menuju kerajaan iblis es


fanie yang ada di kamar pun tidak bisa tidur . memikirkan dia berada di dunia iblis . sungguh sangat menakutkan baginya . selama semalaman , fanie hanya memandangi bulan dari balik kaca kamarnya . dia memikirkan sang ayah yang pasti khawatir dengan keadaan fanie  . tanpa terasa , air mata mengalir di pipinya . dia benar-benar rindu ayah dan temannya.


" kamu sudah bangun ya . kau mau sarapan atau mandi dulu . biar kakek dan Lila yang siapkan . "


" saya mandi dulu saja kek . " sudah beberapa hari saya tidak mandi . "


fanie keluar dari kamar di papah kakek menuju kamar mandi .


" kalau ada apa-apa kau bisa teriak . kakek menunggu di luar  kamar . "


" terimakasih kek . "


wangi bunga dan tanaman obat di bak mandi . membuat perasaan fanie lebih tenang dan nyaman .


kakek yang menunggu di luar kamar juga sudah menyiapkan sarapan untuk fanie .


" terimakasih kek . sudah menyiapkan ini semua untuk fanie . "


fanie tersenyum lebar


" itu bukan apa-apa . makan lah dulu biar Lila yang menemanimu sarapan . "


kakek keluar dari kamar fanie


" ayo makan kak . "


" iya . panggil fanie saja . "


" oke . "


" kakak mu yang satunya mana . kenapa gak sarapan sekalian . "


" oh , Kakak sudah berangkat ke kerajaan iblis es . kak Jenni jadi ksatria pelindung putra mahkota  kerajaan iblis es . "


Lila sambil menyantap makanan


" wah , hebat dong bisa jadi ksatria . apakah dia jago menggunakan pedang . "


fanie penasaran


" bukan hanya jago tapi sudah master . "


" aku yang adiknya saja bisa iri . "


Lila menghela nafas


" kau masih bisa berusaha lebih keras dengan latihan rutin . "


fanie memberi semangat kepada Lila


" baik kak mulai hari ini aku akan latihan dengan semangat . "


sore hari fanie melihat Lila latihan berpedang dan sihir . fanie sangat kagum dengan keahlian Lila menggunakan pedang .


" matahari sudah mulai tenggelam . kenapa tidak masuk ke dalam . "


kakek datang membawa keranjang yang berisi tanaman obat .


" masih mau lihat Lila latihan pedang kek . "


fanie menuangkan air minum untuk kakek


" Lila , ayo istirahat dulu masuk ke dalam . "


kakek memanggil Lila dari dalam rumah lalu menunjukkan hasil buruannya .


" ini rusa ya kek . hari ini kita makan daging . aku akan menyiapkan makan malam . kakek tunggu saja disini . "


Lila membawa rusa  ke dapur


" aku bantu Lila . "


fanie menyusul Lila ke dapur


" iya terima kasih . "


Lila memotong rusa memasak dan menyalakan api kompor dengan sihir . fanie heran dan takjub melihat sihir yang di gunakan Lila .


"wah ... kau hebat Lila . kau menggunakan sihir untuk memasak dan pekerjaan lainnya . "


fanie terus melihat Lila di dapur


" ini cuma sihir dasar kak . "


Lila tersenyum


" kau juga bisa belajar sihir kalau kau mau . "


kakek menuju dapur membantu Lila


" benarkah aku bisa belajar sihir . "


fanie antusias


" iya kak . kalau cuma sihir dasar aku bisa mengajari kakak fanie . "


" terimakasih Lila . "


mereka menuju meja makan menyantap hasil buruan kakek . malam hari fanie tidak bisa tidur  memikirkan sang ayah yang pasti sangat cemas . fanie hanya bisa memandangi bulan sabit dari jauh sambil membayangkan wajah sang ayah . fanie terus memikirkan cara untuk kembali ke dunia manusia sambil menyembuhkan lukanya . fanie tertidur lelap di bawah sinar bulan .