
Hari audisi pasukan khusus tiba . Stefanie sedikit tegang dan tidak percaya diri saat hendak memulai ujian . Kebetulan dia mendapatkan nomor undian terakhir . Dia berinisiatif melihat pertandingan terlebih dahulu .
" Dia sangat hebat . Baru satu jurus saja sudah bisa menumbangkan lawannya . " Stefanie bergumam lirih.
" Iya . Auranya juga sangat misterius. Apa dia menekan auranya . " Lila bertanya dengan penasaran .
" Mungkin saja . Supaya tidak bisa terbaca oleh lawan . Tapi tetap saja pihak akademi bisa membaca auranya . "
Para siswi akademi sihir sedikit heboh dengan kemunculan Nalan . Dia adalah anak dari seorang menteri yang mendukung raja . Wajahnya rupawan dan senyumnya menawan . Dia mampu menahan serangan lawan hanya dengan satu jari .
" Itu jurus apa ya . " Stefanie bergumam lirih .
" Sepertinya jurus jari matahari . Aku pernah melihatnya di buku . " Sahut Lila . Lila menuju ke ring bagian belakang untuk bertarung dengan sesama tingkat atas . Sementara stefanie masih fokus melihat pertandingan Nalan .
" Benar-benar jurus yang menakjubkan . Aku harus mencari jurus itu di perpustakaan . " Stefanie berbisik dalam hati .
" Langkahnya juga cepat dan akurat . Sangat luar biasa . " Stefanie mengamati Nalan dari jauh .
Nalan menumbangkan lawannya dengan beberapa jurus saja . Semua siswi akademi berteriak heboh saat Nalan menang .
Peserta berikutnya adalah Wijaya Renaldi . Sebenarnya Wijaya menang telak tapi saat terdesak sang lawan menggunakan senjata rahasia yang melumpuhkan ototnya . Stefanie yang melihat langsung geram dan berusaha mendekati Wijaya . Dia melemparkan ramuan penawar pelumpuh otot .
Wijaya tersenyum ke arah Stefanie dan melanjutkan pertandingan . Wijaya menghajar lawannya sampai babak belur dan pingsan .
" Terima kasih nona . Lagi-lagi saya berhutang Budi . " Wijaya turun dari ring menyapa Stefanie .
" Tidak usah sungkan . Keluarga anda juga banyak membantu saya . " Stefanie tersenyum .
" Bruk …"
Terdengar seseorang jatuh area pertandingan di ring yang lain . Stefanie mengerutkan dahinya melihat itu adalah Lila . Lagi-lagi mereka berbuat curang menyerang dengan senjata tajam yang dilumuri racun bunga blez . Racun itu tidak berbau dan tidak berwarna. Saat mengenainya , tubuh akan terasa lumpuh dan merasa gatal .
Stefanie hendak menolong tapi Lila memberi isyarat jangan khawatir . Lila mengeluarkan jarum pelumpuh jantung . Mereka sama-sama punya senjata rahasia . Lila sudah tidak bisa menahan racun bunga blez . Dia mengeluarkan jurus tapak suci naga. Lawannya langsung tersungkur di tanah dan pingsan .
Lila minum ramuan untuk mengeluarkan racun dari tubuh.
Stefanie menghampiri Lila dan langsung menyerap racun bunga blez . Tubuh Lila kembali seperti semula .
Stefanie naik ke atas ring . Kebetulan lawannya adalah Alexis peringkat ke 5 tingkat dewa . Dia sangat sombong , angkuh dan cantik . Walaupun berada di tingkat dewa tapi Alexis sudah bisa menguasai aura pedang tingkat kaisar . Inilah yang menjadi andalan Alexis saat bertarung .
" Kau duluan . " Alexis mempersilahkan Stefanie menyerangnya duluan .
Stefanie menyerangnya dengan jurus Tapak suci naga . Alexis mampu menghindarinya dengan mudah . Alexis menyerang langsung dengan aura pedang . Stefanie menangkis dengan pedang seribu bayangan . Alexis terpental keluar ring .
Alexis mampu bangkit dan kembali menyerang . Stefanie terjatuh ke tanah . Alexis ingin menyerang kembali saat Stefanie terjatuh . Tapi Stefanie mampu menangkisnya dengan formasi sihir tingkat dewa . Stefanie membalas serangan Alexis dengan jurus pedang darah dan pedang haus darah .
Alexis terjatuh tergeletak di tanah dan pingsan . Stefanie menang melawan Alexis .
" Memang pantas jadi wanitaku . " Raja Leon tersenyum . Dia melihat stefanie dari kejauhan .
" Bagaimana menurutmu Josh . Apa ada yang menarik . " Leon bertanya sambil melihat aksi Stefanie di ring .
" Hanya ada beberapa yang bagus yang mulia . Selebihnya lumayan . "
" Iya . Aku tertarik dengan kemampuan Nathan dan dia sudah mencapai tingkat kaisar dengan sangat cepat . Selidiki latar belakang dan keluarganya . " Leon memberikan perintah .
" Baik yang mulia . " Josh membungkuk
Stefanie kembali ke asrama dengan penuh luka lebam .
" Hahaha … aku langsung memakai senjata rahasiaku saat pertandingan bertarung . " Lisa tertawa .
" Dasar kau . Senjata rahasia hanya digunakannya saat kita terdesak saja." Lila menggelengkan kepalanya. Stefanie juga ikut tertawa.
Stefanie meminum ramuan yang dibuat oleh Lila supaya luka yang dia derita lekas pulih . Karena kehabisan energi Lila dan Lisa lebih dulu tidur di kamar masing-masing .
Stefanie keluar kamar menuju ke perpustakaan . Dia masih penasaran dengan jurus jari matahari yang digunakan Nalan tadi .
" Kau memang kutu buku ya . Energimu sudah habis kau masih ingin membaca buku bukannya istirahat . " Seorang master menegur Stefanie sambil tersenyum .
" Master . Saya hanya ingin tahu jurus yang digunakan senior Nalan ."
" Maksudmu jurus jari matahari . " Master menyerahkan buku jurus jari matahari tingkat kaisar .
" Kenapa master langsung memberi saya tingkat kaisar . Padahal saya belum tahu tingkat dasarnya . " Stefanie bertanya penuh rasa heran .
" Kau sudah memasuki aura pedang tingkat dewa . Sangat mudah bagimu langsung mempelajari jari matahari tingkat kaisar . "
" Terima kasih master . "
" Aku penasaran . Kenapa kau bisa secepat ini naik tingkat . Beberapa minggu lalu kau masih di tingkat menengah sekarang sudah di tingkat dewa . Biasanya dari tingkat dasar ke tingkat menengah memerlukan waktu dua tahun . " Master bertanya pada stefanie penasaran dengan apa terjadi pada Stefanie .
" Haha... master bisa saja . Saya hanya sering latihan . " Stefanie tersenyum malu .
" Silahkan kau pelajari baik-buruk jurus itu . "
" Baik master . "
Setelah memberikan penjelasan dan mengobrol master itu pergi meninggalkan Stefanie . Stefanie juga penasaran siapa master itu .
Stefanie kembali ke kamarnya dan membawa buku jurus jari matahari .
" Seperti ada orang yang mengikutiku . Tapi siapa . Bukannya anak buah Leon hanya mengikuti saat aku keluar akademi . " Stefanie berjalan dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa .
Saat masuk kamar . Mereka hilang dan pergi begitu saja . Stefanie heran siapa yang membuat masalah dengan dirinya . Stefanie menuju ranjang dan menutup matanya .
Kakek Alex teriak minta tolong . Dan mengeram kesakitan . Stefanie langsung bangun dan mengatur nafasnya dengan baik .
" Untunglah cuma mimpi . Aku takut sekali kakek dan kak Jenni jadi mayat . " Stefanie terdiam lesu di sudut ranjang setelah bermimpi buruk . Dia keluar kamar menatap rembulan malam dan menikmati dinginnya hawa malam hari di asrama .
" Kau juga tidak bisa tidur . " Seorang pria mendekati Stefanie yang berada di depan asrama .
" Iya . Mungkin karena kelelahan . " Stefanie tersenyum .
" Inikan Nalan yang tadi siang bertarung dengan hebat . Kenapa bisa ada di sini dan kenapa dia malam-malam begini keluar . " Stefanie bergumam dalam hati .
" Aku juga sama . Aku kelebihan dan kehabisan energi waktu bertarung tadi . "
" Benarkah . Bukannya kau sangat hebat tadi . "
" Iya . Tapi jurus yang aku pakai menghabiskan setengah dari energi sihirku . " Nalan tersenyum .
Leon datang ke kamar stefanie melalui teleportasi . Tapi dia malah tidak ada dikamarnya . Leon melihat sekeliling dan mencari Stefanie . Dia sangat marah melihat Stefanie yang tersenyum manis dan berbicara dengan laki-laki lain .
" Baru beberapa minggu aku tidak mengunjungimu . Kau sudah mendapatkan laki-laki lain . " Leon kembali ke istana dengan perasaan tidak tenang dan emosi .