
Kakek mengajari Stefanie sihir dasar setiap hari . Fanie juga mempraktekkan sihirnya bersama Lila . Walau sulit di awal tapi fanie cepat paham apa yang kakek ajarkan . Fanie yakin bisa melewati tes sihir tingkat dasar dengan baik .
Tibalah waktu pendaftaran akademi sihir tingkat dasar . Banyak orang yang antusias termasuk fanie . Tak disangka Lila dan fanie bertemu wanita sombong yang kaya raya ingin mendahului Lila dan fanie .
" Maaf senior , nona ini baru datang kenapa langsung dilayani . " Fanie memprotes
" Lihat statusmu . Kau hanya keturunan iblis bukan iblis murni . " Senior mendorong fanie mundur kembali ke barisan pendaftaran
" Di akademi sihir ini . Tidak pernah membedakan status . Kakakku juga alumni akademi ini . " Lila menatap tajam senior
" Cih gak tau diri . " Senior pun meninggalkan mereka dengan tatapan menghina
Nona itu hanya memandang Fanie dan Lila tanpa berkata apapun .
Tibalah waktu test . Test dibagi 3 tahap . Tahap pertama uji tingkatan sihir . Tahap kedua uji pengetahuan sihir dan tahap ketiga uji kekuatan sihir atau praktek sihir .
Saat tes tahap 1 , nona yang bertemu di tempat pendaftaran Ternyata anak perempuan dari perdana menteri negara api . Dia bernama Jennifer seorang iblis murni . Stefanie tercengang melihat Jennifer yang sudah berada di tingkat menengah sihir . Bagi stefanie itu hal yang luar biasa .
" Tidak usah terkejut kak , kau juga bisa melakukannya jika berusaha dengan keras . " Lila memberi semangat kepada Fanie
" Iya terimakasih . " Fanie menutup mata lalu berdoa agar dia lolos tes dengan lancar
" Lila " seorang senior memanggil dari atas panggung . Lila maju ke depan panggung dan meletakkan tangannya ke atas bola sihir untuk uji tingkatan sihir . Cahaya biru muda yang sangat menyilaukan keluar dari bola sihir itu . Semua orang pun terpukau melihat sihir yang dimiliki Lila .
" Selamat ya kau berada di tingkat atas sihir . " Senior tersenyum dan memberikan kunci asrama berwarna emas
" Terima kasih senior . " Menerima kunci dengan bangga
" Salam untuk mantan jenderal perang Alex ya . " Senior tersenyum
" Iya akan saya sampaikan salam senior pada kakek . " Lila menuruni tangga panggung dengan gembira dan jadi pusat perhatian karena Lila adalah cucu jenderal Perang Alex . Jenderal perang Alex dikenal sebagai jenderal yang gagah dan puluhan kali menang di Medan perang . Jenderal perang Alex pensiun waktu kaisar pertama benua iblis wafat . Sebelum benua iblis pecah jadi 3 bagian .
" Stefanie " senior memandang dengan tatapan sinis .
Tak hanya para senior dan murid akademi sihir saja yang bertatapan sinis . Para guru dan kepala sekolah juga memandang Fanie dengan sebelah mata .
Mereka berbisik lirih ,
" Setengah manusia ya . Paling juga sihir dasar . " Senior tertawa sinis lalu mengarahkan bola sihir ke tangan fanie .
Fanie sendiri juga bingung , kenapa orang-orang sekitar menganggap fanie iblis setengah manusia . Padahal wujud fanie manusia murni dan baru pertama kali fanie menginjak dunia iblis . Fanie menginjak dunia iblis ini karena tersesat di hutan setelah kecelakaan bus . Itu yang membuat fanie sedih gelisah penasaran dan marah . Sesaat pikiran fanie jadi kacau lalu bola sihir mengeluarkan warna emas keputihan . Semua orang pun terkejut dan kagum . Tak lama bola sihir itu meledak dan hancur . Pandangan semua yang hadir tertuju pada fanie . Ada yang kagum ada juga yang curiga .
" Apa dia pakai sihir hitam ya . Makanya bolanya meledak . " Senior berbisik dengan temannya
" SST … diamlah kepala sekolah sedang menuju kemari . " Teman senior membungkukkan badan di depan kepala sekolah
" Ehem … ini baru pertama kali saat aku menjabat sebagai kepala sekolah . Ada iblis setengah manusia yang punya kekuatan sebesar ini . Dan ini bukan sihir hitam . " Kepala sekolah memberikan kunci asrama emas berlapis berlian
" Terima kasih kepala sekolah . " Menerima kunci asrama dengan haru
" Yang sudah menerima kunci asrama tidak perlu mengikuti tes tahap 2 dan 3 . " Kepala sekolah mengakhiri pidato lalu kembali ke tempat duduknya .
Yang menerima kunci asrama emas 3 orang sedangkan yang menerima kunci asrama emas berlian ada 10 orang . 9 diantaranya dari keluarga kerajaan . Fanie menghampiri Lila dan meneteskan air mata .
" Lila kita berhasil tanpa harus melewati tes ke 2 dan ke 3 . " Fanie memeluk Lila dengan erat
" Sudah hapus air matamu dulu , ayo kita ke asrama . " Mengusap air mata fanie meninggalkan tempat test .
Di arah lain , dari atas para pangeran dan putri kerajaan sedang menatap fanie .
" Jadi dia yang akan tinggal bersama di rumah emas berlian . " Pangeran Jimin memandang Stefanie dari jauh
" Iya . " Sahut pangeran Rasyan lirih
" Tapi masa dia bisa punya kekuatan sihir sehebat itu . Diakan cuma iblis setengah manusia . " Pangeran jimin memandang rendah Stefanie
" Jaga kata-katamu Jimin . Kau seorang pangeran . " Pangeran justin membentak Jimin dengan keras
" Maaf ...maaf . " Pangeran Jimin cemberut
" Ayo kita kembali ke asrama . Kita akan buat pesta penyambutan bukan . " Pangeran Rasyan meninggalkan podium menuju rumah emas berlian .
Ketiga pangeran dari kerajaan iblis es meninggalkan podium menuju rumah emas berlian . Saat Mereka berjalan pun menjadi pusat perhatian karena tampan kaya raya dan punya status tinggi .
" Kenapa kalian sudah kembali . Bagaimana dengan tesnya . " Putra mahkota Hary sekaligus pangeran pertama kerajaan iblis es duduk di sofa
" Tidak tertarik . " Pangeran kedua Rasyan Kerajaan iblis es
" Membosankan . " Pangeran ketiga kerajaan iblis es Justin
" seru kak . Ada iblis setengah manusia yang punya kekuatan sihir tingkat atas seperti kakak . " Pangeran ke empat kerajaan iblis es Jimin
" Apakah seorang wanita . " Pangeran Hary tersenyum
" Bagaimana kakak bisa tau . Apa kakak tadi juga melihatnya . "
" Kalau dia bukan wanita . Tentu tidak akan menarik perhatianmu bukan . " Hary Tertawa lepas wajah Jimin langsung merah karena malu
" Dia juga akan tinggal di rumah emas berlian . "
" Kita rayakan dengan makan malam saja seluruh penghuni rumah emas berlian . " Justin berdiri dari sofa menuju lantai 2
" Undang juga anak-anak dari asrama emas . Aku yakin anak itu akan canggung kalau hadir sendirian di rumah emas berlian . " Rasyan menuju kamar di lantai 3
" Baiklah kepala pelayan akan mengurus semuanya setelah tes ke 3 usai . " Pangeran Hary sebagai guru pembimbing sihir pertarungan di akademi sihir kembali ke ruangannya . Di tengah jalan pangeran Hary bertemu Stefanie yang sedang bingung mencari rumah emas berlian .
" Apa kau mencari rumah emas berlian . " Hary datang dari belakang
" Astaga … maaf saya terkejut . Salam yang mulia . Benar saya mencari rumah emas berlian . " Fanie membungkukkan badan
" Itu ada di sebelah kiri . Aku juga guru pembimbing sihir pertarungan di sini . " Hary menunjukkan rumah emas berlian
" Baik terima kasih yang mulia . Mohon bimbingannya . " Fanie melihat pangeran Hary berjalan menuju ruangan guru pembimbing . Fanie merasa pangeran Hary mirip dengan Hary temannya yang suka cari masalah di dunia manusia . Cuma beda di telinga saja . Stefanie memasuki ruangan yang dipenuhi dengan berlian dan permata . Rasa kagum fanie tak terhenti .
" Sudah datang ya . Aku ketua di rumah ini . Kalau ada yang kau tidak tahu tanya saja . " Putri kerajaan api Lisa
" Baik yang mulia membungkukkan badan . "
" Ini kunci kamarmu . Kamarmu ada di lantai 3 ujung lorong . " Putri kerajaan es Lidya
" Apa maksudmu di ujung lorong . Itukan kamar yang tidak pernah ditempati . " Pangeran Justin membentak putri Lidya .
" Cih … terserah . " Justin Meninggalkan mereka lalu kembali ke kamar
" Tenang saja ada aku di lantai 3 . kamarku ada di lorong kiri . Teriak saja kalau ada sesuatu . " Pangeran Rasyan bicara dari lantai 3
" Terima kasih yang mulia semua telah memperhatikan saya . " Membungkukkan badan lalu menuju lantai 3 .
Stefanie bingung ada apa di lantai 3 . Sampai membuat pangeran Justin takut . Apakah ada monster atau binatang purba di sana . Saat Stefanie menapakkan kaki di lantai 3 . Langsung terasa sihir hitam yang kuat dan menusuk tulang . Fanie mulai melangkah satu demi satu sambil ketakutan . Tapi entah kenapa aura sihir hitam itu menghilang begitu saja saat fanie sampai di depan kamar .
Fanie yang melihat isi kamarnya langsung terbelalak melompat kegirangan dan tidak percaya karena kamarnya seperti hotel bintang lima . Fanie menata bajunya di lemari dan bersiap untuk mandi . Batu sihir menyala tanda ada panggilan masuk .
" Halo kakak bagaimana kamarmu . Apa kamu nyaman disini . " Lila terlihat penasaran dengan kamar fanie
" Iya aku nyaman kamarnya besar dan fasilitasnya lengkap . " Fanie memperlihatkan kamarnya .
" Wah bikin orang iri . Kamarnya super mewah . Apa di sana ada perpustakaan dan ruang latihan untuk berpedang . "
" aku tidak tahu . Aku belum sempat berkeliling . Ini baru mau mandi "
" Oh … yasudah sampai jumpa besok pagi kak . " Lila kembali rebahan sambil membayangkan
Kamar luas nan mewah seperti kamar Stefanie .
Stefanie memasuki kamar mandi lalu berendam di bak mandi yang dipenuhi bunga mawar dan susu .
" Ternyata tidak buruk tinggal di dunia iblis . Tapi bagaimana kabar ayah ya . Aku harus cepat belajar sihir Sampai gelar master . Aku ingin menembus gerbang langit lalu kembali ke dunia manusia . " Fanie berbicara sendiri sambil berendam di bak mandi .
Keesokan paginya Lila sudah menunggu di depan gerbang rumah emas berlian .
" Wah … dari luar saja kelihatan mewah apalagi yang ada di dalam ."
" Sudahlah ayo . Nanti saat makan malam penerimaan akademi baru pasti kamu diundang . "
" jadi aku juga diundang ya kak . " Lila merasa senang mendengar berita itu .
" Iya cuma penghuni asrama emas saja . Nanti aku ajak ke kamarku . "
" Serius kak . Terimakasih ya kak . " Lila memeluk fanie dengan erat
Sesampainya di kelas banyak juga yang lolos tes tahap 3 . Kami semua diberikan seragam oleh guru pembimbing . Di kelas sihir pertarungan ini hanya aku saja yang punya seragam yang berbeda . Semua mata langsung tertuju pada fanie . Mereka meragukan hasil tes walau mereka melihat dengan mata mereka sendiri .
" Lihat dia , dia sangat beruntung . Bisa satu rumah dengan para pangeran dan putri kerajaan . " Seseorang berbisik di belakang
" Cara apa yang dia gunakan . "
" Apa mungkin dia memakai sihir hitam supaya bisa tinggal bersama pangeran . "
" Iya benar . Dia terlihat licik . "
Mereka semua tanpa henti menghina dan curiga tentang test itu .
" Hey … apa kau tuli , jelas-jelas kepala sekolah sudah berkata bukan sihir hitam . " Lila berteriak di depan muka anak yang menghina fanie
" Sudah lah Lila . Duduk saja tidak usah di ladeni . " Fanie menenangkan Lila yang sedang emosi
Guru mengumumkan . 3 bulan lagi ada pertarungan di kelas sihir dasar . Setiap anak wajib mengikuti pertarungan ini . Hanya saja tidak diperbolehkan menggunakan sihir hitam dan senjata tingkat atas .
Lila Yang mendengarnya langsung senang dan bangga .
" Kau harus sering berlatih sihir kak . Buktikan pada mereka kalau kau layak berada di rumah itu . " Lila berbisik lirih di telinga fanie
" Baik . Tapi tingkat sihirku di sihir atas tapi kemampuanku masih di tingkat dasar . Apa akan terkejar oleh yang lain . " Fanie menjadi ragu akan kemampuannya sendiri
" Aku yakin kakak bisa . Semangat kak . "
" terimakasih Lila . "
Fanie bisa memahami pelajaran dengan baik . Dia paling menonjol diantara siswa lain . Dengan alasan itu , banyak juga siswa yang mencemooh status nya yang setengah iblis . Mereka hanya mencari kesalahan dan keburukan fanie . Fanie yang sudah terbiasa dengan hal itu terlihat cuek dan pura-pura tidak tahu . Fanie hanya fokus berlatih sihir supaya bisa menjadi master dan kembali ke dunianya .
Stefanie keluar dari kamar mandi duduk mengeringkan rambutnya dengan sihir angin . Dia membaca buku yang diberikan kakek dan buku sejarah tentang dunia iblis dari perpustakaan . Ada orang mengetuk pintu .
" Maaf nona . Ini cemilan malam untuk nona . " Kepala pelayan memberikan cemilan dan puding
" Terima kasih pak . Taruh saja di meja . " Stefanie langsung mengeluarkan air liur karena pudingnya sangat cantik .
" Bagaimana kamu sudah memberikan cemilan itu . " Seorang pangeran berparas tampan berambut hitam bermata merah darah bertanya pada kepala pelayan
" Sudah yang mulia . Nona itu juga terlihat senang . " Kepala pelayan menundukkan kepala
Pangeran tersenyum . " Bagus . Kembalilah . " pangeran meminum wine dengan perlahan sambil tersenyum
Hari ini libur . Stefanie memutuskan untuk melihat-lihat rumah emas berlian lalu menuju perpustakaan .
Perpustakaannya berbeda dari perpustakaan akademi . Lebih lengkap dan lebih banyak buku .
" Mau ke perpustakaan ya . Ayo aku tunjukkan jalannya . " Pangeran Justin menghampiri Stefanie
" Terima kasih pangeran . " Stefanie berjalan beriringan dengan pangeran Justin
Pangeran Justin menunjukkan berbagai ruangan ke Stefanie . Ruang makan , area latihan berkuda , area latihan sihir , area latihan sihir pertarungan ruang cuci , dapur dan perpustakaan . Mereka juga sempat melihat taman bunga mawar biru yang ada di belakang rumah sambil menikmati secangkir teh .
" uhuk uhuk … Ini Teh apa . Kenapa rasanya sangat pahit . " Stefanie mengeluarkan lidahnya
" Pfft … maaf . Aku lupa bilang . Ini teh obat untuk meningkatkan stamina para bangsa iblis . " Pangeran justin tersenyum melihat tingkah Stefanie
" Maaf pangeran . Hamba tidak menyukainya . " Stefanie menunduk malu
" Tidak apa-apa . Aku mengerti . " Pangeran Justin mengganti teh obat dengan teh hitam . Stefanie sudah familiar dengan teh hitam ini . Dari kejauhan pangeran kalleid melihat ke arah fanie dan pangeran Justin dengan tatapan menyeramkan . Pangeran Justin mengirimkan teleportasi suara ke pangeran kalleid .
" Enyah kau dari hadapanku . Pangeran Justin menatap tajam pangeran kalleid
" Berisik itu bukan urusanmu . Aku berhak berada dan menatap siapa pun . " Pangeran kalleid tersenyum sinis
" Dasar penyihir hitam . " Pangeran kalleid mengeluarkan aura es
" Kau penyihir rendahan yang bodoh hanya bisa mengendalikan es . " Pangeran kalleid memancarkan aura membunuh yang kuat
" Ayo kita ke perpustakaan fanie . " Pangeran Justin dan stefanie beranjak ke perpustakaan
Pangeran kalleid pun tersenyum dan memutar gelas wine nya . " Dasar bodoh kau tidak bisa memiliki gadis itu . "