THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 51



Seluruh ksatria berkumpul di aula pertarungan untuk berlatih . Disana jenderal Josh sudah menunggu .


" Dengarkan . Kita akan kedatangan tamu dari benua merah . Mereka akan datang tiga bulan lagi . Sebaiknya kalian bersiap untuk itu . Kita akan melakukan uji pertarungan."


" Baik jenderal . " Semua ksatria kompak.


Mereka segera berlatih dan bertanding satu sama lain . Stefanie hanya melihat para ksatria itu dari kejauhan dan mengamati jurus mereka .


" Sebenarnya seperti apa benua merah itu . " Stefanie bertanya pada salah satu anggota ksatria bayangan .


" Mereka dikenal kejam dan bengis . Mereka tidak segan membunuh dan melecehkan korbannya . "


" Benua merah juga disebut sarang sihir terlarang . Disana sangat banyak penyihir tingkat kaisar dan ada satu penyihir tingkat langit yang langka . Kita disini hanya punya satu yaitu yang mulia raja Leon . Yang sudah memasuki tingkat langit . "


" Berarti bisa bahaya jika para ksatria tidak meningkatkan kekuatan sihirnya . Atau justru akan menjadi petaka untuk benua kita . " Stefanie mengerutkan dahi.


Stefanie bertemu Josh untuk membahas beberapa jurus yang Stefanie pelajari .


" Jenderal . "


" Iya nona ."


" Kenapa memanggilku nona . " Stefanie berbisik lirih .


" Itu memang hukum disini nona . Seorang wanita yang telah ditiduri raja harus dihormati layaknya keluarga kerajaan . " Josh berbicara lirih .


" Hah … sudahlah . Aku kesini mau memberitahu beberapa jurus yang bisa digunakan oleh para ksatria . "


" Itu bagus nona . " Leon mempersilahkan Stefanie untuk mengajari para ksatria beberapa jurus andalannya . Diantaranya jurus jari Dahlia , tapak suci naga, jurus pedang darah dan pedang seribu bayangan .


" Dan terakhir . Ini jurus rahasia . Kalian harus menggunakan jurus ini saat terdesak saja . " Stefanie memperkenalkan jurus pedang pengendali iblis . Semua terkejut dan heran . Jurus itu sudah lama tidak ada dan tidak digunakan .


" Jurus itu masih ada . " Seorang ksatria bertanya pada Stefanie .


" Iya masih ada , aku menemukan buku tentang jurus ini di perpustakaan lantai 3 di bawah rak . "


" Jurus ini akan sangat dahsyat serangannya saat lawanmu adalah iblis berdarah murni bukan iblis berdarah campuran sepertiku." Para ksatria tercengang dan diam terpaku mendengar perkataan Stefanie .


" Selamat mencoba . " Stefanie mempersilahkan para ksatria itu untuk berlatih .


Ksatria yang baru dilantik tahun ini mendapatkan undangan dari akademi sihir benua hitam untuk datang melihat pertarungan sihir antar benua . Walaupun benua iblis sudah tidak ada . Pihak akademi masih mengirimkan wakilnya untuk ikut .


" Apa kau akan datang . Ini satu bulan lagikan . " Lisa duduk di samping Stefanie .


" Mungkin . Kita lihat saja . Apa kita dapat cuti untuk mendatangi akademi . " Stefanie menyantap makan siangnya .


" Aku dengar akhir-akhir ini kau sering pulang ke rumah . Apa kakek dan kak Jenni sakit . " Stefanie bertanya pada Lila .


" Tidak . Aku hanya memberikan beberapa buku dan ramuan saja." Lila menyantap makanannya .


" Bagus kalau begitu , biar kak Jenni tidak sedih terus memikirkan kekuatan sihirnya yang belum kembali . " Stefanie menatap Lila .


Stefanie jadi pusat perhatian karena keluar tanpa mengenakan topeng . Dia juga jadi buah bibir saat mengajarkan jurus-jurus mematikan .


" Pantas saja dia jadi ketua ksatria bayangan . Dia sangat hebat dan berbahaya . " Seorang ksatria menatap Stefanie .


" Iya juga . Jurus jari Dahlia juga aneh tapi sangat mematikan jika menggunakan dengan benar . "


" Yang aku kagumi adalah jurus pedang pengendali iblis . " Itu sangat sudah dipelajari . " Para ksatria bergosip tentang Stefanie dan kagum dengan jurus yang dia pelajari .


Stefanie menuju ruangan raja Leon .


" Tok...tok . "


" Masuk ."


" Hormat hamba pada yang mulia raja benua hitam . "


" Bangunlah . Ada apa . "


" Baiklah aku mengijinkan . Kau juga bisa melihat bagaimana akademi sihir di benua merah . Mereka dua kali lipat lebih berbahaya . " Leon memberi nasihat .


" Baik yang mulia . " Stefanie keluar dari ruangan Leon dan bertemu ibu suri .


" Stefanie … "


" Hamba menghadap yang mulia ibu suri kerajaan hitam . "


" Bangunlah . Kita berjumpa lagi . Apa kau ada waktu . "


" Tentu saja ada waktu yang mulia."


" Aku ingin minum teh sebagai ganti waktu itu . "


" Baik yang mulia . "


Mereka berjalan menuju paviliun ibu suri dan ngobrol panjang lebar. Ibu suri memberikan teh herbal untuk Stefanie .


" Ini adalah teh kesukaanku . Aku harap kau meminumnya sebelum tidur. "


" Terima kasih ibu suri . Perhatian anda tiada tara . " Stefanie keluar paviliun ibu suri .


Pelayan selir Tasya yang melihat ini langsung datang melapor pada selir agung Tasya .


" Apa katamu . Dia diberi hadiah oleh ibu suri . " Selir agung Tasya menggenggam tangannya dan marah .


" Beraninya ****** itu memperdaya ibu suri . Apa kau tidak takut mati ." Selir agung Tasya berniat membuat ritual pengorbanan darah untuk kematian Stefanie .


Pengorbanan darah adalah semacam sihir terlarang untuk membunuh seseorang tanpa menyentuh orang itu . Tapi ritual ini memerlukannya darah segar entah darah si pengguna atau darah korban . Ritual dilakukan saat bulan purnama .


Malam hari Stefanie mencoba menyeduh teh pemberian ibu suri. Leon datang dengan teleportasi sihir .


" Yang mulia . Istri anda sangat banyak kenapa anda datang setiap malam kemari . " stefanie mendorong Leon menjauh .


" Karena hanya kau yang aku cintai . "


" Anda berkata konyol lagi yang mulia . " Stefanie mencoba menjauh dan keluar dari kamar . Leon menarik Stefanie ke pelukannya .


" Tumben kau meminum teh . " Leon mencium aroma teh yang sangat harum .


" Iya itu teh pemberian ibu suri yang mulia . Aku juga suka aromanya . " Mereka meminum teh itu berdua . Mereka berdua tidak tahu kalau teh itu mengandung ramuan penyubur kandungan . Ibu suri secara khusus memesannya untuk mereka berdua agar cepat mendapatkan momongan .


Hari pertarungan sihir antar benua tiba . Stefanie memakai seragam ksatria bayangan dan memakai topeng . Sedangkan Lisa dan Lila memakai seragam ksatria merah .


" Selamat datang . " Kami langsung disambut oleh Dekan akademi .


" Terima kasih Dekan ."


" Kau sangat hebat sekarang . Dan sudah menjadi ketua ksatria bayangan . " Dekan tersenyum melihat stefanie .


" Tidak juga Dekan . Saya harus banyak belajar lagi . " Pandangan Stefanie teralihkan pada seseorang yang mengenakan pakaian khas benua lain . Dia terus menatap Stefanie dari tadi . Stefanie menunjukkan ekspresi yang dingin pada orang itu .


" Apa anda mengenal orang itu Dekan . " Stefanie yang duduk disampingnya berbisik pada Dekan .


" Itu pangeran ke tujuh benua merah . Dia punya jurus yang sangat mematikan khas benua merah . Dia juga dikenal dengan penyihir tingkat kaisar termuda di benua merah . " Dekan berbicara lirih .


" Berbahaya juga dia . Tapi kenapa dia menatapku terus . Apa ada yang salah pada wajahku . "


" Dia pernah terluka oleh ketua ksatria bayangan yang dulu . Sepertinya dia terlihat membencimu . " Dekan memberi penjelasan .


" Hah … dasar . Sepertinya aku menambah musuh lagi . " Stefanie menghela nafas .


Stefanie fokus pada sihir pertarungan itu . Dia selalu memperhatikan jurus yang dipakai oleh para petarung dan mempelajari cara mereka menggunakan jurus itu .


Tanpa sadar Stefanie terus diawasi oleh seseorang dari benua merah .