
Pengumuman audisi pasukan khusus dimulai . Stefanie Lila dan Lisa semuanya masuk ke pasukan khusus . Mereka akan masuk ke basecamp khusus untuk para calon ksatria yang berada di luar istana .
" Yang mulia raja kerajaan benua hitam memasuki ruangan . " Semua membungkukkan badan dengan rasa hormat .
" Aura seorang raja memang berbeda . Auranya sangat tajam dan menakutkan . Aku baru pertama kali merasakan aura seperti ini . Tapi kenapa aku seperti familiar dengan parfum yang beliau pakai . " Stefanie berbicara dalam hati .
Raja memberikan selamat pada semua siswa akademi yang masuk ke pasukan khusus . Tingkat dasar ada 10 siswa , tingkat menengah ada 10 siswa , tingkat atas ada 20 siswa, tingkat dewa ada 20 siswa dan tingkat kaisar ada 3 orang .
Semua siswa yang lolos diberikan senjata . Tapi untuk Lila dan stefanie malah diberikan racun mematikan oleh yang mulia raja . Semua orang bertanya dan heran kenapa mereka berdua diberi racun bukan pedang .
Yang mulia raja Leon memandang Stefanie dari jauh membayangkan kejadian tadi malam . Raja Leon masih kesal dengan tindakan Stefanie yang berbicara dengan laki-laki lain tengah malam . Stefanie terkejut yang mulia raja terus memandangi dirinya . Karena terhalang tirai tipis . Wajah yang mulia raja tidak kelihatan . Stefanie hanya sesekali melihat tirai tipis itu.
Malam hari Leon kembali mendatangi Stefanie . Dia mendapati stefanie sedang asyik membaca buku tentang jurus .
" Apa buku itu begitu asyik sehingga kau tak peduli padaku yang telah datang . " Leon berdiri dibelakang Stefanie .
" Leon . " Stefanie bangun dari duduknya lalu memeluk Leon dengan erat .
" Kemana kau semalam ." Leon langsung menanyakan keberadaan Stefanie kemarin malam .
" Kemarin . " Mengingat dengan jelas .
" Aku keluar lalu berjalan keliling asrama sebentar dan bertemu Nalan. Memangnya kenapa . Apa kau cemburu . " Stefanie tertawa senang.
" Mana ada aku cemburu . Aku hanya memastikan saja . "
" Benarkah . Aku juga harus bertanya padamu . Kemana saja kau tiga bulan tidak menemuiku . " Stefanie memukuli Leon dengan keras .
" Hahaha … maaf . Aku sangat sibuk akhir-akhir ini . Tapi aku sangat merindukanmu . " Leon menarik badan stefanie menuju ranjang .
" Sebentar lagi kita akan selalu bersama . Aku akan lebih sering bertemu denganmu saat kau berada di pasukan khusus . "
" Bagaimana kabar hewan peliharaanku . "
" Mereka baik dan tumbuh dengan baik . Sesekali aku melatih ilmu sihir mereka dan mengajak mereka bertarung . " Leon memeluk stefanie dengan erat .
" Aku merindukan mereka . "
" Apa kau tidak merindukanku . "
" Tidak . Kau tidak mengingatku sama sekali . " Stefanie memasang wajah cemberut .
" Aku bahkan melihatmu bertarung di ring . Bagaimana aku tidak mengingatmu . " Leon mencium bibir manis Stefanie .
" Aura yang mulia raja sangat hebat dan kuat pantas saja kalleid kalah . Dia memang yang terbaik . Tapi tetap saja aku tidak suka dan muak . Dia terlalu banyak istri dan selir . " Stefanie memeluk Leon dengan erat.
" Kau ini . Kenapa selalu menyalahkan raja . Di dunia ini raja mana yang hidup hanya dengan satu istri . Apa kau masih mencintai kalleid . "
" Kenapa kau bertemu begitu . " Stefanie sedikit kesal dengan pertanyaan Leon .
" Kau selalu menyalahkan raja karena kematian kalleid . Apa kau masih mencintainya . Lalu kau menganggap aku apa . " Leon bangun dari tidurnya .
" Apa maksudmu . Kenapa kau marah . Aku memang menyalahkannya karena membuat kalleid terluka parah . Tapi aku sudah bisa melupakan kalleid karena aku mencintaimu . " Stefanie berusaha meyakinkan Leon .
" sudahlah aku malas berdebat . Kau istirahat saja . " Leon mencium kening Stefanie lalu pergi begitu saja.
" Tunggu Leon . " Stefanie berusaha memegang tangan Leon tapi tidak bisa .
Stefanie Lila dan Lisa membereskan barang bersiap meninggalkan akademi menuju basecamp pasukan khusus . Saat tiba di basecamp , stefanie masih teringat dengan kejadian tadi malam yang membuat Leon marah .
" Siapa yang bernama Stefanie . " Ketua pasukan khusus memanggil Stefanie .
" Saya ketua . "
" Ikut aku . " stefanie dan ketua Ethan menuju ke sebuah ruangan besar dan megah .
" Terima kasih . Tinggalkan kami . " Josh menyuruh ethan keluar ruangan. "
" Salam jenderal saya Stefanie . " Stefanie membungkukkan badan .
" Angkat kepala anda nona . Saya memanggil anda karena saya sudah menyiapkan kamar khusus untuk anda . Ini kuncinya . Anda bisa melihat para hewan peliharaan anda di malam hari . " Josh menyerahkan kunci paviliun milik ibunda Leon pada Stefanie .
" Bukankah paviliun yang mereka tempati terlalu besar jika aku tinggal sendiri . " Stefanie sedikit aneh dengan sikap Josh .
" Tidak apa-apa nona . Anda pantas menerimanya . " Josh tersenyum
" Terima kasih jenderal . Saya undur diri . " Stefanie kembali ke base camp dan membawa barangnya ke paviliun .
" Apa benar hanya karena Leon yang menyuruhnya . Tapi ini benar-benar terlalu berlebihan . " Stefanie bergumam lirih .
" Riri...Gaga… " Stefanie memeluk mereka dan tertawa riang .
" Kau manis sekali kalau kecil begini." Stefanie mengelus kepala Riri .
Stefanie masuk kedalam paviliun dan melihat isi paviliun . Ada foto seorang perempuan cantik dia memakai gaun yang indah dan punya mata yang begitu jernih .
" Benar-benar wanita yang anggun dan cantik . Aku jadi iri dengan kecantikannya . " Stefanie melihat lukisan itu lama .
" Dia adalah seorang selir yang terlupakan . Saat pemberontakan , dia merelakan nyawanya demi nyawa anaknya . " Leon datang dari belakang dan memeluk Stefanie .
" Aku mencintaimu Leon . Kau jangan salah paham . Aku memang masih mencintainya tapi tak sebesar cintaku padamu . " Stefanie mencium tangan Leon .
" Aku tahu . Aku juga minta maaf . " Leon mencium leher stefanie .
" Leon …" menggenggam tangan erat Leon .
" Aku merindukanmu . " Leon mengangkat Stefanie ke kamar mereka melakukannya sampai hour pagi .
Stefanie bangun Leon sudah pergi . Disana ada peluang dan kepala pelayan yang melayani Stefanie .
" Selamat pagi nona saya diutus untuk melayani anda nama saya Tomi . " Kepala pelayan menyapa Stefanie .
" Selamat pagi tuan Tomi . Sebenarnya saya tidak perlu perlu pelayan . "
" Panggil saja Tomi nona . Dan anda harus segera mandi dan berangkat ke basecamp . " Tomi menginginkan Stefanie .
" Terima kasih . " Stefanie langsung bergegas mandi dan berlari ke basecamp .
" Hah … aku belum terlambatkan . " Stefanie mengatur nafas .
" Belum . Kami baru saja akan mulai." Lila menatap Stefanie dengan seksama
" Apa kau habis olahraga malam . " Lila berbisik ke Stefanie saat berkumpul di aula pelatihan .
" Diam kau . " Stefanie terkejut dengan perkataan Lila .
Mereka memulai latihan fisik dengan keras yang langsung dipimpin oleh jenderal Josh .
" Aku baru tahu kalau Josh di lapangan begitu dingin dan kejam . Pantas kalau dia sudah jadi jenderal Sekarang . " Stefanie bergumam lirih.
Mereka berlatih sihir dan latihan fisik sampai sore hari . Para calon ksatria langsung menuju asrama masing-masing dan beristirahat . Ada yang makan malam sambil mengobrol dan bersantai bersama . Stefanie memilih melihat hewan peliharaannya dan berlatih bersama .
Salah satu calon ksatria ada yang tahu Stefanie menuju paviliun . Calon ksatria itu melaporkan tindakan Stefanie kepada ketua pasukan khusus .
" Tapi ketua . Bukannya paviliun adalah area terlarang yang tidak boleh dimasuki . " Calon ksatria itu bersikukuh Stefanie harus dihukum .
" Hah … apa kau tidak tahu kalau Stefanie dipilih karena dia bisa menaklukkan hewan sihir dan monster . Di area terlarang itu , hewan sihir yang mulia raja berada. " Ketua Ethan memberikan penjelasan. Ethan menyuruh dia keluar dari ruangan .
" Baik ketua . " Calon ksatria itu terlihat marah dan tidak puas dengan keputusan ketua Ethan .