
" Sepertinya kau kesini hanya untuk menikmati desert ya . " Pangeran kalleid berbicara di telinga Stefanie . Stefanie yang terkejut langsung berhenti makan dengan mulut yang belepotan . Kalleid membersihkan mulut Stefanie dengan tangan lalu memakannya . Muka Stefanie merah karena malu dan tidak berani menatap wajah kalleid .
" Maukah anda menari denganku . Bidadari ku . " Kalleid membungkukkan badan dan mencium tangan fanie . Stefanie hanya mengangguk senang . Kalleid tersenyum dan meraih pinggangnya . Seluruh mata yang ada di pesta itu tertuju pada fanie dan kalleid .
" Maaf … aku tidak pandai menari . Apa kaki anda sakit . " Fanie merasa Canggung karena menginjak kaki kalleid berkali-kali .
" Memang sakit . Tapi sudah di obati dengan kecantikan mu . " Kalleid melihat bibir merah Stefanie
" Terima kasih kalleid . Sepertinya anda terbiasa berbicara seperti itu di depan para wanita bangsawan pangeran . " Fanie menyindir kalleid
" Benarkah . " Kalleid tersenyum manis . Hati fanie makin berdegup kencang melihat Kalleid yang tersenyum dengan manis dan imut .
" Iya benar . Tergambar jelas pada wajah anda . " Fanie senyum dengan percaya diri
" Mereka malah membenci wajahku . Apalagi mata merahku . " Kalleid bersedih
" Memangnya kenapa dengan wajah kalleid . Anda tampan dan mata anda sangat indah . " Fanie memandang wajah kalleid dan berusaha menghibur Kalleid .
" Benarkah aku tampan . Hanya kau yang berkata begitu . " Kalleid tersenyum memandang wajah fanie dengan penuh cinta .
Rasyan tidak senang dengan kedekatan kalleid dan fanie . Dia berbicara menggunakan teleportasi dengan kalleid .
" Di akademi kau sibuk mencari seorang wanita . Padahal di istana kau sudah punya selir . Sungguh memalukan . " Rasyan menatap tajam kalleid
" Kau siapa . kenapa kau keberatan dengan siapa aku dekat . " Kalleid mengabaikan perkataan Rasyan
Acara menari telah selesai . Pangeran Hary memberikan kata sambutan dan selamat kepada siswa baru akademi sihir .
Karena lelah . Fanie mengajak Lila dan Jenni ke kamarnya .
" Cantik dan besar kamarmu kak . " Lila takjub dan senang melihatnya
" Sepertinya kau berhubungan baik dengan pangeran kalleid ya . " Jenni duduk di kursi meminum teh yang disediakan fanie
" Tidak begitu akrab . Tapi tidak buruk juga berteman dengannya . " Fanie tersenyum membayangkan wajahnya
" Cih … kak fanie kau terpesona dengan wajah tampannya ya . " Lila terlihat tidak senang dengan ekspresi fanie
" Aku harap kau berhati-hati dengan dia . Dia pembunuh berdarah dingin . " Jenni menasihati dengan serius
" Menurutku dia orang baik . Walau dia seorang pembunuh . Pasti ada alasan khusus dia suka membunuh." Fanie merebahkan kepalanya di kursi
" Terserah . " Jenni dan Lila jengkel dengan perkataan fanie
" Ayo kita kembali ke pesta . Mungkin akan ada pengumuman tentang lembah harrum . " Jenni mengajak Lila dan fanie kembali ke pesta
" Aku sedikit lelah . " Fanie beranjak dari kursi dengan mengeluh
Pangeran Arthur mengucapkan terimakasih atas bantuan dari akademi sihir untuk membantu pembasmian monster . Arthur mengemukakan monster ini lebih ganas dan dapat berkembang biak dengan cepat . Seisi pesta pun terkejut dan khawatir monster itu menuju ibukota . Berkat pangeran kalleid , monster itu tidak bisa keluar dari lembah harrum . Kerajaan sihir hitam memang memiliki sihir pelindung yang kuat dan belum ada yang menandingi .
" Cih … perkataanmu membuatku muntah . " Kalleid mengeluarkan aura membunuhnya yang kuat . Lalu pergi meninggalkan aula pesta menuju halaman
" Kenapa anda marah dengan ucapan Arthur . Bukannya dia memuji anda . " Fanie membuntuti kalleid dari belakang
" Kau tukang penguntit rupanya . " Kalleid menoleh ke belakang lalu tersenyum
" Siapa juga yang menguntit . Aku lelah berada di dalam . Aku baru tahu kalau anda ternyata seorang pangeran . " Wajah Fanie terlihat kesal dan marah
" Pffft … hahaha . Waktu itu kau tidak bertanya jadi apa ini salahku . " Pangeran kalleid menatap mata fanie dengan mesra .
" Ayo duduk disana . Cahaya bulan sangat terang disana . " kalleid Menggandeng tangan fanie lalu duduk berdua
" indah taman bunganya pangeran . "
" Panggil aku kalleid saja . Apa kau bodoh . " Kalleid menarik telinga fanie
" Auh … sakit kalleid . Tapi saat kita berdua saja ya . Aku tidak Ingin orang lain salah paham . " Fanie melihat langit malam yang begitu cerah
" Terserah kau saja . Kau adalah teman pertamaku . "
" Tidak pernah . Aku hanya tau belajar tentang kenegaraan dan membunuh . Apa kau mulai takut padaku . " Melihat bibir Stefanie yang merah
" Tentu saja tidak . Pasti kau punya alasan kenapa kau harus membunuh bukan . "
" Iya kau benar . Mereka akan membunuhku kalau aku tidak membunuh Mereka terlebih dahulu ."
" Bolehkah aku tau alasannya kenapa . "
" Kekuatan ku . Sihir hitam sangat besar dan menakutkan . Mereka khawatir aku membunuh mereka semua . Makanya mereka mengajak berperang tanpa alasan . Padahal kerajaan ku tidak berniat perang sama sekali . " Kalleid menghela nafas
" Apa kau dan mereka tidak ada niat untuk berdamai . "
" Tentu ada . Aku sendiri yang mengajukan perdamaian . Tapi apa kau tau apa syarat yang mereka ajukan . "
" Apa . " Stefanie penasaran
" Mereka menyegel kekuatanku . Jadi aku hanya bisa menggunakan setengah dari kekuatan yang ku miliki . Bukankah itu konyol . " Kalleid tertawa
" Jadi apa yang menyebarkan rumor kalau kau pembunuh berdarah dingin itu juga mereka . "
" Kau pintar sekali . Ayo masuk ke dalam . Pestanya mungkin sudah selesai . " Kalleid menggandeng tangan fanie menuntunnya masuk ke dalam rumah
Dari kejauhan pangeran Hary dan pangeran Justin melihat fanie yang bergandengan tangan dengan kalleid.
" Sejak kapan mereka jadi sedekat itu . " Pangeran Hary menghentikan langkahnya
" Mungkin sejak menari bersama tadi . " Pangeran Justin melirik ke arah kalleid . Kalleid yang tau akan kemarahan pangeran Justin hanya tersenyum senang
" Aku rasa kita harus Memberitahu fanie tentang kalleid . " Rasyan memberikan pendapatnya
" Kalian harus perhatikan dengan benar . Dia adik kita juga . Ingat itu . " Pangeran Hary meninggalkannya mereka sendirian
" Baik kak . " Justin dan Rasyan kompak
Fanie dan kalleid sudah tiba di lantai 3 kamar mereka .
" Itu kamarmu kan . Masuk dulu sana . " Kalleid memperhatikan fanie
" Lalu kamarmu di sebelah mana . "
" Ada di depan ." Tersenyum gembira
" Apa . " Fanie terkejut dan salah tingkah
" Yang selama ini ngasih camilan makanan dan gaun pesta ini kamu ya . " Fanie bertanya dengan nada tinggi
" Memang iya . Apa kau tidak mau menerima hadiah dariku . " Kalleid memasang wajah imut
Fanie yang tak tahan dengan wajah imutnya lalu membiarkannya .
" Ya . Terima kasih yang mulia . Anda boleh pergi . " Fanie mendorong kalleid keluar dari kamarnya lalu mengunci pintu kamar
" Hahaha … kau sungguh imut ratuku . " Kalleid masuk ke kamar dengan perasaan gembira
Fanie menggunakan batu sihir untuk menelpon Lila .
" Halo Lila . Ternyata Kamar Kalleid berada di depanku . Aku jadi serba salah . " fanie berguling kesana kemari di kasur
" Itu lagi aku bosan bahas pangeran tampan mu kak . " Lila menguap dengan kencang
" Tapi Lila . Aku benar-benar malu . Dia selalu memberikan cemilan dan masakan enak setiap hari . Aku harus bagaimana . "
" Buang saja tidak usah dimakan . Jangan terima apapun dari dia . " Lila menutup telpon lalu tidur lagi
" Lila … bantu aku . Tut … Tut . " Fanie kecewa Lila menutup telponnya