THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 5



" Sepertinya kau kesini hanya untuk menikmati desert ya . " Pangeran kalleid berbicara di telinga Stefanie . Stefanie yang terkejut langsung berhenti makan dengan mulut yang belepotan . Kalleid membersihkan mulut Stefanie dengan tangan lalu memakannya . Muka Stefanie merah karena malu dan tidak berani menatap wajah kalleid .


" Maukah anda menari denganku . Bidadari ku . " Kalleid membungkukkan badan dan mencium tangan fanie . Stefanie hanya mengangguk senang . Kalleid tersenyum dan meraih pinggangnya . Seluruh mata yang ada di pesta itu tertuju pada fanie dan kalleid .


" Maaf … aku tidak pandai menari . Apa kaki anda sakit . " Fanie merasa Canggung karena menginjak kaki kalleid berkali-kali .


" Memang sakit . Tapi sudah di obati dengan kecantikan mu . " Kalleid melihat bibir merah Stefanie


" Terima kasih kalleid . Sepertinya anda terbiasa berbicara seperti itu di depan para wanita bangsawan pangeran . " Fanie menyindir kalleid


" Benarkah . " Kalleid tersenyum manis . Hati fanie makin berdegup kencang melihat Kalleid yang tersenyum dengan manis dan imut .


" Iya benar . Tergambar jelas pada wajah anda . " Fanie senyum dengan percaya diri


" Mereka malah membenci wajahku . Apalagi mata merahku . " Kalleid bersedih


" Memangnya kenapa dengan wajah kalleid . Anda tampan dan mata anda sangat indah . " Fanie memandang wajah kalleid dan berusaha menghibur Kalleid .


" Benarkah aku tampan . Hanya kau yang berkata begitu . " Kalleid tersenyum memandang wajah fanie dengan penuh cinta .


Rasyan tidak senang dengan kedekatan kalleid dan fanie . Dia berbicara menggunakan teleportasi dengan kalleid .


" Di akademi kau sibuk mencari seorang wanita . Padahal di istana kau sudah punya selir . Sungguh memalukan . " Rasyan menatap tajam kalleid


" Kau siapa . kenapa kau keberatan dengan siapa aku dekat . " Kalleid mengabaikan perkataan Rasyan


Acara menari telah selesai . Pangeran Hary memberikan kata sambutan dan selamat kepada siswa baru akademi sihir .


Karena lelah . Fanie mengajak Lila dan Jenni ke kamarnya .


" Cantik dan besar kamarmu kak . " Lila takjub dan senang melihatnya


" Sepertinya kau berhubungan baik dengan pangeran kalleid ya . " Jenni duduk di kursi meminum teh yang disediakan fanie


" Tidak begitu akrab . Tapi tidak buruk juga berteman dengannya . " Fanie tersenyum membayangkan wajahnya


" Cih … kak fanie kau terpesona dengan wajah tampannya ya . " Lila terlihat tidak senang dengan ekspresi fanie


" Aku harap kau berhati-hati dengan dia . Dia pembunuh berdarah dingin . " Jenni menasihati dengan serius


" Menurutku dia orang baik . Walau dia seorang pembunuh . Pasti ada alasan khusus dia suka membunuh." Fanie merebahkan kepalanya di kursi


" Terserah . " Jenni dan Lila jengkel dengan perkataan fanie


" Ayo kita kembali ke pesta . Mungkin akan ada pengumuman tentang lembah harrum . " Jenni mengajak Lila dan fanie kembali ke pesta


" Aku sedikit lelah . " Fanie beranjak dari kursi dengan mengeluh


Pangeran Arthur mengucapkan terimakasih atas bantuan dari akademi sihir untuk membantu pembasmian monster . Arthur mengemukakan monster ini lebih ganas dan dapat berkembang biak dengan cepat . Seisi pesta pun terkejut dan khawatir monster itu menuju ibukota . Berkat pangeran kalleid , monster itu tidak bisa keluar dari lembah harrum . Kerajaan sihir hitam memang memiliki sihir pelindung yang kuat dan belum ada yang menandingi .


" Cih … perkataanmu membuatku muntah . " Kalleid mengeluarkan aura membunuhnya yang kuat . Lalu pergi meninggalkan aula pesta menuju halaman


" Kenapa anda marah dengan ucapan Arthur . Bukannya dia memuji anda . " Fanie membuntuti kalleid dari belakang


" Kau tukang penguntit rupanya . " Kalleid menoleh ke belakang lalu tersenyum


" Siapa juga yang menguntit . Aku lelah berada di dalam . Aku baru tahu kalau anda ternyata seorang pangeran . " Wajah Fanie terlihat kesal dan marah


" Pffft … hahaha . Waktu itu kau tidak bertanya jadi apa ini salahku . " Pangeran kalleid menatap mata fanie dengan mesra .


" Ayo duduk disana . Cahaya bulan sangat terang disana . " kalleid Menggandeng tangan fanie lalu duduk berdua


" indah taman bunganya pangeran . "


" Panggil aku kalleid saja . Apa kau bodoh . " Kalleid menarik telinga fanie


" Auh … sakit kalleid . Tapi saat kita berdua saja ya . Aku tidak Ingin orang lain salah paham . " Fanie melihat langit malam yang begitu cerah


" Terserah kau saja . Kau adalah teman pertamaku . "


" Tidak pernah . Aku hanya tau belajar tentang kenegaraan dan membunuh . Apa kau mulai takut padaku . " Melihat bibir Stefanie yang merah


" Tentu saja tidak . Pasti kau punya alasan kenapa kau harus membunuh bukan . "


" Iya kau benar . Mereka akan membunuhku kalau aku tidak membunuh Mereka terlebih dahulu ."


" Bolehkah aku tau alasannya kenapa . "


" Kekuatan ku . Sihir hitam sangat besar dan menakutkan . Mereka khawatir aku membunuh mereka semua . Makanya mereka mengajak berperang tanpa alasan . Padahal kerajaan ku tidak berniat perang sama sekali . " Kalleid menghela nafas


" Apa kau dan mereka tidak ada niat untuk berdamai . "


" Tentu ada . Aku sendiri yang mengajukan perdamaian . Tapi apa kau tau apa syarat yang mereka ajukan . "


" Apa . " Stefanie penasaran


" Mereka menyegel kekuatanku . Jadi aku hanya bisa menggunakan setengah dari kekuatan yang ku miliki . Bukankah itu konyol . " Kalleid tertawa


" Jadi apa yang menyebarkan rumor kalau kau pembunuh berdarah dingin itu juga mereka . "


" Kau pintar sekali . Ayo masuk ke dalam . Pestanya mungkin sudah selesai . " Kalleid menggandeng tangan fanie menuntunnya masuk ke dalam rumah


Dari kejauhan pangeran Hary dan pangeran Justin melihat fanie yang bergandengan tangan dengan kalleid.


" Sejak kapan mereka jadi sedekat itu . " Pangeran Hary menghentikan langkahnya


" Mungkin sejak menari bersama tadi . " Pangeran Justin melirik ke arah kalleid . Kalleid yang tau akan kemarahan pangeran Justin hanya tersenyum senang


" Aku rasa kita harus Memberitahu fanie tentang kalleid . " Rasyan memberikan pendapatnya


" Kalian harus perhatikan dengan benar . Dia adik kita juga . Ingat itu . " Pangeran Hary meninggalkannya mereka sendirian


" Baik kak . " Justin dan Rasyan kompak


Fanie dan kalleid sudah tiba di lantai 3 kamar mereka .


" Itu kamarmu kan . Masuk dulu sana . " Kalleid memperhatikan fanie


" Lalu kamarmu di sebelah mana . "


" Ada di depan ." Tersenyum gembira


" Apa . " Fanie terkejut dan salah tingkah


" Yang selama ini ngasih camilan makanan dan gaun pesta ini kamu ya . " Fanie bertanya dengan nada tinggi


" Memang iya . Apa kau tidak mau menerima hadiah dariku . " Kalleid memasang wajah imut


Fanie yang tak tahan dengan wajah imutnya lalu membiarkannya .


" Ya . Terima kasih yang mulia . Anda boleh pergi . " Fanie mendorong kalleid keluar dari kamarnya lalu mengunci pintu kamar


" Hahaha … kau sungguh imut ratuku . " Kalleid masuk ke kamar dengan perasaan gembira


Fanie menggunakan batu sihir untuk menelpon Lila .


" Halo Lila . Ternyata Kamar Kalleid berada di depanku . Aku jadi serba salah . " fanie berguling kesana kemari di kasur


" Itu lagi aku bosan bahas pangeran tampan mu kak . " Lila menguap dengan kencang


" Tapi Lila . Aku benar-benar malu . Dia selalu memberikan cemilan dan masakan enak setiap hari . Aku harus bagaimana . "


" Buang saja tidak usah dimakan . Jangan terima apapun dari dia . " Lila menutup telpon lalu tidur lagi


" Lila … bantu aku . Tut … Tut . " Fanie kecewa Lila menutup telponnya