THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 38



" Lalu bagaimana dengan makanan mereka . Apa kau tidak kesulitan memelihara dan menempatkan mereka disini . " Stefanie khawatir .


" Tenang saja semuanya akan ditanggung oleh kerajaan . Sekarang kau bisa kembali ke kamarmu istirahatlah . " Leon mengantar stefanie kembali ke kamarnya .


" Baiklah selamat malam . " Stefanie mencium pipi Leon .


" Selamat malam . " Leon meninggalkan rumah Stefanie dengan sihir teleportasi .


" Panggilkan Roy dan sabin kemari ." Leon kembali dari kamar Stefanie langsung menuju ruang baca .


" Baik yang mulia . "


" Aku harap kau bisa mengawasi Stefanie dari jauh . Kau tahu status dia sekarang kan . Dia adalah selirku yang berada di luar istana . " Leon menatap tajam Roy


" Baik yang mulia raja . Tapi hamba punya saran . Sebaiknya anda memberi tahu siapa anda sebenarnya . Jika terlambat , dia akan menjauhi anda . "


" Aku mengerti . Untuk kau dokter sabin . Aku menempatkan dirimu di pasukan merah . Kau akan bertanggung jawab penuh dengan kesehatan dan pengobatan mereka . Banyak orang yang menginginkan pasukan merah bubar . " Leon memberikan penjelasan .


" Hamba mengerti yang mulia . " Sabin menjawab dengan lantang .


" Bruk …" selir agung menerobos masuk ke ruang baca Leon .


" Kalian tunggu aku di luar . " Leon menyuruh anak buahnya keluar ruangan .


" Siapa perempuan itu . Apa benar anda memiliki selir diluar istana." Selir agung berbicara dengan emosi dan penuh amarah .


" Hah … kalau iya memangnya kenapa . Bukankah kau juga tahu kalau seorang raja tidak mungkin hanya punya satu istri . " Leon enggan memandang selir agung dia fokus membaca buku .


" Lalu kenapa anda tidak membawanya masuk ke istana . Apa dia dari kalangan budak . "


" Jaga mulutmu selir agung . Aku masih menghormatimu sebagai selir." Leon bangun dari duduknya dan berteriak dengan lantang .


" Jika anda menghormati saya . Tentu saja anda harus menganggap saya layaknya seorang istri bukan hanya istri yang disentuh saat malam pertama saja . " Selir agung meluapkan emosinya .


" Apa kau bermimpi . Aku tidak ingin dia menjadi buas sepertimu . Aku tidak ingin dia memanfaatkanku dan menjadikan diriku raja boneka saja . Bahkan dia tidak tahu kalau aku seorang raja . " Leon kembali duduk


" Hamba tidak bermimpi yang mulia. Itu tugas anda sebagai suami saya . Saya hanya meminta sesuatu yang seharusnya saya terima sebagai seorang istri yang mulia ."


" Permintaanmu terlalu banyak selir agung . Aku sudah menutup mata atas kerusuhan yang disebabkan oleh perdana menteri . " Leon hendak keluar dari ruang baca . Selir agung memeluk Leon dari belakang .


" Beri hamba kesempatan sekali lagi yang mulia . Hamba janji akan berubah . " Selir agung meneteskan air mata.


" Aku sudah memberikanmu kesempatan dulu . Aku percaya akan cinta tulusmu tapi kau dan ayahmu malah menjadikanku raja boneka saja . Saat aku tumbuh dewasa bisa menjadi raja yang hebat , kau menggunakan namaku untuk menindas rakyat dan memonopoli pasar . Aku yang begitu bodoh bisa percaya pada orang sepertimu . " Leon keluar dari ruang baca dengan wajah kesal menuju paviliun .


Selir agung diam terpaku setelah mendengar perkataan Leon . Dia menangis dan berteriak dengan keras .


" Aku mencintaimu . Aku baru sadar setelah aku menyakitimu . " Selir agung menangis tersedu-sedu .


Keesokan harinya Stefanie Lila dan Lisa bersiap kembali ke akademi . Rumah barunya diserahkan pada Jasmine dan Steve . Mereka bertiga menuju ke ruangan guru pembimbing untuk menyerahkan hasil dari pekerjaan sampingan .


" Kalian kenapa baru kembali sekarang . Bukannya sudah lewat satu hari . "Guru pembimbing itu bertanya


" Maaf Bu di tengah hutan ada burung Garuda yang menyerang . Kami bukan lawannya , jadi kami bersembunyi dulu . " Stefanie tersenyum


" Ini … sangat banyak . Batu sihirnya tingkat atas semua . " Seorang guru pembimbing kagum dengan hasil yang dibawa stefanie .


" Ini upah dari kerja sampinganmu . Jika ada pekerjaan lagi , kami pasti akan memprioritaskan kalian dulu . " Guru itu menyerahkan sekantong koin emas pada Stefanie dan Lisa . Mereka keluar dari ruang guru dan menuju ke asrama .


Saat sedang membersihkan asrama. Stefanie mendapat tantangan bertarung dari salah satu seniornya .


" Huh …maaf bukannya aku sombong , tapi baru kembali dari hutan sebaiknya kau cari saja yang lain . " Stefanie mengembalikan surat tantangan yang dia baca ke pelayan.


" Akan saya sampaikan nona . "


" Kenapa tidak coba lawan saja . Jika menang , ranking mu akan meningkatkan . " Lila menatap Stefanie .


" Aku malas . Jika mereka kalah pasti akan balas dendam padaku suatu hari nanti . " Stefanie sibuk membersihkan dan menata kamarnya .


" Keluar kau ****** . " Seseorang dari luar berteriak di depan asrama Stefanie .


" Siapa kalian . " stefanie melihat aura dan kekuatan sihir miliknya sangat bersinar .


" Hey … ****** apa kau takut sekarang . Tuan mudaku sudah berada di tingkat dewa . "


" Mungkin apa karena itu , kamu menolak tantangan dari tuan muda kami . " Anak buah laki-laki yang menantang Stefanie mulai memprovokasi Stefanie.


" Hah … datang lagi orang bodoh . Aku tidak tertarik . Pergilah . " Stefanie menyuruh mereka pergi .


" Lancang kau . Kau harus menerima tantangan dariku . Kau yang telah meracuni ayahku . Kau harus menerima akibatnya . " Laki-laki itu menghalangi stefanie masuk ke dalam .


" Baiklah . Jika tiga kali serang aku kalah . Aku akan menyerahkan 10 ribu koin emas padamu . " Stefanie tersenyum .


" Lumayan . Jika aku kalah aku akan memberikan pedang darah ini padamu . " Laki-laki itu menyeringai .


" Walau aku kalah , pedang itu adalah pedang iblis yang haus darah . Kau akan celaka bila menggunakan pedang itu . " Laki-laki itu bergumam lirih .


" Wah itu pedang darah yang sangat berharga . Apa dia tidak menyesal nanti . " Para penonton heboh melihat sosok pedang darah di tangannya .


Serangan pertama gagal mengenai Stefanie . Serangan kedua Stefanie terpental jauh karena pedang darah di tangan pria itu . Stefanie mencoba bangkit lalu mengeluarkan jari Dahlia. Pria itu terpental ke tanah tetapi langsung bisa bangkit kembali.


" Hah … lumayan juga kau . Ini seranganku yang terakhir ." Pria itu kembali menuju ring . Dia mengerahkan seluruh kekuatan sihirnya dan menyerang Stefanie . Stefanie bisa menahan serangan itu berkat formasi sihir tingkat atas .


" Sekarang giliran ku . " Stefanie mengeluarkan jurus sihir pedang pengendali Iblis . Seluruh badan laki-laki itu tidak bisa bergerak dan menerima serangan Stefanie begitu saja .


" Sial . Aku bisa kalah . " Laki-laki itu pingsan .


Stefanie menang . Dia mengambil pedang haus darah dari tangan laki-laki itu . Token stefanie berubah . Dari nomor 100 ke nomor 80 . Stefanie berencana kembali ke kamarnya .


" Ada apa ini . Kenapa dia seperti ini." Seorang guru pembimbing datang entah dari mana .


" Saya yang telah mengalahkannya guru. " Stefanie memberi hormat .


" Kurang ajar sekali kau . Bagaimana bisa anak keturunan budak sepertimu bisa mengalahkan muridku seorang iblis murni . " Guru itu memaki dan menjelek-jelekan stefanie . Stefanie mengerutkan keningnya .


" Dari sisi mana saya kurang ajar guru . Murid anda sendiri yang menantang saya tadi . Sekarang dia kalah anda menyalahkan saya . Anda sangat lucu guru . " Stefanie terlihat sangat kesal dan marah . Dia menyerahkan surat tantangan yang sudah ada stempel laki-laki itu .