The Power Of Single MoM

The Power Of Single MoM
Talak



Hari berikutnya, Candra menyempatkan diri untuk mengembalikan dompet Rhea ke Sukabumi, ke alamat yang tertera di kartu identitas Rhea.


Candra terharu melihat sambutan hangat kedua orang tua Rhea, yang meskipun terbilang sangat sederhana tapi mereka sangat sopan dan pandai menghargai orang lain. Mereka juga cepat beradaptasi dan mengakrabkan diri dengan orang yang baru mereka kenal.


Mereka bahkan dengan gamblang menceritakan bagaimana Pak Iman, ayah Rhea, difitnah dan dipecat dengan tidak hormat dari perusahaan lamanya.


Dari mereka juga, Candra akhirnya mengetahui dimana Rhea tinggal saat itu. Tidak hanya memberitahukan alamat rumah Paman Rhea di ibukota, kedua orang tua Rhea juga mengatakan bahwa mereka sangat menyukai Candra meskipun hari itu Candra datang dengan ojek yang disewanya di pangkalan. Karena entah kenapa, mobilnya tiba-tiba saja mogok di dekat pangkalan ojek.


Candra merasa senang bisa diterima sebagai Candra, bukan sebagai Profesor muda, dokter spesialis, ataupun kandidat kuat calon menteri kesehatan ataupun putra pemilik salah satu rumah sakit terbesar di ibukota.


Kedua orang tua Rhea bahkan tidak segan menitipkan anak tunggal mereka kepadanya, yang baru satu kali mereka temui. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan banyak oleh-oleh dan sebuah al quran yang katanya sudah lama dimiliki dan menjadi salah satu benda kesayangan ayah Rhea.


***


Beberapa hari kemudian, Candra berkunjung ke rumah Paman Rhea dan lagi-lagi, mereka ternyata tidak mengenal Candra sebelumnya meskupun sudah lama menetap di ibukota. Sama seperti kedua orang tua Rhea, Paman dan Bibinya sangat ramah dan baik kepada Candra.


Karena Rhea sedang tidak ada di rumah jadi Candra menitipkan dompet Rhea kepada Bibinya.


***


Sekitar sebulan kemudian, mereka kembali dipertemukan dalam sebuah acara ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta. Saat itu Candra menjadi salah satu tamu kehormatan sedangkan Rhea menjadi salah satu pengisi acara.


Saat itu Rhea yang baru berusia delapan belas tahun tampil begitu memukau dan mempesona. Ia mampu mengimbangi lawan bicaranya yang jauh lebih muda maupun lebih tua. Pandai menempatkan diri dan beradaptasi dengan berbagai karakter lawan mainnya di atas panggung. Jauh berbeda dengan gadis lugu dan payah yang dijumpainya di kerumunan pendemo beberapa waktu lalu.


Meskipun Rhea terlihat sibuk dan dikelilingi banyak kru dan rekan kerja, ia masih saja terlihat humble. Terlebih lagi ia masih sempat memperhatikan Candra. Ketika Candra hendak meninggalkan acara, Rhea menyempatkan diri mengejar Candra sampai ke lobi untuk menyapa dan mengucapkan terima kasih soal dompetnya.


Saat itulah Candra yakin bahwa gadis belia itu sangat istimewa. Ia kemudian memutuskan untuk kembali mengunjungi orang tua Rhea di Sukabumi dan mengutarakan niatnya untuk mempersunting Rhea setelah lulus sekolah. Kedua orang tua Rhea pun setuju.


Hari berlalu dan kedekatan mereka semakin intens. Entah bagaimana, Candra berhasil memikat hati Rhea dan membuatnya mau dinikahi diusia yang masih sangat muda.


Dan kebetulan saat itu, ayah Rhea sedang sakit, maka Paman Rhea menggantikan ayahnya menjadi wali. Sayangnya, belum sempat Pamannya memberitahukan tentang kabar pernikahan Rhea kepada ayahnya, hal buruk terjadi.


Empat hari setelah menikah, Candra berangkat ke luar negeri. Sementara Rhea, berniat menyusul setelah hasil kelulusannya keluar. Namun, sekitar sebulan kemudian Rhea hamil dan ia mendengar kabar dari salah satu sahabat Candra bahwa Candra masuk nominasi calon menteri pilihan presiden yang baru dilantik.


Rhea yang masih sangat muda tiba-tiba saja merasa gamang. Ia takut bahwa kabar tentang pernikahan dan kehamilannya akan berdampak buruk pada citra Candra sebagai kandidat menteri. Akhirnya Rhea memutuskan untuk menutup rapat status dan kehamilannya.


Sadar bahwa ia tidak akan bisa terus menyembunyikan perutnya yang kian membuncit, ia mencari tameng untuk dijadikan kambing hitam. Dan dengan mudah ia memilih Bian, seorang vokalis band indie yang tidak terlalu populer, agak ceroboh dan abai dengan banyak hal. Sungguh sasaran yang tepat.


Terlebih lagi fakta tak terbantahkan bahwa Bian adalah putra tunggal kebanggaan Subroto, calon gubernur yang sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye.


Dengan mudah Rhea mengenal Bian kemudian diam-diam menjebaknya dalam sebuah skenario kencan singkat di Malaysia. Dan dengan bodohnya, Bian terpedaya dan percaya bahwa ialah yang telah menghamili Rhea. Padahal malam itu Bian tertidur pulas saat mabuk berat dan mereka tidak melakukan apapun.


Mendengar kabar dan pengakuan mengejutkan Rhea beberapa bulan kemudian, Candra marah besar. Bukan karena merasa dikhianati tapi karena dibuang begitu saja.


Candra yakin bahwa anak yang dikandung Rhea adalah anaknya. Dan ia juga mengerti kenapa ia memilih Bian sebagai kambing hitam. Hanya saja ia tidak mengerti kenapa Rhea mengambil pilihan bodoh itu hanya untuk sebuah jabatan yang sama sekali tidak pernah diimpikannya.


Karena itu, Candra langsung menceraikan Rhea dengan talak tiga. Sebuah keputusan gegabah yang kemudian disesalinya seumur hidup.


***


Mengetahui kabar perceraian Rhea dengan Candra, Paman dan Bibinya merasa takut dan khawatir akan berurusan dengan ayah Rhea. Mereka akhirnya memutuskan untuk tidak menceritakan apapun sampai kedua orang tua Rhea akhirnya mendengar bahwa Rhea hamil di luar nikah dengan seorang pemuda yang diduga anak seorang calon gubernur bernama Subroto, orang yang paling mereka benci.


Kedua orang tua Rhea merasa malu, kecewa dan terluka atas apa yang Rhea lakukan. Mereka sangat berharap Rhea menikah dengan Candra tapi kenyataannya ia malah berzina dengan anak musuh bebuyutan mereka. Ayah Rhea akhirnya mengusir Rhea dari rumah.


Tak lama kemudian ibu Rhea sakit-sakitan dan akhirnya meninggal saat kandungan Rhea berusia delapan bulan.