The Power Of Single MoM

The Power Of Single MoM
Pengakuan



Pembawa ikut menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan ketika melihat sebuah foto terpampang di layar besar di belakang mereka.


"Bukankah ini foto lama yang konon kabarnya tiba-tiba menghilang waktu itu? Saya sempat melihat dulu tapi foto itu diblur. Ini -"


"Ini versi aslinya yang bebas sensor."


"Jadi bener kamu pernah punya hubungan sama cowok itu?"


Rhea mengangguk, "Kami pacaran sekitar sembilan tahun lalu, tapi dia tiba-tiba menghilang ketika seluruh dunia menghakimi saya."


Dengan suara parau, Rhea menambahkan, "Dan beliau tiba-tiba saja muncul kembali dan menuntut hak atas anak saya."


"Apa?! Tapi tunggu bukankah itu anak seorang pejabat? Kabarnya istrinya aktivis politik juga bukan?" Pancing si pembawa acara


Rhea kembali mengangguk sambil tersenyum.


***


Publik dibuat kaget melihat versi utuh foto tentang pria yang bersama Rhea di depan menara petronas delapan tahun lalu. Pria yang diyakini menjadi orang yang bertanggung jawab atas kehamilan Rhea kala itu. Hanya saja, semua foto itu di media tiba-tiba saja hilang dan sebagian ditampilkan dalam keadaan disamarkan.


Sepertinya mereka tahu siapa Bian dan latar belakang keluarganya. Serta resiko jika sampai mereka salah sebut atau salah melayangkan tuduhan.


[Itu pengusaha]


[Anak Pak Gubernur, bukan sih?]


[Itu kayaknya anaknya Pak Gub yang katanya lama menetap di luar negeri]


[Ngga tau malu banget ya? Dulu dibuang sekarang minta hak asuh. Situ sehat?]


[Mukanya terbuat dari tembok kali ya? Ngga punya malu!]


[Istrinya lagi cari pembenaran di channel sebelah]


[Itu siapa sih? Serius tanya]


[Fabian, bosnya Star Ray itu]


[Bosku Bapak Kandungku! Kaya judul sinetron aja]


[Enak banget jadi orang kaya, kalo ngga butuh tinggal buang, kalau ada maunya main rebut aja]


[Oh, jadi itu cowok brengs** yang ngehamilin Rhea sampai karirnya hancur berantakan? Masih idup aja lo sob!]


[Dasar orang kaya. Bisanya main kabur yang penting nama baiknya aman]


[Enak aja mau nuntut hak asuh, selama ini kemana aja Pak?]


[Namanya juga orang kaya. Mau ngapain aja bebas. Salah Rhea juga mau-maunya dikibulin]


[Ngga nyangka ternyata anak pejabat bisa berbuat bejat juga ya?]


[Emang bener dia anak gubernur?]


[Pantes dulu fotonya langsung ngilang]


[Itu istrinya sudah tahu kalau suaminya pernah ngehamilin cewek lain]


[itu istrinya petinggi parpol bukan sih?]


[Istrinya aktivis anak dan perempuan, suaminya ngebuntingin perempuan dan menelantarkan anak]


Dan masih banyak lagi komentar yang tak kalah pedas yang berseliweran di sosial media dan menyudutkan Bian dan keluarganya.


***


Bian tidak tahu kenapa banyak sekali wartawan berkerumun di kantornya.


“Pak Bian, anda harus melihat ini.” Sekretarisnya menunjukkan wawancara langsung Rhea yang tengah hangat diperbincangkan.


“Apa-apaan ini?”


“Pak, banyak sekali wartawan menunggu Bapak di luar.”


***


Di tempat lain, Pak Subroto juga menyaksikan tentang wawancara itu. ia tidak menyangka jika Rhea akan seberani itu mengungkap aibnya bersama Bian. Ia harus memikirkan lagi cara menyelamatkan putranya kali ini.


Kring....


Sebuah panggilan internasional masuk ke ponselnya.


“Halo!”


“Sebaiknya bereskan dulu masalah ini sebelum kau sibuk untuk menyelamatkan putramu!”


“Ah, Pak. Apa maksud anda? Apa kabar anda baik-baik saja?”


“Aku akan segera kembali, jadi sebaiknya cepat bereskan semuanya sebelum aku turun tangan!”


Sambungan telepon terputus.


***


Berita tentang Bian dan Rhea sukses menarik perhatian masa.


Roy membaca semua berita dan komentar tentang anak dan menantunya hari itu dengan seksama. Ia paham betul situasi yang sedang dihadapinya. Ia segera menghubungi sekretaris pribadinya.


“Saya akan tiba dalam dua puluh menit. Segera siapkan konferensi pers!”


***


Puluhan wartawan dari berbagai media pemberitaan sudah berkumpul di ruang serba guna Star Ray ketika Roy Budiman tiba dari bandara.


“Selamat Siang, rekan-rekan wartawan. Saya Roy Budiman ingin menyampaikan beberapa hal terkait pemberitaan yang beredar belakangan ini. Pertama saya ingin menyampaikan bahwa keluarga kami, saya dan anak saya, Tania, sama sekali tidak tahu menahu mengenai skandal Bian dan Rhea. Kedua, Tania merasa sangat terpukul dengan kejadian ini dan ia memutuskan untuk menggugat cerai Fabian Putra Subroto, suaminya. Ketiga, kerjasama Star Ray dengan penyanyi cilik Albi adalah murni kerjasama bisnis. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Sekian dan terimakasih.”


Subroto tidak menyangka bahwa besannya akan melimpahkan semua kesalahan kepada putranya dan lepas tangan begitu saja. Bagaimanapun juga, Rhea jadi marah karena Tania memancingnya.


Ia berkali-kali berusaha menghubungi besannya itu melalui panggilan telepon tapi selalu saja diabaikan. Ia akhirnya memutuskan untuk menemui Roy di rumahnya.


***


“Pa, Tania ngga mau pisah sama Bian, Pa! Kenapa Papa selalu saja berbuat sesuka Papa? Kenapa Papa ngga pernah tanya Tania dulu?” rengek Tania tidak terima dengan keputusan sepihak ayahnya.


“Apa masih kurang Papa memberimu kebebasan selama ini? Tapi lihat, apa yang kamu lakukan? Kamu menghancurkan Star Ray yang selama ini Papa bangun dan besarkan dengan susah payah.”


“Tapi Pa -“


“Apa kamu tahu berapa kerugian yang kamu timbulkan bagi usaha Papa? Semua saham perusahaan Papa merosot tajam. Kepercayaan publik jatuh dan nama baik keluarga kita tercoreng. Kamu dan suami kamu yang bodoh itu sudah sangat keterlaluan.”


“Pa, apa Tania salah jika Tania menginginkan Anak kandung Bian, Pa?” tanya Tania ditengah isak tangisnya.


“Kamu memilih lawan yang salah Tania. Bian sudah membuang anak itu sejak lama. Dan kamu dengan bodohnya tiba-tiba muncul dan membuat keributan demi anak itu. dimana otak kamu?”


“Sudah Pa, cukup!” pinta istri Roy yang tengah memeluk Tania.


“Ma, jangan terus-terusan memanjakan Tania. Lihat akibatnya!”


Tiba-tiba saja seorang pelayan menghampiri Roy , “Maaf, Tuan. Ada Pak Broto di ruang tamu.”


***


“Pak Broto, sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabar Anda?”


“Baik, sangat baik sampai sebelum Anda mengadakan jumpa pers.”


“Ah, bagus jika anda sudah menontonnya. Saya ingin menegaskan bahwa Tania akan segera berpisah dengan anak Anda. Selain itu, saya akan mengambil kembali Star Ray dari Bian. Anak itu tidak pernah belajar apapun. Ia selalu saja gagal membuat saya bangga dan percaya dengannya. Dan satu lagi, soal dukungan politik saya selama ini, saya rasa sudah cukup. Saya sudah melakukan terlalu banyak hal untuk anda, tapi lihat apa yang anda dan anak anda lakukan kepada saya?”


“Tapi Pak. Ini hanya soal kesalahpahaman. Saya akan memaksa Rhea untuk menarik semua ucapannya dan mengklarifikasi semua kesalahpahaman ini. Semua akan kembali seperti sedia kala.”


“Jadi seperti itukah cara berfikir Bapak Gubernur yang saya dukung selama ini? Lari dari masalah dan melimpahkan semua kesalahan kepada seorang gadis kecil yang sekarang tumbuh menjadi monster?”


“Beri saya satu kesempatan lagi. Saya akan membereskan semuanya dengan cara saya.”


“Terserah Anda saja, Pak Gubernur. Saya tidak ingin terlibat dengan cara kotor Anda.”