
Diana sangat marah karena Dika menolak untuk memajukan tanggal pernikahan mereka. Ayahnya memang ingin mereka menikah setelah Bulan, kakak Diana, menikah lebih dulu. Tapi melihat kondisi yang ada, Diana semakin merasa khawatir dan berniat memaksa ayahnya untuk mengijinkannya melangkahi kakaknya. Bukannya mengendarai motornya untuk pulang, Diana malah mampir ke rumah Rhea.
“Eh, Diana. Tumben kesini, ada perlu apa?”
Hari itu sudah lumayan malam, jadi sudah tidak ada siapapun di rumah Rhea, hanya ada Rhea dan Albi yang sudah tidur.
“Boleh minta tanda tangan, Rhea?”
“Tanda tangan?” Rhea sama sekali tidak mengerti maksud Diana.
“Saya penggemar Dara, Rhea Anabarja.”
Rhea terbelalak kaget mengetahui bahwa gadis itu mengetahui identitas aslinya dan latar belakangnya. “Darimana kamu tahu?”
“Siapa coba yang ngga kenal Rhea Anabarja? Seorang artis muda yang cantik dan terkenal yang kemudian menghilang karena ketahuan hamil di luar nikah.” Diana menyampaikan pidatonya dengan lantang.
“Diana, plis. Ini sudah malam, jangan membuat keributan disini.” Rhea sangat khawatir ada yang mendengar perkataan Diana dan menjadi salah paham kepadanya.
“Janda?! Kamu bahkan belum pernah menikah, mana mungkin bisa disebut sebagai janda?”
“Diana! Cukup!!” Dika datang dan segera membawa Diana pergi dari rumah Rhea.
“Dika! Lepas! Dika!!”
***
Rhea masih shock dengan apa yang baru saja dialaminya. Bagaimana cara ia menghadapi seisi desa jika sampai cerita kelam masa lalunya itu tersebar? Dan yang paling membuatnya khawatir adalah Albi. Apa yang akan terjadi pada Albi jika tahu bahwa ia adalah anak haram dari seorang wanita pendosa seperti dirinya.
Rhea menangis sejadi-jadinya tanpa berani mengeluarkan suara. Ia takut Albi dengar dan terbangun karena tangisnya. Dadanya jadi makin sesak karena menahan tangisnya.
“Rhe, kamu ngga papa?” Dika terpaksa menelepon Rhea karena khawatir.
“Sejak kapan kamu tahu soal itu?”
“Sejak melihat KTP kamu.”
“Kenapa kamu diam saja dan bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa?”
“Karena itu bukan hal penting. Itu hanya masa lalu yang bisa dimiliki siapa saja.”
Tangis Rhea semakin menjadi-jadi.
***
Besok Albi harus sudah tiba Surabaya untuk mengikuti audisi menyanyi tingkat provinsi. Jadi hari itu, Albi terus saja merengek minta diantar ke Surabaya. Rhea enggan menuruti Albi karena tidak ingin hal buruk terjadi kepada putranya, jika saja tiba-tiba gosip tentang masa lalunya menyebar di kalangan masyarakat. Tapi Albi terus memaksa karena tidak mendapat alasan memuaskan dari ibunya yang terus melarangnya ikut lomba.
Melihat putranya terus memaksa, Rhea akhirnya menyerah. Ia bersedia mengantar Albi ke Surabaya untuk ikut lomba. Tapi Albi harus berjanji bahwa itu adalah kali terakhir ia ikut lomba menyanyi. Lain kali ia tidak boleh memaksakan kehendaknya lagi kepada ibunya. Dan Albipun setuju.
Albi terlihat sangat tenang meskipun sedang menunggu giliran tampil. Tidak seperti Rhea, Dika dan Bejo yang gugup sejak tadi, Albi bermain-main dengan hp ibunya sambil bersenandung lirih layaknya sedang santai.
Tiba giliran Albi dan bocah cilik itu tampil dengan penuh percaya diri, tenang dan santai layaknya bintang besar yang sudah terbiasa menyanyi di atas panggung. Ia membawakan sebuah lagu yang sedang populer saat itu, lalu di lagu kedua ia menyanyikan lagu yang diciptakan Dika untuknya dengan diiringi permainan gitar Dika.
Sebuah lagu berjudul Aku Sang Bintang yang Dika ciptakan menceritakan tentang perjalanan seorang anak kecil berbakat yang sedang berusaha meraih mimpi dan cita-citanya yang sangat besar demi membanggakan kedua orang tuanya. Sontak Rhea berderai air mata haru mendengar lagu yang dinyanyikan putranya itu. Dan ternyata lagu itulah yang kembali membawa Albi menjadi juara satu dan berhak mengikuti audisi tingkat nasional di ibu kota.
Albi senang karena bisa menjadi juara satu, tapi ia juga sedih karena tidak bisa melanjutkan audisinya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Ia sudah berjanji pada ibunya jadi ia harus menepati janjinya itu. Bocah kecil itu tetap bahagia untuk hari itu. Ia tidak peduli dengan apa yang akan terjadi esok hari.
***
Hari perlombaan tingkat nasional tinggal beberapa hari lagi. Meskipun Albi berusaha menepati janjinya dengan tidak memaksa ibunya untuk mengantarnya audisi, Rhea tetap merasa bersalah dan tidak tenang. Ia menghubungi Tata untuk bertukar pikiran.
“Rhe, ini kesempatan emas. Albi bisa jadi bintang besar dan terkenal.”
“Justru karena itu, gue ngga mau Albi nerusin lombanya. Gue ngga mau Albi terkenal dan ketemu sama Bian, Kak.”
“Ya nggaklah Rhe. Bian ngga bakal bisa berbuat seenaknya.”
“Tapi semua orang bakal tahu siapa dan seperti apa orang tua Albi sebenarnya dan gue ngga siap menghadapi kenyataan itu, Kak. Gua ngga siap menerima penghakiman dari anak gue sendiri.”
“Rhe, lo ngedidik dan ngebesarin Albi dengan baik, jadi lo ngga perlu khawatir soal itu. Albi anak baik jadi dia pasti bisa ngerti posisi dan perasaan lo.”
“Albi Cuma anak kecil kak. Dia hanya akan tahu bahwa ia lahir dari orang tua yang ngga layak, lalu malu dan merasa rendah diri. Gue ngga mau Albi kaya gitu.”
“Rhe,”
“Dan satu hal lagi, yang terpenting, gue ngga pengen Albi ketemu sama Bian, sampai kapanpun.”
***
Hari audisi tiba dan Rhea masih saja merasa bersalah pada Albi, ia tidak yakin bahwa keputusannya melarang Albi adalah benar. Tapi ia tahu bahwa itu adalah satu-satunya cara terbaik yang bisa dilakukannya saat itu untuk melindungi Albi.
“Sayang, maafin Mommy yah karena ngga ijinin Albi pergi ikut lomba.”
“Ngga papa Mom, kan kita sudah janji kalau ngga akan ikut lomba-lomba lagi. Albi sudah punya tiga piala. Satu buat Mommy, satu buat Albi dan satu lagi buat Om Dika. Sudah pas.” Albi tampak sudah cukup senang karena sudah bisa meraih tiga piala utama.
“Makasih ya sayang, Mommy sayang Albi.”
Beberapa hari kemudian, Rhea mendapat kiriman video dari Dika. Sebuah video yang sedang banyak ditonton di you**be dan trending di t***ter. Video audisi Albi yang belum genap berusia enam tahun dan sudah memiliki kemampuan menyanyi yang sangat baik. Suaranya juga sangat bagus. Banyak juga nettizen yang menyanyikan ulang lagu milik Albi dan membuatnya populer.
Tak sedikit yang berusaha mencari tahu keberadaan Albi dan memintanya berkolaborasi dalam channel mereka. Dan banyak juga penyanyi yang menghubungi Dika karena ingin membeli lagu yang diviralkan oleh Albi itu. Tapi Dika menolak karena ia memang membuat lagu itu hanya untuk Albi, bukan yang lain, apalagi untuk dijual.
Rhea jadi semakin khawatir kalau-kalau ada yang nekad mencari tahu keberadaan Albi dan membuatnya makin viral. Ia tidak tahu lagi dimana ia akan bersembunyi kelak.