The Power Of Single MoM

The Power Of Single MoM
Settingan



Sejak gugatan hak asuh Bian masuk ke pengadilan dan mengetahui hakim yang menangani kasus mereka, Dika mengirim orang untuk menyelidiki dan mengikuti hakim itu.


Suatu malam, Sang Hakim bertemu dengan seorang pria di sebuah kafe kecil di pinggir kota. Pria itu menyerahkan sebuah tas yang sepertinya berisi uang kepada hakim tersebut.


Beberapa hari kemudian, Dika bertemu dengan Rio dalam sebuah acara. Mereka ngobrol akrab membicarakan banyak hal, termasuk soal Tania dan Bian yang berusaha merebut Albi darinya dan Rhea.


“Dik, lo harus hati-hati sama kakak gue. Dia orang yang nekat dan berbahaya.”


“Saya tahu, hanya saja saya tidak punya pilihan lain selain menerima tantangannya di pengadilan. Saya juga menemukan bukti bahwa kakak kamu menyuap hakim untuk memenangkan gugatannya.” Dika menunjukkan foto yang didapatnya.


“Tapi saya tidak yakin bahwa foto itu akan cukup kuat untuk mengalahkan kakak kamu.” Imbuh Dika putus asa.


“Dika, gue tahu lo dan Rhea adalah orang tua yang baik untuk Albi. Meskipun Tania kakak gue dan Albi juga ipar yang baik buat gue, gue bakal bantu elo.”


“Caranya?”


“Gue punya rekaman percakapan telepon kakak gue. Gue bakal edit dulu bagian yang lo perluin. Nanti bakal gue kirim kalau sudah rapi.”


“Jadi selama ini lo nyadap telepon kakak lo sendiri?”


“Gue terpaksa, Dik. Kak Tania selalu saja mengusik dan mengancam Diana. Gue Cuma antisipasi aja, gue takut dia berbuat nekat ke Diana kaya waktu itu.”


“Gue ngga nyangka kalau lo punya bakat meretas juga, Yo.”


“Jangan salah, Dik. Gini-gini gue lulusan IT.”


***


Keesokan harinya, media masa kembali dihebohkan dengan berita tentang hubungan palsu Rhea dengan Dika. Banyak headline media masa dan elektronik yang membicarakan tentang status palsu alias hubungan setingan yang dimainkan Rhea dan Dika.


Sepertinya Tania tidak ingin diam saja menerima kekalahannya dari Rhea. Ia mengirimkan bom kecil untuk membalas kekalahannya kepada Rhea.


Sebuah foto pertunangan Dika dengan Diana muncul di beberapa media. Banyak warga net mempertanyakan siapa Diana dan kenapa Dika mengaku sudah menikahi Rhea padahal ia masih bertunangan dengan gadis lain.


Sontak pembahasan tenang hubungan setingan Rhea dan Dika menjadi topik paling hangat yang banyak dibicarakan hari itu.


Rhea tidak menyangka jika Tania dan Diana akan bekerjasama untuk menyerangnya seperti itu. ia tengah memikirkan bagaimana cara menghadapi puluhan wartawan yang sudah stand by sejak pagi di sekitar rumahnya.


“Rhe, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Tata memecah kebisuan diantara mereka.


“Kita tunggu dulu sampai pemberitaan mereda. Setelah itu, saya akan menjelaskan semuanya, bahwa kami sudah putus sebelum saya berangkat ke Jakarta dan mengaku menikahi Rhea.” Usul Dika.


“Tapi, Dik, fakta bahwa hubungan lo dan Rhea hanya setingan semata tidak bisa terbantahkan. Para penggemar kalian akan merasa kecewa dan tertipu oleh kemesraan palsu kalian.” ujar Tata was-was.


“Kak Tata benar. Kalaupun kita menggelar jumpa pers untuk meluruskan soal Diana, tidak akan banyak yang berubah. Kita akan tetap dicap sebagai penipu.”


“Tapi bukankah mengakui kesalahan akan sedikit mengurangi beban kita?” tanya Dika polos.


“Dik, gue tahu lo orang baik. Tapi ini dunia hiburan, Dik. Hal-hal semacam itu justru akan menjadi bomerang yang menghabisi citra dan karir lo. Dan bagaimanapun juga itu akan berimbas pada psikologis Albi sebagai anak. Lo tahu sendiri kan gimana kejamnya bullying belakangan ini?”


Apa yang dikatakan Tata memang benar. Hal tersulit dalam perang itu adalah memastikan kondisi psikologis anak mereka tidak terganggu.


“.... Saya memang pernah bertungan dengan Dika. Tapi itu sudah sangat lama. Kami sepakat untuk mengakhiri hubungan kami secara baik-baik jauh sebelum Dika bersama dengan Rhea. Jadi saya ingin menggaris bawahi bahwa saya bukan korban atau tunangan yang dikhianati oleh Dika. Dan saya harap teman-teman berhenti mengganggu saya dengan pertanyaan-pertanyan lain tentang Dika dan Rhea. Karena saya tidak tahu apapun dan tidak punya kapasitas apapun untuk bicara soal itu. terima kasih.”


Video pengakuan Diana telah menyelamatkan Dika dan Rhea dari serangan gila Tania kali itu. Rhea segera menghubungi Diana untuk menyampaikan terima kasih.


“Sama-sama, Rhe. Anggap aja itu balasan karena kamu sudah menyelamatkan pesta pernikahan aku malam itu. jadi sekarang kita impas. Aku ngga mau hutang budi pada wanita yang menikahi mantan tunanganku.”


Mereka akhirnya bisa tertawa bersama.


"Bagaimana Tania bisa mendapatkan foto-foto itu?"


"Dia merebut handphonku waktu itu, sebelum malam resepsi."


“Apa kau akan baik-baik saja, Di?”


“Kenapa? Soal Kak Tania? Tenang aja. Rio bakal selalu ada dan jagain gue. Kak Tania ngga bakal bisa apa-apain gue.”


"Apa lo yakin?"


"Rhe, gue rasa lo harus tahu bahwa Kak Tania itu sangat ambisius dan bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan. Dia sangat berbahaya dan menakutkan. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati."


“Di, sekali lagi makasih ya? Dan kamu juga harus selalu hati-hati sama Tania."


“Tenang aja, Rhe. Salam buat Dika dan Albi ya?”


***


Tania marah besar karena adik iparnya ikut-ikutan menggagalkan rencananya. Ia harus membuat perhitungan dengan gadis kampungan itu.


“Mo ngapain lo kesini?” tanya Rio kasar ketika melihat kakak perempuannya itu datang ke apartemennya.


“Mana bocah kampungan itu?”


Tania berusaha menerobos masuk ke apartemen Rio tapi ditahan dan dihalangi oleh Rio.


“Ini rumah gue dan gue ngga ijinin lo masuk. So, please, tinggalin tempat ini sekarang!”


Tania mendorong tubuh adiknya yang sekitar sepuluh centi lebih tinggi darinya itu.


"Jadi lo mau nentang gue demi ngebelain gadis kampungan itu?"


"Dia istri gue, Kak. Lo lupa?"


“Lo pikir gue ngga tahu kalau lo yang nyadap handphone gue? Gue bisa laporin lo ke polisi dan bikin istri lo menderita hidup tanpa lo.”


“Terus lo pikir gue takut?”


“Awas ya lo!”