The Power Of Single MoM

The Power Of Single MoM
Rahasia yang Terkuak



Keesokan paginya, Rhea mengajak Tata dan Albi ke kota untuk mengirim pesanan ke ekspedisi yang ada di kota. Itu adalah kali pertama Rhea mengemudikan pick up-nya sendiri. Warga desa yang kebetulan melihatnya tidak percaya bahwa Rhea bisa mengendarai mobil dengan sangat mahir. Tidak seperti seorang wanita yang baru belajar mengemudi.


Tata senang karena Rhea mulai berani menunjukkan siapa dirinya. Ia berharap Rhea tidak selamanya terpuruk dalam ketakutannya pada masa lalu yang Tata yakini tidak akan pernah terulang lagi.


Setelah mengantar pesanan, Rhea mengajak Tata berkeliling, termasuk mengunjungi akademi tempatnya pernah menginap bersama Albi karena kehabisan angkot untuk pulang ke rumah.


Hari itu perasaan Tata bercampur aduk, sebentar senang, sebentar dibuat menangis karena haru lalu ternganga tidak percaya dengan banyak hal yang Rhea tunjuk dan ceritakan kepada Tata.


Mereka bergegas pulang sebelum malam karena jalanan menuju Desa Sumber cukup terjal dan gelap, jadi agak sulit dilalui saat malam hari. Rhea sengaja membali banyak bahan makanan saat ke kota tadi. Rhea ingin Tata membuatkannya makanan kesukaannya seperti saat mereka tinggal bersama dulu.


***


Tok.... Tok... Tok...


Seseorang tengah mengetuk pintu rumah Rhea bertubi-tubi.


"Mil, tumben kesini malam-malam? Ada apa?"


"Mbak, mbak Rhea sudah denger belum soal gosip yang katanya Mbak Rhea itu artis terkenal?"


"Gosip? Maksud kamu apa sih Mil?"


"Mbak, itu warga sudah pada heboh, geger gara-gara gosip yang katanya Mbak Rhea ini mantan artis terkenal yang hamil di luar nikah."


"Apa?!"


"Siapa yang menyebarkan gosip murahan seperti itu?" Tata tiba-tiba saja keluar dari dalam rumah dalam keadaan emosi.


Rhea berusaha menahannya, "Pasti kerjaannya Diana, tunangannya Dika."


"Kurang ajar! Kalo berani sini adepin langsung! Jangan main belakang!"


"Tapi itu semua ngga bener kan, Mbak?" Mila terdengar ragu dan khawatir.


"Ya nggaklah! Rhea emang mantan artis terkenal. Tapi dia ngga hamil di luar nikah. Suaminya aja yang bego, ninggalin dia pas lagi hamil besar. Dah mati kali tu orang." Tata benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya lagi.


Tak lama kemudian para warga berbondong-bondong ke rumah Rhea untuk menanyakan kebenaran desas-desus yang santer mereka dengar sejak pagi ini. Mbok Tun yang melihat banyak warga datang segera masuk ke dalam rumah Rhea lalu membawa Albi ke rumahnya.


Seperti biasa, Tata memang paling jago kalau urusan klarifikasi dan jumpa fans seperti itu. Ia dengan sangat piawai meyakinkan semua orang bahwa Rhea memang mantan artis terkenal yang ditinggalkan mantan suaminya saat sedang hamil.


Dan hebatnya lagi Tata bisa membalikkan keadaan dari yang tadinya mengecam Rhea yang dituduh berzina menjadi rasa bersalah dan simpati yang sangat besar untuk Rhea.


"Coba bapak-bapak dan ibu-ibu pikir baik-baik. Sejak Rhea datang ke kampung ini pernah ngga dia nyusahin Bapak-bapak dan ibu-ibu? Meskipun dia ditinggal suaminya, pernah ngga dia ganjeng terus godain suami ibu-ibu? Ngga pernah kan? Lalu apa hak kita menghakimi dia? Dia disakiti, ditinggalkan, membesarkan anak seorang diri lalu masih kita tuduh yang tidak-tidak. Sebenarnya kita ini manusia bukan? Punya perasaan ngga? Masih ada hati ngga?"


Para warga jadi salang tuding dan menyalahkan satu sama lain mulai reda. Sebagian meminta maaf kepada Rhea. Namun tak sedikit juga yang masih meragukan perkataan Tata dan menganggap Rhea telah menipu seluruh warga. Mereka sudah membubarkan diri, namun Rhea belum bisa tenang.


"Kak, gue ngga bisa kaya gini terus."


"Sekarang semua orang sudah tahu status gue. Gue mesti gimana?"


"Hadapi Rhe! Lho bukan lagi Rhea yang pengecut. Sekarang lo adalah Rhea, ibunya Albi yang berani mengahadapi apapun demi Albi."


"Jadi?"


"Gue rasa ada baiknya kalau untuk sementara waktu kita balik ke ibukota. Sambil menunggu situasi mereda, lo juga punya kesempatan untuk mendukung karir Albi."


"Kak, lo pikir bisa semudah itu cari kerja di ibukota? Saat ini Albi cuma lagi viral tapi dia belum punya tawaran apapun yang menjanjikan."


Bukan Tata namanya kalau datang jauh-jauh ke pelosok desa tanpa persiapan. Ia bergegas masuk ke kamarnya lalu menunjukkan sebuah tawara kerjasama dari sebuah rumah produksi ternama di ibukota.


"Star Ray Production?" Rhea membaca dengan seksama isi kontraknya sampai pada bagian nilai kontrak yang ditawarkan kepada Albi.


Rhea terbelalak tak percaya melihat nominal yang ditawarkan, "Ini gue ngga salah baca kan, Kak?"


Tata menggeleng, "Gue juga kaget Albi mendapatkan penawaran sebagus itu. Makanya sampai gue bela-belain kesini deh.. ups."


Rhea membaca semua detail hak dan kewajiban artis yang tertuang dalam kontrak. Tidak ada yang janggal atau mencurigakan. Semuanya wajar untuk ukuran artis pendatang baru seperti Albi.


"Jangan curigaan lo! Persaingan dunia hiburan memang sengit. Saat ini Star Ray sedang bersaing ketat dengan Joy Ex. Kalau gue pelajari, mereka sedang butuh idola baru yang bisa bersaing dengan Sean, artis barunya Joy Ex yang lagi populer. Karena itu mereka berani bayar mahal untuk kontrak eksklusif Albi."


"Kak, gimana kalau Bian tahu soal Albi dan nekat nemuin Albi? Dan gimana kalau orang-orang tahu bahwa gue ngebesarin Albi seorang diri? Gimana kalau orang-orang nanyain ayah Albi? Gimana Albi bisa ngadepin semuanya, Kak?"


Tok.. Tok.. Tok..


Dika tiba-tiba datang ke rumah Rhea.


“Dika ngapain kamu kesini?”


“Masuk Dika.” Tata yang belum selesai memasak berteriak meminta Dika masuk. Rupanya dialah yang sengaja mengundang Dika ke rumah Rhea.


Mereka berkenalan lalu Tata mengajak Dika untuk makan bersama, mencicipi masakannya.


Kemampuan memasak Tata memang tidak diragukan lagi. Saking sukanya, Rhea sudah dua kali nambah.


“Jadi, kalau boleh tahu untuk apa Kak Tata manggil saya kesini?”


“Tunggu sebentar.” Tata mencuci tangannya lalu mengambil sebuah dokumen untuk diperlihatkan kepada Dika dan Rhea.


Dika membaca dokumen itu dengan seksama, “Kontrak?”


****