
Sore harinya, mereka sudah tiba di rumah Tata. Mereka tidak perlu lagi mengendarai mobil sehari semalam karena Tata memilih untuk membawa mereka dengan pesawat terbang dari Surabaya.
"Welcome home, Rhe! Yah, meskipun ngga segede rumah lama lo, tapi cukuplah buat kita semua tinggal di sini." Tata memperlihatkan rumahnya kepada Dika dan Rhea.
Itu adalah kali pertama Rhea melihat rumah pribadi yang dibeli Tata setelah mereka menjual rumah yang mereka tempati bersama dulu saat Rhea masih menjadi artis. Memang tidak sebesar rumah mereka dulu, tapi rumah itu cukup nyaman.
"Karena cuma ada dua kamar di rumah gue, jadi Dika bisa tidur sama Albi dan lo bisa tidur di kamar gue." Tata membawa barang-barang Rhea ke kamarnya.
"Oh, ya. Nanti malam kita bakal ketemu sama produser baru Albi buat ngebahas soal kontrak Albi. Lo berdua siap-siap yah?"
***
Malam itu mereka tampil layaknya keluarga sempurna. Rhea sudah seharian mengajarkan Albi untuk membiasakan diri memanggil Dika dengan sebutan Daddy, bukan lagi Om seperti biasanya.
Ketika memasuki ruangan meeting, Ragil, produser dari rumah produksi Star Ray sudah siap menyambut kedatangan mereka.
"Wah tumben banget Om Agil datang lebih dulu." Sapa Tata sembari menjabat tangan Ragil, diikuti Rhea, Dika dan Albi.
"Untuk tamu spesial harus juga dengan penyambutan spesial dong..." Canda Ragil menimpali Tata.
Ragil memang terkenal sibuk dan paling susah untuk ditemui langsung, apalagi oleh artis pendatang baru seperti Albi. Jadi tidak heran jika Tata merasa diistimewakan dengan kedatangan Ragil malam itu.
"Jadi ini yang namanya Albi? Om sudah lama banget penasaran dan pengen ketemu langsung sama Albi."
Albi tersenyum dan menggangguk dengan polosnya.
"Oke, jadi kita langsung ke intinya saja. Apa kalian sudah mempelajari draft kontraknya?"
Tata mengangguk yakin
"Apa sudah sepakat atau-?"
Rhea angkat bicara, "Saya ingin menambahkan beberapa klausul mengenai hak dan kewajiban Albi. Karena masih dibawah umur, saya ingin memperpendek jam kerja Albi untuk tetap memberinya waktu belajar dan bermain layaknya anak kecil pada umumnya."
"Oke.." Ragil menambahkan beberapa coretan kecil dalam draft kontraknya lalu menunjukkannya kepada Rhea, "Bagaimana dengan ini?"
"Oke. Dan satu lagi. Saya ingin Albi diijinkan untuk menjadi bintang tamu di acara amal Pak Rafli." Rhea menyerahkan proposal kerjasama yang diajukan Rafli ketika berkunjung ke rumahnya di Desa Sumber.
"Kalau begitu tidak ada masalah lagi."
"Great! Kalau begitu, besok malam kalian harus bersiap untuk menghadiri penampilan perdana Albi. Saya harap penampilan Albi di konser kolaborasi besok be like a boom". Ragil membuat letupan dengan telapak tangannya
***
Konser kolaborasi Albi dengan beberapa grup band papan atas sukses menuai banyak pujian dan decak kagum. Jumlah penggemar dan pengikut akun sosial media Albi naik pesat. Lagi-lagi Albi menjadi bocah viral yang banyak menyita perhatian masyarakat.
Tak lama kemudian, tawaran wawancara, nyanyi dan manggung untuk Albi kembali berdatangan. Dengan semakin seringnya Albi tampil di tivi sebagai salah satu idola cilik baru, akhirnya sampai juga pada pembahasan tentang latar belakang keluarga dan keseharian Albi yang membuat penggemarnya sangat penasaran.
Star Ray memanfaatkan momen itu dengan sangat baik. Mereka menyepakati sebuah wawancara eksklusif dalam sebuah talkshow paling bergengsi yang tayang pada jam tayang utama.
Sebagai seorang penyanyi cilik, kehadiran kedua orang tua yang digadang-gadang memiliki banyak peran dalam kesuksesan karir sang bintang tentu menjadi topik yang tak kalah penting untuk diangkat.
Rhea tidak bisa mengelak lagi, mau tidak mau ia harus mulai menunjukkan keberadaannya sebagai ibu kandung Albi meskipun ia masih sangat takut dengan apa yang akan terjadi kemudian.
Hari itu Albi menghadiri wawancara eksklusif yang sudah diagendakan produser bersama manajemen artisnya. Mereka juga mengundang kedua orang tua Albi untuk hadir karena mereka ingin mengangkat kisah tentang keluarga dan keseharian Albi.
Rhea dan Dika hadir pertama kalinya di depan publik sebagai pasangan suami istrim. Mereka mengenakan atasan couple yang sudah disiapkan Tata. Meskipun cukup gugup, Rhea membulatkan tekad untuk menyelesaikan tugasnya hari itu hanya sebagai ibu Albi. Ia tidak ingin Rhea yang dulu mengganggu dan mempengaruhi kepercayaan diri dan penampilannya.
Publik cukup dikagetkan dengan fakta bahwa Albi ternyata adalah putra dari Rhea Anabarja, seorang mantan artis muda yang sempat hiatus karena skandal hamil di luar nikah beberapa tahun lalu.
Perbincangan jadi semakin seru dan rating acara talkshow tersebut langsung naik drastis setelah Rhea tampil. Rupanya publik masih belum lupa dan sangat penasaran dengan nasib Rhea.
Tapi karena semua sudah dirancang sebelumnya, Rhea dengan sangat santai menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diberikan pembawa acara. Ia dan Dika seakan sudah lama berlatih, menjawab dengan kompak dan romantis pertanyaan demi pertanyaan yang diberikan kepada mereka.
Seperti bagaimana mereka menjelaskan bahwa Dika merasa sangat khawatir dengan mental Rhea saat dihujat publik tanpa tahu kebenarannya, lalu memutuskan untuk membawa artis yang sudah dinikahinya itu jauh dari hingar-bingar dunia hiburan.
Rhea juga dengan sangat santai menjelaskan bahwa meskipun menjalani kehidupan yang sederhana, ia sangat bahagia hidup dengan Dika dan Albi. Bahwa mereka membesarkan Albi dengan penuh cinta.
Publik dibuat kelepek-kelepek dengan kemesraan keduanya. Mereka percaya bahwa Rhea dan Dika benar-benar pasangan ideal yang sangat mereka gemari.
Tak hanya Albi yang populer, Dika dan Rhea pun tiba-tiba memiliki banyak penggemar. Banyak akun baru yang mengaku sebagai penggemar mereka ramai bermunculan di media sosial. Lagi-lagi keluarga mereka menjadi trending topik.