
Setelah pertemuan hari itu, Diana jadi tahu kenapa Dika menyukai janda beranak satu itu. Hanya saja masih ada satu hal yang sangat mengganggunya. Ia merasa sangat familiar dengan wajah itu. Ia yakin pernah melihatnya di suatu tempat entah dimana. Diana merasa sangat penasaran dan bertekad untuk mengingatnya dan mencari tahu bila perlu.
Diana merasa tidak tenang membayangkan Dika yang tinggal berdekatan dengan Rhea akan sering bertemu dan bisa CLBK. Ia merasa perlu mengamankan posisinya, jadi ia mempersering intensitas kunjungannya ke rumah Dika. Ia juga jadi lebih banyak meluangkan waktu menemani Dika melakukan aktivitas kesehariannya.
Tapi entah kenapa ia tidak merasakan hubungannya dengan Dika jadi semakin dekat, malah sebaliknya. Dika terkesan tidak nyaman dengan kehadirannya dan sering mencari alasan untuk menjauh dan menghindarinya.
Sore itu, seperti biasa, Dika terlihat tidak bersemangat ketika melihat Diana datang ke rumahnya. Tapi karena Diana akan menikahi pria dingin itu, ia berusaha bersabar dan tetap saja berada di dekat Dika.
Ia melihat pria itu tengah asyik bermain dengan leptopnya. Dika kemudian terlihat sangat bahagia memandangi layar leptop. Diana jadi sangat penasaran dengan apa yang Dika temukan sampai sesenang itu.
“Ada apa Dik?”
“Ada lomba nyanyi untuk anak-anak.”
Diana tidak tahu kenapa pengumuman lomba seremeh itu bisa membuat Dika terlihat sangat bersemangat. Ia kemudian mengirim pengumuman itu ke ponsel Rhea. Tak lama kemudian Rhea meneleponnya.
“Ngga Dik! Aku ngga setuju Albi ikut lomba itu!”
“Tapi, Rhe. Ini Cuma di tingkat kecamatan. Ayolah! Jangan berfikir yang macam-macam!”
“Ngga Dik, tetap saja. Aku ngga mau Albi ikutan lomba dan masuk ke dunia hiburan.”
“Tapi kenapa Rhe? Meskipun itu terlalu jauh untuk kamu pikirkan sekarang tapi aku janji akan menjaga Albi dengan baik. Plis. Kasih aku kesempatan satu kali ini saja. Jika gagal, maka aku tidak akan pernah mendaftarkan Albi lagi.”
“Tapi bagaimana jika berhasil?”
“Itu artinya kamu harus bangga dan mendukung Albi.”
“Ngga Dik, ini bukan soal mendukung atau tidak. Aku tidak ingin Albi mengenal dunia hiburan. Apapun itu!” Rhea menutup sambungan teleponnya.
****
Dika tetap memaksa untuk mendaftarkan Albi tanpa sepengetahuan Rhea. Ia juga mengantar dan menemani Albi ke kecamatan untuk mengikuti lomba pencarian bakat menyanyi anak-anak yang diadakan dinas pendidikan bekerjasama dengan salah satu stasiun televisi besar itu.
Dan sesuai dugaan, Dika dan Albi pulang dengan membawa hadiah utama. Karena itu, Albi wajib ikut pemilihan tingkat kabupaten yang akan diadakan di kota.
Rhea marah karena Dika membawa anaknya pergi diam-diam. Tapi ia juga tidak bisa tidak ikut bahagia melihat anaknya sangat senang menjadi juara satu sampai-sampai ia memeluk pialanya saat tidur. Dika kemudian menunjukkan video ketika Albi tampil dan saat penitia membacakan pemenangnya.
***
Siang itu, Diana sedang kesal karena tahu bahwa Dika pergi dengan Rhea ke kota untuk menemani Albi audisi menyanyi. Ia sengaja mengundang Meta dan Desi, sahabat-sahabatnya saat kuliah ke rumahnya untuk menumpahkan kekesalannya.
“Emang tu janda kaya apa sih Di? Sampai-sampai calon suami kamu tergila-gila sama dia?”
“Kaya siapa yah? Aku tuh pernah lihat tapi dimana?” Diana masih juga tidak ingat dimana ia pernah melihat Rhea.
“Ada fotonya?” tanya Meta
Diana membuka status wa Dika yang kebetulan memperlihatkan Rhea sedang menemani Albi dan juara lainnya di atas panggung. “Nah ini!”
“Itu kan Dara. Ia Rhea Anabarja, bintang film Dara.” Desi yakin bahwa itu adalah Rhea bintang film yang pernah booming usai membintangi film Dara.
Dara adalah salah satu film layar lebar yang dibintangi Rhea sebagai Dara, pemeran wanita utama bersama tiga sahabatnya, Bella dan Wulan. Film itu menceritakan tentang tiga sahabat remaja yang sedang puber dan penasaran dengan *** bebas. Dimana Bella dan Wulan akhirnya memberanikan diri untuk mencari tahu dan merasa hebat karena berani mencobanya sendiri. Pada akhirnya, Bella didepak dari SMA-nya karena ketahuan hamil di luar nikah dan Wulan bunuh diri karena takut memberi tahu keluarganya soal kehamilannya.
Film yang dibintangi Rhea itu sukses meraih penjualan terbesar kala itu. Tapi tak lama kemudian, Rhea dikabarkan menghilang dari dunia hiburan setelah ketahuan hamil di luar nikah dengan seorang pria yang diduga berasal dari keluarga yang sangat berpengaruh.
Diana terbelalak melihat berbagai artikel dan pemberitaan tentang bintang muda itu. Bagaimana tidak, ia sekarang menjadi salah satu saksi keberadaan bintang muda yang banyak menarik perhatian masa itu. Sekarang Diana merasa sangat penasaran apakah Dika sudah tahu tentang hal itu.
***
“Darimana kamu mendengar cerita konyol seperti itu?”
Sekarang Diana yakin bahwa Dika tidak tahu apa-apa tentang masa lalu Rhea. Ia kemudian menunjukkan artikel-artikel di berita online yang sudah dikumpulkannya kepada Dika. Dika membaca semua artikel itu dan ia tidak bisa mengelak lagi.
“Bagaimanapun itu adalah masa lalu. Biarkan saja ia membereskan masa lalunya sendiri. Tidak bisakah kamu berpura-pura tidak tahu dan tidak mengganggunya?”
“Jadi kamu sudah tahu soal masa lalu Rhea?” Diana tidak percaya Dika masih saja mencintai janda itu padahal sudah tahu masa lalunya yang sangat kelam dan memalukan.
“Di..” Dika berusaha menghentikan Diana yang mau pergi meninggalkannya, “Plis, jangan beritahu siapapun soal itu.”
Diana benar-benar kesal, Dika masih saja berusaha melindungi Rhea. “Oke, kalau gitu sebagai gantinya, aku akan meminta ayah untuk mempercepat tanggal pernikahan kita tidak peduli walaupun harus melangkahi kakakku. Aku akan pastikan kamu tidak kembali pada wanita penipu itu!”
“Apa?! Tapi –“