The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bagian 9 Belanja



Hari telah berganti begitupun Arsean yang semakin lancar berbicara itupun tak luput dari kesalahan dan kepolosannya terhadap benda asing yang ia temui.


Tak terasa libur kali ini terasa singkat karena adanya seorang pemuda konyol dikehidupan Anggiva yang selalu bosan akan hidupnya.


Tinggal dua hari lagi maka liburnya akan berakhir.


Dan hari ini Anggiva mengajak Arsean menemaninya untuk berbelanja bahan makanan di supermarket setelah sarapan tadi pagi.


Dirinya sibuk memilih bahan makanan yang dirasa cocok sedangkan Arsean tak bisa berhenti melongo melihat bermacam macam buah buahan di depannya.


Dan tatapannya berhenti pada sebuah pisang yang bentuknya panjang. Arsean mengambil pisang itu lalu memperlihatkannya pada Anggiva.


" heii... lihat ini... " tunjuk Arsean pada pisang ditangannya.


" itu pisang.... " jawab Anggiva.


" benarkah... terlihat seperti punya ku... hehe.. lihat ini punya ku juga pan-


" HEIII GILA... HENTIKAN.... " Anggiva shock dan menutup matanya ketika Arsean hendak membuka resleting celananya. Sedangkan Arsean planga plongo tidak jelas belum lagi orang orang disekitarnya yang diam diam menertawai mereka.


Mau ditaruh dimana muka gadis ituuuu, buru buru Anggiva mengambil seperlunya dan langsung kebagian kasir tak lupa menarik Arsean untuk ikut.


Setelah itu langsung terbirit birit keluar menenteng tas belanjaan dan menarik Arsean. Ini adalah pertama dan terakhir gadis itu mengajak Arsean untuk ikut berbelanja.


" apa ada yang salah... " masih bisa bertanya Arsean ini.


" eeuuhh.... kamu.. huuuhhh....yang tadi kamu lakukan itu salah besar tau.. " jawab gadis itu ingin sekali menghilang dari bumi ketika orang orang menertawai mereka diam diam.


" tapi kan itu benar... aku hanya ingin menunjukkan kepintaranku.. "


" gila... ayo cepat pulang.... "


Saat hendak melangkah kedepan, gadis itu seketika berhenti karena ada yang menghadang di depannya. Setelah ditelaah ternyata Refal dengan wajah songong nya menatap Anggiva.


" minggir aku mau lewat... " ketus Anggiva.


Reval tak menggubris malah tersenyum miring.


" cantik sih jadi gak heran pacarnya banyak... ternyata kamu gak ada bedanya ya sama aku... haah... Anggiva... " ucap Reval dengan santai.


Tentu saja Anggiva kesal namun memilih diam tak mau meladeni.


" yang ini manusia juga yaa.. " bisik Arsean pada Anggiva namun masih dapat didengar oleh Reval.


" heh sembarangan lu tong.. emang tampang gue keliatan kek monyet apa.. " kesal Reval.


Diam diam Anggiva tersenyum karena ulah Arsean bisa membuat Reval kesal.


" heh.. lo jangan asal mau maunya dipacarin ama dia... dia udah punya pacar selain lo. " ucap Reval pada Arsean bertujuan pada Anggiva.


" pacar...???.. itu apa ya..??... " tanya Arsean bingung.


Reval membulatkan matanya sedangkan Anggiva terkekeh pelan karena tau kalau Arsean belum mengerti ke hal itu.


" yang benar aja lo... manusia dari abad mana lo haa... " heran Reval.


" yok kita pulang... " Anggiva mengabaikan Reval dan menarik tangan Arsean.


" hei Anggiva jangan coba coba lari... aku tau.. kamu itu memang perempuan gak benar.. dasar perempuan murahan punya pacar sana sini... " cibir Reval membuat Anggiva murka dan gadis itu berbalik mendekat pada dirinya.


Plakk..


Tanpa basa basi Anggiva menampar pipi kirinya Reval membuat Arsean terperanjat di tempat, sedangkan Reval merasa panas di pipinya.


" punya mulut itu dijaga jangan asal ngomong sembarangan.. dia itu bukan pacar aku... aku bukan seperti kamu yang seperti kamu ucapkan tadi.. harusnya kamu sadar diri sebelum mengatai... daripada mengurus hidup orang lain lebih baik urusi saja tante keriput mu itu... " Tidak usah diragukan lagi karena memang inilah Anggiva kalau sudah marah.


" hah.. kurang ajar... berani kamu nampar aku.. ha.. mengotori pipiku dengan tanganmu. "


" iya.. harusnya tangan ku yang harus disucikan karena menyentuh najis. "


Arsean hanya bingung menatap keduanya bertengkar.


" iya dan kamu pikir karena aku cewek aku gak berani lawan kamu gitu... "


" dasar kepala batu... "


" heuh.. sadar diri itu perlu sebelum mengatai orang lain... "


" percuma nanti nangis... "


" Oh ya.. kurasa tidak... "


" aaarrrhgggg... dasar-


Dugg..


Gedubrak....


Arsean lebih dulu melayangkan kakinya menendang perut Reval hingga pemuda itu tersungkur.


" ayo lariiiii.... " seru Arsean menarik tangan Anggiva membawanya berlari bersama.


" aaarrrhgggg.. dasar sialan.... gua tandain muka lo bangsat... " umpat Reval berusaha bangkit lalu berjalan terseok seok memegang perut nya yang sakit kena tendangan Arsean.


Ditempatnya Arsean dan Anggiva, mereka memilih istirahat ditaman karena Reval tak mengejar.


Dengan deru nafas tak beraturan masing masing karena lelah berlari sekarang mereka memilih istirahat sejenak duduk dibangku taman.


Saat pandangan mata saling bertemu keduanya menyunggingkan senyum lalu tertawa bersama.


" terimakasih ya kamu sudah menolong ku. " ucap Anggiva setelah membenarkan deru nafasnya.


Arsean mengangguk sambil terengah engah dan tersenyum.


" dia siapa... tadi itu... " tanya Arsean.


" mantan... " jawab Anggiva.


" mantan..???.. makanan jenis apa itu.. " polos Arsean.


" ahahahahah..... ahaha.. bukan makanan... hahah dasaarrr hanya makanan yang kamu tau... " Anggiva tertawa dibuatnya.


" lalu... " tanya Arsean lagi.


" mantan... eeee... lupakan... penjelasannya panjang.. kamu juga tidak akan mengerti. " jawab Anggiva tak dapat memuaskan.


" lalu pacar... apa itu pacar..??? " Arsean masih ingat betul dengan kata yang itu tadi.


" hah... eee... ituuuu... "


" katakan... aku juga perlu tau... " desak Arsean.


Anggiva menghela nafas dan menyiapkan kalimat yang bagus agar mudah dimengerti pemuda ini saat dijelaskan.


" pacarrr... pacar itu adalah sebuah sebutan untuk dua orang insan yang berbeda jenis kelamin menjalin hubungan.. pacar itu lebih dari teman.. lebih tepatnya seseorang yang bisa dikatakan sudah menjadi milik pasangannya... dan itu kebiasaan sepasang kekasih sebelum menuju ke hal yang lebih serius yaitu pernikahan.. "


" dan pernikahan adalah awal kehidupan baru bagi sepasang kekasih yang sudah menikah atau lebih tepatnya mengikat hubungan yang lebih ketat... membentuk sebuah keluarga dan membina rumah tangga.. pernikahan adalah cara yang sudah resmi untuk melakukan sebuah hubungan... seperti menghasilkan generasi baru dari sebuah pernikahan itu... pernikahan adalah janji seumur hidup untuk selalu bersatu.. hidup susah senang bersama.. dan pasangan yang beruntung dalam pernikahan akan merasakan kebahagiaan yang begitu indah... "


" sekali seumur hidup.. susah senang selalu bersama... bertengkar dan bersenang-senang akan selalu ada dalam pernikahan.. tapi jangan sampai ada kata perceraian... karena itu adalah kata pemisah sebuah keluarga yang utuh... " jelas nya panjang lebar.


" kalau begitu ayo kita menikah... aku ingin selalu hidup bersama mu.. kita akan membuat sebuah keluarga.. aku tidak ingin berpisah dari mu... " ucap Arsean membuat Anggiva tertawa.


" tidak semudah itu... pernikahan juga ada syarat dan tata caranya.. tidak semudah yang kau katakan Arsean... " sahut Anggiva.


" kalau begitu bagaimana kalau pacar... aku ingin menjadi pacar mu... dengan begitu kau sudah jadi milik ku kan... " kata Arsean kekeh.


" eee... sudah hampir siang ayo kita pulang........ " Anggiva mencoba menghindari nya dan bangkit berdiri bergegas pergi.


" tunggu.... " Arsean ikut mengejar dibelakangnya dan mereka pun berjalan beriringan.