The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bagian 6 Sebuah Nama



" AAAAAAAAAA.... "


Braaakk....


Karena efek terkejut tanpa sengaja Anggiva mendorong pemuda itu hingga jatuh mencium lantai yang lagi lagi tidur tepat disampingnya bahkan wajahnya hampir menempel ke wajah Anggiva.


Pemuda itu meringis dan mengucek ngucek matanya karena terbangun.


Semalam, Anggiva sudah menjelaskan dimana tempat tidur pemuda itu dan pagi ini hal tak terduga pun terjadi.


" kenapa kau tidur ditempat ku haa, bukan kah semalam aku sudah memberitahukan dimana tempat tidur mu... bahkan semalam kulihat kau bisa tidur dengan nyaman lalu kenapa pagi ini kau tidur dengan ku... jangan jangan kau memang lelaki mesum yang pura pura bodoh iya, ngaku kamu... " oceh Anggiva panjang lebar namun sayang pemuda itu hanya merespon dengan wajah polos nya.


" aaarrhhh.... percuma kamunya cuma bisa ngomong heung... " kesal Anggiva lalu bergegas kekamar mandi meninggalkan pemuda itu yang seperti nya mengerti perasaan gadis itu yang marah padanya.


Beberapa menit kemudian.


Anggiva telah selesai membersihkan dirinya dan mengganti pakaian nya. Tentu saja pemuda itu telah keluar darisana kalau tidak mana mungkin Anggiva bisa memakai pakaian nya dengan tenang.


" huh... kalau dipikir pikir kasian juga pemuda itu dimarahi seperti tadi.. tapi aku heran kelakuannya itu memang disengaja atau memang sudah seperti itu sih.. ada ya manusia segede itu gak ngerti apa apa bahkan ngomong pun gak bisa... apa dia itu idiot... aiiissss jahat sekali mulutku. " Anggiva memukul pelan mulutnya.


Setelah mengenakan pakaian nya, Gadis itu pun keluar menghampiri pemuda itu yang duduk diruang tamu sedang memandang televisi yang mati bahkan sempat sempat nya tertawa sendiri.


Melihat itu Anggiva jadi bergidik ngeri lalu langsung mendekati pemuda itu dan duduk disampingnya.


" haiii.... " pemuda itu menoleh kearah yang memanggilnya dan menyungging senyum persis seperti balita.


" eeee.... ss-soal tadi... aku minta maaf ya karena telah memarahimu.. aku benar benar minta maaf.. saat itu aku terbawa suasana dan-


Syuuttt....


Anggiva tak lagi melanjutkan kalimatnya saat jari telunjuk pemuda itu menempel dibagian tengah bibir Anggiva.


" heung.... " pemuda itu tersenyum dan mengangguk angguk beberapa kali.


" kau memaafkan kuuu...???.. " pemuda itu mengangguki pertanyaan Anggiva.


" terimakasih banyaakkk... " reflek Anggiva memeluk pemuda itu dan detik kemudian ia tersadar dan langsung melepasnya dengan perasaan malu malu.


Cupp...


Anggiva ditambah berdebar saat pemuda itu mendaratkan ciuman dikeningnya.


Canggung sejenak lalu kembali Anggiva membuka suara.


" eeee... ohya tadi kenapa kamu ketawa tawa ngeliat televisi yang mati... apakah... ada yang.... eeeee tidak jadi... karena jawaban mu pasti heung lagi kan... aisss... " pemuda itu dibuat bingung.


" hei kamu belum mandi dari kemarin.. lebih baik sekarang kamu mandi setelah itu kita sarapan... "


Pemuda itu yang mengerti pun langsung bergegas menuju kamar mandi.


" tukan aneh... dia itu emang ngerti.... hmmm sepertinya aku harus mengajari cara dia ngomong... tapi... apakah aku mampu... haisss... lagi lagi pusing... "


Anggiva menuju dapur untuk menyiapkan sarapan, sedangkan Pemuda itu seperti yang diperintahkan Anggiva dia tengah mandi namun ada hal yang aneh.. dirinya berbeda dengan orang normal ketika saat mandi.


Pemuda itu langsung menuju dapur menemui Anggiva memamerkan dirinya yang sudah mandi, namun lagi lagi gadis itu berteriak saat melihat pemuda itu. Apakah ada yang salah.... tentu saja pemuda itu tidak melepaskan pakaian nya saat mandi dan malah mengguyur dirinya berserta pakaian yang tidak dilepasnya.


Adakah manusia yang lebih bodoh dari pemuda itu.


" haaaaaaaahhh.... ya ampuuuuuunnnnn.... kenapa... aaarrhhh..... maksudku lepas dulu pakaian mu sebelum mandi bukan malah sekalian dibasahi seperti itu dan lihat karena mu lantainya basah... dan aku.... Aaarrrhhhhh.... aku harus mengepelnya.... huhuuuuuu.... ya tuhannn... cobaaan apa yang kau berikan padakuuuu... " dumel Anggiva frustasi menjambak rambutnya sendiri.


" Sekarang cepat lepas pakaian mu yang basah itu lalu ganti dengan yang baru... lain kali kalau mau mandi lepas dulu semua pakaian mu... bodoh.... "


" hah idiot atau gila sih. " gumam gadis itu.


Pemuda itu kembali kekamar dan mengganti pakaian nya dengan yang baru setelah itu pakaian basah ia buang keluar dan bisa dipastikan jika Anggiva tau bisa gila beberapa kali lagi gadis itu.


Singkat nya sarapan pagi ini telah selesai dan saat ini terlihat mereka sedang duduk diruang tamu membicarakan sesuatu, lebih tepatnya Anggiva yang berbicara.


" kauuu....belum punya nama kan.. "


" heung... "


" setiap orang itu punya nama dan aku tidak yakin jika kamu itu orang.. tapi karena wujudmu memang seperti manusia jadi kau harus memiliki nama agar memudahkan diri ku memanggilmu... "


" tapi siapa nama yang cocok untuk mu.... eeuuummmm... " Anggiva meletakkan telunjuknya didagu dan itu ditiru juga oleh pemuda itu bahkan dengan mimik wajah yang sama.


" aha.... bagaimana kalau jamal... " Pemuda itu terlihat gembira.


" ah tidak.... harusnya yang lebih keren lagi.... eumm... kalau udin... ah tidak tidak lalu siapa... huh... "


Sejenak suasana hening karena Anggiva sibuk berfikir dan pemuda itu menunggu dengan gembira.


" ah aku menemukan nama yang cocok.... bagaimana kalau... Arsean..... eumm bagus kan... oke.. jadi fine.. mulai sekarang namamu adalah Arsean... "


" hahahaaaa.... heung..." pemuda itu tertawa senang dan menyukai sebuah nama untuknya.


" baiklah...... nama sudah... sekarang tinggal cara kamu bicara dan aku sudah menyiapkan hal yang cocok untuk mu.. " Anggiva mengatakan itu sambil membuka laptopnya yang tadi diambil dikamar nya sebelum kemari.


pemuda itu menunggu dengan tertib saat Anggiva sibuk mengotak atik benda itu dan akhirnya ketemu, Anggiva lalu menyerahkan laptop yang menyiarkan sebuah video pembelajaran cara berbicara pada pemuda itu.


" kamu simak video ini sampai bisa dan aku mau berberes rumah dulu oke.. "


" heung... " sahut pemuda itu dan sepertinya mulai menikmati siaran didepannya.


" baiklah... meski aku ragu untuk berharap tapi apa salahnya jika mencoba.. semoga dengan itu bisa membantunya untuk mempelajari bahasa. " gumamnya lalu meninggalkan pemuda itu untuk melakukan tugasnya berberes rumah.


pemuda itu atau sebut saja Arsean sepertinya bisa mengerti dengan mudah seperti saat dia menonton kemarin sebenarnya banyak sekali kosa kata yang ia hafal saat menonton drama.


Arsean bukanlah manusia biasa apalagi asal usulnya berbeda. Sebenarnya ia bisa mengerti apa yang dibicarakan manusia namun tidak tau cara menanggapi nya dan dengan memberikan tontonan seperti itu mungkin bisa membuat Arsean mengerti.


Kembali Ke Anggiva, saat dia membersihkan rumah tak sengaja melihat keluar kamarnya dan sangat terkejut sekaligus kesal saat menemukan baju Arsean yang masih basah dibuang.


Gadis itu kembali mendumel kesal dengan suara yang dapat didengar Arsean namun pemuda itu memilih abai karena sedang fokus pada acara di laptopnya.