
Triiiiiiiiinngggg..........!!!
Bel berbunyi dengan nyaring pertanda ujian telah selesai dan waktunya pulang.
Sebelum itu semua murid tidak ada yang bangun menunggu para guru selesai mengumpulkan kertas jawaban dan soal mereka.
Beberapa detik berjalan barulah mereka berhamburan keluar dengan perasaan puas karena hari ini adalah hari terakhir mereka ujian.
Semua tampak berbincang bincang dengan para temannya kecuali satu orang gadis yang terlihat menyendiri dan memang tidak tertarik untuk berteman.
Dialah Anggiva Dalia.
Gadis yang terlihat cuek dan tidak peduli akan sekitar, lebih senang menyumpal telinga dengan hensednya dan sangat irit untuk berbicara. Jangan salahkan teman kelasnya yang menjauhinya karena sifatnya lah yang membuat orang orang tidak tertarik berteman dengan nya.
Tapi walaupun begitu gadis itu memiliki Seorang kekasih yang satu angkatan dengannya dan bersekolah ditempat yang sama hanya saja beda kelas.
Anggiva adalah gadis yang cantik banyak sekali pria yang menyukainya namun tidak sembarangan bisa berbicara dengan nya.
Namun walau hanya diam tidak banyak caper ada saja yang iri padanya dan membencinya, siapa lagi kalau bukan kaum cewek yang merasa tersaingi dengan kecantikan nya.
Satu hal lagi tentang Anggiva, ia adalah anak kedua dari dua bersaudara sebut saja anak bungsu.
Dia memiliki seorang kakak laki laki yang tujuh tahun lebih tua darinya.
Anggiva adalah keturunan dari keluarga kaya yang punya bisnis dimana mana begitu juga dengan abangnya yang sekarang sudah jadi Dosen diusia muda dikarenakan kepintarannya.
Namun walau begitu Anggiva tidak pernah merasa tenang jika tinggal dirumah karena selalu dibandingkan dengan abangnya yang jauh lebih pintar. Selalu dimarahi karena memang sikapnya yang menyebalkan.
Membuat dirinya pada akhirnya angkat kaki dari rumah untuk tinggal sendiri.
Meski punya orang tua yang menyebalkan tapi Anggiva masih punya abang yang sangat menyayangi nya.
Dan abangnya juga sempat ngelarang Anggiva pergi namun keputusan gadis itu sudah bulat, lalu ya udah deh tapi dengan satu syarat yaitu dengan abangnya yang mencarikan tempat tinggal dan membiayainya.
Oke sip jadilah Anggiva sekarang tinggal dirumah sederhana namun mewah dekat pantai. Rumah yang bagus pilihan abangnya memang paling Oke.
Keberadaan Anggiva hanya abangnya yang tau karena itu permintaan darinya sendiri.
Mulailah Anggiva hidup sendiri namun abangnya tetap membiayai.
Tapi untuk mengurangi beban Anggiva juga bekerja paruh waktu kok disebuah cafe tanpa sepengetahuan dari abangnya.
" sayangggg... bengong aja sih.. " tegur Reval pacarnya Anggiva yang baru saja menghampiri nya.
" gak.. kok.. " jawab Anggiva.
" gimana ujiannya... aahh.. leganya karena akhirnya selesai juga bergelut dengan isi otak haha... " ucapnya gak lucu.
Anggiva menanggapi dengan senyum setengah tidak ikhlas.
" eh yank.. habis ini kan kita libur panjang... gimana kalo kita jalan jalan ngabisin waktu liburan.. "
" gak cape apa jalan jalan terus selama liburan.. dimana berhenti nya.. " ehemmm Anggiva ini kalau sama orang tersayang ia pasti banyak bicara kok gak irit irit.
" iiihhh.. ayank mah gak peka.. yaaa.. pokoknya liburan jalan jalan ke Paris kek gitu...."
" kejauhan itu mah.. gak usah aneh aneh. " Ucap Anggiva lalu berjalan mendahului ayank nya.
" hehe.. becanda.. tapi nanti selama liburan kamu bikin kegiatan apa.. " tanya Reval menyusul Anggiva dan berjalan beriringan.
" tidurr.. " singkat Anggiva.
" gak cape apa tidur terus.. "
" tidur sambil lari baru cape.. "
" oihhh ayank mah gak pernah bener jawaban nya.. "
" lagian nanya nya gak mikir dulu.. apanya yang bikin cape kalo cuma tidur terus. "
" hehe.. iya sih.. tapi gak bosan kamu. "
" kalo bosan tinggal bangun.. " jawab Anggiva enteng membuat Reval tak bisa bereaksi saking frustasi nya menghadapi pacar yang jutek.
" udah ya aku mau pulang dulu.. " ucap Anggiva sambil menaiki sepeda nya.
" hati hati ayank.. sampai rumah kabarin ya. " ujar Reval.
" iya kalo inget... dah yaa.. bye.. " jawab Anggiva lalu mengayun sepeda meninggalkan Reval.
" dadaaa... daa... " balas Reval melambaikan tangan walau tak dibalas Anggiva.
" anyinggg... salahkan jika aku selingkuh... untung cantik.. dasar pacar jutek.. tapi ngangenin tau ayank... ku... " gibahnya lalu menghampiri motornya untuk pulang.
Beralih Ke Anggiva yang mengayuh sepeda dengan santainya menuju rumah, lalu setelah itu lanjut lagi ke cafe untuk bekerja.
Gimana mau bersenang senang waktu liburan orang dia kerja.
" waahhh.. Anggiva gimana ujiannya hari ini..... " tanya naumi selaku teman kerja Anggiva di bagian dapur.
" biasa aja gak ada yang menakjubkan. " jawab Anggiva.
" hmm.. iya deh udah ditebak jawaban kamu pasti bakal gini.. "
" kakak sih.. udah tau kenapa nanya.. " balasnya lalu pergi begitu saja.
" istighfar... " ucap Naumi mengelus dada.
Kini Anggiva kembali melakukan tugas nya dan sekarang tengah berada di meja yang diduduki beberapa lelaki disana.
" mau pesan apa mas mas... " kata Anggiva berusaha ramah semaksimal mungkin.
" wuiiihhh.. ternyata di cafe ini ada pelayan secantik ini... " Anggiva menanggapi dengan senyum dipaksakan dengan ucapan pemuda ini barusan.
" mbak.. masih single gak.. " tanya pemuda lainnya.
" maaf pertanyaan itu tidak ada di menu.. silahkan pesan yang lain... " jawab Anggiva santai.
" kalo pesan yang paling mahal bisa dapat mbak nya gak.. " masih gak nyerah pemuda yang lain malah menambahi.
" hmm... mohon.. perkataan nya lebih baik sesuaikan dulu dengan isi dompetnya. " Ujar Anggiva menimpali membuat mereka semua terdiam.
" jadi pesan apa mas mas.. " tanya Anggiva memasang wajah ramah walau sebenarnya pengen nendang semua orang ini.
" eee.. pesan spageti sama jus jeruk aja.. semuanya disamain... " ucap salah satu pemuda mewakili semuanya.
" baiklah mohon ditunggu.. " balas Anggiva lalu segera bergegas darisana.
Tukan kelihatannya saja omongan yang besar tapi buktinya apa.
Dan Singkat cerita akhirnya jam kerja selesai dan Anggiva telah kembali kerumah nya tepat pukul 10 malam.
Melelahkan sekali tapi apa boleh buat karena ini pilihan hidupnya sendiri.
Setelah menyiapkan mie instan dan teh hangat lalu dirinya duduk disofa depan tv menikmati hidangan sederhana sambil menonton drakor kesukaan.
Baru saja adegan kissing dimulai di TV tiba tiba deringan telpon mengejutkan dirinya.
Malas sih ngangkatnya tapi melihat nama yang tertera membuat dirinya harus menyentuh tombol hijau.
" halo.. ada apa sih nelpon ganggu tau.." dumel Anggiva.
" ya ampun.. sama abang sendiri kamu begitu.. dasar ya kamu.. "
" hmmm.. jadi intinya apa bang.. "
" cuma kangen.. tadi kamu kemana kok gak ngangkat telpon.. "
" kerja.. "
" hah... "
" eehh engga itu maksudnya kerja ditempat tidur alias tertidur. "
" hah kamu kerjaan nya tidur mulu... eh gimana ujiannya.. udah berakhir kan berarti libur panjang dong... "
" hmmm..... "
" yaudah kamu mau kemana selama liburan.. abang kabulin semua.. "
" mau tidur bang.. "
" heh abang serius.. "
" aku juga serius lho.. "
" hmm.. emang ya adikku satu ini.. abang kan nanya mau kem-
" iihhh abang berisik ah lagi nonton juga.. lagi acara seru tau udah ya aku tutup dulu.. bye.. bye... "
" tap-
Ttttuuuuttt... ttttuuuuttt......
Telpon dimatikan secara sepihak dan itu adalah ulah Anggiva tak peduli orang disebarang sana tengah mendumel kesal.
" tu kan.. udah lewat adegan nya.. ihhhh.. gara gara siculun itu sih nelpon.. bete tau.. " kesalnya.