
Tampaknya pintu gerbang sekolah baru saja ditutup 3 menit yang lalu, namun dua orang yang notabenya adalah murid disana berlari terengah engah agar tepat waktu walau kenyataannya memang sudah meleset.
Anggiva dan Arsean tepatnya baru saja sampai setelah berjuang untuk menuju sekolah.
Keringat telah sempurna membasahi keduanya, gadis itu setia memegang sepeda sedangkan Arsean berjongkok untuk menetralkan deru nafasnya.
Bagaimana tidak, Anggiva juga sempat membonceng Arsean dengan seluruh tenaganya walau setengah jalan ia tak kuat lagi. Itupun sudah jatuh berkali kali.
Lalu gadis itu memutuskan Arsean untuk berlari saja dan dirinya tetap mengendarai sepeda dibelakang lelaki tersebut.
Mau bagaimana lagi memang sudah tak ada cara lain dikarenakan juga Arsean tidak bisa bersepeda. Dan Anggiva tentu saja tak sekuat itu untuk membonceng Arsean sampai sekolah.
Gadis itu menatap khawatir pada Arsean yang terengah engah, namun bukan itu masalahnya sekarang karena mereka harus memberi alasan untuk diizinkan masuk.
" Pakkk... tolong bukakan gerbangnya.. " seru Anggiva menuju lebih dekat sambil mendorong sepedanya.
Dengan nada suara yang lumayan tinggi tentu saja Pak Satpam yang sedang santai di pos bisa mendengarnya lalu menuju kesana.
" kalian sudah terlambat tiga menit.. " ucap Pak Satpam berdiri berhadapan dengan Anggiva dengan gerbang sebagai pembatas.
" belum sampai lima menit juga ayolah Pak mohon dimengerti... " gadis itu nampak memohon.
" aturan tetap aturan lagian ini bukan peraturan saya tapi peraturan sekolah.. " jawab Pak Satpam tetap kekeh.
" ck.. Pak jangan sampai bapak menjadi penghalang untuk saya yang sedang mencari ilmu.. setidaknya lihatlah perjuangan saya walaupun terlambat tapi tetap pergi karena saya memang bersungguh-sungguh... lagipula setiap manusia itu pasti punya kesalahan tidak selalu bisa tertib.. "
" Pak dengarkan baik baik... Tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu... " lanjut Anggiva mampu membuat Satpam tersebut tampak berpikir.
" Pak lebih sia sia lagi kalau saya pulang karena saya kesini pun penuh perjuangan untuk bisa sampai... " Gadis itu tersenyum saat melihat wajah Pak Satpam yang kebingungan.
Arsean lelaki itu memilih diam dan mendengarkan obrolan mereka karena setiap dirinya bicara malah menjadi masalah.
" baiklah tapi kamu tau peraturan disinikan... Meskipun diizinkan masuk tetap ada hukuman untuk orang yang terlambat.. " ucap Pak Satpam sembari membukakan gerbang yang awalnya telah digembok.
Anggiva tersenyum bahagia begitu pun Arsean mencoba menyunggingkan senyumnya walau rasa lelah telah sempurna menyelimuti dirinya.
Keduanya masuk dan Anggiva tak lupa berterimakasih pada Satpam tersebut lalu menuju ke parkiran dulu untuk menyimpan sepedanya.
Setelah ini mereka harus bersiap siap untuk menjalankan hukuman karena sekolah yang elit ini tentu punya peraturan hukum yang elit juga.
Pertama hukum yang kedua baru alasan.
Benar saja seorang guru yang bertugas mengurus murid yang datang terlambat telah berdiri menunggu mereka dilapangan upacara.
Anggiva telah siap siap begitupun Arsean, mereka menghampiri guru tersebut.
" sudah tau peraturan kan.. jalani hukuman kalian sekarang...!! " ucap Guru laki laki itu to the point.
" baik Pak.. " jawab Anggiva.
" Anggiva meskipun kamu terkenal cuek akan pelajaran tapi yang namanya terlambat itu bukan tipe mu kan.. !! " ujar Guru lelaki sebut saja dengan nama Nazar.
Anggiva tak menjawab ia lebih memilih untuk menundukkan pandangannya.
" dan kamu anak baru.. Baru sehari sekolah kenapa sudah berani melanggar peraturan.. Apa kau ini memang berandal sebelum pindah kemari..?? " kini Pak Nazar menatap Arsean yang juga menatapnya.
" itu- akhh... " Arsean mengerang sakit saat merasakan cubitan tak main main di pantatnya.
Anehnya Anggiva malah senyum senyum pada Pak Nazar karena memang dialah pelakunya.
" ada apa.. " tanya Pak Nazar.
" eh gak Pak.. eeee hukuman kami berdiri disini sampai pergantian pelajaran selanjutnya kan Pak... " Anggiva mengalihkan pembicaraan.
Beliau terlalu sibuk mengurus para murid hingga saat ini pun masih lajang.
Bukan itu alasan utama nya karena beliau tidak terlalu memikirkan hal itu karena belum ada wanita yang cocok dimatanya.
Wajah yang tampan rupawan sudah pasti banyak para wanita yang tergoda apalagi para guru wanita yang belum menikah juga sering mengakrabkan diri dengan beliau. Tak hanya itu para siswi juga sering kali mencari perhatian dari nya.
" sudah lah untuk kali ini saya maafkan.. masuk sana.. " ucap Pak Nazar melegakan hati Anggiva.
Anggiva dan Arsean berterimakasih lalu hendak melangkahkan kaki ingin pergi namun Pak Nazar menghentikan mereka membuat langkahnya tertunda.
" tunggu...!! "
" hanya Anggiva yang boleh pergi... Kau anak baru tetap disini.. " lanjut Pak Nazar.
" heung... "
" tapi kenapa Pak.. " tanya Anggiva malah tak sadar dengan pertanyaan nya seperti itu semakin membuat orang curiga tentang hubungan keduanya.
" jangan lupa soal kemarin... Dihari pertamanya sekolah ia sudah berani bikin ulah dengan membantah guru.. Dan dia juga orang yang memelukmu kemarin kan dikelas...?? "
DEG..... !!
GLUP...!!!!
" Dia ini harus diberi peringatan terlebih dahulu dan membuatnya paham akan peraturan apa saja yang dibuat disekolah ini....!! "
" kenapa kejadian itu cepat sekali tersebar karena kami para guru akan selalu melaporkan tentang kelakuan murid pada sesama guru.. " pernyataan barusan mewakili Anggiva yang hendak bertanya.
" ayo kamu ikut saya dan Anggiva cepat masuk kelasmu.. " final Guru tersebut membuat Anggiva pasrah.
Dirinya berpikir kejadian memalukan kemarin sudah terlupakan karena tidak ada satu orang pun yang mempermasalahkan bahkan guru yang mengajar dikelasnya nampak tenang dan seperti tak ada niatan untuk menyelesaikan perbuatan kurang ajar Arsean dihari itu juga.
Rupanya ia salah ternyata ini adalah ketenangan sebelum badai menerjang.
Anggiva menuju kelasnya dengan langkah berat, bagaimanapun juga ia merasa kasihan pada Arsean.
Ini juga kesalahannya karena kemarin ia tidak mengakui bahwa dirinya mengenal Arsean.
Dan secara tidak langsung permasalahan ini tentu sepenuhnya kesalahan Arsean memeluk orang sembarangan yang tidak dikenal.
Ditempatnya Arsean tepatnya di ruang BK.
Dirinya tengah di interogasi sekarang dengan dua orang guru disana.
Satu Guru Nazar dan yang satu lagi Guru Bk yang nampak sangat kejam.
Bukannya takut di keadaan yang tegang seperti ini Arsean malah senyum senyum dengan santai.
" lihatlah dia memang kelihatan seperti brandalan.... Disaat begini ia masih saja berani.. " bisik Guru Bk pada Nazar.
" sama sekali tidak ada ketakutan diwajahnya.. Ayo mulai saja buat dirinya itu menciut.. " Nazar membalas berbisik pada guru BK yang berjenis kelamin sama dengan dirinya walau terpaut usia yang berbeda.
" heuh.. Aku tau kau itu sebenarnya cemburu kan karena dia ini sudah berani menyentuh wanita yang menjadi tipe mu itu.. " bisik Guru BK.
" ssttt.. ingat hanya bapak lah yang tau tentang ini... " bisik Guru BK dan menampilkan smirknya.
Ya baru baru ini entah kenapa Anggiva berhasil menjadi tipe idaman Guru tampan tersebut. Seorang Gadis yang cuek tidak berusaha caper sana sini mampu membuat Pak Nazar kagum.
Poin pertama Anggiva memang sangatlah cantik tentu saja Pak Nazar semakin yakin untuk menjadikan gadis tersebut sebagai tipe idaman nya.