The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bagian 7 fokus belajar



Masih di waktu yang sama hanya berbeda beberapa menit saja, Arsean masih setia memandangi layar didepannya sedangkan Anggiva sudah beralih membersihkan area dapur.


Saat sedang nikmat nikmatnya menyimak siaran itu tiba tiba terdengar suara seorang lelaki yang sepertinya bertamu dirumah itu.


Awalnya Arsean tak beranjak namun orang itu tetap keukeh untuk bertamu ditambah lagi Anggiva tak menghampiri kesini.


" permisiiiiii..... " ucap orang itu yang masih berada diluar.


Dengan pintu yang terbuka juga sempat melihat orang didalam, pemuda itu tak akan beranjak sebelum pemilik rumah keluar.


" per-


" heung... " Arsean berdiri didepan itu.


" eh... Eeee... Anggiva nya ada... " tanya Abian pemuda yang bertamu barusan.


" heung.... " jawab Arsean dengan wajah songongnya.


" eeee.... itu gadis yang punya rumah ini apakah dia ada... " ulang Abian sekaligus heran melihat orang didepannya.


" heung.... " lagi lagi jawabannya itu.


" ini orang kenapa sih anjirr dari tadi itu mulu jawabannya gak bisa ngomong apa.. " gumam Abian.


Disaat keduanya sedang terdiam Anggiva pun menghampiri kesana dan mendorong Arsean kembali untuk duduk pada kegiatannya lalu mendekati Abian yang masih berdiri diluar.


" aduh maaf ya tadi aku lagi dikamar mandi... eeeee.. udah lama datang nya..??. " tanya Anggiva.


" engga kok baru aja... ohya it-itu siapa. " Abian balik bertanya.


" ah.. buk-bukan apa apa.. itu... euummm.. cuma sepupu aku yang main bentar kesini........ " bohong Anggiva.


" sepupu..?? eeee... tapi setauku.. pak Diwantara pemilik perusahaan Anggerawan kan anak tunggal... " jelas Abian menurut pengetahuan nya tentang sosok ayah gadis itu yang namanya sangat terkenal apalagi ayah gadis itu adalah teman bisnisnya ayahnya sendiri.


" ah bodoh... ketauan bohong kan aku... anyiiiingggg.... " batin Anggiva.


" ah... eeee... sepupuuu... teman ayah ku... ah yaaa... itu.. benarrr.. " Bohongnya lagi.


" sepupu.. teman Ayahmu.??.. kok bisa mampir kesini apa kamu berteman baik dengan pemuda aneh itu.. " Abian memelankan suaranya diakhir.


" sedikit... ohya itu gak penting... ngomong ngomong ada apa kamu... kemari.. " Gadis itu mengalihkan pembicaraan dengan lembut.


" ah itu hampir lupa..... eeee.. sebenarnya.. aku.. kesini.. mau ngajak kamu jalan... sesuai janji ku kemarin waktu itu... " ungkap Abian memberanikan diri.


" ingat kan... " lanjut lelaki itu.


" ah itu... iya aku ingat... kenapa gak ngabarin dulu... kan aku bisa siap siap.. " ucap gadis itu malu malu.


" hehe... gak berani lewat Handphone... deg dekan soalnya.. " jawab lelaki itu yang tak kalah malu.


" ihh.. kamu bisa aja.. ya sudah.. jadi sekarang.. kita mau jalan niii... "


" ah iya sekarang aja... "


" ya udah kalo gitu aku siap siap dulu ya... kamu masuk dulu nunggunya... "


" eeee... gak usah disini aja gak papa... "


" ohh... oke.. tunggu bentar yaaa... "


" iyaaa... "


Setelah nya Anggiva menuju ke dalam untuk bersiap siap melewati Arsean yang masih fokus tak bergeming sedikit pun.


Beberapa menit kemudian...


Anggiva keluar dengan penampilan memukau dengan mengenakan gaun selutut dan rambut dibiarkan terurai indah ditambah high heels berwarna abu abu mencocokkan dengan gaunnya. Ditambah dengan menenteng tas kecil dibahunya.


" hei bagaimana penampilan kuu.. " tanya Anggiva memutar mutar didepan Arsean.


Yang ditanya malah abai memilih fokus pada tayangan didepannya membuat gadis itu menggerutu.


" aisss... dasaaarrr yasudah aku pergi dulu... tolong kau jaga rumah.. " tak ada jawaban dari Arsean membuat gadis itu semakin kesal.


" heeeiii... kau dengar aku... " Anggiva mulai meninggikan suaranya membuat Arsean mengalihkan pandangan padanya.


" sssssttttt.... diam... " ucap Arsean kembali memfokuskan pandangan nya dilayar itu.


Seketika Anggiva terkejut mendengar kata yang diucapkan Arsean barusan.


" hah.... kamu.... kamu udah bisa ngomong..... wwaaaaawwww hebatt.. gak sia sia kamu belajar.... tapi nanti aku mau pergi dulu dan kamu lanjut kan belajar nya oke... daaaa... aku pergi... " Setelah mengatakan itu Anggiva meninggalkan Arsean dan menghampiri Abian diluar.


Pengen nya menemani Arsean yang sudah mulai bisa namun apa boleh buat gadis itu sudah punya janji dengan crush nya.


Pergilah Anggiva dan Abian dengan mobil milik lelaki itu menuju tempat yang cocok untuk mereka.


" eumm... enaknya kita kemana nih.. " tanya Abian sambil mengemudi.


" eeee... terserah... " jawab Anggiva lembut.


" eumm selain terserah... "


" y-yyyaaa... terserah.... " jawabnya keukeh dan tersenyum kikuk.


" haha... emang yaaa.. cewe selalu begitu... terserah adalah jawaban andalan ketika ditanya... " Abian ingin menghangatkan suasana.


" yaaa.. karena kita selaku kaum perempuan itu makmum jadi ikut saja apa kata imam. " jawab Anggiva namun setelah nya malu sendiri dengan ucapannya.


" hmmm.... gituuuu... iya juga sih... tunggu biarr... aku jadi imammu... heheh... " nyegir Abian.


" becanda.... " lanjut nya Menggagal kan perasaan Anggiva yang ingin terbang.


Tukan laki laki emang itu... dibuat terbang dengan kata kata nya dan di hempaskan dengan kebohongannya.. tapi khusus untuk laki laki yang seperti itu... tidak semua kok.


" jadi buy the way kita mau kemana.... dan jawabannya selain terserah... "


" eumm suka suka kamu... " jawab Anggiva tersenyum.


Tujuan mereka pun disamakan dengan menuju ke sebuah tempat permainan atau dengan kata lain yaitu pasar malam dan mumpung ini siang jadinya diganti dengan pasar siang.


Mereka turun dari mobil dan masuk ke area dalam, suasana nya tak seramai ketika malam.


" harus nya kita pergi kesini waktu malam biar suasana nya lebih indah... " ucap Abian.


" gak papa kok... siang juga lebih bagus.." sahut Anggiva.


" ya udah yok masuk kedalam lagi.. " ajak Abian dan Anggiva menuruti.


Sampailah mereka didepan berbagai macam permainan. Banyak sekali orang orang yang ikut naik dan tak jarang banyak sekali teriakan yang terdengar.


" uuhh... ngeri sekali... " gumam Anggiva melihat salah satu wahana permainan yang tinggi.


" eumm.... mau coba... " tawar Abian.


" ih.. gak mau... gak usah deh. " tolak Anggiva takut dan Abian tersenyum melihat tingkah nya yang berlagak ngeri.


" eh kita kesana yok cobain permainan yang itu... nanti kalo memang dapat boneka.. " ajak Abian.


" eumm boleh.. tidak buruk. " dan mereka pun menghampiri kesana.


Abian mencoba untuk memainkannya namun sayang dilemparan pertama ia gagal dan mencoba untuk lempar lagi tetap saja gagal.


" aaaahhh.. gagal terusss.... " gerutu Abian.


" ayo coba lagi semangattt... " Anggiva terus menyemangati Abian.


" satu kali lagi dan kalo gagal aku gak mau lagi... " Abian bertekad berjanji pada diri sendiri.


Dannn.... Plummmm...


kalengnya runtuh semua karena lemparan Abian mengenainya.


Lelaki itu bersorak gembira begitu pun Anggiva yang ikut senang dan satu boneka beruang sebagai hadiahnya.


" ini untukmu... " Abian memberikan boneka beruang berwarna coklat itu pada Anggiva.


" hah.. untukku??.. " tanya Anggiva yang tidak menyangka.


Abian mengangguk dan tersenyum lalu mengambil tangan Anggiva untuk menerima pemberiannya.


" kalo kangen aku.. tinggal peluk boneka nya... oke... " Anggiva terenyuh dengan ucapan lelaki itu.


" makasih yaa.... boneka nya.. "


" iya sama sama... "


Disaat mereka saling lempar senyum tak sengaja netra Anggiva melihat Reval yang sedang jalan dengan Tante kemarin tak jauh dari keberadaan mereka, begitu pun Abian yang melihatnya dan bahkan lebih terkejut.


" Reval.. " panggil Anggiva yang kebetulam sudah sangat dekat dengan nya.


Yang dipanggil menoleh begitu juga dengan wanita yang digandeng Reval.


" eeehhh... Anggiva ketemu lagi.. " Reval mencoba melepaskan tangan Tante itu yang menempel padanya.


Gadis itu memilih abai dan sepertinya hatinya pun tidak terlalu merasa terluka seperti kemarin.


" k-kamu kesini juga s-sama dia... udah ada pengganti yaa.. " ucap Reval sambil melirik Abian yang sedang shock entah karena apa dan kalau diperhatikan lagi ternyata Tante itu juga sedang shock ngomong ngomong.


" mudah kok melupakan lelaki seperti kamu.... " balas Anggiva dan Reval merasa sangat bersalah terlebih lagi sebenarnya ia masih sangat mencintai Anggiva.


" Tante Dewiiii.... " ucap Abian tiba tiba mengalihkan perhatian Anggiva dan Reval.


" hah.... Tante.. " ulang Reval merasa heran.


" m-maksud nya apa.. " lanjut Reval.


" gila... val.. lo pacaran ama Tante gue... " Jelas Abian membuat semua terkejut.


" hah..... Anjorrr.. I-ini.... Tante lo.. " shock Reval.


" Tan... kok bisa bisa nya Tante pacaran sama anak seumuran aku... "


" eeee.... Abian.. kamu jangan mikir macam macam dulu ya sayang... Tante ngerasa kalo Reval ini adalah laki laki yang baik buat Tante dan bisa bahagiain Tante... " jelas Tante Dewi.


" Tapi Tante tetap aja Reval ini masih sekolah umur nya masih dibawah lagian masih banyak kan Pria dewasa yang lain. " jelas Abian.


" iya tapi laki laki itu tidak sepengertian Reval ini.. " balas Tante Dewi.


" tap-


" udah ya Bian.. biarkan Tante bahagia.. " potong Tante Dewi.


" njing gak habis pikir eh val lo apain Tante gue sampe kepelet sama lo.. "


" apa sih lo souzon banget jadi orang. " balas Reval tak terima.


" ya gak masuk akal lo ninggalin Anggiva gadis cantik yang masih muda dan cocok sama lo demi... demi Tante gue yang udah keriputan... "


" heh Abian kamu sembarangan.. " Tante Dewi tidak terima dikata seperti itu.


" eeee... it-ituuuu...... "


" apa... jangan jangan lo ada maksud terselubung dengan dekat sama Tante gue... iyaaa... ngaku... "


" apaan sih lo... gak usah nuduh sembarangan deh... " elak Reval.


" aduh Abian stop deh kamu... mending kamu sana senang senang sama pacarmu... Tante juga mau senang senang... ayo sayang.. kita jalan... " Tante Dewi melerai mereka dan membawa Reval pergi dengan menggandeng tangannya.


" heh Reval urusan kita belum selesai. " teriak Abian.


" udah.. jangan teriak teriak Abian.. " Anggiva menenangkan Abian yang mulai emosi.


" anjrrrrooottttt kenapa mesti Tante nya Si cecunguk itu sih... mau ditaro mana muka guee... malah didepan nya Anggiva lagi... anjingggg... karma deh gue... " batin Reval.