The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bagian 3 Munculnya pemeran utama lelaki.



Langit telah kembali malam.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 dan Anggiva telah kembali kerumah dari pekerjaannya.


Seperti biasa melelahkan sekali, walau bau keringat gadis itu malas mandi karena sudah malam dan sendirian lagi dirumah ditambah lagi kemarin ia menonton film horor dan tayangan menakutkan itu masih terngiang ngian dipikiran.


" huuuhhh... lelahnyaa... mana ngantuk lagi.. tapi mau nonton drakor... aaahh.. tidur aja deh besok baru nonton.. "


Anggiva menutup gorden dijendela besarnya yang mengarah ke pantai. Suara gemuruh pantai begitu berisik ditengah malam dan gadis itu selalu menyalakan lagu menghindari suara itu.


Menghempaskan diri ke kasur empuk king size nya dan membalut diri nya ke dalam selimut.


" selamat tidur untuk dirikuuu... " kata terakhirnya sebelum menuju ke alam mimpi.


Trek trek trek trek......


Suara arah jarum jam yang semakin berjalan ke waktu depan.


Jauh dikedalaman lautan yang gelap tiba tiba ada sebuah benda yang bersinar seakan mengisyaratkan sebuah tanda.


Benda bersinar itu adalah Kerang raksasa yang sepertinya sedang berjuang agar terbuka.


Seperti sebuah telur yang akan menetas begitulah umpama Kerang raksasa itu yang mungkin akan mengeluarkan sesuatu dari Sana.


Mulut Kerang raksasa itu semakin terbuka lebar dan satu pergerakan lagi berhasil membuat Kerang itu terbuka.


Sungguh tidak terduga namun nyata sosok yang berada didalam sama adalah seorang pemuda tampan bertubuh ideal seumuran Anggiva.


Bagaikan bayi yang baru lahir begitulah wujud pemuda itu tanpa sehelai benang pun ditubuhnya. Beda nya yang ini baru lahir langsung besar.


Rambut keren bak oppa oppa korea menambahi ketampanan sosok pemuda itu.


Setelah keluar dari Kerang raksasa itu terlihat pemuda itu kebingungan dan berenang tanpa arah namun menuju ke permukaan.


Tak butuh waktu lama akhirnya pemuda itu sampai di permukaan dan netranya pertama kali menangkap sebuah rumah yang dekat dengan pantai itu.


Langsung saja ia naik dan berjalan kearah rumah itu, untung saja ini malam jadi tidak ada orang yang melihat.


Singkat Cerita pagi pun menyapa.


Matahari pagi telah menampakkan dirinya menggantikan bulan yang bertugas dimalam hari.


Gadis itu masih menyamankan posisi tidurnya melanjutkan mimpi indah bertemu oppa.


Namun saat dirinya membalikkan posisi kesamping tiba tiba ia merasakan deru nafas seseorang, karena sebenarnya saat berbalik balik ia tidak sempurna tertidur.


Semakin lama semakin terdengar dan Anggiva mulai berpikir tidak beres lalu mencoba untuk membuka matanya.


Dan benar saja kedua mata Anggiva melebar sempurna menyaksikan yang ada didepannya.


Sosok pemuda asing tertidur bersama nya diranjang yang sama... tunggu.....


" AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.... " berteriak sekencang mungkin dan langsung buru buru bangkit dari tidurnya.


Tak hanya itu karena teriakan Anggiva pemuda itu ikut terbangun dan mengerjap dengan polos.


" ssssss-siapa kamu... manusia jadi jadian darimana kamu masuk kenapa ada disiniiiii...... " yang ditanya malah duduk dan mengucek matanya gemas.


" ss-siaalll.. apa yang kamu lakukan padaku.. kenapa tidak memakai pakaian mu. " percuma bertanya tidak akan ada jawabannya.


" tidak mungkin... setelah ini aku harus cek ke dokter apakah aku hamil... mana tau apa yang diperbuat lelaki itu semalam. " Batin Anggiva.


" kamu manusia atau bukan sih hei jawab aku... "


" mungkin sih kalo bukan manusia.. orang dia tampan begini.. dan kalo benar dia melakukan itu padaku... untuk makhluk seperti ini aku rela deh.. gak akan aku gugurin.... HEH GILA SADARRRRR... " batin Anggiva bergelut.


Dan bahayanya lagi pemuda itu ingin beranjak dari tempat tidur, tapi sebelum itu Anggiva berteriak dan menyuruhnya untuk tetap diam ditempat.


Tau kan apa jadi nya kalau dia bangun.


" Hei apa yang kau lakukan.... tetap diam disana... "


" heung..... " satu kata yang keluar dari mulut lelaki itu benar benar polos.


" aaarrhhh... jangan bersikap seperti bayi begitu kau sudah tua... "


" heeung... " lagi lagi menyahut polos dengan mulut yang dibuka lebar.


" apa benar lelaki itu dewasa tapi kenapa diri nya seperti polos begitu... aaarrhhh.. wajah itu juga menggemaskan sekali. " gumam Anggiva.


" dari mana datang nya makhluk ini kalau tanpa pakaian seperti ini.. aishh.. lalu kenapa harus dirumah ku... eh tapi gakpapa sih orang dia ganteng begini.. " lanjutnya.


" siapa namamu.... haissshh percuma bertanya, tidak jadi.. "


Anggiva menatap pemuda itu dan yang ditatap malah sibuk ngupil dan menggaruk garuk kepalanya.


Anggiva sungguh terkesima melihat wajah tampan itu apalagi saat melirik perut sixpacknya yang indah.... Haissshhh... bisa bisa gadis itu menjadi gila nantinya.


" tunggu disini aku akan mengambil pakaian yang bisa dipakai untukmu, yaaa.. meskipun aku tidak yakin... " ucapnya.


" jangan coba coba bangun... " peringatnya lalu mendekati lemari dan mencari pakaian disana.


Anggiva mencari disetiap celah yang terselip pakaian namun nihil tidak ada pakaian laki laki.


" kenapa aku jadi peduli begini ya kan aku gak tau asal usul nya darimana.. ganteng sih.. tapi itu nya lho.. jangan jangan dia siluman lagi.. anjing mikir apa sih aku.. " gumam nya sambil mencari pakaian.


Setelah mencari tanpa kenal lelah akhirnya ketemu juga yang bisa dipakai.


Anggiva memutuskan memberikan sarung dan kaos oblong berwarna hitam miliknya karena itu merupakan baju yang tidak terasa aneh jika dipakai oleh laki laki.


Untuk ****** ***** ia juga memberikannya tapi milik siapa, tenang mereknya emang buat laki laki kok karena Anggiva sempat beli untuk diberikan pada Reval dihari ulang tahunnya. Aneh bukan.


" pakailah ini aku akan menunggu diluar.. kita akan membicarakan tentang kedatanganmu.... " setelah mengatakan itu Anggiva pun keluar.


" heung... pa, ka, yan... " eja pemuda itu melihat yang ada didepannya.


Lama menunggu akhirnya Pemuda itu selesai dan ia keluar untuk memperlihatkan pada Anggiva.


Langkah kaki terdengar dan Anggiva yang duduk disofa bersiap menyambut pemuda itu.


Pemuda itu berhenti saat dirasa Anggiva bisa melihat nya.


" sudah si- AAAAAAAAA... APA YANG KAU LAKUKANNNNN.... " Anggiva shock saat melihat Pemuda itu memakai pakaian tidak sesuai ekspetasi.


Bagaimana mungkin.. ****** ***** dipakai dikepala sedangkan baju dipakai dibagian bawah layaknya celana lalu sarung ia biarkan jatuh dilantai diseret sambil berjalan.


" heung.... "


" hang heung hang heung... kamu dari planet mana sihhhh... pakai yang benar goblok.. jangan bilang kamu tidak bisa. "


" gimana gue ngajarin nya kalo begini cara nya... aduuuhhh... ya udah deh terpaksa gue ajarin.. tapi liat cara gue dulu baru lo pakai sendiri didalem... " final nya.


Anggiva pun melakukan seperti yang dikatakan tadi mengambil pakaian lain sebagai contoh.


Walau pun tidak enak hati tapi Anggiva melakukan ini semata mata hanya untuk berbagi ilmu.


Setelah berulang kali diajari barulah akhirnya Pemuda itu bisa memakai dengan benar dan Anggiva bisa bernafas lega.