The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bagian 17 perasaan campur aduk



Setelah makan malam kini mereka sedang bersantai di ruang keluarga. Derasnya hujan jadi tak terasa diluar sana karena keramaian yang dibuat oleh kakak beradik ini.


Pak Diwantara dan Nyonya Indriani sangatlah bersyukur melihat kebersamaan keluarga mereka kembali, semenjak Anggiva pergi jarang sekali mereka berkumpul begini.


Pak Diwantara juga menyesali perbuatannya yang mengekang anak perempuan nya sampai membuat anaknya itu pergi karena tidak tahan.


" heummm.. Oh ya mulai sekarang kamu tinggal kembali lagi disini aja.. " kata Rafelio tiba tiba membuat kedua orang tuanya mengangguk setuju.


" tentu saja.. inikan rumah Anggiva juga. " tambah Nyonya.


Dan pernyataan itu membuat Anggiva tiba-tiba mengingat sosok yang telah dilupakan dirumah nya.


Dengan pergerakan cepat ia bangkit berdiri dan menepuk jidatnya.


" kamu kenapa sih.. " tanya Rafelio melihat wajah panik adiknya.


" bang.. anterin aku pulang sekarang.. " pinta gadis itu tiba tiba membuat yang lainnya heran.


" pulang kemana inikan rumah kamu.. " ucap Pak Diwantara tak ingin anaknya pergi lagi.


" iya sayang.. mau pulang kemana lagi. " tambah Nyonya.


" mama... papa... bukannya aku gak mau tinggal disini tapi mau bagaimana pun aku harus pulang kerumah itu... karena... " balas Anggiva seketika tak bisa melanjutkan kalimat nya karena tidak mungkin kan kalau dia bilang ada Arsean dirumah nya.


" karena apa sayang.. " tanya Nyonya Indriani.


Anggiva memutar otaknya dalam artian kata untuk berpikir agar punya alasan untuk bisa kembali kerumah itu.


" aahh... eee.. itu maa.. aku ninggalin kelinci ku dirumah itu sendirian dan pasti sekarang dia kelaparan karena gak ada aku.. iya.. begitu.. maaa... " ucap Anggiva berusaha meyakinkan semuanya.


" atau biar aku yang kesana aja terus bawa kelinci kamu itu kesini.. " usul Rafelio membuat Anggiva semakin geram.


" JANGAN..... ehhh... maksudnya jangan... heheh... " teriakan Anggiva membuat semuanya terkejut lalu gadis itu mengakhiri dengan cengengesan nya.


" usul abang kamu apa salahnya... lebih baik kelinci kamu itu dibawa kesini aja kan.. " tambah Sang papa membuat suasana semakin rumit.


" yatuhan... tolong aku apa yang harus kukatakan pada mereka... tolong lunakkan hati mereka agar mengizinkan ku pergi.. " batin gadis itu merapalkan doa.


" huff... papa... mama... abang... sebenarnya aku........ "


BRUUUUMMMMM.........!!!!!!!!


Suara mesin mobil milik Rafelio kini melaju menuju rumah Anggiva beserta Anggiva sendiri.


Setelah begitu meyakinkan keluarganya akhirnya ia bisa bebas dan berakhir diantar pulang kembali.


" aku gak yakin cuma gara gara kelinci doang kamu segitu ngototnya untuk pulang..." ucap Rafelio sambil menyetir.


" ck.. percaya aja napa sih ribet amat.. " balas Anggiva kembali jutek.


" ya kan aku udah nawarin diri untuk ngambil tu kelinci dan membawanya tinggal bersama kita tapi kamu sampe teriak bilang jangan... ada apa sih... sebenarnya... " tanya Rafelio menginterogasi.


" ganti profesi sekarang..???.. udah jadi detektif...?? bukan dosen lagi....??... " balas Anggiva hanya menghindari jawaban dari pertanyaan yang kakaknya berikan.


Rafelio tersenyum miring lupa kalau adiknya itu keras kepala cewe lagi, jadi sudah pasti tidak ada kata kalah dari nya.


Tidak ada pembicaraan setelah nya sampai akhirnya mobil itu berhenti didepan rumah Anggiva.


Gadis itu tanpa banyak bicara langsung turun begitu pun Rafelio namun laki laki itu dicegat adiknya ketika ingin masuk.


" eettt... mau apa.. " tanya Anggiva menghadang kakanya.


" ya mau masuk... " balas Rafelio.


" aduuhhh... inikan udah malam.. kenapa gak langsung pulang aja sih... " ucap Anggiva bukan karena apa tapi takut nya nanti ia bisa tau keberadaan Arsean.


" gak berperasaan amat lo... gue udah capek capek nyetir nganterin lo.. masa langsung diusir... " kembali lagi panggilan tersayang nya.


" bukan begitu... tapi ini udah malam... gak enak sama tetangga.. " balas Anggiva lagi.


" tetangga yang mana.. rumah lo doang disini.. mau gak enak sama siapa.. sama ikan paus, ikan hiu, ikan lumba lumba, ikan bandeng... "


" sssstttt... pokoknya gak baik laki laki sama perempuan bersama malam malam.. "


" gue abang lo bodoh... hah... ngidam apa sih mama waktu hamil lo.. " Rafelio mengerang frustasi.


" gak bisa gua mau mastiiin beneran gak lo punya kelinci.. " terbuka juga tujuan awal Rafelio begitu ngotot untuk masuk kedalam.


" ihhh ngotot banget sih masuk rumah orang.... " geram Anggiva.


" lhoh inikan rumah gue juga gue yang bayar.... " Rafelio mulai panas.


" kenapa... gak ikhlas.. oh yaudah.. tunggu besok gue minta papa untuk ganti uang lo.. puas... " balas Anggiva.


" halah uang bokap aja belagu lo... "


" biarin wlee..... " Anggiva mengejek sambil menjulurkan lidahnya keluar.


Untung gak ada tetangga kalau tidak, pasti mereka sudah disemprot karena bikin keributan malam malam.


" ohhh berani lo sama gue... ha.. awas... ambil ini... " Rafelio dengan senang hati menyentil dahi adiknya membuat gadis itu kesal dan tak terima.


" aww... ihhh.. gue balas lo... rasakan wlee... wleee... " dengan cepat Anggiva menendang kaki abangnya hingga membuat laki laki itu terjatuh, setelah nya gadis itu malah tertawa dan langsung buru buru masuk lalu mengunci pintu mengabaikan teriakan Rafelio yang ingin membalasnya.


" kurang ajar.. gue cuma nyentil lo malah balas nendang... dasar adik durhaka... arrhh.. awas lo anjing.. hah... nyesel gue minta adik perempuan yang awalnya gue pikir bisa dijadiin babu... "


" minta adik laki-laki takut tersaingi.. mau minta lagi.. ahhh lebih baik buat sendiri.. haha.. apa sih gue aneh... mending gue pulang.. buat apa disini... ngomong ngelantur lagi.. heh... Anggiva awas lo... besok pasti bakal gue balas... " setelah mengatakan itu Rafelio langsung masuk mobil dan pergi dari sana.


Setelah kepergian Abang nya, Anggiva lalu mencari keberadaan Arsean yang ternyata tidak ada diruang tamu setelah lampu dinyalakan.


Ia menuju dapur tidak ada juga lalu membuka kulkas, dan dirinya dibuat terkejut karena melihat makanan yang masih utuh. Berarti Arsean tidak makan sama sekali.. bagaimana kondisi nya sekarang.


Hujan kembali turun dengan lebat disertai petir membuat Anggiva cepat cepat meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya.


Menyalakan lampu dan meletakkan tas sekolah nya terlebih dahulu dimeja belajar.


Saat berbalik badan ia begitu terkejut melihat gumpalan selimut yang diyakini Arsean sedang tidur menyembunyikan wajahnya.


Sesaat Anggiva bernafas lega karena keberadaan nya namun detik kemudian ia merasa cemas karena Arsean belum makan.


Anggiva menarik selimut yang menutupi wajah pemuda itu dan melihat betapa imut nya sosok itu tertidur.


Ia jadi merasa kasihan berapa lama Arsean dengan posisi seperti ini... ia pasti takut karena gelap ditambah lagi hujan deras dan petir.


Salah besar jika ia menganggap Arsean sudah pintar karena bisa menghafal isi novel dalam sekali baca.


pengennya sih gak dibangunin dulu karena kasihan tapi karena berhubung ia belum makan jadi mau tidak mau Anggiva membangunkan nya.


" hei... banguuunn... aku pulang... " lembut Anggiva sambil mengelus rambut milik Arsean.


Pemuda itu sama sekali tak terusik malah merasa nyaman.


" heeiii... aku sudah pulang... apa kamu tidak merindukan ku... hei ayo banguuunn.. kau harus makan dulu... " kini Anggiva mencubit pipi Arsean barulah laki laki itu terbangun.


Anggiva tersenyum menunggu Arsean mengumpulkan seluruh nyawanya dan mengucek ngucek matanya.


setelah benar benar merasa utuh kembali, barulah ia sadar kalau orang yang ditunggu tunggu kini sudah berada di depannya.


Tanpa aba aba ia langsung menerkam Anggiva dengan memeluknya, Gadis itu juga membalas pelukan itu dengan tersenyum.


" kemana saja... huks... aku pikir kau akan meninggalkan ku... " adu laki laki itu bahkan sampai menangis.


" cup cup... maafkan aku.. aku benar benar lupa... maaf... " ucap Anggiva menyesal.


" bagaimana bisa lupa.. aku kan selalu ada di hatimu.. " Anggiva tersenyum mendengar itu.


Arsean menangis dipelukan Anggiva membuat baju gadis itu dibasahi airmata, tak hanya itu Arsean juga menumpang mengelap ingus nya dibaju Anggiva tanpa sepengetahuan gadis itu.


Kruuukkk.. krruk...


Suara itu membuat mereka melepaskan pelukannya dan Arsean menyengir sambil memegang perutnya.


" ya ampun aku lupa tujuan pertama membangun kan mu.. ayo sekarang kamu bangun cuci muka dulu setelah itu kita makan.. " ucap Anggiva.


" baikk... " jawab Arsean dengan semangat, lalu melakukan seperti yang diperintahkan Anggiva.


" hah... untung saja aku sempat mengingat dirinya.. kalau sampai aku lupa lama... hah.. aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri... entah kenapa aku sudah terlalu nyaman dengan keberadaan nya.. " gumam Anggiva.