
Pagi telah kembali menyapa dunia meskipun dengan waktu yang berbeda beda disetiap negara.
Seperti hal nya ritual pagi, setelah membersihkan diri mereka lalu sarapan.
Pagi ini seperti biasa menunya ringan ringan saja yaitu roti beserta selai dan juga susu sebagai minuman.
Setelah menata semuanya dimeja makan, kedua laki laki beda umur itupun datang menghampiri.
" waawww kompak sekali ayo sini sarapan duluu... " ujar Anggiva dipatuhi mereka.
Rafelio mulai mengolesi rotinya dengan selai coklat sedangkan milik Arsean tengah dibuatkan oleh Anggiva.
" ck manja banget sih, cuma perihal ngolesin selai ke roti emang gak bisa apa. " cibik Rafelio sebelum memasukkan roti itu ke mulutnya.
" bisa diem gak..... inii. " jawab Anggiva lalu memberikan rotinya pada Arsean yang diterima dengan mata berbinar.
Rafelio menggedikkan bahu lalu melanjutkan acara makannya begitupun Anggiva dan Arsean yang terlihat begitu menikmati.
" ohya setelah ini gua mau pergi ya ada urusan, kalian berdua gue tinggal jangan macam macam.. " ucap Rafelio disela sela makannya.
" pergi aja sono yang lama pulangnya. " jawab Anggiva setelah meneguk susu.
" ohya mau kemana emang inikan hari minggu... " lanjut Anggiva bertanya.
" hmmm.. kepo juga kan lo.. " sindir Rafelio.
" ya gue tanya doang jangan jangan lo mau pacaran yaa.. " tebak Anggiva asal.
" kalo iya emang kenapa.. ups.. " Rafelio dengan cepat membungkam mulutnya sendiri.
" hayoolooo ketauannn... " seakan menemukan kelemahan abangnya, Anggiva pun memanfaatkan keadaan ini.
" apa sih lo gak usah souzon ya udah sana lanjut makan.. setelah ini gue mau pergi. " final Rafelio.
" hmmm... ada yang aneh.. musti gue ikutin monyet ini.. " batin Anggiva.
Acara sarapan pagi telah usai, seperti yang dikatakan tadi Rafelio mulai pamit untuk pergi menggunakan mobilnya.
Sama hal nya yang dilakukan Anggiva, perasaan kepo nya itu seakan menyuruh untuk mengikuti Rafelio pergi.
Untung saat sarapan tadi ia telah memesan taksi online dan sekarang tepat waktu yang dibutuhkan taksi itu datang.
Anggiva juga mengajak Arsean karena tidak mungkin manusia itu ditinggal. Taksi itu pun mengikuti mobil Rafelio atas suruhan Anggiva.
Beruntung mobil Rafelio belum hilang dari pandangan jadi masih ada jejak untuk diikuti.
" hati hati ya jangan sampai kita kehilangan jejak mobil itu dan jangan sampai ketauan juga... " ucap Anggiva pada sang supir.
" baik non... " jawab si supir tak mengalihkan pandangan nya sedikitpun dari mobil yang diikuti.
" memangnya kita mau kemana Anggiva. " tanya Arsean yang sedari tadi bingung.
" pokoknya kamu tenang aja dan jangan bikin rusuh.. " jawab Anggiva diangguki Arsean.
" nanti beli bebek goyang lagi yaa.. " ujar Arsean.
" ck kapan gede nya sih kamu.. ahh. "
" hehe... " yang dikatain cuma bisa nyengir.
Memakan waktu yang lumayan lama, mobil yang diikuti Anggiva berhenti di sebuah taman.
Dapat ia lihat kalau Rafelio turun dari mobil lalu menuju ke sebuah bangku yang diduduki seorang wanita.
" tuh kan bener.. awas lo ya... "
" ohya Pak ongkos nya udah ditransfer yaa.. makasih banyak.. ayo Arsean kita turun.. " lanjut Anggiva.
Anggiva menuruni mobil itu diikuti Arsean dan setelah itu mobil tersebut melesat pergi sesuai arahan Anggiva.
" kita mau kemana.. " tanya Arsean.
" sssstt ayo sini kita main petak umpet tapi kamu jangan ribut yaa.. " ucap Anggiva.
" petak umpet itu apa.. " dengan polosnya Arsean bertanya.
" iihhh kamu tu kapan sih pinter nya.. pokoknya kamu ikutin aja apa yang aku bilang okeee... " Arsean mengangguk lucu.
" ayo sini.. " Anggiva menarik tangan Arsean membawa lelaki itu agar tetap bersamanya.
Kini mereka bersembunyi dari tempat yang tidak jauh tempat Rafelio berada ditutupi oleh beberapa tanaman yang membantu mereka untuk bersembunyi.
Kembali ketempat Rafelio dan memang benar ia sudah punya janjian dengan pacarnya yaitu Naumi. Memang semalam mereka punya janji untuk bertemu.
" maaf ya sayang udah bikin kamu nunggu. " ujar Rafelio sembari mengelus rambut pacarnya yang terurai lembut.
" kangen tau aku tu sama kamu.. " -Rafelio.
" uhh Pak Dosen bisa kangen juga. " -Naumi.
" iya dong.. saat aku menjelaskan rumus tentang pelajaran perasaan ku tak bisa fokus saat membayangkan wajahmu yang cantik jelita ini.. " gombal Rafelio.
" iihhh apa sih ahhh... " Sejujurnya Naumi sangat senang digombali seperti itu.
" anj** sok soan nasehatin, rupanya lo pacaran juga.. awas lo.. gue bikin neleen ludah sendiri.. " umpat Anggiva ditempat persembunyian nya.
" maaf ya sayang hubungan kita masih harus disembunyiin seperti ini karena yah. "
" sayang.. gak papa kok, kita akan menunggu waktu yang tepat dan semoga saja orang tuamu bisa terbuka hatinya untuk merestui hubungan kita hmm... "
" makasih ya sayang, kamu bisa pengertian banget kayak gini. "
" sama sama sayang. "
" apa... jadi hubungan mereka gak direstuin sama mama dan papa.. huh udah gak usah diragukan lagi sih, secara mama dan papa orang nya apa apa harus perfect terlebih lagi papa, huh jadi kasian juga gue sama monyet itu.. " monolog Anggiva sedangkan orang disamping nya entah sedang apa yang terlihat asyik sendiri.
" ohya nanti kamu masuk kerja gak. " tanya Rafelio.
" kayaknya masuk deh, hah tempat kerja aku juga jadi sepi semenjak salah satu karyawan disana mengundurkan diri. " -Naumi.
" siapa. " tanya Rafelio.
" itu lho.. karyawan cewek dia itu asyik orangnya umurnya juga masih dibawah aku malahan masih sekolah tapi entah kenapa dia tiba tiba berhenti kerja.. jadi sepi kan. " jelas Naumi.
" ouhh.. ada keperluan lain mungkin dia. " jawab Rafelio asal menimpali saja.
Sedangkan ditempat persembunyian Anggiva, ia belum tau kalau wanita itu adalah Naumi yang dikenali nya karena mereka duduk membelakangi Anggiva.
" siapa sih tu ceweknya. " gumam Anggiva.
" Anggiva lihat ini dia lucuu. " ucap Arsean sembari menunjukkan sesuatu yang ia pegang ditangannya dihadapan Anggiva.
Deg.
Seketika Anggiva meneguk ludah kasar melihat hewan yang paling ditakutinya berada dihadapan wajahnya sambil dipegangi oleh Arsean yang malah nyengir.
" Aaaaaaaaaaaaa...... husssshh.. BUANG BINATANG ITUUUUUU... AAAAAAA. " teriak Anggiva dan tanpa sadar ia malah menghampiri ketempat Abangnya.
" Anggiva.. " seru Rafelio berdiri dari duduknya sekaligus kaget akan kedatangan adiknya.
Naumi juga sama sama terkejut dan bangun dari duduknya sedangkan Arsean juga menghampiri kesana sembari membawa hewan itu.
" Buang itu gillaaa... ihhh.. " kesal Anggiva berusaha sembunyi dibalik Rafelio agar menjauh dari Arsean.
" kamu suka kan dia lucuuu.. liat ini.. " Arsean masih bangga membawa hewan yang ia temui.
" lucu apanya bodoh cepat buang itu kodok... iihh.. geli aku.. " geram Anggiva.
" heh kamu buang itu kodok kenapa malah ditangkap sih.. buang cepetan.. " Rafelio juga merasa kasihan pada Anggiva karena ketakutan apalagi ia tau kalau Anggiva paling takut ama kodok.
" tapi lucu kasihan dia... kita pelihara dia ya aku kasih nama dia lipstik. " Ucap Arsean dan malah menamai hewan itu sesuai kata yang ia ingat sangat menggunakan lipstik milik Anggiva.
" kalau kamu pelihara dia aku usir kamu dari rumah.. " ancam Anggiva masih berada dibalik punggung Rafelio.
" ihh jahat yaudah aku lepasin dia. " Arsean lalu melepaskan hewan tangkapannya dan membiarkan kodok itu meloncat loncat pergi menjauh.
" huuuhhh leganya... " Anggiva mengusap dadanya lega.
" sekarang jelaskan apa ini. " pinta Rafelio pada keduanya.
" Anggiva... kamu Anggiva kan. " ucap Naumi membuat Anggiva melirik kearahnya.
" kak Naumi... jadi kakak yang jadi pacarnya monyet ini.. " Tanya Anggiva sekaligus terkejut melihat temannya yang malah menjadi pacar kakaknya.
" i-iyaaa... " jawab Naumi.
" kalian saling kenal.. " tanya Rafelio heran.
" dia karyawan yang tadi aku ceritakan. " ucap Naumi pada Rafelio.
" apa... dia karyawan yang kamu bilang tadi berarti... hah.. Anggiva bisa kamu jelaskan ini.. " Rafelio melirik kearah adiknya.
" kamu kenal juga sama dia.. " tanya Naumi.
" dia adik aku.. " jawab Rafelio membuat Naumi terkejut sedangkan Anggiva hanya bisa pasrah.
" dan aku Arsean... hehe... " Nyengir nya.
" gak nanyak soal kamu.. " timpal Rafelio pada Arsean.