
Kembali menjadi malam yang sepi menjelang larut setelah kepergian pemuda itu. Bahkan sampai sekarang tidak ada tanda tanda tentang keberadaan Arsean hingga membuat Anggiva harus berusaha ikhlas untuk melepas.
Dirinya berada dibalkon belakang rumah yang tidak terlalu tinggi karena memang dibuat seperti itu agar bisa menyesuaikan pemandangan pantai.
Menatap langit yang disinari bulan serta bintang yang ikut menghiasi hingga langit yang gelap menjadi indah ketika dipandang.
" apa kamu benar benar tenggelam... hiks maafkan aku... kenapa aku bodoh hingga tak terpikirkan untuk meminta bantuan para penyelam... aarrrhhh... dasar payah. " Anggiva memukul mukul kepalanya sendiri.
Ya karena terlalu panik dan terlarut dalam kesedihan membuat gadis itu lupa untuk berpikir lebar.
" ya besok jika Arsean masih belum kembali aku akan meminta bantuan para penyelam... ya benar... " tekadnya menghentikan aksi penyiksaan terhadap diri sendiri.
Anggiva lalu beranjak dari sana karena matanya pun sudah mulai mengantuk.
Sebelum tidur ia memastikan untuk mengunci semua nya dan mematikan lampu kamar lalu berlangsung ke alam mimpi.
Malam terasa tenang bersamaan dengan gadis itu menutup mata dengan nafas normal menikmati istirahat nya.
Ohya besok adalah hari terakhir ia libur berarti lusa ia sudah mulai bersekolah lagi.
Beralih Ditempatnya keluarga Diwantara atau lebih tepatnya dirumah beliau.
Ketika semua orang sedang menikmati mimpinya diwaktu sekarang tapi tidak dengan beliau dan istrinya karena memilih duduk disofa menunggu kepulangan anak tunggal mereka.
Yang ditunggu pun kunjung tiba, Pintu utama yang memang dibiarkan tidak terkunci terbuka menampilkan Rafelio dengan raut wajah senang itupun sebelum menyadari kehadiran orang tuanya.
" darimana saja... " seru Nyonya Indriani tiba tiba mengalihkan atensi Rafelio yang hendak menuju kamar.
Tentu saja terkejut namun laki laki itu bersikap setenang mungkin agar bisa menghadapi orang tuanya ini yang sipaling teratur juga supaya ia tidak dicurigai.
" eee.... d-dari luar ma.. " jawab Rafelio merutuki jawaban konyol nya.
" luar itu luas... luar yang mana... " kini Tuan Diwantara buka mulut.
" gak biasanya kamu pulang selarut ini...!!! kamu tau sendiri kan di rumah ini punya aturan.....!! " lanjut Tuan tak memberi ruang untuk Rafelio untuk menjelaskan yang padahal pemuda itu sudah mangap.
Ingin sekali dirinya membantah tapi dirinya terlalu takut untuk jadi anak durhaka... nah..!! yang ini ni patut dicontoh.
" maaf pa.. " cicitnya bahkan tak berani menatap wajah marah ibu dan ayahnya.
" huh... mama hanya tidak suka kamu jadi kebanyakan pemuda pemuda diluar sana yang suka keluyuran dan pulang seenaknya.. dan jauh dari kata disiplin.. " jelas nyonya Indriani memberi pengertian.
" t-tapi aku kan sudah besar ma.. dan tau mana yang baik dan tidak untukku.. " entah dapat keberanian darimana ia dapat membantah seperti ini, baru saja mau di cap teladan eh...
" besar katamu...??.. dengar Rafelio Anggraha Diwantara sebesar dan setua apa pun kamu.. tapi kedisiplinan itu tetap penting untukmu.. mau kemanapun dan dimana pun kamu berada hal itu pasti diperlukan agar kamu bisa diperlakukan dengan baik oleh orang sekitar... " terang Tuan sekaligus kesal dengan ucapan anak teladan nya barusan.
" iya Pa... aku mengerti.. maafkan aku untuk perkataan ku barusan.. " Rafelio menyesali perbuatannya beda dengan Anggiva kalau dia yang berada disituasi seperti sekarang mungkin akan terjadi adu mulut.
" baiklah untuk kali ini papa maafkan dan untuk kedepannya jangan diulangi lagi. " ucap Tuan Diwantara.
" baik pa... " jawab Rafelio menunduk sopan.
" sekarang pergilah ke kamar mu dan istirahat lah... " tambah Nyonya indriani.
" baik ma.. " Rafelio mengangguk dan setelah itu melesat kekamar begitupun Tuan dan Nyonya ikut pergi ke kamar mereka.
Orang tua memang selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya maka dari itu mereka akan melakukan apapun agar anak anaknya menjadi orang yang berguna meskipun harus dengan cara yang berbeda.
Terkadang Seorang anak berpikir jika orang tuanya terlalu cerewet dan suka mengatur namun padahal itulah kunci kesuksesan nya kelak.
Lalu apa cerita nya kalau ada kata dikekang oleh orang tua sendiri??
Saya pun tidak tau... mohon jawaban nya.
Tak terasa malam yang panjang telah berakhir perlahan menampakkan cahaya matahari yang menggantikan sinarnya bulan.
Semua berjalan pada garis edarnya begitupun bulan dan matahari tidak ada yang bertukar tugas dimalam atau hari selanjutnya, semuanya sama tidak ada bulan ketika siang begitupun matahari ketika malam kecuali gerhana.
Anggiva si gadis cantik serta imut bersamaan masih tertidur dikasur empuknya lalu berbalik untuk menyamankan posisi tidurnya.
Entah kenapa rasanya seperti ada yang aneh setelah Anggiva membalikkan dirinya ke sisi lain, hembusan nafas khas orang tidur terasa jelas berhembusan ke wajahnya. Dan lagi ia juga merasa meluk sesuatu, bukan guling tapi seperti berbentuk apa ya itu.
Sebenarnya saat akan berbalik ia sudah terjaga namun enggan membuka mata tapi sekarang ada hal yang terasa janggal membuat gadis itu harus membuka mata untuk memastikan.
Hembusan nafas itu terdengar semakin dekat, pelan pelan Anggiva membuka matanya dan alangkah terkejut dirinya dan terbangun duduk lalu berteriak.
" AAAAAAAAAAA.... " teriakan itu mampu membuat seorang insan lagi yang terusik tidurnya dan mengucek ngucek matanya memastikan teriakan itu.
Terkaget kaget namun sangat senang... terasa seperti dejavu ternyata yang ditunggu tunggu akhirnya kembali.
Arsean yang menghilang kemarin pagi ini tertidur seranjang dengan nya masih mengenakan pakaian kemarin yang sama.
Anggiva masih menganga tak percaya sedangkan Arsean bangkit duduk dari tidurnya sambil mengucek ngucek matanya.
" huaaaammmm.... " Arsean menguap lebar merentangkan kedua tangan nya.
" i-ini beneran kamu.... benarkah k-kamu sudah kembali.... "
Greepp...
Anggiva langsung menerkam pemuda di depannya tanpa sabar memeluk pemuda itu menghirup aroma badan sang pemuda laut itu.
" hiks... kemana saja kamu haa... Aku setengah mati mengkhawatirkan kamu... hiks... dasar nakal.... hiks... kenapa tidak mendengar ku eoh... sudah ku bilang jangan kemana mana sampai kau kembali.... hiks.. dasar keras kepala... " Gadis itu menangis memduselkan kepala nya didada bidang pemuda itu.
Dapat didengar degup kencang jantung Arsean berpacu serta pipinya yang memerah malu karena baru pertama kali merasakan dipeluk seperti ini biasanya kan dirinya yang suka memeluk.
Kedua sudut bibir tipis Arsean tertarik keatas membentuk senyuman, tangan kanannya terbawa untuk mengelus rambut si gadis itu dan tangan satunya digunakan untuk mencubit pelan hidung si gadis itu juga.
" maafkan aku sudah membuat mu khawatir.... " gumam Arsean.
Lama menukar rindu dengan posisi seperti itu lalu menit selanjutnya mereka pun tersadar dan saling melepas pelukan.
Terlebih Anggiva yang harus terlihat cool kembali karena tanpa sadar memeluk pemuda itu duluan.
" kemana... " singkat Anggiva memecah keheningan.
Arsean memasang wajah bingung karena tak mengerti maksud Anggiva.
" ck... kenapa kamu bisa selamat.. ahh maksud ku kemana saja kamu.. "
" eeee... itu... waktu itu kamu tenggelam kan.. dan sekarang kamu kembali dengan selamat tanpa luka sedikit pun... aku sangat senang kamu kembali tapi aku.... aku penasaran... kenapa.... ada keajaiban apa... eee.... ah entah aku bingung ngejelasin nya... " Anggiva menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
" waktu itu aku memang bermain kelaut sampai tidak sadar diriku tenggelam... aku hampir tidak bisa bernafas karena banyaknya air yang masuk ke mulut ku.... dan ditengah tengah ambang kesadaran tiba tiba aku melihat sebuah cahaya yang tanpa izin menembus dadaku... dan... dan... kau tau apa yang terjadi selanjutnya...???.... "
" a-apa.... " Anggiva yang merasa penasaran walau pikirnya cerita yang tidak masuk akal pun bertanya.
" aku tidak tau... dan saat aku tersadar aku sudah berada di tepi laut... " lanjut Arsean.
" cih... pendongeng yang handal.. " balas Anggiva karena sama sekali tidak masuk akal pikirnya.
" aku benar.... " sahut Arsean tak terima.
" sekarang mandilah sudah dari kemarin kamu dengan pakaian itu... dan satu hal lagi mungkin itu mimpimu... "
" tapi aku........ "
" sssstttt.... cepat mandi aku akan menyiapkan sarapan... "
Arsean menghela nafas lesu lalu bergegas darisana menuju kamar mandi yang di kamarnya sendiri.
" aneh.. mana mungkin ada kejadian seperti itu... tapi kalo dipikir pikir... kenapa Arsean bisa selamat tanpa pertolongan... dan satu hal lagi seperti nya Arsean mengalami banyak perubahan dan hari ini ia sudah lebih banyak bicara...hah ada apa dengan nya.. " walau terlihat bodoamat tapi sebenarnya Anggiva tidak bisa menyepelekan hal ini.