
Waktu telah berganti dan kini memasuki waktu malam hari.
Setelah selesai dengan makan malam, Anggiva memilih duduk santai disofa sembari menonton TV sedangkan Arsean juga ikut duduk disana.
Sedang asyiknya menikmati drama, ketokan dari pintu utama terdengar sangat mengganggu hingga mau tak mau Anggiva beranjak dari sana dan membukakan pintu.
Dan ya seperti biasa siapa lagi yang akan datang kerumah itu kalau bukan sang Kakak yang sangat disayanginya.
" ck... tukan, pasti pertanda buruk lagi ini. Ngapain sih..?? " Tanya Anggiva seakan tak menerima kedatangan Rafelio.
" gak liat lo kalo gue lagi bawa barang banyak..?? minggir sana. " Rafelio berkata dan langsung masuk begitu saja.
Memang benar kedua tangannya dipenuhi barang bawaan yang entah apa itu.
Lelaki itu meletakkan barang tersebut lalu duduk seperti biasa.
Setelah nya Anggiva juga ikut duduk disana.
" itu apa.. " tanya Anggiva.
" barang barang buat Arsean. " jawab Rafelio langsung to the point.
" what..?? sejak kapan lo perhatian sama makhluk ini, nerima dia aja masih ogah ogahan lo..?? " Anggiva berucap tak percaya.
" ck.. lo bisa gak sih baik dikit, puji gue kek ini malah curiga.. " kesal Rafelio.
" bukan gitu tapi-
" brisik lo.... Ohya ini barang barang Arsean untuk sekolah... " Jawab Rafelio semakin membuat Anggiva bingung.
" hah... kok-
" udah deh gak usah banyak nanya lagi, lagian mau jadi apa dia kalo gak sekolah diumur yang masih segitu. " potong Rafelio.
" emang lo tau umurnya.. " ucap Anggiva.
" kelihatan dari muka nya kalo masih bocah ingusan.. " Ujar Rafelio santai begitu juga pada orang yang di katai sedang duduk santai menonton TV.
" tapi gue gak yakin kalo dia sekolah. " ucap Anggiva.
" justru sekarang ini dia butuh sekolah agar gak bego bego amat, atau apa perlu kita masukkan dia ke sekolah TK terlebih dahulu.... " ucap Rafelio.
" gila..!! gak mau ah malu maluin.. " sergah Anggiva.
" nah itu, Arsean akan bersekolah ditempat yang sama yaitu disekolah lo dan soal biaya dia sekolah biar gue yang tanggung." tutur Rafelio membuat Anggiva tak percaya.
" lo seriuss.. " tanya Anggiva memastikan.
" sebagai Dosen yang baik ya gue serius dan langsung mulai besok dia sekolah. " jawab Rafelio membuat Anggiva begitu senang.
Dan Singkat cerita, di keesokan paginya.
Pagi ini Anggiva bangun lebih awal dari biasanya karena bantuan alarm juga yang tak lupa selalu ia persiapkan.
Membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu membangunkan Arsean dan mempersiapkan sarapan.
Ohya hari ini kan Arsean mulai sekolah, setelah lelaki itu mandi ia akan memberikan persiapan sekolah yang dibelikan Rafelio semalam.
Pagi ini Dosen itu sudah tak terlihat darisana karena dari semalam dia langsung pulang.
Beberapa menit kemudian, Arsean keluar dari kamar setelah membersihkan diri dan memakai pakaian santai. Melihat itu Anggiva langsung mendekati Arsean dan memberikan baju sekolah untuk nya.
Soal tas beserta buku buku telah Anggiva persiapkan terlebih dahulu.
" ini, pakai baju ini... mulai hari ini dan seterusnya.. Arsean akan bersekolah bersama Anggiva. " ucap Gadis itu membuat Arsean meloncat senang.
" benarkah.. " Tanya Arsean dan Anggiva mengangguk.
" pakai baju dan celananya, nanti kalau dasi biar aku bantu pakaikan. Ayo ambil. " titahnya dan Arsean mengambil baju itu dari tangan Anggiva setelah nya melesat kekamar untuk memakai baju tersebut.
" hah aku tidak yakin kalau dia bisa bersekolah, apakah dia bisa mengerti sekitar... belum lagi soal pelajaran.. huff bagaimana iniii.. " Anggiva terlihat bingung.
Lumayan lama menunggu akhirnya Arsean keluar setelah mengenakan seragam sekolah.
Arsean mendekat dan berhenti dihadapan gadis itu.
" bagus seragam itu terlihat sangat cocok untuk mu.. dan oh ini dasinya, sini aku pakaikan.. " ujar Anggiva lalu mulai memasang dasi dikerah baju Arsean.
Kedua wajah itu saling mendekat dan jantung Anggiva semakin berdegup kencang saat Arsean menyunggingkan senyum padanya.
Cupp..
Dan Anggiva semakin terkejut saat lelaki itu mendaratkan ciuman di dahinya.
" ee.. s-sudah selesai.. " gugup Anggiva sedikit menjauh.
" terima kasih... " ucap Arsean sembari mengulas senyum manis milik nya.
" iya sama... " Anggiva juga membalas dengan senyum manisnya.
" ya sudah ayo kita sarapan dulu.. " lanjut Anggiva.
Mereka pun sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat.
Singkatnya sarapan pagi telah selesai dan kini mereka hendak menuju kesekolah.
Biasanya Anggiva memang pergi dengan sepeda dan berniat untuk membonceng Arsean tapi suara klason mobil terlebih dahulu mengejutkan mereka.
Mobil itu berhenti dan pintu terbuka menampilkan Rafelio yang sudah mengenakan jas ala Dosennya.
Wawww kalau begini Anggiva berani mengakui jika lelaki ini adalah kakak kandungnya.
Tampan sekali pemirsa, jadi lupa kalau Dosen itu sering kali membuat nya kesal. Tapi walaupun begitu mana mungkin ia tertarik pada kakak sendiri, cuma mengagumi bukan mencintai.
" yok berangkat.. " ajak Rafelio pada dua anak sekolah itu.
" tumben.. " cibir Anggiva.
" khusus untuk hari ini karena gue akan ngebantu pendaftaran nya Arsean. " jawab Rafelio seikhlas mungkin.
" ya syukur deh ya udah ayo jangan kelamaan nanti telat.. " final Anggiva tak ingin membuang waktu lagi dengan mencari masalah.
Ketiganya pun masuk ke mobil, Rafelio yang mengemudi didepan dan Anggiva memilih duduk bersama Arsean di jok kedua.
Mobil itu mulai berjalan menyusuri jalanan kota yang begitu indah.
" kayak sopir kalian aja gue.. " ucap Rafelio dengan tetap fokus memandang ke depan walau sekali kali melirik kaca depannya melihat mereka.
" untuk hari ini dan emang cocok sih, tiap hari aja begini deh.. " ucap Anggiva lalu tertawa.
" enak banget kalo ngomong.. " timpal Rafelio lalu tertawa juga sedangkan Arsean memilih untuk menyimak saja obrolan mereka.
" ohya Arsean nanti kalo disekolah yang pinter dikit yaa.. jangan biarin mereka mengolok ngolok lo.. " ujar Rafelio pada lelaki yang sedang bengong itu.
" hmmm... kayaknya gak sih bang, diakan ganteng.. pasti kegoblokan nya itu bisa ditutupi oleh wajahnya itu.. " tambah Anggiva.
" itu mah kalau dari sudut pandang cewe cewe, coba kalau cowok pasti dia akan dihina dan soal ketampanan Arsean, mereka malah merasa tersaingi.. " " ucap Rafelio.
" hmm... ya sih tapi aaku bakal berusaha buat jagain dia.. " timpal Anggiva.
" ya.. dan awasi juga dia jangan sampai terpengaruh sama orang orang yang bisa menuntunnya ke jalan yang buruk. " peringat Rafelio.
Ternyata dibalik sifat nyebelin nya Rafelio, dia sebenarnya juga sangat perhatian hanya saja hal itu menurut caranya sendiri untuk memberikan kasih sayang.
" bang nanti turunin gue sedikit berjauhan ya dari gerbang dan kalian langsung keruang kepala sekolah.. " ucap Anggiva.
" kenapa gak sekalian masuk kedalam sekolah.. " tanya Rafelio.
" udah iyain aja oke.. " senyum Anggiva.
" hah serah lo.. " final Rafelio.
Dan setelahnya tidak ada suara lagi, mereka semua terdiam sampai akhirnya sampai disekolah yang begitu indah.