
Kembali lagi di pagi hari yang menyebalkan dengan rutinitas yang itu itu saja.
Bangun pagi, makan, sarapan dan pergi kesekolah.
Anggiva telah terbangun berkat alarm yang mengusik mimpi indahnya sedangkan Rafelio tidak lagi berada disini karena tadi malam ia pulang. Baguslah rumah ini terlihat lebih nyaman tanpa kehadiran dirinya itu.
Setelah mengumpulkan nyawa kini gadis itu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, ia telah selesai dengan seragam sekolah nya tak lupa sedikit berdandan untuk mempercantik diri. Hari ini ia membiarkan rambutnya terurai panjang sebab terlalu malas untuk mengambil pita rambut.
Baiklah ia tidak punya banyak waktu lama lagi untuk mengaca karena apa dia lupa membangunkan sosok manusia yang tinggal dirumahnya, oh tidak mereka akan terlambat..!!
Anggiva berlari terburu buru menuju ke kamar Arsean yang masih tidur dengan nyenyak.
BRAAKK...
Membuka pintu tanpa kelembutan dan langsung membangunkan Arsean secara brutal.
Brutal dalam artian berteriak saat membangunkan lelaki itu.
" heiii banguuun cepat bangun apa kau lupa kau harus sekolah...?? " teriak Anggiva.
" euuhhgg.. " lelaki itu melenguh malas sembari menetralkan cahaya yang masuk kematanya.
" hari ini kau harus sekolah lagi ayo cepat.. ohya ngomong ngomong kau tidak sakit lagi kann..?? " tanya Anggiva disela sela menarik Arsean agar terbangun.
Lelaki itu menggeleng dan menatap Anggiva sembari mengerucutkan bibirnya.
" ck jangan bersikap seperti anak kecil ayo cepat bangun kita bisa terlambat nanti dan aku akan menelpon Rafelio untuk mengantar kita kesekolah sebab kalau pergi dengan bis pasti tidak akan sempat lagi... " oceh Anggiva sembari mengotak atik ponsel nya yang kemanapun selalu ia bawa.
Merentangkan ototnya sejenak lalu bergegas kekamar mandi sedangkan Anggiva sibuk chattan bersama Rafelio sembari merebahkan diri di kasur Arsean.
Untuk : Monyet sulung🐒
" bisa nganterin kita kesekolah gak.? " √√
Dari : Monyet sulung🐒
" aduuhh sorry gue udah berangkat soalnya buru buru tadi, kalian berangkat sama bis aja ya... " √√
Untuk : Monyet sulung🐒
" masalah nya kita udah telat ini, mana ada bis makanya gue minta tolong.. " √√
Dari : Monyet sulung🐒
" ya gimana gue juga gak mungkin balik kesana, sibuk nih mendingan lo sama Arsean boncengan sepeda deh, sepeda yang gue beliin masih ada kan..? " √√
Untuk : Monyet sulung🐒
" gila lo..!! gak mungkin gue berangkat bareng sepeda sama Arsean, gak mau gue sampe ketauan semua orang kalo gue sama Arsean itu saling kenal malahan satu rumah.. " √√
Dari : Monyet sulung🐒
" mau nyembunyiin apa lagi toh kemarin dia meluk lo kan di dalam kelas lo.. " √√
Untuk : Monyet sulung🐒
" ck itu sih cuma teman sekelas gua yang tau dan kalo nanti gue berangkat bareng sama dia pasti semua bakal tau.. " √√
Dari : Monyet sulung🐒
" yaelah peri hal kemarin aja udah pada nyebar kayak gak tau sekolah aja lo udah yak gue sibuk nih, berangkat bareng Arsean aja pake sepeda, awas kalo lo nurunin dia di tengah jalan.. " √√
Untuk : Monyet sulung🐒
" sok peduli amat biasanya lo bodoamat sama dia.. " √
Untuk : Monyet sulung🐒
" woi kampret liat pesan gue.. " √
Untuk : Monyet sulung🐒
" ANJ**** " √
Untung saja Arsean lebih dulu memakai celana kalau tidak...!! mungkin saja Anggiva akan bernasib sial pagi ini.
" GILA LOO KENAPA MAKE BAJU SEMBARANGAN GITU SIH... " teriak Anggiva ekhem bahkan menutup matanya.
" aku kan biasanya juga pake baju dikamar. " jawab Arsean polos bahkan belum mengancing seragamnya.
DEG......!!
Sekarang salah siapa, masih mau ngelak...?? oh tentu perempuan tidak pernah salah..!!
" ya lagian ngomong dulu kek, kan bisa suruh aku keluar... pokoknya bukan salah aku ya.. huh.. " Ucap Anggiva sembari melangkah pergi darisana meninggalkan Arsean yang menatapnya bengong.
Singkatnya mereka kini telah berada diluar rumah karena hendak berangkat, bahkan keduanya tidak sempat sarapan dan masalahnya sekarang Anggiva hanya memandang sepeda di depannya itu.
Gadis itu memijit pangkal hidung nya dan berusaha berpikir keras mencari ide namun kosong tak ada cara lain.
" eeeeuuuhhhhh.... " Erang Anggiva mengagetkan Arsean yang berada di samping nya.
" itu apa... " tanya Arsean dengan polosnya.
" kereta api... gak usah nanyak nanyak deh lagi pusing aku... " gerutu si gadis itu.
" kereta api itu apa.. " Tanya Arsean lagi dengan santainya seperti tidak mengerti ucapan Anggiva barusan.
DAMN......!!!
Gadis itu frustasi sungguh sangat gemas melihat lelaki ini.
Sudahlah daripada menghabiskan waktu hanya menatap sepeda itu saja lebih baik mereka memang harus berangkat bareng.
Anggiva mulai mengambil sepeda itu dan menaikinya, terpaksa menyuruh Arsean untuk menumpang dibelakang.
" ayo naik.. dibelakang sini.. " ajak Anggiva setengah ikhlas.
Lelaki itu menuruti Anggiva dan menduduki tempat duduk yang ada dibelakang.
Sedetik kemudian Anggiva berdecak malas melihat cara duduk lelaki itu yang seperti perempuan saat dibonceng.
" bisakah kau duduk dengan gaya lain, seperti ku misalnya.. " datar Anggiva.
Arsean turun dan duduk seperti yang diperintahkan Anggiva, gadis itu menghela nafas lega setidaknya Lelaki ini bisa mengerti untuk saat ini.
Dan masalahnya belum berakhir karena Anggiva tak sanggup mengayuh sepeda dengan beban yang melebihi dirinya dibelakang.
" eeuuuhhhhhh.... huuuhhh.. " gadis itu berusaha keras namun naas Arsean terlalu berat untuk dirinya yang mungil itu.
" Aaarrrrhhhh.... kenapa sihhhhh.... " Erang gadis itu kesal sekali lagi mengagetkan Arsean.
Gadis itu menyerah dan turun dari sepeda diikuti Arsean.
" ada apa.. " tanya Arsean.
" coba kamu yang bawa. ... " perintah gadis itu sambil menyerah kan sepeda tersebut.
Oh sepertinya Anggiva tidak mengerti, bagaimana mungkin menyuruh Arsean mengayuh sepeda sedangkan lelaki itu pasti baru pertama kali melihat benda tersebut.
Tak ingin membantah, Arsean pun mengambil alih sepeda itu. Awalnya Anggiva merasa senang namun belum sampai 5 detik gadis itu kembali dibuat kesal, tau apa yang dilakukan..?? lelaki itu dengan santainya mendorong sepeda tersebut sambil berjalan.
" AAAARRRRHHHHHHGGGG.... " Anggiva mengerang kesekian kali.
" aaaa..... mama... papa.... aku capekkkk... hiks.. Aaaaaaa...." Gadis itu menjatuhkan dirinya kelantai bagaikan orang putus asa.
Melihat itu Arsean mendekati Anggiva bahkan menjatuhkan sepeda yang dipegangnya sembarangan.
" kamu kenapa nangis... " tanya Arsean selalu dengan raut wajah polosnya itu.
Anggiva semakin mengeraskan tangisan frustasi nya itu membuat Arsean semakin bingung.
Entah bagaimana mereka pergi kesekolah hari ini yang jelas waktu semakin berjalan dan Anggiva tak mungkin membolos karena tak mau mendengar ocehan Rafelio nantinya, tapi dirinya juga akan mendapat hukuman jika sampai ke sekolah tidak tepat waktu alias terlambat.
Terpaksa entah bagaimana caranya mereka akan tetap pergi sekolah..!!