
Flashback off... !!
Masih disekolah hanya saja dengan waktu yang berbeda.
Kini pelajaran telah usai sejenak dikarenakan bel istirahat telah berbunyi nyaring membuat kegembiraan di hati para siswa.
Setelah kelas dirasa sepi, Abian pun melangkah kearah Anggiva yang kini bersiap hendak keluar.
" ayo bareng.. " ajak Abian.
Anggiva menoleh kearahnya dan mengangguk senang.
" sekalian ajak Arsean biar kita bareng. "
" hah.. ?? " Abian sedikit bingung namun Anggiva tak memperdulikan nya dan langsung menarik Abian keluar.
Sesampainya di kantin.
Seperti biasa Arsean sedang makan bersama Reval dan teman temannya yang lain, melihat itu Anggiva langsung kesana juga Abian yang setia mengekor.
Kedatangan Anggiva mencetak sebagian kepanikan dihati Reval dan para temannya sebab pertemuan kemarin masih diingat dengan jelas.
" **-tenang aja kita gak macam macam lagi kok cuma makan bakso aja.. " ucap Reval sembari memperlihatkan makanannya.
" heu eum benerrr.. " sambung Sultan.
Anggiva seakan ingin tertawa melihat ketakutan mereka tapi bagus juga sih.
" hmmm... ohya Arsean yok makan bareng kitaa.. " ucap Anggiva sejenak menghentikan aksi Arsean yang sedang menyeruput mie.
" kalian gak keberatan kan atau enggak gimana kalo kita gabung aja disini.. " lanjut Anggiva jelas satu satunya yang keberatan disini adalah Abian.
" Wellcome dengan senang hati ayo sini duduk.. " heboh Doni tak lupa mempersiapkan kursi yang tersisa untuk mereka.
" Anggi kok gabung sama mereka. " Abian merasa keberatan membuat Reval dan teman temannya merasa jengkel.
" udah gakpapa lagian kalo rame lebih seru ayoo.. " balas Anggiva sembari duduk dikursi yang tersisa dan terpaksa juga Abian mengikuti.
Jadilah sekelompok itu akhirnya bisa bersama walau ada sebagian hati yang merasa tidak nyaman.
Makanan yang tadi dipesan sudah datang dan mereka pun makan bersama.
Abian semakin merasa jengkel saat melihat Anggiva yang sibuk dengan Arsean sedangkan Reval memang sengaja memanaskan keadaan.
Disisi lain terdapat Ayu dan teman temannya sedang menatap benci kearah mereka terlebih pada Anggiva yang seberuntung itu dapat berbaur dengan para cowok cowok ganteng.
" heran deh gue sama cewek itu, segampang itu lhoo... Awalnya Abian dan saat anak baru itu datang diembat juga, dia itu maunya apa sih sisain kek ke gue satu.. kalo gini mah gue bingung harus ngejar yang mana.. " celoteh Ayu.
" terus lo sukanya sama siapa sekarang. " tanya Tira.
" yang jelas sekarang gue suka sama anak baru itu dan kalo nantinya gak dapat juga yaudah gue balik lagi suka sama Abian. " ujar Ayu.
" gue jadi kasian sama cowoknya. " tutur Seila.
" tapi Yu lo udah denger gak sih berita heboh anak baru itu sama Anggiva. " lanjut Seila.
" ckk.. gak usah diingetin gue makin panas dengarnya.. " balas Ayu.
" terus lo yakin bisa dapetin anak baru itu secara gak mungkin kan kalo mereka gak punya hubungan apa apa, lagian tu cowok emang ganteng banget sih tapi sifatnya itu lho kayak bloon.. " sambung Tira.
" gue gak peduli karena ketampanan nya saja sudah cukup bikin gue tergila gila. " ucap Ayu.
" hah emang gila sih lo.. " Kedua teman temannya cuma bisa geleng geleng kepala.
Kembali ketempat nya Anggiva.
" yang lain kembali duluan aja, gue ada perlu bentar sama Reval, Val bisakan kita bicara sebentar.. " Yang namanya disebut jadi terkejut sedangkan yang lain penasaran.
" Abian lo duluan aja gakpapa kan.. " niat hati ingin bertanya tapi Abian mengurungkan niatnya sebab tak mau membuat Anggiva merasa jengkel padanya.
" oke.. Gue tunggu dikelas yaa.. " setelah mengatakan itu Abian langsung melesat pergi.
" kalian juga bawa Arsean duluan aja ke kelas.. " ucap Reval mengikuti gaya bicara Anggiva.
Yang diperintah pun menurut dan kini tinggallah mereka berdua disini, selagi belum ada guru pengawas yang datang kemari jadi mereka manfaatkan untuk bicara sebentar.
" langsung aja gue gak bisa basa basi lagian waktunya juga kepepet.. " Reval mengangguk dan mempersiapkan diri untuk mendengar kali aja diajak balikan kan sayang kalo gak dibuat pingsan.
" ini soal kemarin.. "
Oh **** terlalu berharap pada sesuatu yang memang sudah jelas tidak ada.
" pertama gue minta maaf atas kejadian kemarin yang bikin gue nampar lo sama teman teman lo karena gue kebawa emosi.. maaf gue minta maaf.. " Anggiva menyendukan nada bicaranya.
" its oke gak masalah lagian kita sendiri yang salah karena udah mempengaruhi Arsean pada hal yang gak bener, harusnya gue yang minta maaf karena udah sembarangan, maafin gue ya tapi gue mohon jangan larang gue untuk unfriend sama Arsean. Karena lo tau sendiri kan semenjak kedatangan tu anak geng kita jadi semakin terkenal yah walau sebagian kecilnya sih yang kenal kita tapi gakpapa, dari hati yang paling dalam kita emang tulus temenan sama Arsean. " jelas Reval dengan alasan yang memang tidak dibohongi.
Alasan yang pertama memang benar dan kedua juga yaitu berteman dengan tulus lalu yang ketiga sepertinya alasan ini akan pupus karena tidak ada lagi yang bisa dijadikan alasan yaitu berteman dengan Arsean karena ingin mendapatkan kembali hati Anggiva.
Tidak boleh egois karena ini adalah kesalahan yang dibuatnya sendiri.
" oke gue gak akan larang kalian untuk berteman tapi ingat jangan macam macam lagi.. " tegas Anggiva.
" siap.. " jawab Reval.
" dan satu hal lagi soal.... Eeee.. soal gue sama Arsean waktu.. Lo ngertikan gue harap gak ada yang akan tau selain kita yang ada disana waktu itu.. " ucap Anggiva dengan malu malu.
" ooohh ahahahaha... beruntung banget ya Arsean, gue yang udah pernah pacaran sama lo gak ada tu ciuman.. " Reval tersenyum kecut diakhir.
" ssssttt kenapa malah diperjelas sih.. " reflek Anggiva panik.
" oke oke santai santai rahasia itu aman.. "
" terus gimana tu hubungan kamu sama Tante itu.. " goda Anggiva.
" iihh gak usah diungkit malu tau apalagi tadi gue ketemu Abian makin malu semoga dia gak inget deh.. huuss bodoh banget gue emang... " Anggiva yang mendengarnya jadi tertawa lepas.
" Lo sama Abian juga harus berteman.. "
" ihh ogah ngeliat mukanya aja gue pengen bunuh diri karena malu.. " lagi lagi ucapan Reval mampu membuat Anggiva tertawa.
" maybe suatu Lo dan Abian akan jadi teman baik.. "
" semoga gak akan pernah gak akan.. "
" aahahaha... yaudah masuk yuk udah lewat berapa menit ini semoga kita gak dikasih hukuman... " ucap Anggiva.
" Lo masuk aja gue mau bolos, males ah pelajaran sejarah ngantuk gue.. " balas Reval.
" heh sembarangan, gak boleh gitu justru gue suka tau pelajaran sejarah.. "
" Lo aja deh gue enggak karena gue lebih suka matematika.. "
" Manusia aneh pokoknya sekarang Lo juga ikut masuk kelas ayo cepetan.. "
" kelas kita kan beda.. "
" arahnya sama kan ayo jangan banyak alesan.. "
Dan akhirnya mereka pun menuju kelas masing masing dengan melangkah di koridor yang sama.