The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
Episode 26 Malam yang menyebalkan untuk seorang Abian.



Kini ketiganya tengah menikmati hidangan yang tadi dipesan.


Sebenarnya hanya dua orang yang menikmati tidak dengan satu orang lagi yang terlihat kebingungan dan itu adalah Arsean.


Arsean menatap Anggiva dan Abian secara bergantian melihat betapa lahapnya mereka makan, sedangkan diri nya sibuk memanjakan mata dengan burger didepannya.


Sebelumnya ia hanya melihat Nasi dan telur yang sering dimasak Anggiva dan beberapa jenis makanan lainnya, tapi kali ini berbeda ia sungguh terpukau dengan roti isi tersebut.


Melihat Arsean yang belum juga menyentuh makanan nya, Anggiva lalu menegurnya.


" kenapa tidak dimakan... ayo coba makanan ini enak lhoo... " ucap Anggiva sehabis mengunyah makanan didalam mulutnya.


Abian juga sempat melirik Arsean lalu melanjutkan makannya.


Arsean menatap Anggiva dengan tatapan polos dan saat saat seperti inilah gadis itu merasa gemas pada lelaki itu.


Detik selanjutnya, Anggiva mengambil burger milik Arsean dan menyodorkan makanan tersebut didepan Arsean dengan niat ingin menyuapinya.


" ayo coba dulu satu gigitan, pastinya nanti kamu bakal ketagihan... " Arsean mencoba melakukan seperti yang dikatakan Anggiva dengan menggigit burger itu dengan gigitan lumayan besar.


Lelaki itu mencoba mengunyah dan menikmati setiap rasa berbeda dilidahnya namun sangat lezat.


Anggiva menunggu dengan gemas begitu juga dengan Abian itupun karena ia penasaran.


Bersamaan dengan tertelannya makanan, Arsean membulatkan matanya dan tersenyum girang sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


" enak.... enak sekaliiiii.... aku suka yang bulat bulat itu... " girang Arsean membuat Anggiva tersenyum lebar.


" burger namanya.... " ucap Anggiva tersenyum dan dapat dilihat dengan jelas oleh Abian kalau Anggiva memang seperti menyukai lelaki aneh itu.


" iya ituuu... aku mau lagi... " kini Arsean merampas dengan lembut burger ditangan Anggiva dan melahapnya sendiri.


Anggiva tertawa melanjutkan makannya namun Abian seketika badmood.


Setelah menyelesaikan makannya mereka tak langsung pulang karena Abian mengajak ke pasar malam.


Mumpung masih awal Anggiva merasa tidak keberatan dan mengiyakan ajakan Abian lagipula Arsean pasti suka.


Mereka sampai ditempat keramaian tersebut, sekali lagi Arsean tampak menga nga melihat ke setiap tempat apalagi melihat beberapa mainan yang menggugah selera.


Mereka bertiga berjalan beriringan dengan Anggiva yang berada ditengah.


Jika Abian sibuk menatap Anggiva tapi Anggiva malah sibuk menatap Abian yang sibuk menatap mainan.


Dan ketika Abian hendak memegang tangan Anggiva, saat itulah tangan yang hendak dipegang Abian Anggiva gunakan untuk mengusak rambut Arsean karena gemas.


Mereka berjalan dan berhenti disebuah tempat yang menjual beberapa mainan karena Arsean yang menarik Anggiva dan Abian mengikuti Anggiva.


" waaaahhhh lihaaatt semuanya aku sukaaaaaaa.... " Arsean kegirangan dan Anggiva angguk angguk saja sedangkan Abian merasa geli melihat Arsean yang seperti anak kecil.


Anggiva dan Abian nampak bersamaan melihat bando dengan telinga kelinci yang terpajang disana.


" cocok sekali untukmuuu.... uuuhhh lucunyaaa... gemeesssyyy... " Anggiva memuji Arsean dengan bando yang diberikan nya sedangkan Abian merasa sangat sangatlah ahhh bagaimana mengatakan nya.


Yah malam ini adalah malam paling menyebalkan bagi Abian, serasa ingin sekali menghilang Arsean dari bumi ini.


Singkat cerita.


Pagi telah kembali menyapa dan berhubung ini belum hari minggu jadi seperti biasa Anggiva harus pergi kesekolah tak lupa drama dulu sebelum meninggalkan Arsean dirumah.


Sampai disekolah Anggiva menuju kelasnya yang nampak sudah diisi beberapa murid, seperti biasa tanpa mengeluarkan sepatah katapun ia langsung duduk di kursinya.


Dan tak lama kemudian disusul dengan kedatangan Abian yang hari ini ia seperti cuek.


sedari masuk tadi sampai menuju kebangkunya ia seperti mengabaikan Anggiva walau padahal ia mengetahui keberadaan gadis itu.


Aneh biasanya ia langsung menghampiri dirinya tapi setelah beberapa menit menunggu Abian tak juga bergerak dari kursinya dan bahkan tak sekali pun melirik gadis tersebut.


Bukannya yang diharapkan yang tiba, yang ditunggu siapa yang datang siapa.


Reval sosok lelaki paling menyebalkan dihidup Anggiva walau sempat menjadi bagian kisah kasih gadis itu kini dengan tanpa rasa malu langsung duduk didekat Anggiva.


" hayy.. " sapa Reval seramah mungkin.


" ini bukan kelasmu ngomong ngomong. " datar Anggiva.


" hah... yahhh aku mengerti aku salah aku-


" keluarlah atau kalau bisa tidak usah duduk didekatku.. " ujar Anggiva dengan ekspresi yang sama.


" kemana Tante mu itu.. " lanjut Anggiva.


" aku tidak punya hubungan apa apa percayalah padaku... aku ingin.... aku ingin kita bisa seperti dulu lagi... aku-


" dimana letak rasa malumu.. kenapa dengan mudahnya berkata seperti itu... aku yang mendengar nya saja malu.. " cibir Anggiva sesekali melirik Abian yang sepertinya tidak peduli sama sekali.


Ingin melanjutkan perdebatan sepertinya tidak bisa karena bel masuk sudah berbunyi mengharuskan Reval meninggalkan kelas itu dengan terpaksa, karena sebentar lagi pun para guru akan masuk.


Benar saja Guru pemegang pelajaran pertama kini memasuki kelas membuat kelas yang semula berisik terdiam seketika apa lagi guru yang masuk terkenal kejam.


Pelajaran berlangsung namun Anggiva tak bisa fokus karena terus memikirkan Abian yang tiba tiba mencueki dirinya, apakah ada yang salah dengan nya.


Jelaslah salah, semalam Abian dikacangin dan malah terus saja memerhatikan lelaki aneh itu gimana gak marah coba apalagi Abian telah menaruh hati padanya.


Anggiva itu cuek tapi cantik dan soal cantik kebanyakan tidak akan bisa ada yang menolak.


Yah begitulah beruntungnya Anggiva cantik meskipun sikapnya menyebalkan, coba aja kalau jelek pasti udah ditendang.


Tapi bagi para cowok cowok aja ya yang tergoda dengan kecantikan Anggiva, beda lagi kalau sesama cewek itu sudah pastilah iri.