The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bab 33 menjadi pusat perhatian



Seperti yang dikatakan tadi, Anggiva turun sedikit berjauhan dari gerbang sekolah lalu mobil itu kembali melaju memasuki perkarangan sekolah.


Baru saja hendak memasuki kelas, dirinya dikejutkan dengan kedatangan Abian yang menyapa nya.


" heii... " sapa Abian menyembulkan wajahnya didepan Anggiva sembari menyunggingkan senyum.


" eh Haii... tumben ya hari ini bareng nyampe nya.. eumm hampir sih.. haha.. " celoteh gadis itu dan berjalan menuju bangkunya.


" padahal baru sehari libur udah makin kangen aja sama kamu tau.. " ucap Abian ikut menarik kursi lain berdekatan dengan Anggiva.


" ohya ngomong ngomong ngapain aja kemarin waktu libur, kalau aku sih bosan tau... pengen ngajak kamu jalan eh akunya gak berani. " lanjut Abian.


Ngomong ngomong seketika teringat perihal kemarin dimana ia diam diam memergoki kakaknya bersama Arsean, ah jadi kangen semoga lelaki itu bisa satu kelas dengan nya.


" eumm.. gak sih cuma yaaa.. jalan jalan singkat doang sama Arsean. " jawab Anggiva.


" diaa.. dia masih tinggal sama kamu..? " tanya Abian.


" heu eumm.. " Anggiva mengangguk.


" enak banget ya jadi dia bisa dekat sama kamu terus.. " ucap Abian.


" ah engga lahh.. kita biasa aja kok dirumah gak ada ngerasa ada yang spesial dari kita masing-masing.. " jawab Anggiva tidak sepenuhnya benar.


" ohya hari ini dia mulai bersekolah disini juga lhoo.. " lanjut Anggiva.


" siapa..?? " tanya Abian meskipun bisa menebak tapi semoga saja tebakannya itu salah.


" ituu.. Arsean..!! semoga aja dia satu kelas ya saja kita.. " ucap Anggiva melebarkan senyumnya.


" Ohh.. heumm.. " raut wajah Abian berubah masam namun berusaha menunjukkan wajah sebahagia mungkin didepan wanita yang disukainya.


" semoga aja dia gak masuk ke kelas ini. " batin Abian.


Lama kelamaan, yang tadinya kelas yang sunyi hanya berisikan satu dua murid kini berangsur-angsur ramai dikarenakan waktu pun telah berjalan hingga pada akhirnya bel jam pertama berbunyi dan pelajaran pun dimulai.


Sedari tadi Anggiva tidak fokus dan selalu memerhatikan pintu kelas menunggu seseorang, sudah pasti ja menunggu kedatangan Arsean untuk masuk kelas ini.


Tapi sudah lewat beberapa menit pun tak ada juga terlihat paras tampan lelaki itu. Bahkan wali kelas mereka pun tak memberitahu kan informasi apa apa.


Hah Anggiva menggeleng dan menelengkupkan wajahnya dimeja.


Apakah Arsean tidak jadi sekolah ataukah dia masuk ke kelas lain, kenapa dirinya cemas begini.


Abian yang duduk ditempatnya juga bisa merasakan perasaan Anggiva karena telah diberi tahu soal Arsean yang akan masuk sekolah. Dalam hati ia tersenyum karena Arsean pasti tidak masuk ke kelas ini, begitu pikirnya.


Jam telah berganti dan kini memasuki waktu istirahat. Guru yang mengajar di jam itu pun pamit undur diri dan setelah itu disambut para murid yang berhamburan menuju ke kantin.


Anggiva berdiri dan keluar tak tinggal dengan Abian yang mengekor dibelakang.


" bareng yukk.. " ajak Abian pada Anggiva.


" eh.. okeyy.. " senyum Anggiva.


" stooopppp....... " Seketika sebuah suara menggelegar mendekati mereka membuat langkahnya terhenti.


Tiga remaja yang selalu menempel kemana mana menghampiri Abian dan Anggiva.


" ehemm.. hem... hemm.. eumm... Abian..!! mending sama aku aja yuk.. " Ayu berkata semanis mungkin pada Abian dan memandang remeh kearah Anggiva.


" ee.. iya deh gakpapa Abian kamu bareng sama mereka aja soalnya aku mau ke toilet dulu.. " ucap Anggiva.


" ee.. aku juga mau ke toilet kalau gitu. " balas Abian.


" Nooo... apa apaan sih gak ada ke toilet berduaan, mendingan sekarang kita ke kantin okee.. " sergah Ayu diangguki dua temannya.


" byee.. nanti aku nyusul kok.. " Anggiva melambaikan tangan pada Abian dan bergegas pergi darisana.


" ayooo.. " dengan bahagia nya Ayu menggandeng tangan Abian dan menyeret nya ke kantin tak lupa diikuti oleh dua temannya dibelakang.


Sedangkan ditempatnya Anggiva, bohong dirinya ke toilet karena nyatanya ia ingin mengitari setiap kelas mencari keberadaan Arsean.


" ckk.. aduuuhhh.. semua kelas kosong nih, malah aku lupa lagi gimana bentukan dari tas milik Arsean. " Anggiva menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena kebingungan.


" ah bego, ini kan jam istirahat ya pastilah dia sekarang ada dikantin.. uuhh.. kayaknya aku harus nemuin dia disana dan mastiin kalo dia baik baik aja.. " Dan Anggiva bergegas menuju kantin.


Sesampainya dikantin.


Dengan suasana yang begitu ramai pasti tidak mudah menemukan Arsean dengan cepat.


Namun segerombolan yang terlihat lebih ramai dan heboh di salah satu kursi mencuri perhatiannya.


Banyak para siswi yang berteriak histeris dan kecentilan sendiri.


Ia juga melihat Abian duduk sendirian di tempatnya dengan wajah kesal, lalu tiga cewe tadi juga ikut ikutan heboh di gerombolan itu.


Dengan rasa penasaran yang begitu besar, Anggiva pun mendekati kelompok itu dan dapat ia lihat dari celah bahwa disana yang membuat mereka heboh adalah Arsean.


WHAATT...?? OKE OKE.. Anggiva juga gak bakal syok lagi sih karena perkiraan ini juga sempat dibayangkan dan sekarang menjadi kenyataan.


Ouuww satu lagi, disamping Arsean ada Reval bersama nya dengan tiga temannya yang lain.


Apa ini kok bisa mereka bisa akrab secepat itu, apa jangan jangan mereka satu kelas yaa... oh tidak, itulah yang jangan sampai terjadi.


Anggiva mengurung kan niatnya untuk menyapa Arsean dan beruntung nya Arsean juga tidak menyadari kehadirannya, kalau tidak maka bisa dipastikan kalau lelaki itu akan memeluknya.


Gadis itu memilih duduk bersama Abian yang tak lagi menjadi pusat perhatian karena sudah teralihkan pada Arsean si pendatang baru itu.


Biasanya para siswi akan mengagumi Abian secara diam diam dan sekarang kedatangan Arsean malah dikagumi dengan terang terangan.


" haii.. " sapa Anggiva sambil mendudukkan dirinya disamping Abian yang terlihat bad mood menguyah makanan.


" eh Haii.. udah selesai di toilet..?? " Balas Abian sebisa mungkin menyembunyikan wajah kesalnya.


" iyaa.. " jawab Anggiva.


" euumm.. kemana mereka Ayu dan teman temannya.. " Anggiva bertanya meskipun sudah tau persoalan nya.


" tuu.. udah kepincut sama anak yang tinggal bareng kamu.. bisa bisanya mereka bersikap murahan kayak gitu.. upps.. sorry sorry maksudku bukan gitu. " Abian keceplosan.


Anggiva tersenyum mengangguk kan kepalanya, bisa dirasakan bagaimana kekesalan yang dirasakan Abian ini.


" yaahh.. bener sih, padahal apanya yang harus heboh begitu kan..?? dia kan juga sama kayak kita.. " tambah Anggiva.


" kamu emang beda ya sama cewe lain, gak gampang kepincut apalagi sama Arsean yang padahal kalian udah tinggal bareng. " ucap Abian.


Anggiva tersenyum kikuk mengiyakan, belum tau aja dia kalau tiap hari harus senam jantung akan tingkah Arsean dibuatnya.