
Bel pulang telah berbunyi sekitar 5 menit lalu dan banyak juga murid murid telah pulang. Namun Anggiva menyempatkan diri menuju toilet karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda.
Abian telah pulang lebih dulu karena desakan Anggiva sendiri.
Setelah menuntaskan berada ditoliet, dirinya pun keluar. Namun baru saja membuka pintu dirinya langsung disambut dengan kedinginan karena disiram seember air dan pelakunya malah tertawa bahagia.
Anggiva diam membiarkan air diwajahnya mengalir dan memberi kesempatan pada mereka untuk menyelesaikan tawanya.
" hahaha.... bagaimana hmm... bahagia kan diberi kejutan seperti ini... huhuuu... " ejek Seila.
" aduuhhh.... setelah ini dia bakal ngadu gak yaa... ihhh takuuttt.. " timpal Tira.
" heuh... makanya kalo pendiam pendiam aja.. gak usah deket deket sama crush gue. " Ucap Ayu remeh.
Anggiva menarik salah satu sudut bibir nya keatas lalu menatap mereka satu persatu dengan tatapan remeh.
" apa lo nantangin kita.. " Seila mengeraskan suaranya pada Anggiva.
" begini ya kelakuan bocah... hadeeuuhh... turut prihatin yaa... " Anggiva berucap santai sembari menyelipkan rambutnya yang basah ke belakang telinga.
" kurang ajar... ni anak minta dihajar yu.. " Tira berusaha memanaskan Ayu agar memberi pelajaran pada Anggiva.
Sedangkan Ayu sendiri sedari tadi sudah geram akan kelakuan Anggiva yang tak takut sekalipun.
" dengan kalian memperlakukan gue seperti ini... terbukti sekali kalau kalian itu kalah... Saing.....!!!. " Anggiva tertawa setelah nya.
" kurang ajarrr... "
Happ...
Tamparan yang dilayangkan Ayu pada Anggiva gagal karena Anggiva sendiri terlebih dulu menangkis tangannya.
" upss... gak kena... " ejek Anggiva dan menghempaskan tangan Ayu dengan keras.
" lo...!!!!!... Urusan kita belum selesai. " Ancam Ayu.
" urusan..???... maaf sejak kapan kita punya urusan... tidak penting sekali ngomong ngomong... " Anggiva itu memang ngomong nya nyelekit.
" kalo lo gak mau berurusan sama gue... jauhi Abian.... " Ayu mengeraskan nada bicara nya sedangkan Anggiva tak merasa takut sama sekali.
" hah... jauhii...??.. katakan itu pada Abian bukan pada gue.. karena gue gak pernah deketin manusia manapun kecuali manusia itu sendiri yang datang duluan.. " ucap Anggiva.
Mereka bertiga terdiam terlebih lagi Ayu yang emosinya sudah memuncak namun tidak tau harus ngomong apa lagi.
Melihat itu Anggiva memilih pergi dari sana namun sebelum itu ia sempat mengatakan sesuatu sebelum benar benar pergi.
" gue duduk diam aja merasa disaingi... apa lagi gue tebar pesona kayak kalian yaa... heuh.. emang gini ya nasib orang cantik... banyak yang iri... upsss... " tepat setelah mengatakan itu Anggiva tertawa dan pergi darisana meninggalkan mereka dengan kegeramannya.
" EUUUHHHH..... SIALL.... Tu anak songong banget yaa... awas aja lo... akan gue bikin hidup lo gak tenang di sekolah ini.. " Ucap Ayu diangguki dua temannya.
" yuk cabut.. " lanjut Ayu pergi darisana diikuti kedua temannya.
Anggiva sampai dirumah dalam keadaan basah kuyup.
Ia berdiri didepan pintu dan bisa dipastikan sekali ketokan pintu saja akan membuat Arsean menghambur keluar memeluknya.
Tok tok tok...
Ceklek..
Dan benar saja hal itu terjadi, Arsean langsung keluar dan memeluk Anggiva yang basah itu.
" akhirnya pulang jugaa... " Arsean memeluk Anggiva yang tanpa sadar dirinya ikut basah juga.
Anggiva tersenyum, setidaknya ada kebahagiaan yang menunggunya dirumah. Tak terbayang jika Arsean tidak ada pasti sekarang dirinya akan menangis mengingat perlakuan di sekolah tadi.
Pelukan itu dilepas dan Arsean merasakan sesuatu yang dingin menempel di bajunya dan dirinya melihat Anggiva yang basah.
" Anggiva kok basah.. apa di sekolah Anggiva hujan... ya ampun... ayo buka bajunya jangan pakai baju basah seperti itu.. " Arsean berucap namun masalahnya ia hampir saja menyentuh Anggiva untuk membukakan baju tersebut.
" stopp jangan.... aku bisa sendiri.. " Anggiva menghentikan pergerakan Arsean.
" yasudah ayo kita masuk.. " lanjut Anggiva melangkah kan kakinya memasuki rumah diekori Arsean.
" tunggu disini dulu ya aku ganti baju setelah itu kita makan siang.. " Anggiva lalu menuju kamarnya sedangkan Arsean memilih menunggu dan duduk disofa.
Beberapa menit kemudian Anggiva selesai mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih nyaman.
Saat akan mengambil kan piring entah kenapa dirinya tiba tiba pusing dan hampir limbung namun untung saja Arsean lebih cepat menahan Anggiva sehingga tidak membuat gadis itu mencium lantai.
" kamu kenapa... " tanya Arsean memeriksa wajah Anggiva yang terlihat berubah.
Anggiva menggeleng pelan sambil memejamkan mata menetralkan rasa pusingnya yang menjalar dikepalanya.
" Kok wajah Anggiva berubah bibirnya juga warna nya gak secerah tadi pagi... apa itu model make up baru ya.. tapi menurut ku lebih cantikan yang tadi pagi.. " polos Arsean.
Anggiva tersenyum namun tubuh nya semakin lemah minta diistirahatkan.
" Arsean... " panggil Anggiva lembut.
" iya itu namaku... " jawab Arsean.
" akuu... tidak enak badan... aku ingin istirahat... sepertinya aku sakitt.. " lirih Anggiva dan seketika itu Arsean langsung mengerti mendengar kata sakit karena ia sendiri pernah merasakan nya.
" baiklah... aku akan mengantarmu kekamar yaa.. " pinta Arsean dan Anggiva tak dapat menolak nya karena memang itu yang dia butuhkan.
Detik selanjutnya Anggiva terkejut karena tanpa aba aba tubuh nya digendong oleh Arsean.
" eh apa yang kau lakukan.. " Anggiva kaget.
" seperti yang kulihat di TV Anggiva... biasanya mereka juga sering melakukan ini.. hehee... " polos Arsean dan mulai berjalan menuju kekamar Anggiva.
" lain kali aku akan menyetelkan siaran khusus kartun untukmu... kau ini banyak meniru.. " ucap Anggiva dengan suara seraknya.
" kan Anggiva sendiri yang menyuruhku nonton TV sembari menunggu Anggiva pulang... " balas Arsean.
Sampai dikamar, Arsean menidurkan Anggiva dengan lembut dan menyamankan posisinya.
" Terima kasih... " lirih Anggiva dihiasi senyuman diwajahnya.
" sama sama.. kan waktu Aku sakit Anggiva yang merawat nya sekarang giliran aku yang merawat Anggiva yang sedang sakit.. " ucap Arsean.
" maaf ya aku tidak bisa menemanimu makan siang hari ini... aku benar benar-
" sssttt aku bisa makan sendiri ohya nanti aku bawakan makanan kesini yaaa.. "
" tidak usah-
" tidak ada penolakan... ya sudah Arsean makan dulu ya nanti aku bawakan punya Anggiva... " ucap Arsean dan pergi darisana menuju dapur untuk mengisi perut.
Untung saja makanan tadi sudah siapkan jadi Arsean bisa langsung memakannya tinggal dipindahkan ke piring saja.
Arsean menyantap makanan itu dengan cepat sesuai dengan porsinya dan setelah acara makannya selesai ia pun mengambil bagian Anggiva untuk diantarkan ke kamar.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka memperlihatkan Arsean menuju kesana beserta nampan berisi makanan dikedua tangannya.
Anggiva sempat tertidur namun kedatangan Arsean membuatmu terjaga kembali.
" Anggiva makan dulu yaaa... " ucap Arsean menaruh nampan itu di nakas lalu mendudukkan dirinya di tepi kasur Anggiva.
Anggiva mengubah posisi tidurnya menjadi duduk agar mudah untuk makan.
Dan Arsean terlihat mengambil piring makanan lalu menyuap kan pada gadis itu.
" aku suapi.. ayo aamm.... " Sendok makan itu sudah melayang di depan mulut Anggiva.
Gadis itu tersenyum dan menerima suapan dari Arsean.
Begitu juga seterusnya sampai makanan itu habis tak tersisa.
Arsean meletakkan piring kotor itu dinakas dan meminumkan air untuk Anggiva, setelah selesai Anggiva kembali membaringkan tubuhnya.
Arsean membantu menyelimuti Anggiva yang terlihat sangat kedinginan padahal AC dikamar sudah dimatikan.
lelaki itu terus memandangi wajah Anggiva yang menahan kedinginan sampai kedua bibirnya gemetaran, merasa tak tega ia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Anggiva dan memeluk gadis itu untuk bisa menyalurkan kehangatan pikirnya.
Anggiva sendiri yang tengah sakit tak bisa memfokuskan diri pada Arsean karena sekarang ia benar benar merasa kedinginan namun ia bisa merasakan kehangatan dan tangan yang melingkar diatas perutnya.
" cepat sembuh... jangan seperti ini.. " lirih Arsean dan berusaha mengeratkan pelukan nya dan mungkin sekarang Anggiva sudah menuju alam mimpi.