
Meskipun terlambat inilah tokoh cerita The magic of the sea :
Nama : Anggiva
Umur : 17 tahun
Anak bungsu dari 2 bersaudara.
Bersikap cuek namun bisa saja perhatian pada orang spesial.
Nama : Arsean
Umur : -
Status keluarga belum jelas.
Bersifat polos namun cepat menangkap maksud setiap orang.
Menurut yang pernah terjadi dia alergi ikan.
Nama : Abian
Umur : 18 tahun
Bersifat dingin dan ramah tergantung suasana.
Menyimpan perasaan pada Anggiva.
Nama : Reval
Umur : 18 tahun
Bersifat bar bar dan penuh kebebasan.
Mantan Anggiva.
Nama : Ayu
Umur : 17 tahun
Bersifat centil dan sebelumnya menyukai Abian namun sekarang kepincut sama Arsean.
Punya hubungan yang buruk dengan Anggiva.
Nama : Rafelio
Umur : 28 tahun
Anak pertama dari dua bersaudara dan merupakan kakak dari Anggiva.
Bersifat konyol namun bisa menakutkan jika sedang marah.
Nama : Naumi
Umur : 27 tahun
Bersifat lembut dan mudah bergaul.
Pasangan dari Rafelio namun keduanya belum mendapatkan restu dari orang tua Rafelio sendiri.
********
Clack....
Anggiva turun dari mobil bersamaan dengan Arsean. Mereka sampai disekolah dengan diantarkan oleh Rafelio karena sepertinya Dosen itu tidak sesibuk kemarin.
" belajar yang bener dan kalo pulang nanti gue gak jemput, kalian pulang naik bis aja.. " ucap Rafelio melalui kaca mobilnya karena terlalu malas untuk ikut turun lagipula ia akan langsung berangkat setelah ini.
" ya ya terserah yaudah sana... " jawab Anggiva pasti sudah terbiasa dengan nadanya.
" pagi pagi judes amat lo yaudah gue cabut ya jagain ni anak kalo kelakuannya gak bener." ucap Rafelio lagi kini mengarah pada Arsean.
" hmm..."
Setelah kepergian Rafelio, kini mereka berjalan menyusuri koridor dengan Anggiva yang memimpin didepan dan Arsean mengekor di belakang.
Suasana sekolah mulai terlihat ramai karena mereka datangnya bukan kepagian melainkan pertengahan.
Dan tadi ada juga banyak yang iri dengan kedekatan Arsean dan Anggiva apalagi saat melihat mereka turun bersamaan dari mobil yang sama.
Sebenarnya apa hubungan mereka terlebih lagi setelah kabar Arsean mencium Anggiva dikelas waktu itu tersebar begitu cepat.
Kembali lagi pada Arsean dan Anggiva yang kini masih disituasi yang berbeda yaitu saling mendiami sampai pada akhirnya Anggiva menghentikan langkahnya diikuti Arsean yang merasa bingung.
Ketika seperti ini Arsean mengira jika Anggiva pasti akan marah saat Arsean dekat dekat dengan dirinya disekolah dan lelaki itu memilih untuk menundukkan pandangan nya.
Perasaan nya semakin tidak karuan melihat Anggiva kini mendekat kearahnya dan sudah dipastikan jika gadis itu akan mengeluarkan kata kata judesnya.
Semakin dekat mereka berdua semakin mendekat, dapat didengar dengan jelas hembusan nafas yang berbeda dari keduanya.
Dan tiba tiba....
Sreett...
Anggiva memegang tangan Arsean lalu menyatukan telapak tangannya dengan milik Arsean dan menggenggam nya. Hal itu tentu saja membuat Arsean terkejut dan menatap Anggiva dengan wajah polosnya.
Gadis itu menyunggingkan senyum manisnya membuat Arsean semakin tidak bisa mengontrol jedag jedug di jantungnya.
" apa kau lupa tentang kemarin hmm, mulai hari ini berjalanlah disampingku... aku tidak akan menyembunyikan mu lagi, hah aku sadar selama ini aku memang egois. " tutur gadis itu.
Mendengar itu perlahan Arsean tersenyum dan merasa sangat bahagia entah kenapa ketika ia diakui oleh satu orang ini. Diperhatikan oleh Anggiva bisa dibilang bahwa itu adalah salah satu kebahagiaan terbesarnya karena saat kemunculan nya pertama kali, Anggiva adalah sosok yang pertama kali ia temui.
Grepp....
Lelaki itu langsung menarik Anggiva kedalam pelukannya lalu menangis entah kenapa tiba tiba saja dirinya merasa terharu dan terselip rasa gelisah dihatinya ketika ia menyadari tentang perasaan nya sendiri.
" aku ingin Anggiva selalu berada bersama ku, jangan khawatir aku tidak akan membiarkan mu terluka setelah saat itu akan datang..."
Deg...
Mendengar itu Anggiva seketika melepaskan pelukan mereka dan menatap Arsean tajam.
" apa maksudmu.. "
" sudahlah yang terpenting keselamatan mu adalah yang paling utama, jangan takut aku akan selalu menjagamu sebagaimana kau menjagaku selama ini.. " ucap Arsean.
Tunggu kenapa sekarang perkataan Arsean terdengar lebih dewasa apakah ini pertanda.
Waktu semakin berlalu dan lama kelamaan Arsean pasti akan mengenali dirinya sendiri dan fakta tentang dirinya. Apalagi semalam ia bermimpi yaitu mimpi yang sangat aneh namun seakan itu adalah pertanda.
Flashback on...!!
Seorang pemuda kini tengah berada di pedalaman lautan sembari berenang tak tentu arah dan terlihat juga raut wajahnya yang gelisah, dia adalah Arsean yang entah kenapa bisa berada disini.
Tempat ini membuatku sesak walaupun bisa berenang dengan mudah dan merasa tidak terbeban dengan lautan yang menenggelamkan nya.
Pemuda itu terus berenang sampai pada akhirnya sebuah cahaya didepannya menghentikan langkahnya.
Ia begitu terkejut saat tiba tiba cahaya itu berubah menjadi sosok wanita yang begitu cantik meskipun tidak muda lagi. Lagi wanita itu menyunggingkan senyum pada nya.
Beberapa kali Arsean merasa terkejut seperti kali ini melihat wujud wanita itu yang setengah ikan.
Ekor menyerupai ikan yang begitu cantik beserta sirip sirip besar menempel dikedua sisinya.
Sesaat Arsean memandang takjub sebelum akhirnya wanita itu membuka suara.
" kau sudah besar sayang... " lirih wanita itu membuat Arsean bingung. Apakah wanita ini menyukainya dan kenapa wanita itu berkata seperti mengenal dirinya.
" kau siapa... " tanya Arsean.
Bukannya menjawab wanita itu malah tersenyum memamerkan deretan giginya yang begitu indah dan rapi.
" Wajar saja kau bertanya seperti itu karena aku harus pergi setelah meletakkan mu begitu saja agar pengorbanan ku tidak sia sia... " jawab wanita itu semakin membuat tanda tanya besar dikepala Arsean.
" dan sekarang kau malah semakin membuat ku bingung.. " ucap Arsean.
" Aku adalah orang yang sudah mengatur perjalanan hidupmu sampai pada akhirnya kau bertemu dengan manusia itu.. " kata wanita itu.
" tolong ke intinya saja aku tidak mengerti kau tau... " sekarang Arsean merasa kesal.
" aku adalah ibumu.. "
Deg...
Tiga kata itu mampu membuat Arsean menegang ditempat dan pandangan nya mulai sendu.
" ibu..." lirih Arsean.
" apa kau keberatan jika aku meminta pelukanmuu.. " pinta wanita itu dan langsung saja diterima Arsean.
Ketika dirasa cukup mereka pun melepaskan pelukan tersebut.
" kenapa kau meninggalkanku.. " tanya Arsean.
" ada hal yang harus dituntaskan dan kau adalah orang yang akan menyelesaikan perkara ini setelah bertahun tahun tertunda." ucap Wanita itu.
" maksud mu.. "
" bukan tanpa alasan kau bertemu dengan gadis itu dan juga bukan sebuah kebetulan karena tidak ada yang kebetulan didunia ini melainkan adalah jalan takdir yang telah ditetapkan. "
" sepertinya gadis itu perlahan telah jatuh cinta pada mu dan itu adalah dimana awal kehancuran nya.. " lanjut wanita itu membuat Arsean terkejut.
" apa maksudmu.. Apakah itu Anggiva." Arsean merasa gelisah.
Wanita cantik itu tersenyum dan kali ini senyum itu terlihat menakutkan.
" bertahun tahun aku berusaha untuk menyempurnakan kutukan itu padamu agar manusia itu merasakan apa yang telah kurasakan selama ini.. walaupun harus melalui anaknya.. "
" bahkan sampai mengorbankan nyawa ku sendiri... " lanjut wanita itu.
Deg....
Lagi lagi Arsean membelalakkan matanya entah sudah berapa kali ia terkejut akan fakta yang disaksikan dan didengar kan didepannya ini.
" kembalilah ke alam nyatamu, seiring berjalannya waktu kau pasti bisa menangkap maksud ku... Dan hati hati ketika wanita itu sudah sempurna mencintaimu maka kau harus siap kehilangan dirinya.. " pesan terakhir yang disampaikan oleh wanita itu dan setelahnya dirinya menghilang bersamaan dengan kilatan cahaya yang hanya sekejap mata.
Dan saat itu pula Arsean terbangun dari mimpinya.