
Hari ini hari dimana setiap insan yang berkegiatan mengharuskan mereka untuk kembali bangun pagi setelah berakhirnya masa liburan panjang.
Seperti terlihat seorang gadis yang masih bergelut dengan selimut seakan enggan membuka mata walau alarm sedari tadi sudah berbunyi.
Pengennya sih melanjutkan mimpi yang sedang dinikahi idol tapi terpaksa ia menyudahi perkara itu mengingat dirinya harus bersekolah hari ini.
" huaaammm..... siapa sih yang menciptakan sekolah.... euuhhh... ngantuknyaaa... " gumam gadis itu memaksakan jiwa dan raganya untuk bangun.
Bergegas menuju kekamar mandi setelah menggeliat puas dan menggaruk garuk kepalanya serta menguap selebar mungkin.
Kembali ke aktivitas seperti biasanya yang setiap hari bangun pagi, mandi, sarapan, dan pergi menuju sekolah.
17 menit dirasa cukup untuk membersihkan dirinya serta memakai seragam, menata rambut dan lain sebagainya.
Dirasa sudah siap semua termasuk melihat roster pelajaran, kini gadis itu keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
Tapi tunggu sepertinya satu hal lagi yang ia lupakan.... benar!!! ada satu manusia lagi yang menumpang hidup dirumahnya dan ia harus membangunkan sosok itu karena harus berpamitan padanya nanti agar dia tidak bingung kemana gadis ini pergi.
Menunda sebentar menyiapkan sarapan karena gadis itu menuju kekamar yang sudah kalian tau siapa.
tok tok tok
Pintu nya tidak dikunci langsung saja ia memasuki kamar tersebut.
Memperlihatkan gulungan selimut yang membalut pemuda itu yang tidur nyenyak masih menikmati alam mimpi nya, tapi tunggu aku tidak yakin dia manusia dan apakah mungkin ia memiliki alam mimpi... ahhh lupakan..!!!
" nyenyak sekali tidurnya jadi gak tega... tapi harus bagaimana lagi dia nanti bisa bingung kalau bangun tidak mendapati aku... hah. " seru Anggiva.
Gadis itu mendekati ranjang Arsean dan menepuk nepuk lembut pundak pemuda itu yang memang tidur dengan posisi menyamping.
" banguun.. sudah pagi ayo bangun.. " Anggiva mencoba untuk membangunkan pemuda imut itu.
Masih belum bergeming sedikit pun, Anggiva lalu mencoba untuk menggoyangkan tubuh Arsean.
" hei kau ini ayo bangun... aku harus ke sekolah dan lagi aku belum menyiapkan sarapan... " seru Anggiva sedikit meninggikan volume suara dari pada yang tadi.
Sukses membuat Arsean terbangun namun sepertinya pemuda itu enggan menggerakkan tubuhnya bahkan membuka mata.
" KUBILANG BANGUUUNNN... AYO CEPATT AKU BISA TELAT GARA GARA MU NANTI AIISSS..... " kali ini sukses membuat Arsean terperanjat dari tempat tidurnya.
" cepat mandi lalu kedapur kita sarapan. " ucap Anggiva lalu meninggalkan Arsean yang masih belum mengumpulkan semua nyawanya.
Didapur, Anggiva mulai menyiapkan sarapan untuk mereka berdua dan itu tak membutuhkannya waktu lama karena hanya perlu menyiapkan beberapa roti beserta selainya.
Sedangkan dikamar pemuda itu mulai menjalankan perintah yang Anggiva berikan yaitu mandi dan setelah itu menuju kedapur.
10 menit kemudian Arsean sudah berada di dapur tengah menikmati sarapan paginya bersama Anggiva.
" setelah ini aku mau pergi, kau bisa kan kutinggal sendiri dirumah.. " ucap Anggiva disela sela makan.
Arsean yang tengah mengunyah roti melirik kearah gadis itu.
" apa jadwal kerjamu dipindahkan menjadi pagi... " tanya Arsean yang memang tidak tau soal Anggiva yang masih bersekolah bahkan tidak itu sekolah itu apa.
" bukan... tapi aku akan pergi sekolah.. " jawab Anggiva lalu meminum susu yang ia siapkan.
" sekolah...??? apa dia temanmu.. " tanya Arsean memasang wajah dungu nya.
" hah... sudah kuduga... harusnya kau belajar lebih banyak lagi... huh... sekolah itu tempat ku mencari ilmu... " jawab Anggiva setengah ikhlas.
" apa ilmu hilang??... kalau begitu aku akan bantu cari.. " polosnya lagi.
" huwaaaa.... kau ini... sudahlah jangan banyak tanya intinya aku akan pergi ke sekolah... " gadis itu mengerang frustasi.
Arsean menundukkan wajah sedih karena berarti ia akan ditinggal sendiri lagi dan itu membuat nya tidak suka.
Tau kenapa karena abangnya sendiri yang ngomong pada wali kelas Anggiva kalau adiknya bolos tanpa ada keterangan langsung saja beri tau dosen tampan itu.
Sarapan telah selesai dan kini waktunya Anggiva untuk berangkat namun sebelum itu ia menyempatkan diri untuk berpamitan pada Arsean.
" aku pergi ya kamu baik baik dirumah... jangan kemana mana tunggu aku sampai kembali oke... " ucap Anggiva dan Arsean mengangguk kecil.
" tenang aku pasti akan kembali secepat mungkin... " Gadis itu mengusak surai lembut milik Arsean.
" janji yaaa... aku kesepian dirumah.. " lesu pemuda itu.
Anggiva mengangguk dan tersenyum, kalau sudah begini dirinya jadi semakin tidak tega.
" iya janji... sini mana jari kelingking nya kita buat janji.... " ujar Anggiva.
Arsean memperlihatkan jari kelingking nya lalu dikaitkan dengan jari kelingking Anggiva.
" aku janji.. setelah sekolah nya selesai.. aku akan pulang.. " gadis itu menampilkan senyum begitu juga Arsean membalas dengan senyum manisnya.
" kalau begitu aku pergi yaaa... daaa.. sampai nanti... aku akan pulang kira kira jam dua siang... " Anggiva melangkahkan kakinya keluar sembari melambaikan tangan pada Arsean.
" kunci pintunya yaa... kalau kamu lapar ambil saja makanan nya dikulkas.. " lanjutnya dan setelah itu Anggiva telah benar benar pergi.
Sepeninggalan Anggiva, Arsean pun menutup pintu tak lupa menguncinya dan setelah itu ia pun bingung mau melakukan apa sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk tidur lagi.
Gadis itu sudah berada di pertengahan jalan menuju sekolah, jarak dari tempat tinggalnya dan sekolah tidak lah jauh jadi tidak perlu dikhawatirkan kalau ia pergi tanpa menggunakan kendaraan.
Saat melangkah kan kakinya dengan semangat sambil bersenandung riang, seketika itu terdengar klakson mobil dari belakang nya membuat dirinya terkejut bahkan hampir mengumpat kalau saja orang di dalam mobil tidak menunjukkan dirinya lewat kaca.
" hay... " sapa Abian orang yang membuat Anggiva tidak jadi mengumpat.
" h-hay juga.. " balas Anggiva menyapa.
" bareng yuk... " tawar Abian langsung ke intinya.
" eee... g-gak papa lagian udah deket kok. " ucapan Anggiva barusan disenyumi Abian.
" kita akan menuju ketempat yang sama apa salahnya barengan... lagian bentar lagi udah mau masuk.. entar telat trus dapat hukuman lagi.. " perkataan Abian ada benarnya juga.
" ayo... " lanjut Abian.
" i-iya... " aduh jadi deg dekan kan.
Jadilah Anggiva menumpang dimobil Abian dan duduk disamping pemuda itu yang mengemudi.
" gak terasa udah sekolah aja ya.. " ucap Abian memecahkan keheningan.
" iya... " singkat Anggiva.
" menurut kamu gimana... kangen gak sama sekolah setelah libur panjang.. " tanya Abian.
" hah apa yang harus dikangenin.. bahkan waktunya kerasa singkat banget... tau tau udah mulai sekolah aja.. " jawab Anggiva memang sesuai kata hatinya.
" ahahhaa... emang kebanyakan sih siswa siswi kayak kamu bahkan aku termasuk salah satunya.. tapi menurut aku... dibandingkan dirumah yang gak punya kegiatan apa apa... aku lebih senang pergi kesekolah.. " kata Abian.
" kamu sih enak pintar di sekolah.. "
" ihh kamu juga kalau kamu mau berusaha. " balas Abian.
" heumm... " singkat Anggiva membuat Abian tersenyum melihat tingkahnya.
Memang benar Abian adalah cowok populer disekolah, selain wajahnya yang tampan otaknya juga pintar dan perilaku nya pun baik jadi tak heran jika para para siswi mengejar ngejar dirinya.