The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bab 34 Membuat ulah di hari pertama



Para siswa siswi kembali menghamburkan diri menuju kelas setelah mendengar alunan merdu bel yang berbunyi.


Gadis yang duduk bersama Abian yakni Anggiva selalu memperhatikan gerak gerik Arsean di bangku nya.


Dan kini Reval bangun dan mengajak Arsean untuk masuk kelas, lalu bersamaan dengan itu pula ia mengundurkan diri agar para siswi disana memberi ruang mereka pergi.


Anggiva nampak kesal karena Arsean tak mencarinya hari ini, apakah secepat itu lelaki itu melupakan nya hanya karena sudah banyak yang mengejar dirinya..??


" hei udah selesai..?? ayo masuk. " Abian melambaikan tangannya di depan wajah Anggiva dan seketika gadis itupun tersadar.


" ah ee oke, ayoo.. " Anggiva menyunggingkan senyum lalu bangkit darisana melangkahkan kaki menuju kelas, tapi sebelum itu mereka menuju kasir untuk membayar terlebih dahulu.


Dikelasnya Arsean.


Baru saja ia melangkahkan kaki masuk seketika langsung disambut oleh teriakan histeris para siswi dikelasnya sedangkan para siswa sungguh muak melihat nya.


Para siswa yang nampak akrab dengan Arsean hanyalah Reval beserta geng nya dan itupun tidak tau pasti apakah alasannya mendekati lelaki polos itu.


" okeyy okeyyy guyss tenanglah... beri ruang pangeran kita untuk duduk di bangku nya. " sorak Reval mempersilahkan Arsean untuk duduk di bangku nya bagaikan menyambut sang raja.


" cih... gak usah lebay.. " Cibir salah satu siswa mewakili siswa yang lainnya.


Reval dan tiga temannya dapat mendengar hal itu lalu salah satu dari mereka mendekati siswa tadi.


" ouwww ada masalah apa tuan, salah satu teman baru kita itu memang tampan seperti pangeran, ck ck kuharap kau tidak putus asa dengan wajah mu itu dan merasa iri padanya... " ucap Sultan sembari memperbaiki dasi milik Virga orang yang merasa iri pada Arsean.


" heuh.. sama sekali tidak, dan kalian.....Kuharap dengan senang hati selalu menjadi pelayan si bodoh itu.. " balas Virga menghempaskan tangan Sultan yang menggelantung di dasinya.


BRAAKK...


" brengsek loo... " Sultan seketika emosi dan menarik kerah baju Virga membuat semua siswi yang melihat itu berteriak sedangkan Arsean seperti biasa hanya planga plogo.


" wuooww wuooww oke oke kurasa tidak perlu diperpanjang.. " Reval mendekati mereka dan melerai perkelahian yang sebentar lagi akan meledak.


Reval melepaskan cengkraman Sultan di kerah baju milik Virga dan merangkul temannya itu untuk meredakan emosi.


" dan lo, kali ini lo bebas tapi lain kali gue sendiri yang akan turun tangan. " ancam Reval menunjuk Virga yang sama sekali tidak merasa takut.


Mereka pun kembali ketempat duduk masing masing dikarenakan guru yang mengajar telah masuk ke kelas mereka.


Pelajaran berlangsung, guru wanita itu nampak serius menjelaskan pelajaran dan semua murid juga begitu fokus mendengarkan karena mereka tau setelah ini pasti akan akan ada catatan.


Sedangkan Arsean yang sama sekali tak mengerti, kedua matanya sibuk mengamati benda-benda yang ada didalam kelas tersebut hingga salah satu benda nampak menggoda dimatanya.


" wuuuaahhh cantiikkkkk, itu apa.. " ucap Arsean tiba tiba ditengah tengah penjelasan sang guru membuat semua perhatian tertuju padanya.


Memang semuanya tidak tau kepolosan Arsean yang disembunyikan oleh wajah tampan miliknya termasuk Reval.


Reval hanya tau Arsean saat lelaki itu berjalan bersama Anggiva dan ia ingat betul jika lelaki ini pernah menendangnya waktu itu.


" maaf, kamu anak baru yaa.. tolong fokus pada pelajaran saya jangan membuat ulah okeyyy... " ucap guru itu kesal.


" wuuuaahhh cantiikkkkk sekalii itu apa, bolehkah aku bawa pulang.. " mengabaikan perkataan sang guru Arsean malah semakin tertarik pada benda itu sebut saja poster garuda yang terpajang di dinding depan diatas papan tulis.


" ssstt.. syuuttt.. diaamm jangan bikin dia marah.. " Reval berbisik pada Arsean yang berjarak sedikit jauh dengan nya.


Reval yang mendengar itu telah pasrah karena keputusan seorang wanita itu tidak bisa diganggu gugat.


Sebagian ada yang merasa prihatin sebagian lagi ada yang merasa senang karena Arsean kena amarah sang guru.


" yeeyy horeee.. " Arsean malah bertepuk tangan bersorak kegirangan dan dirinya sibuk memasukkan buku kedalam tas.


" heh siapa suruh kamu kemasi barang barang, saya hanya menyuruh kamu keluar bukan pulang... Sana pergi tinggalkan tas mu disini.. " ucap guru wanita itu yang bernama Sani.


" tapi kata Rafelio tas nya jangan ditinggal kecuali saat istirahat.. " timpal Arsean polos.


Semua yang mendengar itu tercengang dan bingung akan kepolosan atau kebodohan yang dikatakan Arsean sedangkan Guru Sani kepalanya sudah menguap nguap seakan ingin mengeluarkan emosi.


" KAMU...??? BERANI MENGOLOK NGOLOK SAYA DI HARI PERTAMA MU SEKOLAH HAA... AWAS YA AKAN SAYA ADUKAN PERILAKUMU KE WALI KELAS, SEKARANG JUGA TINGGALKAN PELAJARAN SAYA..!!! " Bentak Guru Sani.


" iiihh kok dia bentak bentak sihh.. " balas Arsean seperti tidak terjadi apa apa sedangkan semua murid sedari tadi sudah berdoa dalam hati.


Tak ingin mendengar gemuruh petir sekali lagi di siang hari, Reval bangkit dari bangku nya dan minta izin pada guru untuk mengeluarkan Arsean agar masalah tidak panjang lagi.


Reval langsung menyeret Arsean keluar meski lelaki polos itu berusaha untuk melawan.


" tapi tas aku didalam.. " ucap Arsean setelah berhasil dibawa keluar oleh Reval.


" kamu itu bodoh atau gimana sih, kamu cuma disuruh keluar saat pelajaran dia dan setelah selesai nanti kamu masuk lagi. " jelas Reval.


" ouuhh terus aku disini ngapain. " tanya Arsean dengan wajah polos yang emang pengen sekali untuk ditampol.


" ya ampuunn... fiuuhh... huuahh.. Dengar ya kamu itu disuruh berdiri disini, jangan kemana mana. " jawab Reval meraup wajahnya kasar.


" ouuuhh... " Arsean mengangguk angguk lucu.


" aku masuk dulu oke.. " ucap Reval tanpa menunggu pertanyaan dari Arsean lagi dan langsung masuk.


Arsean memang mematuhi apa yang dikatakan oleh Reval tapi belum sampai lima menit, perhatian nya kembali tertarik saat mendengar tawa jamaah dari kelas sebelah.


Ia penasaran dan melangkahkan kakinya menuju kelas tersebut. Tepat saat berdiri didepan pintu dirinya memekik senang saat melihat keberadaan Anggiva di kelas itu.


Memang dasarnya tidak tau aturan, Arsean mengabaikan semua orang yang melihat kearahnya dan berlari memeluk Anggiva.


" Anggiva.... Aku kangen sama kamu ternyata disiniii.. " serunya sambil memeluk gadis itu.


Tentu para siswi yang melihat itu iri dan heran kenapa gadis cuek seperti Anggiva bisa dekat dengan Arsean yang baru sekolah tadi pagi.


Kenapa ya Anggiva si gadis cuek itu selalu beruntung kalo soal laki laki, baru baru ini Abian si mantan populer nomor satu mendekatinya dan sekarang sang populer yang telah menduduki nomor satu bahkan memeluknya.


Sudah pasti yang terlihat lebih cemburu adalah Ayu dan Abian yang sangat kesal pada Arsean.


Tak hanya itu Guru lelaki yang mengajar disana juga sama tercengang nya dengan aksi anak baru itu.


Anggiva sudah pasrah dan seakan ingin menghilangkan dirinya darisana.


Semua tercengang yang santai hanya satu yaitu Arsean seorang diri.