The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bagian 8 Menunggu



sudah berapa jam Arsean menunggu sampai laptop yang Ditontonnya pun mati karena baterai habis.


Anggiva belum juga kembali sedangkan Arsean sudah sangat merindukan gadis itu.


Berjalan menuju kamarnya berharap menemukan sesuatu untuk membuang kejenuhannya.


Dan memang tak sia sia masuk kedalam kamar karena ia menemukan sebuah benda yang menurut nya terlihat menarik.


Sebuah spidol yang terletak dimeja belajar nya tanpa penutup, Arsean menelisik benda itu dengan cermat lalu memasukkan ujung spidol itu kehidungnya. Merasa geli ia pun tertawa dan melakukan itu berulang kali lalu beralih memasukkan ujung spidol itu ketelinga nya.


Tak puas sampai disana ia pun menorehkan spidol itu dipipinya hingga menimbulkan garis tinta berwarna hitam.


Merasa nikmat dengan apa yang ia lakukan, pemuda itu pun mencoret coret wajahnya hingga tinta berwarna hitam dari spidol itu memenuhi wajahnya.


Setelah dirasa cukup ia pun tertawa sendiri karena kesenangan dan meletakkan kembali spidol itu ditempat semula. Setelah nya ia keluar menuju ruang tamu lalu berbaring disofa hingga tertidur.


Ketika Arsean sudah menuju alam mimpi yang ditunggu tunggu pun pulang.


Sebelum masuk, Anggiva menyempatkan berkata sepatah dua patah lagi bersama Abian yang hendak pulang habis mengantar gadis itu.


" makasih yaa... untuk hari ini.. " ucap Anggiva.


" iya sama sama... aku juga senang.. kapan kapan jalan jalan lagi yaa.. bolehkan.. " balas Abian menyunggingkan senyum.


" eeumm.. b-boleh.. " sahut gadis itu malu malu.


" oke.. ntar aku kabarin lagi yaa.. " Anggiva mengangguk senyum.


" kalau gituu.. aku balik dulu yaa.. " lanjut Abian.


" eh gak mau mampir dulu... " tawar gadis itu.


" gak usah...lain kali aja.. " tolak Abian lembut tak lupa menebarkan senyum andalan.


" ouhh.. hati hati yaaa.. " ucap Anggiva.


" oke... ntar jangan lupa buka HP.. " balas Abian sambil menaiki mobilnya.


" iyaaa... " jawan Anggiva malu malu.


" daaa... aku balik yaa... " Abian melambaikan tangan keluar kaca mobil.


" daaa.... hati hati jangan ngebut.. " peringat Anggiva membalas lambaian tangan.


Mobil Abian sudah melaju hingga hilang dari pandangan, Anggiva tersenyum merasa sangat bahagia lalu masuk kedalam rumahnya.


Ditengah merasa hati sangat bahagia nan berbunga bunga, tak sengaja netranya melihat sosok yang tertidur disofa dengan kondisi wajah yang penuh coretan.


Reflek ia terkejut dan detik kemudian ia tertawa melihat kelakuan konyol Arsean itu.


Ada ada saja tingkahnya kalau ditinggalkan seperti ini.


Dan lagi dimana ia menemukan spidol hingga mencoret coret wajahnya sendiri.


Menyudahi tertawa nya, Anggiva pun beranjak kedapur mengambil semangkuk air dan tisu basah berniat membersihkan wajah Arsean. Namun sebelum itu ia sempat memotret si pemuda itu.


Setelah membawa yang diperlukan gadis itu pun mulai mengelap wajah Arsean dengan tisu secara pelan agar si empu tak terbangun.


" hussshh.. aku hanya membersihkan wajahmu kau tidur saja. " gumam Anggiva melihat Arsean yang terusik tidurnya.


Arsean bangkit duduk dan menatap Anggiva sangat lama membuat gadis itu bingung dan seakan merasa deg dekan ditatap seperti itu.


" apa yang kau lakukan... " ucap Arsean dan itu membuat Anggiva terkejut untuk kedua kalinya karena pemuda itu telah benar benar bisa menggunakan bahasa.


" k-kau kau benar benar bisa bicara sekarang... maksudku.. sudah bisa mengatakan sesuatu.. sudah mengerti semua kata bahasanya.. " tanya Anggiva bertubi tubi melupakan pertanyaan Arsean yang diberikan padanya barusan.


" heung... eh... iya.. " angguk Arsean.


" waaaaahhhhh... bagus sekali.. " Anggiva tak sadar mencubit kedua pipi Arsean yang memang berisi dengan kedua tangannya.


Arsean tersenyum dan membalas seperti yang dilakukan gadis itu padanya.


" waahhhh.... bagus sekaliii... " ulang Arsean mencubit kedua pipi Anggiva.


Tersadar atas apa yang ia lakukan gadis itu pun melepas cubitannya dan menegur Arsean untuk melepas pipinya juga.


" tolong aku lapar.... bisakah siapkan aku makanan.. " kata Arsean lagi.


" aaahhh... baiklah.. dengan senang hati dan hari ini aku akan menyiapkan makanan spesial untukmu karena... kau sudah belajar dengan giat.. " ucap Anggiva semangat dan merasa senang.


" tapi sebelum ituuuuu... sini kubersihkan wajahmu dulu. " lanjut Anggiva.


Arsean mengangguk lalu Anggiva kembali mengelap wajah pemuda itu.


Arsean terus memandang wajah Anggiva membuat gadis itu salah tingkah namun tetap ditahan dengan memfokuskan pekerjaannya.


Setelah acara pembersihan selesai barulah mereka bergegas kedapur menyiapkan makanan sekalian untuk makan siang karena sudah hampir waktunya.


Dan setelah itu juga Anggiva harus bersiap siap ke cafe untuk bekerja.


Gadis itu menceplokkan dua buah telur dan ditaburi dengan beberapa bumbu dan garam lalu menunggu telurnya matang sambil menyiapkan nasi.


Sedangkan Arsean berdiri disamping Anggiva memandang setiap benda dengan heran apalagi saat melihat telur yang tiba tiba mekar ketika diceplokkan kedalam wajan.


Hampir saja Pemuda itu mencelupkan jarinya ke dalam telur itu tapi untung saja Anggiva melihat nya dengan cepat dan menegurnya agar tidak melakukan itu.


Belum cukup sampai disana disaat Anggiva sibuk memotong wortel, Arsean melihat botol yang isinya berwarna merah membuat dirinya tergiur dan langsung diambil lalu diminum tanpa sepengetahuan Anggiva. Dan setelah meminumnya ia pun berteriak kepedesan membuat Anggiva panik gelapan memberinya air karena yang diminum Arsean adalah berupa saos.


" sudah kubilang jangan lakukan apa pun.. kau diam saja... lihat lah sekarang kau dapat akibatnya kan.. " omel Anggiva sekaligus khawatir melihat wajah Arsean yang merah dan matanya ikut berair karena kepedasan.


" aaahh.. huuuhhh... hahhh... huuufff.. " Arsean terus merasa kepedasan.


" sekarang duduk disini... jangan lakukan apapun.. dan makan roti ini agar pedasnya berkurang.. " Anggiva memberinya roti coklat yang memang sudah di stok dirumah itu.


" haahhh... dasaaarr.. kelakuannya tidak ada yang benar.. diam jadi beban bergerak tambah jadi beban.. haahhh.. hidupku kenapa harus diberi cobaan berupa dia sih... emang sih ganteng.. tapi ngerasa ngurus bocah.. bahkan lebih parah.. " dumel nya sendiri sembari sibuk memotong sayur.


Dikursi meja makan Arsean sibuk memasukkan roti coklat kedalam mulutnya untuk menghilangkan pedas walaupun tak langsung hilang tapi lama kelamaan rasa pedas itu menjadi pudar.


Dan beberapa waktu kemudian setelah semuanya siap dimasak oleh Anggiva serta nasi yang sudah matang, mereka pun mulai makan siang bersama.


Arsean sangat lahap memakan telur dan sayur yang dibuat Anggiva walau nyatanya sayur itu terlalu asin dan telur yang kecoklatan.


Sebenarnya Anggiva mampu makan daging atau makanan mahal yang lainnya tapi cara masaknya yang tidak mampu, walau ada yang bisa dimasak namun tidak meyakinkan bagaimana rasanya.


Dan kebanyakan Anggiva makan diluar atau pesan online dan kalau kepepet ia hanya rebus mie instan, lalu saat ini ia mencoba untuk masak karena sebagai bentuk hadiah untuk Arsean karena pemuda itu belajar dengan sungguh-sungguh hingga berhasil.