The Magic Of The Sea

The Magic Of The Sea
bagian 29 Rafelio nginep



Tring...


" ahhh kenyang gue.. " Rafelio bersandar dikursi setelah melahap semua makanan nya.


" mau nambahhh... " itu Arsean yang bersuara meminta tambah pada Anggiva yang hendak membereskan piring piring kotor.


" heh kampret udah numpang tinggal juga masih berani minta nambah makan. " Rafelio yang sedari tadi belum menyetujui keberadaan Arsean merasa sangat keberatan.


" biarin aja napa sih lagian ini rumah gue. " Anggiva melerai tak lupa memberi tambahan makanan yang diminta Arsean tadi.


" inget ya urusan tadi belum kelar, setelah ini kita kumpul lagi diruang tamu untuk berdiskusi. " ucap Rafelio sembari merogoh HP nya disaku celena dan mengotak atiknya.


" ribet banget sih lo anj** kelarin aja napa sihh.. sok soan.. " panas Anggiva.


" gak usah ngomong Anj** dosa. " sahut Rafelio meskipun sedang adu chatting dengan orang lain di HP nya.


" lo juga barusan.. " balas Anggiva.


" anj** itu apa.. " Arsean yang sedang makan juga ikut ikutan.


" artinya cantik, nanti kalau manggil orang sebutin itu aja. " jawab Rafelio.


" cantik itu apa.. " tanya Arsean lagi.


" kampret lo.. " Rafelio naik darah.


Sedangkan Anggiva puas tertawa, belum tau aja kalau Arsean ini juaranya bikin orang naik darah emosian.


Acara makan siang yang hampir tertunda pun selesai, kini sesuai arahan Rafelio tadi mereka kembali duduk disofa ruang tamu untuk berdiskusi.


" mau nanya apa lagi ya bingung gue.. " ucap Rafelio.


" udah dibilangin dikelarin aja budek sih lo, rempong nya mengalahkan emak emak sok soan lo anj** pengen jadi psikopat gue. " Anggiva kesal.


" gak bisa gak bisa semudah itu. " bantah Rafelio.


" sengaja kan lo mau bikin gue kesal. " cibir Anggiva.


" iya hahahahaha.... " Rafelio puas tertawa.


" ketawa lo ****** setan babi.. " - Anggiva.


" Anggiva... aku ngantukkk... bobo yok. " ajak Arsean menghentikan tawa Rafelio.


" heh sembarang ngajak bobo bareng. "


-Rafelio.


" bukan itu maksud dia kampret.. kami biasanya jam segini tidur siang-


" wahhh paraahhh.. " -Rafelio


" dengerin dulu anj*** eeuuuhhh pengen banget gue bunuh lo, kami itu tidur dikamar masing-masing.. " jelas Anggiva.


" santai dong gak usah marah marah. " -Rafelio.


" karena lo kampret. " -Anggiva.


" kembali ke diskusi jadi keputusan nya apa..... " tanya Rafelio.


" dia tetap tinggal disini sama gue. " jawab Anggiva.


" mana bisa gitu. " elak Rafelio.


" bisa karena itu keputusan gue. " bantah Anggiva.


" hahh... pusing ya... euumm ah mumpung besok libur jadi gue nginep disini buat ngawasin kalian berdua. " nyegir Rafelio membuat Anggiva muntah melihat nya.


" sssttt ini rumah punya siapa..??? jadi tidak ada penolakan.. dan lo kita tidur bareng malem ini. " potong Rafelio.


" gak ah aku mau tidur sama Anggiva aja. " santai Arsean membuat kedua orang lainnya melotot.


" heh... benar benar lo ya semakin gak yakin gue biarin kalian berdua. " Rafelio semakin ngeri saja melihat Arsean.


" ck dia itu emang kebiasaan ngomong seenaknya... " tambah Anggiva.


" benar lo gak pernah diapa apain kan sama dia.. " tanya Rafelio pada Anggiva.


" mau ke dokter sekarang ayooo.... cek aja semuanya... " jawab Anggiva kesal.


Hhaaahhh Akhirnya, pertengkaran adu mulut telah selesai karena berhubung ini pun sudah memasuki waktu malam.


Ketiganya kembali duduk untuk makan malam setelah masing masing dari mereka membersihkan badan.


Soal Rafelio nginep, ia sudah memberitahukan pada orang tuanya tadi dan kalo soal Arsean, dirinya masih merahasiakan keberadaan lelaki itu karena kasihan terutama atas permintaan adiknya.


Ohya menu makan malam ini mereka memilih delivery saja karena Anggiva pun tak bisa diandalkan kalo soal masak kecuali bikin telur dan masakan ringan lainnya.


Pesanan datang, mereka pun segera menikmati nya melupakan percekcokan diantara ketiganya.


Arsean yang kembali bingung melihat makanan malam ini berbeda ia pun mulai bertanya lagi.


" ini apa... " tanya Arsean sembari menenteng paha ayam yang krispi itu.


" itu monyet, gak enak kalo dimakan buat aku aja sini.. " Rafelio yang menjawab.


" ihh kurang ajar... eee itu paha ayam.. enak kok coba dimakan.. " jawab Anggiva versi jujur.


" ouuhh... " angguk lelaki itu lucu lalu melahap paha ayam tersebut.


" ada ya orang bego pake banget kaya gitu... manusia dari planet mana dia.. " ucap Rafelio disela selanya mengunyah makanan.


" udah deh ah biarin aja.. gak usah ngatain orang gak baik.. " balas Anggiva.


" hallah untung tu manusia ganteng kan, kalo engga lo tendang juga tu.. " -Rafelio.


" suka bener kalo ngomong. " -Anggiva.


Skip...


Tibanya waktu tidur karena malam telah larut dan jam sudah menunjukkan waktu untuk beristirahat.


Anggiva memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya dikasur setelah menuntaskan semua ritual malam yang memang biasa ia lakukan, seperti mencuci muka dengan pembersih wajah misalnya atau lain sebagainya.


Dikamar yang satunya, dua lelaki itu juga telah merebahkan tubuhnya dikasur.


Kasur yang memang berukuran besar itu memberikan banyak ruang untuk mereka berdua.


Rafelio tidur disebelah kanan berhadapan dengan pintu sedangkan Arsean tidur disebelah kiri.


Arsean telah menuju alam mimpi terlebih dahulu terbukti dari suara ngoroknya sedangkan Rafelio tampaknya tidak bisa menidurkan dirinya itu.


Ia berbalik berhadapan dengan Arsean yang memang lelaki itu tidur menghadap dirinya.


Sungguh dirinya tak bisa bohong dan mengakui ketampanan yang dimiliki oleh lelaki asing ini.


Tapi siapa dia, mendengar penuturan Anggiva dari lelaki ini membuat dirinya berpikir kembali.


Saat terbangun ia sudah melihat lelaki ini tidur dihadapan nya, kalimat itu sulit dipercaya tapi apakah mungkin adiknya itu berbohong??


" aku tidak bisa percaya dengan begitu mudah padanya... bisa saja lelaki jni berbahaya. " monolog Rafelio.


" huh besok aku akan memaksamu untuk mengatakan semuanya, tapi tunggu saat Anggiva tidak ada.. " lanjut Rafelio lalu setelah nya ia menutup mata memaksa diri untuk menuju ke alam mimpi.